Postingan

Menampilkan postingan dengan label pacaran

FEATURES

Topik Pembicaraan Harus Dihindari Dengan Pacar Sekantor

Gambar
Seorang teman pernah mengeluh tentang aturan menikah sesama karyawan. Dulu diperbolehkan, kemudian dilarang. Lalu diperbolehkan lagi, kemudian dilarang. Terus dilarang sampai sekarang. Dia mengeluh bagaimana nasibnya kelak bila harus menikah dengan pacarnya yang kebetulan juga kerja di perusahaan yang sama. Saya tidak akan membahas bagaimana langkah yang harus dilakukan teman tersebut di artikel ini (mungkin di artikel kelak, hehehe). Saya tertarik dengan kecenderungan berpacaran (dan kelak bisa saja menikah) dengan teman sekantor. Kalau dipikir memang wajar kalau akhirnya sesesorang jatuh cinta dengan teman kantornya. Pepatah Jawa bilang, “Trisno jalaran soko kulino.” Sering ketemu di kantor, menyebabkan jatuh cinta. Wajar, 8 jam bekerja di kantor. 2 jam perjalanan berangkat-pulang (bisa lebih). Praktis tersisa beberapa jam sebelum akhirnya mengantuk dan tidur. Sedikit waktu untuk bersosialiasi dan mencari teman-teman baru. Karena itu tidak heran menurut penelitian, 40 % orang pernah ...

Rahasia Rejeki (35): Kisah Si Cantik Dan Si Buruk

Gambar
Bahwa rejeki yang dimiliki sejak lahir seperti kecantikan, orang tua yang kaya, bersekolah di sekolah favorit belum menjamin dia mendapat rejeki lebih. Rejeki akan datang bila kita mengupayakannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Lewat Facebook akhirnya saya bertemu kembali teman sekolah. Entah sudah puluhan tahun sejak lulus sekolah. Tentu saja senang bisa berjumpa lagi. Akhirnya kita putuskan untuk bertemu tatap muka. Seperti jamaknya, teman sekolah yang tak bertemu lama pasti menanyakan beberapa pertanyaan klise, seperti kerja di mana, tinggal di mana dan anaknya berapa. Demikian juga ketika bertemu dia, saya tanyakan pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya basa-basi ini. “Anakmu berapa?” saya bertanya. “Belum,” jawabnya. Saya sudah hampir menanyakan kenapa kok belum, apa niat KB dulu dan sudah berapa lama menikah, dia sepertinya sudah bisa membaca pikiran saya. “Belum, saya malah belum menikah,” katanya lirih. “Tidak, saya belum pernah menikah. Saya tidak status bercerai,” dia menjelaskan seb...

Jarak Yang Semu

Gambar
Kenapa dia berteriak? Apakah dia kehilangan kesabaran? Ataukah marahnya ini agar didengar anak lain sebagai pelajaran? Bukankah anaknya dekat? Suara biasa saja sudah terdengar, tak harus berteriak. Oleh: Mochamad Yusuf * Pada suatu hari Sabtu saya mengantarkan Zidan ke sekolah. Sabtu sebenarnya libur sekolah. Tapi karena ada kegiatan sekolah, saya harus mengantarkan. Antar jemputnya libur. Setiba di sekolah, saya melihat banyak juga orang tua yang mengantarkan anaknya. Sekolah begitu riuh. Ada yang bermain, duduk-duduk saja, dan ada yang jajan di warung sekolah. Tiba-tiba perhatian saya terpecah oleh suara keras. Pandangan saya arahkan ke orang tua yang memarahi anaknya. Tampaknya sang anak 'mogok' entah kenapa. Saya heran, jaraknya cukup jauh tapi terdengar marahnya orang tua ini. Berarti sang orang tua berteriak. Tapi kenapa dia berteriak? Apakah sang orang tua kehilangan kesabaran? Ataukah supaya marahnya orang tua ini bisa didengar anak lain sebagai pelajaran? Bukankah anak...

Menemukan Kembali Kemesraan Yang Hilang

Gambar
(ref: sxc.hu) Setelah lama bersama, hal-hal kecil tak kita lakukan lagi. Karena alasan sibuk. Jadi setelah lama bersama, kemesraan ini hilang. Bahkan masih saat berpacaran saja, kemesraan ini sudah mulai hilang. Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman mengeluhkan istrinya ke saya. Dulu dia selalu membuatkan masakan favoritnya sehabis pulang dari tugas luar kota. Termasuk juga menjemputnya di bandara atau stasiun. Tapi sekarang boro-boro memasakkan, menjemput saja tidak. "Capek mungkin," kata saya, "mungkin anak-anakmu lebih butuh perhatian saat itu." Saya menenangkan. Memang kalau diperhatikan, setelah lama bersama, hal-hal kecil tak kita lakukan lagi. Karena alasan sudah sibuk dengan berbagai aktivitas. Jadi setelah lama bersama, kemesraan ini hilang. Bahkan masih saat berpacaran saja, kemesraan ini juga sudah mulai hilang. Ini biasa terjadi setelah sekian lama bersama dengan pasangan. Anda mungkin mulai paham dengan semua kebiasaannya. Dari yang menyenangkan sampai...