Judulnya memang bombastis. Pasti banyak orang Jogja protes ke saya setelah ini. Tapi mohon maaf, memang itu yang menjadi pikiran saya dalam perjalanan jalan kaki antara masjid Jogokariyan - Malioboro pp yang saya lakukan pada Minggu petang, 24 September 2017. Oleh: Mochamad Yusuf* Dalam perjalanan pulang dari Malioboro untuk kembali ke masjid Jogokariyan, saya kembali melewati alun-alun (Kidul?). Di tengah alun-alun dekat pohon Beringin Kembar, saya melihat pemandangan memilukan. Awalnya saya kira sebuah mayat. Seorang nenek yang kurus, tergeletak di tanah. Tidak bergerak. Dia hanya beralas kain tipis. Meski tidak bergerak, saya masih yakin hidup. Atau bagaimana ya? Mohon ampun, kalau keadaannya bukan demikian. Lama saya amati. Kondisinya memprihatinkan. Di dekatnya ada kaleng sedekah. Kok dia sampai di sana dibiarkan? Di sekelilingnya banyak orang, karena memang di alun-alun. Tidakkah ada pihak Satpol PP atau Dinas Sosial untuk memberi solusi? Misal membawanya ke Panti Sosial? Saya ba...