Postingan

Menampilkan postingan dengan label kejahatan

FEATURES

Kubah [4]: Apakah Alam Bisa Bergerak di Luar Kebiasaannya?

Gambar
(ref: sxc.hu) Apakah kita bisa mengendalikan kemauan makhluk mati, seperti gunung, laut, angin bahkan matahari? Pasti banyak yang menjawab: tidak mungkin! Mereka tidak memiliki nyawa, sehingga tidak memiliki kemauan. Jadi bagaimana kita bisa meminta mereka untuk melakukan apa yang kita inginkan? Oleh: Mochamad Yusuf * Kita tahu hanya makhluk (ciptaan Tuhan) bernyawa saja yang memiliki kemauan. Kemauan ini ada di dalam otaknya. Karena ada kemauan ini mereka ingin makan, ingin minum, ingin tidur dan lainnya. Kemauan itu bisa muncul dari diri sendiri misal: haus. lapar. Tapi juga bisa dari luar, entah dipaksa atau diimingi, seperti kuda yang dipecut untuk berlari lebih kencang. Untuk sebagian makhluk hidup ini kita bisa mengendalikan kemauannya. Bahkan binatang buas pun bisa kita suruh. Seperti: singa yang diminta meloncat di lingkaran api, ikan lumba-lumba yang meloncat dan menari-nari dan lain-lain seperti kita saksikan aksinya di tempat sirkus. Tapi apakah kita bisa mengendalikan kema...

Enerlife [5]: Kebaikan Dibalas Dengan Kejahatan?

Gambar
(ref: sxc.hu) Tapi bagaimana kita tahu tujuan mereka baik atau buruk? Dengan perasaan dan nalar. Tapi kalaupun tidak ada kesangsian pada kita, kita wajib menolong. Setelah menolong, kita lepas tanggung jawabnya ke Tuhan. Bahwa kita melakukan hal ini karena ingin menolong. Oleh: Mochamad Yusuf * Dahulu kala saat manusia dan hewan bisa berkomunikasi, tinggallah seorang petani yang jujur. Teramat jujur malah. Orang sekarang menamakan sebagai naif. Dia berprinsip bahwa kebaikan selalu dibalas dengan kebaikan. Entah itu langsung atau tidak langsung, sekarang atau nanti, cepat atau lambat. Pada suatu hari dia pergi ke hutan mencari kayu bakar. Saat sedang asyik mencari ranting yang bisa dibawa pulang, dia mendengar suara. "Tolong, tolong." Petani mencari suara ke sana ke mari. Tapi tidak terlihat seorang/seekor makhluk hidup sekalipun. Dia tetap meneruskan pekerjaan. Namun suara itu muncul. Bahkan lebih keras. Sekarang dia lebih menajamkan penglihatannya. Tetap tidak ada. "Ap...

Enerlife [5]: Air Susu Dibalas Air Tuba

Gambar
(ref: sxc.hu) Dahulu kala saat manusia dan hewan bisa berkomunikasi, tinggallah seorang petani yang jujur. Teramat jujur malah. Orang sekarang menamakan sebagai naif. Dia berprinsip bahwa kebaikan selalu dibalas dengan kebaikan. Entah itu langsung atau tidak langsung, sekarang atau nanti, cepat atau lambat. Oleh: Mochamad Yusuf * Pada suatu hari dia pergi ke hutan mencari kayu bakar. Saat sedang asyik mencari ranting yang bisa dibawa pulang, dia mendengar suara. "Tolong, tolong." Petani mencari suara ke sana ke mari. Tapi tidak terlihat seorang/seekor makhluk hidup sekalipun. Dia tetap meneruskan pekerjaan. Namun suara itu muncul. Bahkan lebih keras. Sekarang dia lebih menajamkan penglihatannya. Tetap tidak ada. "Apa suara hantu?" pikir pak Tani. "Tidak mungkin," katanya. Tiba-tiba dia melihat ke bawah, terlihat seekor ular tertindih batu. Pantas tidak terlihat. Ternyata posisinya di bawah. "Tolonglah aku," kata sang ular. "Tidak," kat...