Postingan

Menampilkan postingan dengan label Islam

FEATURES

Tak Bisa Terhindarkan Dari Duta Usia

Gambar
Hari yang berlalu dalam kehidupan manusia. Sejatinya adalah usia. Melewatinya menjadi pekan dan bulan menjelma. Dan tersadar setelah dikirimi para duta. Duta yang pertama, bentuknya uban dikepala. Saat menyisir rambut didepan kaca. Mendadak pantulan gambar rambut menyadarkan akan usia yang tak lagi muda. Duta kedua, berbentuk keriput dimuka. Mulai tidak kencang lagi dan tidak menarik dipandang mata. Banyak cara melawan keriput yang sudah dicoba. Yang paling manjur qona'ah ternyata. Duta ketiga, tulang yang mulai rapuh dan melemah menopang raga. Hanya tangga yang tingginya tak seberapa. Linu lutut dan bergetar langkah terasa. Tulang memang terhadap usia tak amnesia. Duta keempat, mulai sering lupa. Kaca mata diatas kepala. Tapi panik dicari kemana-mana.&nbsp. Kunci mobil entah berapa kali berpindah tempat tanpa diminta. Gak taunya lupa naruhnya dimana. Tidak ada obat hebat melawan tua. Melebihi sibuk dalam kebaikan dan pahala. Memaksa anggota tubuh dalam ibadah terbiasa. Dan bi...

Keberkahan Amal Ikhlas

Gambar
Apabila seorang hamba mengikhlaskan niatnya lalu beramal shalih meskipun sedikit, niscaya Allah Ta’ala akan menerima dan melipatgandakan pahalanya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلًا يَتَقَلَّبُ فِي الجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيقِ كَانَتْ تُؤْذِي الْمُسْلِمِينَ وَفِي رِوَايَةٍ مَرَّ رَجُلٌ بِغُصْنِ شَجَرَةٍ عَلَى ظَهْرِ طَرِيقٍ فَقَالَ وَاللّٰهِ لأُنْحِيَنَّ هَذَا عَنِ الْمُسْلِمِينَ لَا يُؤْذِيهِمْ فَأُدْخِلَ الجَنَّةَ "Sungguh aku melihat seseorang yang berguling-guling dalam jannah (saking senangnya) karena ia menyingkirkan sebatang pohon yang ada di jalan, yang senantiasa mengganggu kaum muslimin yang melaluinya." Dalam riwayat lain disebutkan: "Ada seorang laki-laki melewati sebatang ranting yang tergolek di tengah jalan, maka ia berkata dalam hati, "Demi Allah, akan kusingkirkan ranting ini dari jalannya kaum muslimin agar tidak mengganggu mereka." Maka orang itu pun dimasukkan ke dalam Janah karen...

Doa Yang Mustajab

Gambar
Tanpa kau sadari ada 2 pasang tangan yang selalu mendoakan kebaikanmu. Kurindu kalian ayah ibuku. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, "Tiga doa yang mustajab yang tidak diragukan lagi yaitu doa orang tua, doa orang yang bepergian (safar) dan doa orang yang dizholimi." (HR. Abu Daud no. 1536. Syaikh Al Albani katakan bahwa hadits ini hasan). Ini adalah pelajaran yang mesti diketahui setiap orang tua. Doa mereka sungguh ajaib jika itu ditujukan pada anak-anak mereka. Jika ortu ingin anaknya menjadi sholeh dan baik, maka doakanlah mereka karena doa ortu adalah doa yang mudah diijabahi. Semoga Allah memperkenankan doa kita sebagai orang tua yang berisi kebaikan kepada anak-anak kita. Moga anak-anak kita berada dalam kebaikan dan terus berada dalam bimbingan Allah di jalan yang lurus. Semoga bermanfaat. Sumber: oasefajar

Berpikir Sejenak

Gambar
Coba pikirkan hadits ini. Masuk yang mana diri kita ya? Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّمَا الدُّنْيَا لأَرْبَعَةِ نَفَرٍ عَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَعِلْمًا فَهُوَ يَتَّقِى فِيهِ رَبَّهُ وَيَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَيَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَفْضَلِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ عِلْمًا وَلَمْ يَرْزُقْهُ مَالاً فَهُوَ صَادِقُ النِّيَّةِ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِى مَالاً لَعَمِلْتُ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَأَجْرُهُمَا سَوَاءٌ وَعَبْدٍ رَزَقَهُ اللَّهُ مَالاً وَلَمْ يَرْزُقْهُ عِلْمًا فَهُوَ يَخْبِطُ فِى مَالِهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ لاَ يَتَّقِى فِيهِ رَبَّهُ وَلاَ يَصِلُ فِيهِ رَحِمَهُ وَلاَ يَعْلَمُ لِلَّهِ فِيهِ حَقًّا فَهَذَا بِأَخْبَثِ الْمَنَازِلِ وَعَبْدٍ لَمْ يَرْزُقْهُ اللَّهُ مَالاً وَلاَ عِلْمًا فَهُوَ يَقُولُ لَوْ أَنَّ لِى مَالاً لَعَمِلْتُ فِيهِ بِعَمَلِ فُلاَنٍ فَهُوَ بِنِيَّتِهِ فَوِزْرُهُمَا سَوَاءٌ " Dunia telah diberikan pada empat orang: Orang Ke-1 , diberikan rezeki dan ilmu oleh Allah. Ia kemudian bertakwa dengan...

Arahkan Dan Biasakan Anak Untuk Berbuat Baik

Gambar
Harapan terbesar orang tua adalah anak-anaknya menjadi orang yang baik atau sholeh/sholehah. Namun itu semua tidak bisa terjadi dengan instan. Perlu ada usaha dari orang tua di antaranya adalah mengajarkan dan membiasakan mereka untuk berbuat baik. Siapa yang menanam, dia yang akan menuai. Mulailah menanam benih kebaikan maka kelak ia akan menjadi pahala jariyah bagimu. Dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ "Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali 3 perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh" (HR. Muslim no. 1631) Abdullah bin Mas'ud radhiyallahu anhu berkata, حافظوا على أبنائكم في الصلاة وعودهم الخير، فإن الخير عادة "Jagalah anak-anak kalian untuk (menjaga) salat dan biasakan mereka untuk ...

Orang Baik

Gambar
Orang baik tidak akan berhenti berbuat baik. Meskipun kebaikannya tidak dihargai, sebab yang ia cari bukan balasan dari manusia tetapi balasan dari Allah.  Orang baik selalu peduli terhadap sesamanya. Meskipun banyak orang yang tidak senang dengan apa yang ia lakukan.  Orang baik selalu mengedepankan kepentingan orang lain dibandingkan kepentingannya sendiri. Ia lebih mengutamakan orang lain, sebab ia yakin dengan membantu mereka Allah akan memberikan pahala yang berlimpah.  Orang baik itu tetap baik. Meski tidak terlihat oleh mata manusia. Sebab ia yakin, Allah menilainya dengan pahala. Yang menggugurkan dosa-dosanya. Yang memberinya ampunan lewat kebaikan yang ia lakukan.  Orang baik akan terus berbuat baik. Karena ia berbuat bukan untuk dinilai oleh manusia. Melainkan hanya mengharap Ridha dan kasih sayang Allah Ta'ala.  Orang baik selalu menyenangkan ketika ia hadir di tengah-tengah manusia. Jika ia pergi, manusia merindukannya. Jika ia datang kembali, manu...

Keluarga Bahagia

Gambar
Tak selamanya manusia bersedih. Ada masa mereka berhak bahagia. Bahkan membuat saudara mukmin gembira merupakan amal utama. Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, أَفْضَلُ اْلأَعْمَالِ أَنْ تُدْخِلَ عَلَى أَخِيْكَ اْلمـُؤْمِنِ سُرُوْرًا "Seutama-utama amal yaitu engkau memasukkan kegembiraan kepada saudara mukmin." (Hasan, HR Ibnu Abid Dunya, ad-Dailami, ash-Shahihah: 1494 al-Albani) Ada kebahagiaan tersendiri saat kita bisa membuat saudara muslim tersenyum gembira. Baik dengan memberi bantuan, atau melepaskan satu kesulitan. أسعد الناس من أسعد الناس "Manusia paling bahagia ialah yang membuat bahagia manusia lainnya." Dan manusia paling layak mendapat kebahagiaan dari kita, yaitu kedua orangtua dan keluarga. Sumber: sahabat_ilmu

Dimana Posisimu?

Gambar
إذا أرد ت أن تعرف قدرك عنده فانظر فى ماذا يقيمك "Jika kau ingin mengetahui kedudukanmu disisi Allah, maka perhatikanlah dimana Dia menempatkanmu" (Ibnu Athaillah) Alur kehidupan ini sering sekali tidak terjadi sesuai dengan keinginan kita. Terkadang kita maunya seperti ini, tetapi Allah hantarkan kita pada tempat yang lain. Karena itulah yang terbaik menurut Allah. Kita hanya bisa berusaha menentukan peran-peran kita dunia. Namun pada akhirnya Allah yang menentukan di mana kita berkiprah. Dan jika Allah menginginkan kebaikan kepada seorang hamba, maka Ia akan mempekerjakannya untuk menegakkan agamaNya. Karena itulah berbahagialah ketika kita dapat menjadi 'anshorullah' (penolong agama Allah) di pelbagai kesibukan kita. Hidup kita tidak ditentukan pada fakultas apa yang kita pilih saat kita kuliah. Kita yang memilih Fakultas Teknik belum tentu sibuk dalam dunia Teknik. Kita yang mempelajari Kedokteran belum tentu juga sibuk dalam dunia Kedokteran setelah selesai kuliah...

Berbahagialah Kalau Ada Yang Mengingatkan

Gambar
Suatu ketika karena ingin cepat, saya mencoba sebuah jalan terobosan. Namun di mulut jalan, saya ragu. Benar tidak jalan ini. Oleh: Mochamad Yusuf* Seseorang yang melihat keraguan saya ini, datang menghampiri. Menanyakan mau ke mana. Dia katakan jalan ini buntu. Hanyalah menuju ke kuburan. Alhamdulillah, saya tak perlu jalan lama untuk sadar ini jalan buntu. Sebaliknya pernah juga seperti itu. Namun orang-orang di mulut jalan hanya diam saja. Tak berusaha memberitahu saya. Maka tentu senang, kalau ada 'sesuatu' yang mengingatkan kita kepada yang benar. Sesuatu itu bisa macam-macam. Bisa orang seperti kisah saya di atas. Bisa informasi yang kita baca. Atau sesuatu yang bisa dibilang kemalangan. Seperti suatu ketika, saya merasa tangan saya sakit. Saya obati dengan berbagai obat yang kita punya. Juga minum herbal. Tapi tak sembuh juga. Akhirnya saya putuskan ke dokter siang hari sehabis ngajar. Dari dokter diberi obat. Ajaib! Tak perlu nunggu lama, sembuh. Sore itu sudah normal l...

Kajian Al Qur'an Ust Prof Roem Yang Saya Suka

Gambar
Beliau ini salah satu ustadz favorit saya. Namanya Ustadz Prof Roem Rowi. Spesialisasinya di bidang tafsir Al Qur'an. Maka saya merasa sayang kalau tak bisa hadir di kajiannya. Oleh: Mochamad Yusuf* Padahal beliau tak banyak memberikan kajian. Selain di masjid dekat rumah, yang saya tahu kajiannya di radio Suara Muslim FM Surabaya setiap Senin dan Selasa pagi. Juga kultum Subuh di masjid Al Akbar Surabaya di waktu tertentu. Yang pengajian berdurasi panjang dan bisa bertemu langsung ya di masjid dekat rumah ini. Mungkin karena kajiannya di sini cukup lama, sehingga dipertahankan oleh beliau. Kajian beliau seperti ini di tempat lain, belum saya ketahui. Mungkin ada. Maka saya merasa beruntung saja. Saya kenal kajian beliau mungkin saat SD/SMP. Saat itu sebuah masjid baru beroperasi dekat rumah. Namanya Masjid Ummul Mukminin di Barata Jaya, Surabaya. Setiap Ramadhan ada kajian Tarawih dan bakda Subuh. Salah satu yang mengisi kajiannya adalah beliau. Saya suka kajian beliau, karena per...

Berbuat Dosa Bukan Karena Setan

Gambar
Saat diturunkan dari Surga oleh Allah ke bumi, Iblis bersumpah akan menyesatkan manusia. Iblis akan habis-habisan mengajak manusia bareng ke neraka. Oleh: Mochamad Yusuf* "(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."" (QS. Al-A'raf 7: Ayat 16-17) Maka banyak manusia tergelincir. Namun meski begitu, manusia tak bisa menolak masuk neraka karena beralasan dibohongi Iblis dan bala tentaranya. Yang dinamakan setan itu. Karena manusia punya kuasa untuk ikut atau tidak. Dengan berdasarkan akal sehat yang dimilikinya. Keputusan tetap di manusia. Bergerak ke kebaikan atau kejahatan. Jadi tanggung jawab tetap di manusia itu sendiri. Maka bila di Ramadhan, setan dibelenggu, maka tak ada alasan lagi karena dibujuk setan. Dari Ab...

7 Tanda Jiwamu Lelah

Gambar
Manusia terdiri dari badan (fisik) dan jiwa (rohani). Fisik akan lelah bia melakukan tindakan fisik seperti bekerja, berolah raga dan beraktivitas. Lha jiwa? Apakah juga bisa lelah. Tentu. Jiwa juga bisa lelah. Karena jiwa juga melakukan aktivitas. Kalau fisik lelah, cirinya badan lemah. Tak bertenaga alias loyo. Kalau jiwa lelah? Ini cirinya: 1. Mudah tersinggung. 2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah. 3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu. Padahal itu biasanya disukai. 4. Sering gelisah atau ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan. 5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tahu sebabnya. 6. Mulai terasing dengan sekitar. Merasa sendirian di tengah keramaian. Dan lebih asyik membayangkan kehidupan ideal yang kita ciptakan di dalam pikiran. 7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar. Maka itu adalah tanda jiwa atau batin tengah kelelahan. Saran terbaik adalah menghentikan sejenak aktivitas yang ...

3 Kunci Agar Dapat Hidup Bahagia

Gambar
Untuk hidup bahagia sebenarnya hanya ada 3 hal yang bisa dilakukan. Ini tips yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Tentu tips ini dijamin manjur, karena yang memberikan tips ini sudah pasti mendapat informasi dari pemilik alam semesta ini. Oleh: Mochamad Yusuf* 1. Takut terhadap Allah SWT. Kita hidup tentu ada tujuannya. Tujuannya apa? Tentu jawabannya bisa ditanyakan ke penciptanya. Karena sebagai pencipta dia tahu apa maksud penciptaan manusia. Jawabannya ada di Al Qur'an. Yakni penciptaan manusia untuk menyembah pada sang Pencipta. Karena itu harusnya kita taat pada sang Pencipta. Yakni dengan menjalankan apa yang disuruh, dan menjauhi apa yang dilarang. Kalau kita tidak taat, seharusnya takut pada ancamannya. Dengan memiliki rasa takut padaNya, maka kita akan melakukan apa yang selalu Dia minta. Dan menjauhi apa yang tidak disukaiNya. Dengan selalu bersikap seperti ini, tidak ada kekhawatiran atau kecemasan. Hati akan merasa plong. Hidup lebih bahagia. 2. Berlaku adil Berlak...

Tafakur Untuk Menggapai Kesuksesan Ke Depan

Gambar
Waktu saya ke Dieng saya melihat di tembok pendopo tempat saya makan siang, ada foto Pak Harto duduk bersama dengan PM Australia waktu itu, Whitlam. Mereka sedang mendiskusikan masalah Timor Timur. Pertemuan ini terjadi tahun 1974. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya heran bagaimana presiden Soeharto mengajak tamunya ke tempat yang cukup terpencil untuk membicarakan masalah penting seperti itu. Saya sendiri saja dari Jogja ke Wonosobo sudah terasa capek. Jalan berkelok naik turun. Terus masih berlanjut dengan bis kecil sekitar 1 jam mendaki gunung Dieng. Jalannya sempit, berkelok-kelok dan naik turun yang tajam. Ternyata dari guide, saya dapat informasi kalau tempat ini bukanlah tempat asing bagi presiden Soeharto. Bahkan waktu masih berpangkat letkol, presiden Soeharto bermeditasi di sebuah gua dekat telaga Warna, yang juga saya kunjungi. Konon menurut guide, dia mendapat wangsit dan keris di sana. Katanya, keris ini tampak dia pegang saat berfoto dengan Panglima Sudirman yang terkenal itu. S...

Rezeki Ini Sering Tak Dianggap Rezeki oleh Manusia

Gambar
Suatu saat dulu pernah harus pulang ke rumah dari kantor karena ada sesuatu yang harus diambil. Ya, sekitar pk 10.00-an. Dalam perjalanan pulang pergi rumah - kantor, melihat orang ceria berolahraga. Oleh: Mochamad Yusuf* Seperti dekat rumah ada beberapa Bapak main tenis. Mereka teriak-teriak, tertawa-tawa, dan bersenda gurau. Saya perhatikan mereka dengan seksama. Belum umur pensiun. Umur masih produktif. Atau kalau saya lewat rute Masjid Agung, banyak bapak juga berolahraga. Juga bukan umur yang masuk pensiun. Kok bisa ya mereka? Apa mereka nggak bekerja? Lha mereka kok bisa makan? Apa karena mereka pengusaha? Tak harus datang saat jam kerja? Maka kalau begini kadang saya renungkan ada benarnya, dawuhnya Nabi. Yakni ada sebuah rezeki. Tapi sering dianggap bukan rezeki. Karena kebanyakan orang menganggap rezeki itu hanyalah materi. Uang banyak, rumah banyak, mobil banyak dll. "Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Al-B...

Jangan-jangan Anda Galau Karena Ini..

Gambar
Saya merasa waktu makin lama berjalan makin cepat. Entah pekerjaan atau rencana yang banyak belum selesai yang membuat saya merasa waktu demikian cepat. Oleh: Mochamad Yusuf* Apa yang rasakan terakhir-terakhir ini pas seperti yang disampaikan narasumber di radio Suara Muslim beberapa waktu lalu. Tengara Kastini S Kaspan, narasumber tersebut, waktu demikian cepat karena banyak rencana melakukan kebaikan, tapi waktu terbatas. Ya, persis seperti saya. Misal: meski sudah mengaji pagi dan malam, masih banyak keinginan untuk mempelajari Al Qur'an lebih detil seperti tugas dari Ustadz saya, nyatanya belum optimal. Ingin berbagi pengajian lewat Youtube sebanyak-banyaknya, meski sudah melembur ya masih kurang waktunya. Apalagi terkait pekerjaan, cari duit. Banyak hal yang harus dikerjakan, sampai bingung membuat prioritas antara pekerjaan. Belum kegiatan mengajar, ingin menulis buku lagi sampai membuat channel Youtube lagi. Wow... waktu rasanya saya ingin nambah. Tidak hanya 24 jam. Hehehe....

Ayo Berlomba dalam Karya, Prestasi dan Kebaikan, Anakku..

Gambar
Kemarin, 11/1/2022, putri kami yang di Pondok Gontor Putri 1 telpon. Tentu kami senang dapat telpon darinya. Setelah ngobrol-ngobrol, kami menanyakan apa masih sebagai mudabbiroh? Kami yang tak pernah santri, tak paham itu mudabbiroh. Bayangan kami ya seperti pengurus OSIS. Oleh: Mochamad Yusuf* Dan yang kami pahami mudabbiroh itu baru kelas 5 (setara kelas 2 SMA). Sedang putri kami ada di kelas 4. Tapi di telpon sebelumnya dia bilang jadi mudabbiroh. Kami pikir itu sementara, karena bisa jadi yang kelas 5 berhalangan. Maka kami tanyakan apa masih mudabbiroh. Jawabannya seperti mengingatkan sesuatu yang harus disampaikan ke kami. "Ya, masih," katanya. Di telpon sebelumnya dia bilang sebagai mudabbiroh di bidang olah raga. Padahal selama ini dia aktif di koperasi. Petugas koperasi Pondok. "Bunda, saya dapat penghargaan sebagai peserta terbaik," teriaknya dari sana gembira. Apa? Dia menyebut sebuah singkatan. Dia mengulang lagi. Tapi sepertinya dia tahu, kami tetap ta...

Nanti Saja Kalau Pensiun..

Gambar
Suatu saat kelas 6 SD, saya dipanggil Guru Bahasa Indonesia. Beliau meminta saya mewakili sekolah untuk Lomba Baca Puisi. Sebagai anak orang miskin, Ayah saya hanya seorang sopir Bemo, saya sering tak percaya diri. Maka saya tolak. Oleh: Mochamad Yusuf* "Jangan saya," kata saya. "Yang lain." "Siapa?" Pak Guru memandang. Kita paham, saya yang paling pintar termasuk Bahasa Indonesia. Maka mau tak mau, ya harus saya. Namun Pak Guru tahu kegundahan saya ini. Maka selain diminta berlatih sendiri di rumah, sepulang sekolah kita berlatih. Mulailah saya berlatih, agar minimal jangan mengecewakan saat tampil nanti. Akhirnya hari itu tiba. Lomba Baca Puisi sekelurahan. Maka wakil berbagai sekolah, negeri dan swasta, hadir. Sampailah saya harus tampil. Ternyata saya tampil tak mengecewakan. Bahkan saya juara. Bersama 1 orang lagi, saya berhak mewakili kelurahan menuju sekecamatan. Saat menghadapi Lomba sekecamatan ini, Pak Guru tak melatih saya lagi. Katanya saya sud...

Memaksimalkan Sisa-sisa Waktu

Gambar
Setiap bangun pagi ada sesuatu yang saya sesalkan. Yakni apakah waktu kemarin sudah saya manfaatkan secara optimal. Jangan-jangan waktu kemarin itu berjalan sia-sia. Oleh: Mochamad Yusuf* Bila waktu itu adalah uang maka dengan uang itu saya dapat membeli sesuatu. Jadi merenung, sudah berapa banyak barang yang sudah saya beli? Dan apakah barang-barang itu bernilai tinggi? Jangan-jangan tidak banyak yang saya beli. Itupun dengan nilai yang rendah. Setiap bangun pagi, saya mengingat apa saja yang sudah saya kerjakan kemarin. Hmm.. kegiatan rutin seperti makan, tidur, mengantar anak sekolah, berangkat kerja, kerja, pulang kerja. Ada lagi? Kalau tidak ada, ini yang saya sesalkan. Bila ada tambahan lain, misal menulis sebuah artikel, membaca buku, ikut kajian thollabul ilmi, silaturrahmi, maka saya senang. Ada sesuatu yang lain dan itu bernilai. Karena itu saya berpikir bagaimana mengoptimalkan waktu yang berjalan. Namun ini sulit. Karena semua sudah berjalan sesuai dengan rencana. Misal mak...

Ringan Langkah ke Thollabul Ilmi

Gambar
Kemarin saat membuka Facebook saya lihat status seorang teman yang streaming sebuah pengajian. Live. Saya tahu dia selalu melakukan hal demikian. Oleh: Mochamad Yusuf* Tapi kali ini iseng saya buka link live-nya. Lho kok ada di Buduran, Sidoarjo. Saya tahu rumahnya di Ketintang, Surabaya. Nggak seperti biasanya. Biasanya streaming hanya pengajian di masjid sekitar rumahnya. Saya kirim WA, menanyakan keheranan hal ini. Tak langsung dijawab. Ya, dia kan sedang mengikutinya pengajian. Lama datang jawaban. Dia mengatakan sekarang dia rajin datang ke pengajian meski itu di luar kota. Dia sebutkan kota-kotanya. Saya tahu sudah setahun ini dia pensiun. Waktu yang lebih banyak memungkinkan hal demikian. Dan dia semakin enteng saja meski jauh atau pengajian bakda Subuh. Bisa dibayangkan bangun jam berapa untuk persiapan dan perjalanan seperti ke pengajian bakda Subuh di Buduran itu. Memang kalau Allah sudah menggerakkan langkah kakinya, enteng saja orang berangkat ke pengajian. Meski itu jauh. ...