Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

FEATURES

Melongok Kembali Video Suasana Hari Raya Idul Adha di Gontor Putri 1 Saat Normal

Gambar
Hari ini kita merayakan Hari Raya Idul Adha. Kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Karena hari ini masih dalam kondisi pandemi. Maka shalat Idul Adha harusnya mengikuti protokol Covid-19. Bahkan ada masjid yang tidak menerima penyaluran kurban. Demikian juga di Pondok Gontor Putri 1. Harusnya hari ini hari yang istimewa bila saat normal. Karena pintu gerbang pondok dibuka. Kita dipersilahkan shalat Ied di dalam pondok bersama penduduk sekitar pondok. Maka di sini kita bisa masuk ke pondok melihat suasana pondok dan bertemu dengan putri-putri kita. Sesuatu yang hari normal tidak mungkin dilakukan, meski wali santrinya sekalipun. Karena bila kita melakukan kunjungan, maka santrinya yang keluar pondok menemui wali. Pintu gerbang akan ditutup rapat, kecuali tamu khusus. Semoga pandemi segera selesai di negeri ini. Mari kita saksikan dokumentasi suasana saat Pondok Gontor Putri 1 dibuka di Hari Raya Idul Adha 2 tahun lalu di sini: https://youtu.be/7oUH1xcY_-U Juga kita bisa menden...

Taruna Teladan

Gambar
Ini sebenarnya foto yang diupload seorang teman, Brahmanto Anindito, di Instagramnya, @braindito. Dia mau menunjukkan dedikasi guru ngaji yang luar biasa. Selalu datang, tidak pernah telat meski santri yang datang seorang, tidak digaji tapi tiap Kamis malah bawa kue. Tapi perhatian saya pada Taruna ATKP (Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan) Surabaya (sebelah kanan). Menurut teman di hari tertentu dia juga membantu mengajar. Masjid ini memang dekat kampus ATKP meski bukan sekompleks. Sebagai wali taruna PPI (Politeknik Penerbangan Indonesia) Curug, saya tahu kenapa dia ngajar di hari tertentu. Karena taruna tidak bisa keluar asrama saban waktu. Hanya hari tertentu. Yang membuat saya salut dia menggunakan waktu liburnya yang terbatas itu untuk mengajar mengaji. Padahal wajar sebagai Taruna yang kegiatannya hampir 24 jam, libur sepekan sekali dipakai benar-benar refreshing. Salut padanya! (URL foto: https://www.instagram.com/p/B9WgN_Bgiw_/?igshid=1rkw928rlizrt)

Animo Sekolah Berasrama

Gambar
Beberapa tahun terakhir sepertinya ada peningkatan animo para pemuda untuk menempuh pendidikan di sekolah berasrama. Entah itu pondok atau boarding school/taruna. Seperti pondok Gontor tiap tahun meningkat yang mendaftar. Peningkatannya sampai ribuan. Padahal Gontor tidak mungkin meningkatkan kapasitasnya lebih banyak lagi. Sekolah kedinasan berasrama demikian juga. Bahkan saat dibuka jalur mandiri, biaya sendiri yang relatif mahal dan cari kerja sendiri, juga meningkat. Ada banyak faktor penyebabnya. Tapi kisah-kisah keren seperti Harry Potter, Negeri 5 Menara dll menginspirasi para pemuda untuk ingin mengincipi suasana sekolah asrama. Sedang sekolah kedinasan akan semakin menarik terlebih jadi PNS terasa lebih asyik daripada pegawai swasta. Terlebih nanti UU Cilaka (Cipta Lapangan Kerja) di Omnibus Law diberlakukan. (Rasanya saya juga ingin membalikkan jam ke masa muda untuk sekolah di asrama, hehehe). Bagaimana menurut Anda? https://www.youtube.com/watch?v=Zmgi5H6u7JM&t=152s

Contagion - Film Peramal

Gambar
Setelah capek seharian mengoreksi tugas mahasiswa, petang tadi menonton film tentang virus. Contagion. Film ini ditayangkan 9 tahun lalu. Yang nonton dan yang buat mungkin dulu menganggapnya sebagai hiburan. Tapi kini seakan seperti dokumentasi. Persis. Mirip dengan yang terjadi sekarang. Bahkan sampai penyebabnya. Kelelawar, dan di film itu ada tambahan, babi. Juga sumbernya dari Cina. Cara penularannya sama. Juga penanggulangannya. Saya tertarik di film itu ada seperti detektif kesehatan yang menyelidiki siapa menulari siapa. Dirunut dan berusaha dicari yang paling awal tertular (sang detektif akhirnya juga tertular dan meninggal. Yang saya suka film itu happy ending. Meski digambarkan masyarakat jadi chaos. Penjarahan, kota sepi, pembelian banyak di supermarket dll. Juga di film itu perlunya pemimpin kuat dan organisasi yang bagus. Bagaimana pendapat Anda?

Ingin Hidup Nyaman Tentram? Hadirkan ini.. | Ceramah Bagus Ustadz FADHIL TASLIM

Gambar
Situasi sekarang bagi beberapa orang terasa berat. Dirumahkan dari perusahaan atau malah diPHK. Mau cari kerjaan lagi, sedikit perusahaan yang cari karyawan. Mau bisnis juga sulit. Pendapatan seret, pengeluaran meningkat. Hutang semakin meningkat, tagihan juga semakin menggunung. Pikiran jadi 'judeg' (Jw, pusing berat). Hati tidak tenang. Tidur tak nyenyak. Pikiran melayang-layang. Bawaannya marah melulu. Dampaknya rumah tangga bisa berantakan. Hidup terasa sempit. Pusing. Tidak tahu berbuat apa.. Sebentar.. ada kok. Sepertinya tidak tahu resep yang sudah diturunkan Allah ribuan tahun lalu. Mudah. Cuma kadang kita melupakannya. "Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta." QS 20:124. Seperti apa itu? Yuuk simak uraian yang gamblang, menarik dan kronologis dari Ust FADHIL TASLIM, pakar Kristologi, yang dijelaskan hanya dengan dalil-dalil Al Qur...

World War Z - Film Epidemi Virus Yang Menghibur

Gambar
Tidak seperti Contagion yang pernah saya review singkat, World War Z (WWZ) memang film hiburan. Temanya sama. Epidemi virus. Bila Contagion kisahnya realistis bahkan seperti dokumenter, maka WWZ karena menghibur jadi agak berlebihan. Bila seorang kena virus ini maka menjadi zombie. Dia akan mencari mangsa yang sehat lalu digigit. Beberapa detik kemudian yang didigit sudah terjangkit dan menjadi zombie. Mencari mangsa lain dan seterusnya. Maka tak heran tidak lama sebuah desa, kota bahkan negara terjangkit virus ini. Jadi seperti kiamat. Rusak dunia. Tapi tetap ada kesamaan dengan Contagion, karena di sini ternyata negara-negara saling bekerjasama dengan PBB/WHO dan negara lain. Mereka berupaya bahu-membahu memberantas virus. Jadi saya mulai sedikit paham, bagaimana cara virus bekerja dan bagaimana cara pemerintah/dunia mencegahnya. Anda sudah menontonnya? Ada Brad Pitt lho.. Hehehe.

Underwater: Film Tentang Rahasia Kedalaman Laut

Gambar
Ini bukan film tentang film virus. Saya sudah kehabisan film virus yang harus ditonton. Hehehe. Jadi ini selingan. Setelah ini mungkin mencari lagi film tentang virus. Film ini tentang misteri di kedalaman laut. Kehidupan di bawah kedalaman 10 km dari permukaan. Dalam sekali. Laut memang misteri. Banyak kehidupan yang belum disibak di sini. Maka imajinasi manusia bisa beragam. Seperti ada kerajaan dalam kisah Dewa Yupiter atau Poseidon. Atau Nyi Roro Kidul di Indonesia. Hehehe. Sebenarnya banyak film tentang laut ini. Yang paling saya suka garapan James Cameron sutradara sukses yang melahirkan franchise Alien dan Terminator: The Abyss. Jadi lebih menarik di film ini karena ada si cantik Kristen Stewart yang terkenal dari franchise, Twilight Saga. Komentar saya tentang film ini? Hmm...

Heaven - May We Together There

Gambar
Dulu waktu sekolah sering belajar sampai malam bahkan dini hari. Teman belajar adalah radio. Maka lagu menjadi teman setia. Kalau sekarang masih mampu bekerja sampai malam bahkan dini hari mungkin karena sudah biasa. Namun kini teman setianya adalah Youtube. Tapi tetap memutarkan lagu. Bedanya kadang saya berhenti melihat Youtube. Membayangkan dulu waktu saya pertama kali mendengar lagu itu. Dan melihat penyanyi tersebut sekarang dengan menyanyikan lagu sama. Dan salah satu lagu favorit saya adalah 'Heaven'nya Bryan Adams. Saya ingat pertama kali mendengar lagu itu saat kelas 1 SMP. Dan memory yang paling kuat saat saya latihan Pramuka hari Ahad di sekolah. SMPN 12 Surabaya. Kini saat penyanyinya sudah berumur 60 tahun, tapi tetap ganteng, dan saya sudah mau 50 tahun, lirik-lirik lagu tersebut begitu menyayat hati. Mengantar saya melewati perjalanan hidup mulai SMP sampai sekarang. Ihik-ihik.. "..Oh thinkin' about all our younger years There was only you and me We were...

Siapa yang Dilarang Potong Kuku saat Qurban itu? | Ceramah Lucu Ustadz Prof ZAINUDDIN MZ

Gambar
Hari ini hari ke-3 di bulan Dzulhijjah. Kita menyongsong hari raya Idul Adha yang salah satu kegiatannya adalah melakukan qurban (yang lainnya ada kegiatan haji, tapi tahun ini tidak diadakan). Maka beberapa waktu lalu (dan mungkin sampai sekarang) kita menerima banyak kiriman berisi hadits yang melarang memotong rambut dan kuku bagi yang berqurban. "Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban." HR. Muslim no. 1977 bab 39 halaman 152. Yang jadi masalah kata ganti 'nya'. Ini menunjuk pada hewan qurban atau manusia yang berqurban? Mari simak penjelasan sudut pandang yang agak berbeda dengan lainnya. Bahwa yang dilarang adalah rambut (bulu) dan kukunya hewan qurban. Penjelasan yang penuh humor, gamblang, detil dan kronologis dari pakar hadits, guru besar Al Imam Mohamed Ibn Saud Islamic University Riyad, Prof. Dr. ZAINUDDIN MZ, Lc, MA di sini. Ditambah pengalama...

Auto PNS, Bebas SPP, Dapat Uang Saku! - Inilah 7 Kelebihan Kuliah di Sekolah Kedinasan | Vlog Kedinasan

Gambar
Beberapa hari lalu sudah disampaikan pengumuman hasil SNMPN, Politeknik Negeri. Selamat bagi yang diterima. Bagi yang belum, jangan berkecil hati. Masih ada jalur lain: SBMPTN, SNMPTN, swasta dll. Namun saat ekonomi lesu seperti ini pilihan sekolah murah tapi baik adalah hal yang utama. Kalau demikian, kenapa tidak melirik Perguruan Tinggi Kedinasan (PTK)? Tidak hanya murah bahkan yang jalur ikatan dinas bisa gratis SPP-nya. Bahkan bisa langsung jadi pegawai negeri. Atau minimal mudah mencari pekerjaan di instansi yang menaungi sekolah tersebut. Kalau keluar koceknya sama tapi prospek kerjanya lebih terjamin, mending pilih yang demikian kan? Karena PTN favorit sekalipun tidak menjamin prospek kerjanya. Apa kelebihan lain sekolah di PTK? Simak 7 kelebihan kuliah di sekolah kedinasan di video ini. Masih ada waktu untuk mempersiapkannya. Mulai dengan menyimak video berikut: https://www.youtube.com/watch?v=Zmgi5H6u7JM&t=152s

Forever Young - Teringat Keinginan Mengembara

Gambar
Lagu yang mungkin sering saya nyanyikan dalam hidup saya adalah Forever Young. Lagunya grup Alphaville. Lagu ini saya kenal pertama kali saat kelas 1 SMP. Saat saya ingin berbuat banyak hal waktu itu. Saya ikut banyak kegiatan. Hampir semua kegiatan intra dan ektra kurikuler saya ikuti. Dan berusaha mencipta banyak prestasi, penghargaan dan pengalaman. Maka lagu ini adalah lagu wajib saat saya mengikuti berbagai kegiatan. Lagu itu menjadi penyemangat saya. Atau mungkin harapan atau doa. Karena saya tahu saat muda, belum ada beban, dapat melakukan apa saja. Dan itu berlanjut sampai kuliah. Baru berhenti setelah lulus kuliah. Sebenarnya setelah lulus kuliah saya ingin berpetualang keliling Indonesia khususnya daerah terbelakang untuk ikut memajukannya. Keinginan tersebut dijawab oleh surat Bappenas, yang saya dizinkan ikut menjadi TKST. Tenaga Kerja Sukarela Terdidik. Sarjana sukarela yang dikontrak pemerintah untuk memajukan daerah. Saya tidak menjawab surat itu karena keburu ingin kerj...

Beruntung Sebagai Generasi X

Gambar
Kadang saya berpikir bersyukur menjadi generasi X (lahir 1965-1979). Hidup masih belum penuh digital. Bermain lebih mengandalkan fisik. Musik dengan kaset. TV masih hitam putih dan 1 channel. Namun kemudian mengikuti perkembangan yang cepat. Dari 1 channel menjadi banyak channel dan jutaan channel Youtube. Dari permainan fisik ke digital di HP. Dari kaset ke CD, DVD, ipod ke Youtube. Dengan Youtube bisa mengikuti sebuah perjalanan waktu. Seperti melihat perjalanan pemusik Phil Collins. Dari berambut gondrong, lalu botak, sakit-sakitan dan terakhir manggung dengan putranya. Seakan melihat langsung hasil FaceApp. Bagaimana para pemain band Aha, Duran-Duran, New Kids on the Block dll. Masih ganteng saat muda sampai sekarang saat sudah punya anak bahkan cucu. Luar biasa! Teknologi membantu menemukan kepingan memori, menyatukan dan mungkin memproyeksikan masa depan. Kalau begini sadar dengan pertanyaan "masa mudamu buat apa?" Ihik-ihik. Apa jawaban Anda?

Anak-anak Yang Hebat!

Gambar
Pendidikan itu adalah meniru. Seseorang yang bisa dulunya adalah meniru apa yang dilakukan oleh gurunya. Gurunya minta mereka melakukan apa yang diperintahkannya. Demikian juga di rumah. Anak-anak meniru orang tuanya. Apa yang dilakukan orang tua ditiru anak-anaknya. Seperti saya tidak pernah merokok, karena saya lihat Ayah tidak merokok. Padahal Ayah tidak pernah melarang bahkan membicarakan terkait rokok. Maka saya salut dengan beberapa anak tetangga. Di waktu Subuh mereka yang berusia SD ini bangun dan berangkat sendiri ke musholla untuk shalat jamaah. Kadang bersama teman-temannya. Padahal Subuh waktu yang berat untuk bangun. Dan tidak tampak orang tuanya mendampingi atau ke mushollah juga. Saya beruntung mendapat istri yang mendukung konsep pendidikan saya yakni orang tua sebagai contoh. Kami rutin berjamaah Subuh di musholla. Maka tanpa kami suruh anak-anak terbiasa Subuhan di musholla. Bahkan Zelda pernah mendapat hadiah sepeda karena 40 Subuh berjamaah di musholla dari sekolahn...

Memahami & Menyikapi Musibah | Ceramah Bagus Ust Fadhil Taslim

Gambar
Kadang kita tidak mengerti bagaimana sebuah musibah datang beruntun. Peribahasanya sudah jatuh, tertimpa tangga pula. Sudah kena PHK karena ekonomi sulit, istri sakit kena Covid, anak sulung kecelakaan padahal butuh banyak biaya untuk daftar ulang di sekolah baru, anak bungsu hilang karena di rumah sendiri. Padahal merasa sudah menjalankan perintah dan menjauhi larangan Allah. Shalat selalu tepat waktu dan berjamaah, rajin puasa sunnah, bahkan masih shalat malam. Di lain pihak dia melihat teman kantornya tidak pernah shalat, suka minuman keras, sekali-kali selingkuh, tapi ekonominya mapan, anak-anaknya sekolah di favorit dan keluarganya baik-baik saja. Apa baiknya meniru kayak dia saja ya? Berlaku nakal. Sebenarnya musibah itu apa? Bagaimana memahami sebuah musibah? Apa yang harus kita lakukan? Simak uraian yang gamblang, menarik dan kronologis dari Ust FADHIL TASLIM, pakar Kristologi, yang dijelaskan hanya dengan dalil-dalil Al Qur'an di sini. https://youtu.be/61WefiHpyVk

Take Achievements Even It is Your Wildest Dream

Gambar
Saat liburan kemarin Zelda banyak menyanyikan lagu ini. Lagunya si cantik multi talenta, Taylor Swift: Wildest Dreams. Sebenarnya banyak lagunya yang dinyanyikan. Tapi sepertinya lagu 'Wildest Dreams' paling hafal liriknya. Taylor Swift, yang pernah konser di Indonesia ini, serba bisa. Pencipta lagu, penyanyi, pemain musik, sutradara, produser dan lainnya. Banyak yang suka, termasuk saya. Hehehe. Yang saya herankan mengapa dia suka lagi ini. Karena lagu ini cukup lama. 2014. Saat itu Zelda mungkin kelas 3 SD. Semoga lagu ini memotivasimu mencapai mimpi-mimpimu. Meski itu awalnya seperti mimpi paling liarmu. Semoga sekolahmu mendukung pencapaianmu. "..In your wildest dreams (ah ah) Even if it's just in your wildest dreams (ah ah) In your wildest dreams (ah ah).." Kalau ingin tahu lagunya seperti apa, klik link ini: https://youtu.be/5cs77TyQ95o

Back to School Ala Gontor Putri

Gambar
Ramai sekali perbincangan masyarakat tentang dimulainya tahun ajaran baru hari Senin, 13 Juli lalu. Terjadi pro dan kontra dimulainya tahun ajaran baru yang masih tetap menggunakan sistem daring. Yang kontra mengatakan belajar daring semester lalu tidak efektif. Yang pro berujar lebih baik di rumah daripada jadi cluster baru Covid 19. Tentu keputusan pemerintah ini dipertimbangkan dari berbagai sisi. Kalau masih belum efektifnya sistem daring, harusnya dicarikan solusinya. Karena pandemi Corona ini memang belum reda. Seperti para guru sudah harus memanfaatkan teknologi IT secara maksimal. Juga siswa mulai mengubah kebiasaan belajarnya agar sesuai sistem daring. Sedangkan orang tua menyediakan sarana dan prasarananya seperti akses internet. Dan tetap berdoa agar pandemi ini dihilangkan dari bumi Indonesia. Berikut ini dokumentasi persiapan para santriwati Pondok Modern Gontor Putri kembali ke sekolah. Pondok Gontor memisahkan santri putra dan putrinya di tempat berbeda. Seperti Gontor P...

Hari Pertama Masuk Sekolah di Rumah

Gambar
Hari ini, Kamis 16 Juli 2020, memang bukan hari pertama masuk sekolah. Saya memang ingin menulis tentang hari pertama masuk sekolah, tapi saat itu tidak sempat menuliskannya. Ihik-ihik. Saya tertarik untuk berkomentar tentang hal ini. Karena sejak hari Ahad, 12 Juli, apalagi hari Senin, 13 Juli 2020 ramai sekali masyarakat berkomentar: Back to School.., but At Home. Hehehe. Betul, pengajaran secara daring (online) memang belum optimal. Memang keputusan belajar di rumah (Learning From Home/LFH) adalah keputusan dilematis. Kalau diizinkan belajar di sekolah, takut penyebarannya semakin luas. Namun bila belajar di rumah, terkesan bagi siswa sebagai libur. Tidak optimal. Kalau diamati sebenarnya pelajaran yang bersifat 'knowledge' (pengetahuan), masih bisa ditempuh dengan LFH. Tapi kalau pelajaran bersifat 'hard skill' yang perlu praktik di laboratorium, memang LFH kurang cukup. Juga untuk siswa SMP ke atas, LFH dengan daring masih cukup. Tapi untuk siswa kelas SD, LFH ini ...

Gontor Itu Berat.. | Kisah Motivasi Perjuangan Dan Hidup

Gambar
Tidak dapat dipungkiri pandemi Corona ini telah meluluh-lantakkan segala sendi kehidupan manusia. Banyak yang jatuh, terpuruk bahkan terperosok. Tak tahu harus bagaimana. Sebenarnya ini adalah latihan sekaligus ujian. Tidak akan terlahir nahkoda hebat bila hanya sering melalui lautan tenang. Tak mungkin Gatotkaca berotot kawat dan bertulang besi bila tidak digodok di kawah Candradimuka. Allah pasti menguji, sampai berapa jauh manusia bersyukur dan bersabar. Sambil kita tetap terus beriktiar dan berdoa. Kisah santri Gontor ini bisa dijadikan motivasi. Seorang walisantri pernah berkata, "Santri saat pendaftaran anak saya berjumlah sekitar 2300-an, saat kelulusan tersisa sekira 1500-an". Dia percaya bahwa yang 1500 itu hasil saringan 'kehidupan gontor'. Yang tersisa pastilah yang teruji. Beliau sempat menuliskan responnya saat anaknya hampir menyerah: "Pernah suatu saat dimana kondisi mental putra saya agak jatuh, sebab utamanya adalah ketika beberapa teman seperjua...

Ikutan Bangga Meski Tidak Santri Gontor

Gambar
Waktu saya dulu masuk sebuah sekolah negeri paling top di Surabaya, saat opspek para senior bertanya. "Kenapa kamu mau sekolah di sini?" Jawaban kita yang tidak jujur, malah ditertawai mereka. Oleh: Mochamad Yusuf* Ada yang menjawab, "Fasilitasnya lengkap". Ada jawaban, "Program pengajarannya baik". Dan lain-lain. Tapi tidak ada yang menjawab dengan jujur, karena top dan favorit sehingga jadi bangga. Juga alumninya sukses menjadi petinggi negeri ini. Ketika saya membawa putra Sulung saya ke Gontor, saya tercengang pertanyaan itu juga ditanyakan. Bukan senior yang bertanya, tapi Kyainya bertanya. "Apa yang Kau Cari Disini?" Jawaban bisa beragam. Tapi saya yakin salah satu jawabannya seperti saat masuk sekolah favorit itu. Bangga jadi bagian pondok top dan favorit. Saya ingat waktu masuk kendaraan umum saat sekolah dulu itu. Di sana sudah ada siswa-siswa sekolah lain. Mereka mengobrol tentang pelajaran. Tapi saat tahu dari badge saya siswa sekolah ...

Yuuuk Jalan-jalan Lihat Suasana Kampus PPI!

Gambar
Tahun ajaran sudah selesai. Yang kelas akhir sudah wisuda dan cari sekolah. Yang naik kelas sudah terima rapor dan menunggu masuk sekolah. Masuk sekolah? Eiits.. Belum tentu sih. Hehehe. Padahal sudah kangen sekali dengan sekolah. Kangen bertemu Bapak Ibu guru, kangen suasana kelas, kangen jahili teman-teman, kangen makanan kantin.. Hihihi. Ya, kalau kangen dan punya dokumentasinya, tinggal dibuka. Kalau belum, nanti kalau sudah normal janji ya mendokumentasikannya. Siapa tahu tidak hanya berguna bagi yang sekolah dan wali, tapi juga buat anak cucu sebagai kenang-kenangan. Hehehe. Ini adalah dokumentasi kami saat mengunjungi kampus PPI (Politeknik Penerbangan Indonesia) di Curug, Tangerang. Dulu namanya STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia). Sekolah kedinasan dibawah Kementerian Perhubungan yang mencetak pilot dan SDM bagi dunia usaha penerbangan seperti Air Traffic Conroller, petugas bandara, mekanik perbaikan mesin dan pesawat terbang, petugas pemadam kebakaran bandara dan lain...

Keyboard Yang Sering Kalah

Gambar
Setelah bersabar sekitar sebulanan, akhirnya saya putuskan untuk mengganti keyboard laptop kesayangan Kamis lalu, 18 Juni 2020. Beberapa tuts tidak berfungsi, seperti huruf 'o', 'n' dan lainnya. Kelihatan sepele tapi mengganggu produktivitas. Hehehe. Sebenarnya mudah saja solusinya, tinggal hidupkan virtual keyboard yang sudah disiapkan Windows. Tidak perlu install aplikasi lain. Tapi mengurangi kecepatan kerjaan. Yang aneh, kadang juga sembuh sendiri. Tidak diapa-apakan, ya bisa lagi. Jalan normal. Tapi kadangnya ini yang tidak jelas. Hehehe. Maka saya pikir mungkin karena OS Windowsnya. Maka harus saya install ulang Windowsnya. Sayangnya untuk install ulang tidak sempat-sempat. Tertunda-tunda. Karena saya juga ngeri resiko akibat reinstall ini. Capek. Karena harus install pula aplikasi dan setingan. Maka karena sudah nggak sabar dengan keyboad bermasalah ini, ketika ada kesempatan saya reinstall Windows. Ternyata setelah reinstall, keyboardnya tetap bersalah. Berarti ...

The Captain - Sesuatu itu Ada Konsekuensinya

Gambar
Banyak orang yang kecilnya bercita-cita menjadi pilot. Terbang tinggi. Melihat dibawah yang mengecil. Bisa jalan-jalan. Mengunjungi kota yang jauh. Dikelilingi pramugari cantik. Dan lainnya. Mungkin ada baiknya melihat film ini, The Captain. Film ini diangkat dari kisah nyata. Insiden lepasnya kaca kokpit pesawat Sichuan Airlines. Tidak hanya kisahnya nyata, tapi juga menggambarkan secara detil apa yang dilakukan pilot dan airflight crew lain. Apa yang kita rasakan saat nyaman terbang, perlu persiapan dan hasil kerja sama berbagai pihak. Ada crew pesawat, ground, ATC, bandara dan lainnya. Dan itu semua hasil latihan yang ketat dan terus-menerus. Melihatnya sepertinya capek dan melelahkan. Dan resiko maut sewaktu-waktu. Maka di sini terlihat begitu lolos ujian yang menyabung nyawa, mereka jadi bersyukur. Sekalipun atheis. Maka bagi yang cita-cita pilot, pramugari, ATC, keselamatan penerbangan dan lainnya ada baiknya melihat film ini. Atau kalau sudah ketuaan bercita-cita demikian, hanya...