Postingan

Menampilkan postingan dengan label hiduplah berarti

FEATURES

Ngerem dan Selanjutnya Ngegas Pol!

Gambar
Bagai Valentino Rossi saat ada tikungan, dia mengurangi kecepatan. Dan selanjutnya saat jalan lurus, dia ngegas pol. Tapi tak semudah Rossi yang hanya tikungan, kalau saya menghadapi jalan bercabang. Entah itu perduaan, pertigaan, perempatan bahkan mungkin lebih. Saya tidak hanya ngerem, tapi mungkin berhenti. Berpikir jalan mana yang harus kuambil. Kini sudah saya putuskan memilih jalan yang mana. Sekarang harusnya tidak ragu. Gas poll... Rem blong... Ya Allah, saat usia sudah lebih dari separuh jalan, semoga jalan ini yang kutempuh benar. Ya Allah, berilah petunjuk, hidayah, rahmat dan kekuatan agar bisa menapak jalanMu yang benar. Ya Allah, saya bersyukur atas kesuksesan, keberuntungan, kesehatan dan kebahagiaan yang keterima. Dan tetaplah Engkau curahkan kepadaku sekarang dan selamanya. Aamiiin. 29/12/2016

Enerlife [13]: Filosofi Pisang, Sekali Hidup Hiduplah Berarti

Gambar
Kebun belakang rumah yang penuh Pisang (dok. pribadi) Kita renungkan filosofi hidup pisang ini. Seperti pisang, hidup manusia juga terbatas. Anggap saja sampai berusia 100 tahun. Seharusnya saat hidup seorang manusia memiliki sebuah tujuan. Yakni berguna bagi makhluk hidup lain. Juga lingkungan sekitarnya. Oleh: Mochamad Yusuf * Di belakang rumah, saya tanam pisang Kepok. Saya tanam jenis pisang ini karena enak kalau digoreng. Batangnya besar dan tinggi. Sebelumnya sudah ada pisang Susu. Sebaliknya dengan pisang Kepok, pisang Susu pohonnya kecil dan rendah. Karena itu pisang Susu seringkali jadi miring bahkan roboh karena tidak mampu menahan berat pisang yang dihasilkan. Sebaliknya karena batangnya besar, meski buahnya banyak dan berat, pisang Kepok masih mampu menahan buahnya. Padahal 1 tandan bisa sampai 10 sisir atau lebih. Sedangkan pisang Susu paling maksimal hanya 5 sisir. Karena kesibukan kita, saya dan istri kerja, seringkali tidak sempat mengecek kebun belakang. Suatu ketika ...