Postingan

Menampilkan postingan dengan label Kolang-kaling

FEATURES

Kolang-Kaling [11]: Film Yang Membuat Saya Menangis

Gambar
(ref: imdb.com) Dari sekian cerita manusia yang difilmkan itu, ada beberapa yang membuat saya menangis. Membuat saya menitikkan air mata. Minimal membuat leher saya tercekat dan terharu. Berikut film-film yang membuat saya menangis. Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam hidup pasti akan bertemu dengan banyak kepahitan. Bila mengalami hal seperti ini, kita pasti bertanya, "Apa ya yang dilakukan orang lain bila mengalami kejadian juga seperti ini?"" Kita ingin tahu pengalaman orang lain yang berhasil mengatasi kepahitan ini. Karena itu kalau dapat kita ingin mendapat masukan dan arahan dari pengalamannya. Sayangnya kadang kita tidak menemukan orang yang tepat untuk dimintai pendapat seperti ini. Lalu kita mencarinya di buku. Kita minta bimbingan dari orang yang mau bersusah payah membagikan pengalamannya dengan menuliskannya di buku. Atau cara lain adalah dengan melihat film. Dengan film kita bisa melihat pengalaman orang lain. Dan melihat bagaimana dia mengatasi kepahitan hidup y...

Kolang-Kaling [10]: Apa Manfaat Berfacebook?

Gambar
sumber: wikipedia.org Karena itu saya tidak percaya dengan daya ingat untuk masalah masa berjalannya waktu. Misal: saat lampu di ruang tamu putus, istri komentar, “Rasanya baru beli ya, kok sudah rusak?” Saya diam saja. Takut salah berkomentar. Oleh: Mochamad Yusuf * Secara tak sengaja saya bertemu dengan seorang teman lama di sebuah tempat. Lalu dia menanyakan kabar saya. Saya jawab Alhamdulillah sehat. Dan saya balik bertanya kabarnya. Memang khas basa-basi. Tapi dia tiba-tiba teringat sesuatu, “Lho, bukankah kamu dulu pernah sakit GBS ya?” Ya, saya memang pernah sakit GBS. Sebuah penyakit yang menyebabkan kelumpuhan pada seseorang. “Betul,” jawab saya. “Itu rasanya barusan ya. Ehmm, sekitar 2-3 tahun lalu ya?” katanya. “Hahaha... Gundulmu,” jawab saya guyon khas Surabaya, “Itu sudah 5 tahun lalu.” “Lho masak?” “Ya, bukan kamu yang sakit sih. Jadi nggak terasa. Yang sakit ini, pasti ingat terus.” “Hahahaha.” Betul. Daya ingat manusia kadang mengalami distorsi. Kalau dia merasa senang...

Kolang-Kaling [9]: Kenyang Bersepeda

Gambar
Saat masih kuliah harus bersepeda ke sana kemari. Dan ternyata berat. Hehehe. Sering saya harus berhenti di tengah jalan. Hanya ingin istirahat. Entah apakah sepedanya terlalu berat dikayuh atau saya sendiri yang sudah tidak kuat bersepeda. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat ini di Surabaya dan kota-kota lain ada kegiatan yang dinamakan sebagai hari bebas mobil, ‘Car Free Day’. Yakni sebuah hari, biasanya hari Minggu, di mana di sebuah jalan oleh pemerintah setempat akan ditutup dan kendaraan bermotor dilarang melewatinya. Di dalamnya masyarakat dapat menikmati jalan ini sepuasanya tanpa ada mobil dan sepeda motor yang lewat. Ada yang olah raga senam. Ada yang hanya jalan-jalan. Dan banyak yang bersepeda. Jadinya jalan ini dipenuhi dengan berbagai jenis dan bentuk sepeda. Ada yang mahal bahkan sampai yang mahal. Semua tumplek blek. Di hari-hari lain, saat tidak ada ‘Car Free Day’ pun banyak orang yang mengayuh sepeda. Mereka kadang berombongan dengan sepeda-sepeda yang relatif mahal melakukan...

Kolang-Kaling [8]: Hutang Adalah Musuh Silaturahmi

Gambar
Hutang. Siapa yang tak kenal istilah ini? Tapi hutang adalah momok dan musuh bagi silaturahmi. Seringkali hutang ini menjadi pemutus kongsi, perkawanan, kekerabatan bahkan menjadi permusuhan! Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman mengeluh. Saudaranya bila ada pertemuan keluarga seringkali tidak hadir. Paling dia terlihat saat mengantarkan istrinya. Duduk sebentar, lalu menghilang. Muncul lagi saat menjemput istrinya. Dia ‘takut’ dengan seorang saudara lainnya. Kalau saudara yang ‘ditakutkan’ ini ada, sudah pasti dia tidak berani muncul di rumah pertemuan itu. Kalau mengantar, istrinya akan diturunkan jauh dari rumah. Dan sebaliknya, akan dijemput jauh dari rumah pertemuan. Usut punya usut, ternyata saudara yang ‘takut’ pertemuan ini, memiliki hutang pada saudara yang ‘ditakutinya’. Mungkin karena masih belum sanggup membayar, dia jadi malu bertatap muka pada saudara yang telah meminjaminya. Jadinya dia menghindar pertemuan keluarga yang kemungkinan besar didatangi saudara yang ‘ditakuti...

Kolang-Kaling [7]: Adegan Film yang Berkesan

Itu selamatan untuk kucing yang mati terlindas saat suaminya keluar membawa mobil dari garasi. Sang kucing sedang tertidur persis di bawah ban. Saking nyenyaknya, tidak sadar kalau mobil dinyalakan. Oleh: Mochamad Yusuf * Sebagai penggemar film tentu saja saya sudah melihat banyak film. Dari berbagai film itu tentu saja ada beberapa adegan yang berkesan bagi saya. Karenanya saya menyukainya. Kadang saya ingin melihatnya lagi khususnya pada adegan ini. Berikut adegan-adegan yang saya suka itu: 1. Di film 'Twister'. Saya suka saat adegan pemeran prianya, Bill Harding yang diperankan Bill Paxton, mengambil segenggam pasir dan menuangkannya. Dia adalah ahli badai. Hanya dengan menuangkan pasir dan tertiup angin, dia tahu akan ada badai dalam waktu beberapa saat lagi. Bahkan tahu posisi badainya dimana. Saya kagum akan pengetahuannya. Dia dapat memiliki pengetahuan ini, karena dia sangat fokus belajar tentang ini. Dia memiliki 'passion' dengan hal ini. Sehingga apapun yang ...

Kolang-Kaling [6]: Membuang Bunga Setaman

Gambar
Itu selamatan untuk kucing yang mati terlindas saat suaminya keluar membawa mobil dari garasi. Sang kucing sedang tertidur persis di bawah ban. Saking nyenyaknya, tidak sadar kalau mobil dinyalakan. Oleh: Mochamad Yusuf * Pada suatu hari saat saya masih anak-anak, seorang tetangga mengirim makanan ke rumah. Makanan khas selamatan menurut adat Jawa. Melihat hal ini kita heran dan bertanya-tanya, selamatan untuk apa. Karena kok tidak ada kabar sebelumnya kalau memang punya hajat. Ternyata itu adalah selamatan karena ada kucing yang mati terlindas saat suaminya keluar membawa mobil dari garasi. Sang kucing sedang tertidur persis di bawah ban. Mungkin saking nyenyaknya, si kucing tidak sadar kalau mobil dinyalakan dan digerakkan. Ada kepercayaan memang kalau membunuh kucing bisa membuat sial. Selamatan tetangga dalam rangka mencegah kesialan yang akan terjadi. Tapi saya tak sempat tanya, apakah selamatan itu efektif mencegah adanya kesialan kelak. Tapi yang jelas tetangga percaya dengan ha...

Kolang-Kaling [5]: Warna Mata Bukan Hitam

Gambar
Kalau ada orang bule, yang saya suka lihat adalah matanya. Yakni warna matanya yang warna-warni. Kalau kita orang Indonesia, kebanyakan warna matanya hanya hitam. Tapi orang bule bisa berwarna biru, hijau, coklat dan mungkin warna-warna lain. Oleh: Mochamad Yusuf * Entah bagaimana rasanya dengan memiliki mata berwarna, apakah juga rasanya sama saat melihat dengan kita yang matanya berwarna hitam. Kalau saya melihat matanya yang berwarna khususnya yang biru gelap, rasanya teduh. Seakan melihat lautan. Hehehe. Saya begitu terkagum-kagum dengan ciptaan Tuhan ini. Bagaimana bisa mata mereka bisa berwarna seperti itu? Di keluarga saya dari pihak Bapak juga memiliki ciri khas pada matanya. Yakni warna matanya coklat. Jadi bukan hitam seperti kebanyakan manusia Indonesia. Coklat tua. Saya ingat-ingat selain Bapak, semua saudara Bapak warna matanya juga coklat. Saya tak tahu, warna mata coklat ini diwarisi dari Bapak atau Ibunya. Kalau Ibunya (nenek), saya tidak pernah melihatnya. Karena dia m...

Kolang-Kaling [4]: Melihat Meteor Atau Santet?

Gambar
Masih mengemudi, saya jadi teringat cerita Ibu saya. Dulu ada kepercayaan santet. Apakah yang saya lihat itu santet? Bukan meteor? Entahlah. Tapi yang jelas, peristiswa malam ini membuat saya mengingat adanya sebuah meteor. Oleh: Mochamad Yusuf * Meteor secara umum dilihat sebagai benda bercahaya di langit yang berjalan secara cepat. Cepat sekali muncul dan cepat sekali hilang. Biasanya arahnya dari atas turun ke bawah (vertikal meski agak landai). Kalau dilihat dari mata awam, jaraknya tidak jauh saat mulai dari muncul sampai hilang kembali. Tapi mungkin secara realitas jaraknya bisa ratusan kilometer. Secara ilmiah, meteor adalah benda angkasa yang masuk ke bumi. Saat melewati atmosfir yang penuh udara, maka benda itu bergesekan dengan cepat dengan oksigen karena jatuh ditarik gravitasi bumi. Menjadi panas, berpijar dan terbakar. Terbakarnya ini seperti cahaya dari jarak jauh. Biasanya sebelum sampai ke bumi, meteor itu sudah habis terbakar. Saya mencoba mengingat-ngingat berapa kali...

Kolang-Kaling [3]: Perpustakaan: Tempat Yang Dijauhi Saat Tua

Gambar
Delapan hari lalu saat dalam perjalanan dinas dalam kota, saya melewati perpustakaan nasional daerah Jawa Timur di jalan Menur Surabaya. Saat melewatinya saya menoleh cukup lama, sampai teman kantor bertanya, “Ngapain Pak lihat lama?” Saya tersenyum dan menjawab, “saya lama tidak ke sana.” Oleh: Mochamad Yusuf * Eh, ternyata urusannya harus menunggu lama di tempat klien. Daripada menunggu di situ, saya pikir lebih baik menunggu di perpustakaan itu. Apalagi jaraknya tidak jauh. Ya, sekitar 1 km. Sewaktu ke sana, saya 'pangling'. Berubah total. Dari depan sih sama. Tetap. Tapi ketika masuk, banyak perubahan. Yang paling berubah, kartu perpustakaan saya tidak berlaku. Bukan karena habis masa berlakunya, wong memang tidak ada masa berlakunya, tapi sudah berubah konsepnya. Dulu dengan kartu anggota itu, hanya kertas, maka ketika pinjam kartu arsip perpustakaan kita akan ditarik. Saat pinjam, maka dituliskan buku apa saja yang dipinjam dis itu. Nanti kalau dikembalikan, data buku yan...

Kolang-Kaling [2]: Menatap Langit, Mengamati Besarnya Tuhan

Gambar
Dalam sebuah latihan militer yang pernah saya ikuti (bersama Taruna AKABRI), saya mendapat pengalaman yang sungguh mengesankan. Di atas kapal perang yang mengarungi laut Jawa itu, saya bisa mengamati angkasa dengan sempurna. Bisa melihat langit dengan sekelam-kelamnya. Sehingga tampak jelas bintang, planet dan benda-benda langit lainnya. Oleh: Mochamad Yusuf * Hal ini tidak mungkin bisa saya lakukan saat di rumah. Apalagi saya tinggal di perkampungan yang padat. Langit hampir tak pernah terlihat dengan jelas. Lampu-lampu yang menyala terang karena rumah berdekatan, membuat langit tidak tampak hitam sempurna. Bahkan saat di KRI Langsa dalam perjalanan pulang dari Semarang ke Surabaya, kita yang tidur di atas dek bisa langsung melihat langit. Sambil memeluk senjata serbu M16 buatan Amerika, kita berbincang dengan teman sambil sekali-kali membahas bintang dan kumpulannya (rasi). Saat malam hari apalagi sudah larut malam, di kapal perang itu tidak ada suara buatan yang terdengar di telinga...

Kolang-Kaling [2]: Menatap Langit, Mengamati Besarnya Tuhan

Gambar
(ref: internet) Dalam sebuah latihan militer yang pernah saya ikuti (bersama Taruna AKABRI), saya mendapat pengalaman yang sungguh mengesankan. Di atas kapal perang yang mengarungi laut Jawa itu, saya bisa mengamati angkasa dengan sempurna. Bisa melihat langit dengan sekelam-kelamnya. Sehingga tampak jelas bintang, planet dan benda-benda langit lainnya. Oleh: Mochamad Yusuf * Hal ini tidak mungkin bisa saya lakukan saat di rumah. Apalagi saya tinggal di perkampungan yang padat. Langit hampir tak pernah terlihat dengan jelas. Lampu-lampu yang menyala terang karena rumah berdekatan, membuat langit tidak tampak hitam sempurna. Bahkan saat di KRI Langsa dalam perjalanan pulang dari Semarang ke Surabaya, kita yang tidur di atas dek bisa langsung melihat langit. Sambil memeluk senjata serbu M16 buatan Amerika, kita berbincang dengan teman sambil sekali-kali membahas bintang dan kumpulannya (rasi). Saat malam hari apalagi sudah larut malam, di kapal perang itu tidak ada suara buatan yang ter...

Kolang-Kaling [1]: Warna Warni kehidupan

Gambar
Ternyata niat kuat dan disiplin yang tinggi belum cukup untuk memaksa diri menulis. Selain perlu adanya ide, gagasan atau apa yang ingin ditulis, waktu adalah yang paling dibutuhkan. Ini terjadi setelah bulan Ramadhan, saya kering tulisan. Tidak ada tulisan yang muncul. Oleh: Mochamad Yusuf * Kalau dicari alasan sih ada, misal waktu yang tidak ada. Tapi alasan apapun, kenyataannya saya tidak produktif. Lalu saya berpikir keras. Apa yang bisa memaksa saya harus menulis. Menulis apapun dan tidak harus panjang. Tidak harus sepanjang sebuah halaman A4, seperti yang saya inginkan dalam resolusi di awal tahun. Bisa lebih pendek. Mungkin sekitar 1500-2000 karakter. Yang penting ada tulisan yang muncul. Karena itu terpikir untuk membeli tablet. Dengan tablet, maka tak repot untuk langsung mengetik. Pakai komputer, meski netbook sekalipun, masih tidak praktis. Besar, berat, cari tempat yang enak, menyalakan dulu dan lainnya kalau pakai komputer. Dan supaya bisa menulis, maka paling enak tidak d...

Kolang-Kaling [1]: Warna Warni kehidupan

Gambar
(ref: internet) Ternyata niat kuat dan disiplin yang tinggi belum cukup untuk memaksa diri menulis. Selain perlu adanya ide, gagasan atau apa yang ingin ditulis, waktu adalah yang paling dibutuhkan. Ini terjadi setelah bulan Ramadhan, saya kering tulisan. Tidak ada tulisan yang muncul. Oleh: Mochamad Yusuf * Kalau dicari alasan sih ada, misal waktu yang tidak ada. Tapi alasan apapun, kenyataannya saya tidak produktif. Lalu saya berpikir keras. Apa yang bisa memaksa saya harus menulis. Menulis apapun dan tidak harus panjang. Tidak harus sepanjang sebuah halaman A4, seperti yang saya inginkan dalam resolusi di awal tahun. Bisa lebih pendek. Mungkin sekitar 1500-2000 karakter. Yang penting ada tulisan yang muncul. Karena itu terpikir untuk membeli tablet. Dengan tablet, maka tak repot untuk langsung mengetik. Pakai komputer, meski netbook sekalipun, masih tidak praktis. Besar, berat, cari tempat yang enak, menyalakan dulu dan lainnya kalau pakai komputer. Dan supaya bisa menulis, maka pa...