(ref: sxc.hu) Saat saya utarakan ke teman-teman KKN, mereka menyangsikan. Pesimis. Demikian juga saat saya utarakan ke beberapa warga, mereka tidak antusias dengan ide saya. Tapi saya percaya, mereka pada dasarnya bisa melakukannya. Asal ada seseorang yang bisa menginpirasi, memotivasi dan mendorongnya. Harusnya itu adalah pemimpinnya. Oleh: Mochamad Yusuf * Pada 1994 saat kuliah saya ber-KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sebuah desa di selatan kota Gresik. Tidak seperti bayangan saya yang menganggap Gresik kota santri, di sana hampir berbalikan. Saat shalat jumat misalnya, saya hanya menyaksikan 2 baris saja. Itu pun anak-anak semua. Saat selesai shalat Jumat, saya keliling desa melihat para orang dewasanya hanya duduk di teras atau bermalasan. Tidak peduli harusnya shalat Jumat. Kebalikannya kalau ada hajatan. Begitu ramai sampai bermalam-malam. Dan acaranya adalah menyewa 'ledek'. Sebuah kesenian tradisional, dimana ada penari perempuan yang akan mau menari bareng (kadang secara...