Postingan

Menampilkan postingan dengan label ppi curug

FEATURES

Kenikmatan Kebersamaan Makan Gorengan

Gambar
Kadang di hari tertentu, misal hari Sabtu dan Ahad, ada sesuatu istimewa di pagi hari. Yakni sarapan bareng dengan gorengan. Atau kadang sore. Tapi gorengannya Frozen Food. Hari Sabtu dan Ahad biasanya kita olahraga. Maka sarapannya agak molor. Untuk itu sementara sarapannya dengan gorengan. Kenyangnya hampir sama. Hehehe. Namun juga tidak hanya hari itu saja. Kalau ada rezeki, saya juga beli gorengan untuk hari lain. Sungguh nikmat kalau dilakukan secara bersama. Khususnya saya syukuri saat anak-anak masih di rumah. Zidan, anak sulung saya, harusnya kuliah jauh dari rumah. Di Tangerang sana. Di Curug. Yakni Politeknik Penerbangan Indonesia. Sebuah sekolah kedinasan transportasi udara di bawah Kementerian Perhubungan. Sedang adiknya, Zelda, juga sekolah jauh dari rumah. Di Ngawi. Yakni Pondok Modern Darussalam Gontor Putri 1. Tapi dia sudah kembali ke kampus beberapa waktu lalu. Meski liburnya sempat molor, karena tertunda-tunda kembali ke pondok. Maka normalnya kami hanya berdua di ru...

Saat Ini Semua Pelaku Pendidikan Berat.. (Mungkin Hanya Pesantren Yang Belum)

Gambar
Miris mendengarkan berita seorang Ibu yang harus menghukum keras anaknya gara-gara tidak mau sekolah daring. Anaknya tersebut masih duduk kelas 1 SD. Karena pukulan bertubi-tubi dengan gagang sapu maka akhirnya sang anak meninggal dunia. Oleh: Mochamad Yusuf* Sedih. Berita ini sepertinya puncak dari berbagai kisah nestapa tentang sekolah daring. Sebelumnya dikabarkan banyak anak sampai jadi penjual koran, penjual jajanan sampai kerja sebagai tukang batu. Semua dilakukan hanya ingin memiliki HP dan pulsa. Semoga berita kematian di Tangerang itu akhir dari sisi negatif sekolah daring. Tidak ada lagi berita-berita sedih tentang hal ini. Memang sekolah daring tidak enak. Semua ingin kembali ke kelas. Menuntut ilmu sambil bercengkerama dengan teman-teman. Tapi kondisi pandemi belum memungkinkan. Malah situasinya seperti memburuk. Semakin banyak yang terjangkit Covid-19 dan meninggal karenanya. Tidak ada yang mau kondisi seperti ini. Mahasiswa saya saja (jauh dari kondisi SD kelas 1 tersebut...

Profesinya Sebagai Pahlawan

Gambar
Gedung Kejaksaan Agung terbakar (22/8). Kebakaran selama 12 jam ini menghanguskan seluruh gedung utama. Baru padam setelah dikerahkan lebih dari 40 mobil pemadam kebakaran (damkar) dan 200 petugas. Oleh: Mochamad Yusuf* Pondok Modern Gontor sendiri juga pernah terbakar (G2). Tahun ini juga (21/1). Memang tidak banyak yang tahu. Hanya kebakaran menghanguskan 1 ruang saja. Karena kebakaran Kejaksaan Agung itu saya nonton film-film bercerita petugas damkar. Backdraft (1 & 2) dan Ladder 49. Mungkin ada banyak. Setelah ini mungkin melihat film lainnya. Baru sekarang saya menyadari ada profesi sebagai pahlawan. Bagaimana tidak? Saat orang lain berusaha keluar dari kebakaran, mereka malah masuk ke kebakaran. Bukan sok gaya atau nyalinya tinggi. Tapi mereka berusaha menyelamatkan nyawa orang lain. Apakah bukan ini yang disebut pahlawan? Berkorban untuk kepentingan orang lain? Kalau lihat film itu untuk jadi petugas damkar di Amerika sana harus ikut pendidikan. Akademi. Strukturnya semi mil...

Ikutan Bangga Meski Tidak Santri Gontor

Gambar
Waktu saya dulu masuk sebuah sekolah negeri paling top di Surabaya, saat opspek para senior bertanya. "Kenapa kamu mau sekolah di sini?" Jawaban kita yang tidak jujur, malah ditertawai mereka. Oleh: Mochamad Yusuf* Ada yang menjawab, "Fasilitasnya lengkap". Ada jawaban, "Program pengajarannya baik". Dan lain-lain. Tapi tidak ada yang menjawab dengan jujur, karena top dan favorit sehingga jadi bangga. Juga alumninya sukses menjadi petinggi negeri ini. Ketika saya membawa putra Sulung saya ke Gontor, saya tercengang pertanyaan itu juga ditanyakan. Bukan senior yang bertanya, tapi Kyainya bertanya. "Apa yang Kau Cari Disini?" Jawaban bisa beragam. Tapi saya yakin salah satu jawabannya seperti saat masuk sekolah favorit itu. Bangga jadi bagian pondok top dan favorit. Saya ingat waktu masuk kendaraan umum saat sekolah dulu itu. Di sana sudah ada siswa-siswa sekolah lain. Mereka mengobrol tentang pelajaran. Tapi saat tahu dari badge saya siswa sekolah ...

Yuuuk Jalan-jalan Lihat Suasana Kampus PPI!

Gambar
Tahun ajaran sudah selesai. Yang kelas akhir sudah wisuda dan cari sekolah. Yang naik kelas sudah terima rapor dan menunggu masuk sekolah. Masuk sekolah? Eiits.. Belum tentu sih. Hehehe. Padahal sudah kangen sekali dengan sekolah. Kangen bertemu Bapak Ibu guru, kangen suasana kelas, kangen jahili teman-teman, kangen makanan kantin.. Hihihi. Ya, kalau kangen dan punya dokumentasinya, tinggal dibuka. Kalau belum, nanti kalau sudah normal janji ya mendokumentasikannya. Siapa tahu tidak hanya berguna bagi yang sekolah dan wali, tapi juga buat anak cucu sebagai kenang-kenangan. Hehehe. Ini adalah dokumentasi kami saat mengunjungi kampus PPI (Politeknik Penerbangan Indonesia) di Curug, Tangerang. Dulu namanya STPI (Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia). Sekolah kedinasan dibawah Kementerian Perhubungan yang mencetak pilot dan SDM bagi dunia usaha penerbangan seperti Air Traffic Conroller, petugas bandara, mekanik perbaikan mesin dan pesawat terbang, petugas pemadam kebakaran bandara dan lain...