Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

FEATURES

Kenikmatan Kebersamaan Makan Gorengan

Gambar
Kadang di hari tertentu, misal hari Sabtu dan Ahad, ada sesuatu istimewa di pagi hari. Yakni sarapan bareng dengan gorengan. Atau kadang sore. Tapi gorengannya Frozen Food. Hari Sabtu dan Ahad biasanya kita olahraga. Maka sarapannya agak molor. Untuk itu sementara sarapannya dengan gorengan. Kenyangnya hampir sama. Hehehe. Namun juga tidak hanya hari itu saja. Kalau ada rezeki, saya juga beli gorengan untuk hari lain. Sungguh nikmat kalau dilakukan secara bersama. Khususnya saya syukuri saat anak-anak masih di rumah. Zidan, anak sulung saya, harusnya kuliah jauh dari rumah. Di Tangerang sana. Di Curug. Yakni Politeknik Penerbangan Indonesia. Sebuah sekolah kedinasan transportasi udara di bawah Kementerian Perhubungan. Sedang adiknya, Zelda, juga sekolah jauh dari rumah. Di Ngawi. Yakni Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1. Tapi dia sudah kembali ke kampus beberapa waktu lalu. Meski liburnya sempat molor, karena tertunda-tunda kembali ke pondok. Maka normalnya kami hanya berdua di ru...

Mencari Kekhusyukan Shalat yang Hilang

Gambar
Setiap muslim pasti shalat. Dan dilarang untuk melalaikan shalat. Karena shalat adalah pondasi agama. Dan shalatlah yang akan jadi indikator penilaian kita saat di hari pengadilan kelak. Barangsiapa shalatnya baik, baik juga amalan lain. Oleh: M. Yusuf* Namun meski shalat dilakukan tiap hari, apakah sudah benar shalat kita? Apakah ada upaya bagaimana membuat shalat kita menjadi benar? Shalat benar seringkali memunculkan kekhusyukan di hati kita. Karena itu takmir masjid Shalahuddin Perumahan Puri Surya Jaya mengundang penulis Abu Sangkan untuk memberi pelatihan bagaimana shalat yang khusyuk. Pelatihan dilakukan Minggu tadi, 13 November 2016 mulai pukul 08.00-16.00. Abu Sangkan ini telah menulis buku mega seller "Menemukan Kekhusyukan yang Hilang." Saat mendapat informasi pelatihan ini seminggu sebelumnya, tentu saya senang. Apalagi ini gratis langsung praktek. Padahal fasilitasnya tidak kalah dengan seminar yang harganya ratusan ribu sampai jutaan, karena juga disediakan snac...

Apa yang Kamu Cari di Gontor (1): Mengapa Saya Memasukkan Anak Saya ke Gontor (versi singkat)

Gambar
Banyak pertanyaan ke saya, mengapa menyekolahkan Zelda, putri saya, ke Gontor. Biasanya saya jawab dengan senyuman saja. Entahlah apa yang menjadi alasan saya. Wong saya dan istri sejak SD sampai PT di negeri. Namun kalau ditelisik lebih dalam ada beberapa alasan: Pertama, ini upaya kita sebagai orang tua memenuhi perintah Allah di QS 66:6. Ya, ini ikhtiar kami, meski tidak berarti kami tidak bertanggung jawab terhadap pendidikan anak kami. Kedua, memberi warna baru pada pengalaman hidupnya. Bertemu teman seluruh Nusantara (kebinnekaan sesungguhnya), bahkan seluruh dunia. Hidup di tempat baru, jauh dari rumahnya. Belajar hal baru, pengalaman baru, tantangan baru. Dan lainnya. Ada beberapa hal lain. Tapi 2 hal ini yang utama. Saya tahu di Gontor akan sangat berat. Karena itu saya mohon doanya agar Zelda bisa istiqamah dan ikhlas sampai menuntaskan pendidikannya di Gontor sampai selesai. Terima kasih. Salam dari GP 1, Ngawi.

Hukum Duduk Saat Tasyahud Akhir Shalat Subuh | Ceramah Bagus Ustadz Prof Dr Zainuddin MZ

Gambar
Perselisihan dalam agama adalah sesuatu yang wajar. Bukan berarti baik kalau malah membuat-membuat selisih. Namun kita kembalikan ke Al Qur'an dan Al Hadits untuk cari persamaan. Karena Allah senang apabila umatnya bersatu. "Wahai orang-orang yang beriman! Taatilah Allah dan taatilah Rasul (Muhammad), dan Ulil Amri (pemegang kekuasaan) di antara kamu. Kemudian, jika kamu berbeda pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah kepada Allah (Al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." QS 4:59 Ini sebuah cerita menarik dari Prof Zainuddin MZ. Empat orang uztadz mencari titik temu tentang sesuatu hal yang mungkin dianggap remeh. Yakni saat duduk tasyahud akhir di shalat Subuh. Karena Subuh hanya 2 rakaat, maka ada perbedaan pandang apakah duduknya iftirasy atau tawarruk. Mari kita ikuti diskusi mereka melalui penuturan pakar hadits, guru besar Al Imam Mohamed Ibn Saud Is...

Memahami Hadits Secara Tekstual dan Kontekstual | Ceramah Lucu Ustadz PROF DR ZAINUDDIN MZ

Gambar
Suatu saat berkumpul beberapa ulama dalam sebuah acara. Ternyata masjidnya mengumumkan ada rencana shalat Gerhana Bulan. Seorang ulama bingung mau shalat atau tidak, karena tidak ada dalil untuk lafal niatnya. Ternyata malam itu hujan deras, sehingga tak terlihat bulan. Ulama lain ditanya apakah tetap melanjutkan niat shalat gerhana. "Lho apa nggak yakin ada gerhana malam ini?" tukasnya. "Bukan," jawab yang bertanya, "Tapi bukankah Anda berpendapat hisab itu bid'ah?" Karena hadis shalat gerhana ada kata 'melihat bulan'. "Jika kalian melihat gerhana tersebut, maka bersegeralah untuk melaksanakan shalat." (HR. Bukhari no. 1047) Lalu bagaimana akhir peristiwa ini? Mari simak penjelasan penuh humor, gamblang, detil & kronologis dari pakar hadits, guru besar Al Imam Mohamed Ibn Saud Islamic University, Riyadh, Prof. Dr. ZAINUDDIN MZ, Lc, MA tentang memahami hadits secara tekstual & kontekstual di sini: https://youtu.be/-V14pSEgFKE

Film Seakan Vlog

Gambar
Ada yang aneh saat menyaksikan film '1917'. Tidak ada cut yang berganti-ganti angle/sudut pandang kamera. Saya teringat film 'Cloverfield'. Tapi film Cloverfield itu jelas menggambarkan seorang yang amatir yang sedang merekam. Maka kadang diperlihatkan goyang, out of focus dan lainnya. Maka di film 1917 ini kita tidak menyaksikan detail sesuatu dengan cepat. Misal saat komandan menunjukkan peta, kita tidak diperlihatkan petanya secara jelas. Lama-lama saya merasa film 1917 ini seperti Vlog yang saya buat. Misal saat saya membuat Vlog keliling memutari kampus Gontor Putri 1 (cari videonya di channel saya, Enerlife Solusi Indonesia). Maka bisa jadi Vlog nanti dapat masuk ke bioskop. Hehehe..

3 Cara Mendapatkan Rahmat Allah - Ada Dzikir agar Hidup Sukses | Ceramah Lucu KH ATIQUDDIN MUSTAWA

Gambar
Rasulullah bersabda, "Tidak ada amalan seorangpun yang bisa memasukkannya ke dalam surga, dan menyelematkannya dari neraka. Tidak juga denganku, kecuali dengan rahmat dari Allah" (HR. Muslim no. 2817). Maka peran rahmat Allah sangatlah penting untuk meraih surga. Meski tidak menafikan amal shalih yang harus dilakukan selama di dunia. Maka untuk mencapai surga selain meningkatkan kuantitas dan kualitas ibadah kita, juga perlu upaya untuk mendapatkan rahmat Allah. Ada 3 cara menurut KH M. Atiquddin Mustawa yang bisa dilakukan untuk meraih rahmat Allah. Termasuk dzikir-dzikir yang bisa dirutinkan. Mari kita simak kajian pengasuh Pondok Pesantren An-Nidhomiyah, Ngelom, Sidoarjo dan juga ketua MUI Taman di sini. https://youtu.be/iTh-7KxaLco

Lemantun | Sebuah Renungan Bagi Anak dan Orang Tua

Gambar
Hidup itu pilihan. Dan pilihannya kadang sulit. Seperti saat kecil kita bersama dengan ibu dan bapak (keluarga). Saat mulai dewasa, biasanya mulai kuliah, sudah meninggalkan keluarga. Oleh: Mochamad Yusuf * Setelah lulus kadang tidak kembali ke keluarga. Malah jauh ke kota besar untuk cari penghidupan. Bahkan ketemu pasangan akhirnya menetap di sana. Jadinya bertemu keluarga jarang-jarang. Kadang hanya sekali setahun saat lebaran. Di lain pihak, ibu dan bapak semakin menua. Fisik berkurang. Dan tidak bekerja. Malah sakit-sakitan. Tentu butuh yang merawat. Seperti kita saat masih kecil juga perlu dirawat keluarga. Kini gantian mereka yang butuh kita. Seperti dulu saat kecil kita butuh mereka. Tapi kita tidak ada di samping mereka. Saya pernah ke rumah teman di desa. Hanya Bapaknya. Ibunya sudah meninggal. Rumah yang besar itu, 8 bersaudara, tidak ada satu pun yang tinggal di rumah itu. Padahal ya ampun rumahnya besar sekali. Dapurnya saja jadi rumah tersendiri. Setara tipe 45. Ruang mak...

Saat Ini Semua Pelaku Pendidikan Berat.. (Mungkin Hanya Pesantren Yang Belum)

Gambar
Miris mendengarkan berita seorang Ibu yang harus menghukum keras anaknya gara-gara tidak mau sekolah daring. Anaknya tersebut masih duduk kelas 1 SD. Karena pukulan bertubi-tubi dengan gagang sapu maka akhirnya sang anak meninggal dunia. Oleh: Mochamad Yusuf* Sedih. Berita ini sepertinya puncak dari berbagai kisah nestapa tentang sekolah daring. Sebelumnya dikabarkan banyak anak sampai jadi penjual koran, penjual jajanan sampai kerja sebagai tukang batu. Semua dilakukan hanya ingin memiliki HP dan pulsa. Semoga berita kematian di Tangerang itu akhir dari sisi negatif sekolah daring. Tidak ada lagi berita-berita sedih tentang hal ini. Memang sekolah daring tidak enak. Semua ingin kembali ke kelas. Menuntut ilmu sambil bercengkerama dengan teman-teman. Tapi kondisi pandemi belum memungkinkan. Malah situasinya seperti memburuk. Semakin banyak yang terjangkit Covid-19 dan meninggal karenanya. Tidak ada yang mau kondisi seperti ini. Mahasiswa saya saja (jauh dari kondisi SD kelas 1 tersebut...

Apa yang Kamu Cari di Gontor (1): Mengapa Saya Memasukkan Anak Saya ke Gontor

Gambar
Banyak pertanyaan ke saya, mengapa menyekolahkan Zelda, putri saya yang lulus SD, ke Gontor. Biasanya saya jawab dengan senyuman saja. Entahlah, apa yang menjadi alasan saya. Wong saya dan istri sejak SD sampai PT di negeri. Pekerjaan saya selama ini juga tidak terkait dengan pondok. Namun kalau ditelisik lebih dalam adalah beberapa alasan: Pertama, ini upaya kita sebagai orang tua memenuhi perintah Allah di QS 66:6. Ya, ini ikhtiar kami, meski tidak berarti kami tidak bertanggung jawab terhadap pendidikan anak kami. Kedua, memberi warna baru pada pengalaman hidupnya. Bertemu teman seluruh Nusantara (memahami kebinnekaan sesungguhnya), bahkan dari seluruh dunia. Hidup di tempat baru, jauh dari rumahnya. Belajar hal baru. Mendapat pengalaman baru. Mendapat tantangan baru. Dan lainnya. Ketiga, tantangan mendidik anak sekarang tidak mudah. Adanya internet dan gadget, menjadi godaan negatif yang luar biasa. Menyekolahkan di Gontor, minimal bisa mengkonsentrasikan hidupnya agar lebih fokus ...

Cara Mencegah Musibah Berdasarkan Al Qur'an | Ceramah Ustadzah Dr. Ucik Nurul Hidayati, MPdI

Gambar
Ada 2 sebab Allah tidak menurunkan adzab bagi umat manusia ketika di dunia. Allah berfirman, "Allah tidak akan menyiksa mereka selama kamu ada di tengah mereka. Dan Allah tidak akan menghukum mereka, sementara mereka memohon ampun." (QS. al-Anfal: 33). Lha Nabi Muhammad kan sudah tidak ada? Bagaimana menghadirkan Rasulullah saat ini? Lalu bagaimana maksud sebab kedua? Simak penjelasan yang lucu dari pengasuh berbagai program di TVRI, JTV dan TV9, Ust Nyai Dr. Ucik Nurul Hidayati, MPdI di sini. https://youtu.be/iy5QAQ1EsmI

Turut Prihatin Atas Penusukan Ulama - Dan lagi-lagi Pelakunya Dibilang Gila

Gambar
Sebuah berita mengejutkan datang dari Bandar Lampung. Ustadz kondang Syekh Ali Jaber ditusuk orang. Dan lagi-lagi dikatakan penusuknya sudah gila selama 4 tahun. Padahal catatan digitalnya di Facebook dan Instagram terlihat normal saja. Seperti terlihat bermain komputer, makan bakso dll. Semoga benar-benar diungkap secara jelas kasus ini. Padahal selama ini ceramahnya beliau sangat sejuk dan banyak bermanfaat seperti yang terekam di channel Youtube kami. ~~~ Amalan-amalan Ringan Berpahala Besar | Ceramah Bagus Ustadz SYEKH ALI JABER Apakah kita yakin terselamatkan dari neraka dan masuk surga? Sedangkan dosa kita berjibun dan tidak tahu berapa banyak pahala yang direngkuh. Rasulullah yang maksum saja masih meminta ampun pada Allah sebanyak 100 kali sehari. Karena itu kita harusnya banyak beristigfar. Bahkan harusnya lebih banyak dari Rasulullah. Ini salah satu amalan ringan yang berpahala besar dan menyelamatkan kita dari neraka. Amalan-amalan lain dapat disimak di pengajian ini. Simak ...

Atheisme Antara Dan Brown vs Habiburrahman El Shirazy

Gambar
Saya barusan menyelesaikan membaca novel terbarunya Dan Brown, Origin. Saya memang penggemar Dan Brown sejak Davinci Code. Semua bukunya sudah ludes saya baca. Maka saya sungguh girang ketika menemukan buku terbarunya di perpustakaan. Kali ini Dan Brown membahas 2 pertanyaan dasar dari setiap manusia. Yakni dari mana manusia berasal dan kemana manusia setelah hidup di dunia? Jawabannya sungguh menarik, karena Dan Brown menampilkan tokoh bernama Edmond Kirsch. Seorang ilmuwan, teknolog, pengusaha sukses dan atheis. Dari Edmond inilah kita tahu argumen-argumen tentang Anti Ketuhanan. Edmond mendasarkan hasil penelitian dari berbagai ilmuwan seperti Stephen Kings, Darwin dll. Seru juga, apalagi ceritanya mengenai kerajaan Spanyol dan sebuah sekte Katholik di Spanyol. Menariknya sebelumnya, mungkin selisih beberage hari, saya baca novelnya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul Bumi Cinta. Memang terakhir-terakhir ini saya keranjingan membaca novelnya Kang Abik, panggilan dari Habiburrahma...

Tetap Semangat & Istiqomah Guna Meraih Bahagia | Ceramah Kocak Ustadz dr AGUS ALI FAUZI, PGD.Pall.Med (ECU)

Gambar
Saat sakit manusia baru merasakan pentingnya sehat. Sebuah rezeki yang sering dilalaikan. Sakit tidak perlu menunggu tua. Seorang anak 12 tahun sudah mengalami stroke. Padahal lebih baik mencegah penyakit, daripada mengobati saat sakit. Resepnya gampang dari dr AGUS ALI FAUZI, PGD.Pall.Med (ECU) yakni melakukan 5 hal: perbanyak istighfar, perbaiki hubungan dengan Allah,.. eh sebentar kok tidak ada unsur kesehatannya ya? Betul, karena sumber penyakit 70% dari hati. Hati di sini adalah jiwa, seperti jiwa yang sabar, ikhlas dan bersyukur. Ah.. langsung saja penjelasan yang segar nan kocak dari pengasuh program 'Pengajian Sehat' di TVRI Jatim dan JTV, dr AGUS ALI FAUZI, PGD.Pall.Med (ECU), di sini. https://youtu.be/zzv02ykpT9I

Menggapai Cinta Allah | Ceramah Ustadz Dr AAM AMIRUDDIN

Gambar
Siapa yang tidak senang mendapatkan cinta seseorang apalagi seseorang itu adalah Yang Maha Kuasa? Yakni sang Penguasa yang telah menciptakan kita. Seperti seseorang yang telah dicintai oleh orang lain yang rela memberi, maka siapa yang dicintai Allah maka doanya selalu dikabulkan. Dan masih ada beberapa keuntungan lain yang didapatkannya bila dicintai Allah. Lalu bagaimana cara mendapatkannya? Simak penjelasan dari Ustadz Dr Aam Amiruddin, pengasuh program 'Percikan Iman' di Bandung di sini. https://youtu.be/BXtUbsqsHRk

Ancaman & Akibat Menolak Al Qur'an! | Ceramah Bagus Ustadz FADHIL TASLIM

Gambar
Setiap manusia lahir sudah dilengkapi 3 hal yakni pendengaran, penglihatan dan hati nurani. Lalu Allah melengkapi lagi dengan petunjuk. "(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku," QS 26:78 Petunjuk itu adalah Al Qur'an. "(Al-Qur'an) ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini." QS 45:20. Sayangnya seringkali manusia mengabaikan. Maka pilihannya mau membaca dan mengangankan dengan maknanya atau tidak. Karena Allah akan mengikuti kehendaknya. "Barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa (dibiarkan) sesat Allah, maka merekalah orang-orang yang rugi." Tentu kita tidak mau jadi insan yang rugi kan? Mari simak kajian luar biasa tentang ancaman menolak Al Qur'an oleh Ust FADHIL TASLIM, pakar Kristologi, di sini. https://youtu.be/OIPaYrfyqX0

6 Hal Penghapus Pahala Amal Kebaikan | Ceramah Lucu Ustadz AGUNG CAHYONO

Gambar
Kelak di akhirat nanti ada orang yang terkejut. Merasa amalannya banyak di dunia ternyata saat ditimbang hilang. Zonk. Kosong. Ternyata ada beberapa hal yang dapat menghapus amalan kita. Salah satunya adalah murtad. "..Mereka tidak akan berhenti memerangi kamu sampai kamu murtad (keluar) dari agamamu, jika mereka sanggup. Barangsiapa murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itu sia-sia amalnya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya." QS 2:217. Lalu apa lagi? Simak penjelasan 6 hal yang menghilangkan pahala amal kebaikan oleh Ust AGUNG CAHYONO yang kocak di sini. https://youtu.be/RWs1GbGAVWM

Foto Sebagai Dokumentasi Tak Terbantahkan

Gambar
Hari ini melihat fitur 'Memories' Facebook, saya berhenti di foto ini. Sebuah foto yang diunggah dan ditag ke saya hari ini 11 tahun lalu. Terlihat saya di sana. Jelas. Di deret belakang. Tapi saya tidak dapat mengingat dalam kegiatan apa foto itu. Dari komentar yang masuk sepertinya mereka mahasiswa Stikom. Kemungkinan kita berfoto setelah kuliah. Lokasi sepertinya sebelahnya gedung serba guna dekat tangga menuju taman yang tembus ke lantai 2. Tapi dengan kamera/HP bukan punya saya. Mungkin punya salah satu mahasiswa (Cahyo Purbo?). Sehingga bukan saya yang mengunggah ke Facebook. Sering saya lihat foto-foto di 'Memories' yang seakan tidak percaya saya di sana. Saya sampai lama mengingat baru sadar kapan difoto. Misal: pernah saya heran kok saya ada di sebuah masjid besar tapi kuno. Lama mengingat akhirnya ingat itu saat saya wisata ke Wonosobo. Dan saya masuk masjid Jami'nya. Karena itu kenapa saya rajin membuat dokumentasi. Agar saya dapat bersyukur mendapat reze...

Pengalaman Saat Anaknya Kena Covid 19 | Ceramah Menyentuh Hati Ust M. SHOLEH DREHEM

Gambar
Pandemi Covid 19 sudah berjalan beberapa bulan. Dan entah kapan berhentinya. Sudah banyak yang terjangkit. Bahkan sudah banyak tenaga kesehatan yang meninggal dunia. Lebih dari 100 dokter dan perawat. Sikap kita sebagai muslim di tengah-tengah. Tidak terlalu takut (paranoid) tapi juga tidak terlalu sembrono (nantang). Namun meski begitu kita tetap ikhtiar. Ikhtiar agar tetap sehat dan terhindar sakit Corona. Dan tentulah berikhtiar bila terkena. Karena Allah yang memberikan sakit, maka Allahlah yang memberikan obatnya. "dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku," QS 26:80 Sudah banyak orang menceritakan pengalamannya saat dia atau keluarganya menghadapi Corona. Namun belum banyak cerita dari seorang Ustadz. Berikut ceramah menyentuh hati dari Ustadz M. SHOLEH DREHEM, Lc, MA saat putranya dan menantunya terkena Corona. Apa yang dilakukan beliau? Dan apa yang harus dilakukan bila ada keluarga kita yang terkena? Simak cerita Ustadz M. SHOLEH DREHEM, Lc, MA, ketua IKADI...

TickTick - Membuat Istiqamah Mengaji

Gambar
Ketika perusahaan/seseorang menciptakan sesuatu pasti ada tujuannya. Misal: Toyota membuat Avanza sebagai kendaraan/alat transportasi. Maka bagi penggunanya harus paham dulu mobil tersebut dengan membaca manualnya sebelum dipakai. Misal: dipakai nengangkut berton-ton barang, Avanza itu pasti rusak. Karena penciptanya sudah tahu kapasitas angkutnya. Oleh: Mochamad Yusuf* Demikian juga manusia. Yang menciptakan manusia sudah tahu tujuan diciptakannya manusia itu untuk apa. "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." QS 51:56. Maka harusnya manusia rajin membaca manual yang dibuat oleh penciptanya. Agar tahu mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Membaca manual itu adalah mengaji Al Qur'an. Selain itu banyak manfaat membaca Al Qur'an. Tentang hal ini sudah banyak yang membahas. Yang menjadi permasalahan adalah kita tidak rutin membaca Al Qur'an ini. Seringkali saat tertentu kita rajin membacanya, misal: saat Ramadhan. Namun...

Cara Mudah Dapat & Jadikan Malaikat Pembela Kita di Akhirat | Ceramah Lucu Ustadz Salim A Fillah

Gambar
Hari-hari ini kita rindukan majelis ilmu. Dulu kita begitu mudah berkumpul di masjid, rumah atau tempat lain untuk menuntut ilmu. Namun karena pandemi, maka kita mengurangi kerumunan massa tersebut. Padahal dengan majelis ilmu kita mendapat pembela yang luar biasa saat di mahkamah akhirat yang paling adil dan akurat ini. Yakni malaikat. Saat kita mengikuti majelis ilmu, malaikat akan datang menaungi dengan sayapnya dan menunggu sampai majelis tersebut selesai. Setelah selesai, malaikat ini akan melapor kepada Allah. Akan terjadi sebuah dialog yang menarik. Dan yang lebih menarik lagi, malaikat ini tidak akan turun lagi ke bumi. Dia akan menunggu kita sebagai pembela sampai pengadilan terakhir kelak. Maka bila kita setahun mengikuti 25 majelis ilmu, maka kita akan mendapatkan 25 malaikat pembela. Tentu lebih luar biasa lagi kalau bisa lebih banyak lagi ikut majelis. Apa yang dialogkan antara malaikat pembela kita dan Allah itu? Apakah yang akan dikabulkan Allah saat terjadi dialog terse...

Lakukan Hal Ini Cegah Sakit Berat & Tingkatkan Kecerdasan! | Ceramah Ustadz Prof. Dr. M. ALI AZIZ

Gambar
Selama ini ada anggapan umum yang sudah diyakini puluhan tahun, mungkin malah lebih, di dunia pendidikan. Yakni adanya masa 'golden age'. Sebuah masa di saat manusia berumur sekitar 1-7 tahun. Saat itulah otak berkembang sangat pesat. Maka di sini pendidikan karakter harusnya ditanam. Setelah masa itu, otak sudah tidak mengalami perkembangan lagi. Penelitian terbaru mengoreksi anggapan itu. Otak masih terus berkembang. Bahkan sampai tua. Sampai mati. Beberapa kegiatan yang dilakukan manusia ternyata tetap dapat meningkatkan kemampuan otak. Ini yang mungkin bisa menjawab pertanyaan, kenapa kyai-kyai di pondok pesantren meski sudah tua tetap bisa mengajar dan belajar. Tetap masih bisa mengingat banyak hal, termasuk ayat-ayat Al Qur'an. Apa yang harus dilakukan? Apa yang harus dihindari agar otak semakin cerdas? Juga mencegah berbagai penyakit berat seperti stroke dan lainnya. Mari simak penjelasan singkat (durasi 8 menit) dari guru besar UINSA, Prof. Dr. M. ALI AZIZ tentang h...

Gagal Paham Tentang Riba, Penyebab Gagalnya Hijrah | Ceramah Ustadz Andy Fahmi Halim, Lc, MH

Gambar
Salah satu tema yang sering dihindari dibahas oleh kaum muslim adalah riba. Padahal banyak ayat yang jelas telah melarangnya. Sama terangnya seperti larangan makan babi. "Dan karena mereka menjalankan riba, padahal sungguh mereka telah dilarang darinya,.. (4:161)" Banyak alibi yang dikemukakan. Padahal seharusnya kita tidak boleh memilih-milih ayat yang dijalankan seperti kaum Bani Israil. "Apakah kamu beriman kepada sebagian Kitab dan ingkar kepada sebagian (yang lain)? (2:85)." Ada 4 alasan yang sering dikemukakan untuk tidak pindah dari praktek ribawi. Apakah itu? Bagaimana solusinya masing-masing? Simak pengajian Ustadz Andy Fahmi Halim, Lc, MH, pakar riba yang diselenggarakan oleh komunitas mantan bankir di sini. https://youtu.be/NEsbpBFQkm0

Sebab-sebab Amalan Dilipatgandakan | Ceramah Ustadz Budi Santoso Lc

Gambar
Anggap saja seorang manusia diberi umur 70 tahun. Sebuah waktu yang sepertinya cukup panjang untuk mencari bekal sebanyak-banyaknya untuk kehidupan nanti. Yakni kehidupan akhirat. Eiits, nanti dulu. Coba dihitung dulu. Sampai baligh belum dihitung amalannya. Itu berarti sampai umur 12 tahunan. Lalu ada kegiatan tidur, bila dihitung bisa mencapai 20 tahun sendiri. Dan ada beberapa kegiatan lain seperti makan, ke toilet dll. Dihitung-hitung ternyata waktu kita yang betul-betul untuk ibadah ternyata tidak banyak. Karena itu kita harus mencari cara bagaimana agar ibadah yang kita lakukan bisa mendapat impak yang berlipat ganda. Ada 5 hal yang bisa dilakukan agar amalan dilipatgandakan. Apakah itu? Mari kita simak pengajian Ustadz Budi Santoso Lc, pengasuh STAI Ali bin Abi Thalib di sini. https://youtu.be/OyM9trmCpRU

Hikmah di Minggu Pagi yang Segar

Gambar
Saat gedung kembar WTC di Amerika Serikat ditabrak pesawat Boeing, kaum muslim di Amerika mengalami masa-masa menyedihkan. Mereka dicaci, dibully bahkan diteror. Ternyata peristiwa menyedihkan itu membawa hikmah. Ada ribuan orang Amerika yang masuk Islam. Demikian juga saat ini di Indonesia. Dari ucapan seorang gubernur membuat hikmah umat Islam untuk kembali membaca Al Qur'an. Mereka baru menyadari ada ayat yang dipermasalahkan itu. Padahal ayat-ayat yang hampir mirip itu sangat banyak. Alhamdulillah, Al Qur'an dibuka lagi. Bahkan Al Qur'an terjemahan laris terbeli. Hikmah lainnya penerbit semakin hati-hati membuat terjemahan, seperti tangkisan sebuah penerbitan yang dirasa terjemahannya salah. Sehingga mereka ke depan akan bermain safe, yakni menggunakan terjemahan resmi Kemenag. Dan Kemenag, gara-gara terjemahan ini mengeluarkan statement untuk membuat revisi terjemahan lagi. Saat ini adalah terjemahan revisi kedua. Hikmah lainnya adalah apa yang saya saksikan pagi ini. ...