Postingan

Menampilkan postingan dengan label bisnis

FEATURES

Bertemu Tukang Potong Rambut Langganan

Gambar
Saya punya langganan tukang potong rambut di sebuah tempat tukang cukur rambut. Setahun lalu dia keluar dari sana. Saya menyayangkan, karena sudah sreg dengan gaya motongnya. Tapi bagaimana lagi? Meski begitu saya masih menggunakan jasa tempat potong rambut tadi. Ya, tapi bukan orang yang biasa saya langgani tadi. Gonti-ganti, tergantung siapa yang bertugas. Hari-hari terakhir ini saya mau potong rambut. Tempat potong rambut langganan tutup. Demikian juga tempat potong rambut lainnya. Mungkin akhir tahun. Kemarin mencoba lagi ke tempat langganan. Ternyata buka. Namun saat mau masuk, ternyata sudah mau ditutup. Yang duduk potong di situ adalah pelanggan terakhir. Kembali ke kendaraan, berpikir untuk mencoba esok hari (hari ini). Tapi sudah niat, masak ditunda terus. Akhirnya coba keliling-keliling mencari tempat potong rambut lain. Akhirnya melihat sebuah tempat potong rambut buka. Awalnya ragu. Tapi di luar banyak motor parkir, jadi ya buka bahkan laris. Saat masuk, saya kaget. Karena ...

Enerlife [3]: Hati-Hati Memilih Karir

Gambar
(ref: sxc.hu) Seorang teman sejak kecil memiliki cita-cita sebagai diplomat. Namun tidak seperti anak-anak lain yang terus berubah cita-citanya sejalan waktu berlalu, dia tetap konsisten dengan cita-citanya itu. Tidak sekedar angan atau bermimpi, tapi dia memang mempersiapkan dan mengejar cita-cita itu. Oleh: Mochamad Yusuf * Menginjak di sekolah menengah, dia tidak hanya rajin belajar bahasa Inggris, namun bahasa asing lainnya seperti Jerman dan Perancis. Tidak sekedar itu. Dia juga melahap buku-buku sejarah dunia dan perang yang telah melanda dunia. Dia rajin membaca dan mengkoleksi buku-buku. Dia juga rajin berkorespondensi dengan kedutaan asing yang ada di Indonesia. Karenanya, tak heran, dia banyak mendapat kiriman buku, brosur dan lainnya dari mereka. Bahkan ketika menginjak bangku kuliah, dia sering berkunjung ke konsulat-konsulat di Surabaya. Bahkan dia sempat mendapat undangan minum teh sore secara pribadi dengan konsul Amerika Serikat di taman belakang konsulat. Luar biasa. ...

Rahasia Rejeki (14): Rejeki Tak Bisa Dikejar Dengan Membabi-Buta

Gambar
Ternyata harta saya meski dikurangi, tak berkurang. Sedangkan dia mengambil harta dariku, malah hartanya terus berkurang. Harta bisa mendatangkan kebahagiaan tapi bisa juga mendatangkan malapetaka. Oleh: Mochamad Yusuf * Perawakannya masih muda. Usianya belum 40. Bahkan saya menebak sekitar 35-an. Namun rambutnya sudah dipenuhi dengan uban. Tapi secara selintas tak begitu dikenali banyak ubannya, karena potongan rambutnya yang sering gundul. Orang-orang terkecoh usianya mungkin perawakan badannya: perut tambun. Jadi makin kelihatan karena tinggi badannya yang pendek. Tapi raut wajahnya tak ada rasa stress atau tegang apapun. Tenang. Tak seperti wajah businessman lainnya. Ya, dia memang pengusaha. Meski masih muda, jangan anggap dia sebagai pengusaha kemarin sore. Dia mulai berbisnis sejak lulus SMA. Sebenarnya dia terpaksa melakukan hal ini, karena dia sudah menikah di kelas 1 SMA. Bila teman-temannya yang lain selulus SMA mencari perguruan tinggi untuk kuliah, dia malah bekerja. Awaln...

Rahasia Rejeki (14): Rejeki Tak Bisa Dikejar Dengan Membabi-Buta

Gambar
Ternyata harta saya meski dikurangi, tak berkurang. Sedangkan dia mengambil harta dariku, malah hartanya terus berkurang. Harta bisa mendatangkan kebahagiaan tapi bisa juga mendatangkan malapetaka. Oleh: Mochamad Yusuf * Perawakannya masih muda. Usianya belum 40. Bahkan saya menebak sekitar 35-an. Namun rambutnya sudah dipenuhi dengan uban. Tapi secara selintas tak begitu dikenali banyak ubannya, karena potongan rambutnya yang sering gundul. Orang-orang terkecoh usianya mungkin perawakan badannya: perut tambun. Jadi makin kelihatan karena tinggi badannya yang pendek. Tapi raut wajahnya tak ada rasa stress atau tegang apapun. Tenang. Tak seperti wajah businessman lainnya. Ya, dia memang pengusaha. Meski masih muda, jangan anggap dia sebagai pengusaha kemarin sore. Dia mulai berbisnis sejak lulus SMA. Sebenarnya dia terpaksa melakukan hal ini, karena dia sudah menikah di kelas 1 SMA. Bila teman-temannya yang lain selulus SMA mencari perguruan tinggi untuk kuliah, dia malah bekerja. Awaln...