Postingan

Menampilkan postingan dengan label bakso

FEATURES

Takut Punya Hutang

Gambar
Suatu saat setelah keliling perumahan bersama Zidan, anak laki saya, kami melihat tukang bakso di gang sebelah. Terbesit untuk makan bakso. Makanya saya putuskan untuk meminta tukang bakso datang ke rumah saya. Yakni kembali ke gang rumah kami. Saat di rumah entah ada apa dengan Zelda, anak perempuan saya, ngambek dengan saya dan kakaknya. "Kakak dan ayah tidak boleh masuk rumah. Biar tidur di luar, " teriak Zelda. Melihat hal ini, saya berusaha sabar dan melakukan komunikasi. Tapi tetap buntu. Dan sedihnya, tukang baksonya datang. Saya bingung, dompet ada di rumah, kalau tidak beli, saya kasihan dengan tukang bakso yang datang. Cukup lama saya berkomunikasi dengan Zelda, tapi tetap buntu. Mungkin capek menunggu, tukang bakso bilang untuk hutang dulu saja. Lama berpikir saya iyakan usul tukang bakso. Jadinya kita makan di luar dengan Zidan. Di teras. Zelda melihat di depan jendela. Kakaknya memprovokasi, "Kapok kamu, Zel, nggak dapat bakso." Tentu saja saya hentikan...

Rahasia Rejeki (41): Kenikmatan Merasakan Rejeki

Gambar
Setelah berpenghasilan, saya masih menyempatkan beberapa kali ke sana, meski sudah bukan di jalan Gubeng Pojok lagi, karena sudah digusur. Rasanya masih nikmat, namun tak senikmat waktu kecil dulu. Oleh: Mochamad Yusuf * Dulu di depan sekolah SMA ada penjual bakso. Yang saya suka dari bakso ini adalah gorengannya. Sangat khas. Tidak seperti tepung tipis pembungkus isi yang digoreng. Bukan seperti pangsit goreng. Tapi seperti lentonya lontong balap. Cuma bahannya tepung yang berisi sayur. Bentuknya bulat. Sayang sebagai anak keluarga miskin, tidak setiap saya bawa uang saku. Bila ada uang, biasanya setelah saya dapat honorarium menulis di koran maka saya sempatkan untuk beli bakso. Tidak banyak. Bila 1 porsi biasanya 250 perak, saya biasanya beli cuma 150 perak. Supaya terjangkau dengan harga ini, maka bakso saya tidak ada pentol. Namun saya merasakan nikmatnya bakso ini. Sayangnya saya tidak bisa menikmati setiap hari, karena tidak punya uang saku itu. Setelah memiliki uang sendiri wak...