Kampung Pare, yang sekarang jadi kampung halaman saya buat mudik, berkembang pesat saat ini. Suasananya seperti di kampung Gubeng Airlangga dekat kampus Unair. Tapi jauh lebih ramai.
Oleh: Mochamad Yusuf*
Dulu saat bertemu dengannya, saya tanya dari mana?
"Pare."
"Sulawesi ya?"
"Bukan. Itu Pare-pare. Di Kediri."
"Lho ada ta?"
Saat ke Pare pertama kali rasanya jauh. Berkelok-kelok gak sampai-sampai. Sampai teman saya yang nyopiri kendaraan yang mengantar kami gak sabar, "Masih jauh, gak?"
Sekarang rasanya Pare sudah sama terkenalnya dengan Pare-pare, kampung kelahiran presiden ke-5 kita. Karena Pare jadi jujukan anak-anak muda dari seluruh Indonesia untuk belajar bahasa asing khususnya Bahasa Inggris. Bahkan juga beberapa anak muda dari negara tetangga.
Kampung Pare, yang sekarang jadi kampung halaman saya buat mudik, berkembang pesat saat ini. Suasananya seperti di kampung Gubeng Airlangga dekat kampus Unair. Tapi jauh lebih ramai. Apalagi kalau saat liburan sekolah.
Banyak anak-anak muda seusia sekolah, hilir mudik di jalan-jalan. Tempat kursus menjamur jadi ratusan. Banyak mobil terparkir dari berbagai nopol.
Kampung Pare Kediri viral sebagai Kampus Inggris. Tapi jangan tanya apa warganya juga mahir Bahasa Inggris.. Hehehe. [Kampung Inggris, 24/3/2026 Dhuha]
Pare sekarang lebih terkenal dari Pare-pare, kampungnya Presiden Habibie.
BalasHapus