Postingan

Menampilkan postingan dengan label kegagalan

FEATURES

3 Kunci Agar Dapat Hidup Bahagia

Gambar
Untuk hidup bahagia sebenarnya hanya ada 3 hal yang bisa dilakukan. Ini tips yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Tentu tips ini dijamin manjur, karena yang memberikan tips ini sudah pasti mendapat informasi dari pemilik alam semesta ini. Oleh: Mochamad Yusuf* 1. Takut terhadap Allah SWT. Kita hidup tentu ada tujuannya. Tujuannya apa? Tentu jawabannya bisa ditanyakan ke penciptanya. Karena sebagai pencipta dia tahu apa maksud penciptaan manusia. Jawabannya ada di Al Qur'an. Yakni penciptaan manusia untuk menyembah pada sang Pencipta. Karena itu harusnya kita taat pada sang Pencipta. Yakni dengan menjalankan apa yang disuruh, dan menjauhi apa yang dilarang. Kalau kita tidak taat, seharusnya takut pada ancamannya. Dengan memiliki rasa takut padaNya, maka kita akan melakukan apa yang selalu Dia minta. Dan menjauhi apa yang tidak disukaiNya. Dengan selalu bersikap seperti ini, tidak ada kekhawatiran atau kecemasan. Hati akan merasa plong. Hidup lebih bahagia. 2. Berlaku adil Berlak...

Enerlife [14]: Gagalnya Orang Pintar Dalam Hidup

Gambar
Ternyata tidak semua teman-teman kita yang pintar di sekolah/kampus kita, hidupnya sukses. Ada yang gagal. Bahkan harus tersungkur ke rumah sakit jiwa. Saya bertanya-tanya kenapa? Ternyata hal ini juga menjadi pertanyaan beberapa orang. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya mungkin generasi yang beruntung. Selama sekolah tidak kenal komputer, apalagi internet. Lalu setelah keluar dari sekolah/kampus, teman-teman mengembara mencari penghidupan. Beberapa masih bertemu dan kontak. Dan beberapa bagaikan raib ditelan bumi. Lalu adanya internet dan Facebook. Satu demi satu teman-teman sekolah/kampus muncul dan bertemu. Memang tidak bertatap muka. Tapi bertemu di dunia maya sudah snagat senang. Sehingga satu demi satu jadi tahu kabar teman-teman lain. Lewat Facebook pula menanyakan kabar teman-teman lain yang tidak muncul di Facebook. Saya bertanya-tanya tentang teman-teman sekolah/kampung yang dulu pintar. Di mana mereka sekarang? Dulu waktu sekolah/kuliah, kita membayangkan bagaimana cerahnya masa de...

Hikmah Justru Dari Kekalahan Bukan Kemenangan

Gambar
Saya barusan baca buku "Perang Pasifik". Buku karangan PK Ojong ini sudah saya baca kesekian kalinya. Saking seringnya. Saya memang senang dengan sejarah, khususnya Perang Dunia. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik. Diantaranya penyakit kemenangan. Apakah itu? Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu awal penyerbuan Jepang ke Asia, hampir tak ada kendala yang berarti. Jepang dengan mudah mengalahkan Amerika di Filipina, Inggris di Singapura dan Belanda di Indonesia. Begitu mudah. Sehingga direncanakan selesai dalam 6 bulan, 3 bulan saja sudah tercapai. Itu pun diraih dengan sedikit kerugian jiwa dan materi. Kemenangan (mudah ini) tak memberi banyak pengalaman berharga ke depan. Justru kemenangan ini hanya menjadi penyakit yang menjadi faktor kekalahan telak di masa depan. Jepang sudah mengalami penyakit yang dinamakan sebagai 'VD, Victory Disease'. Sebaliknya Amerika dengan kekalahan ini menjadi belajar dan bekerja keras. Contoh sewaktu perang Midway, kapal induk Jepang dan Am...

Saling Melihat Orang Lain Lebih Bahagia

Gambar
"Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu. Meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah". Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu saat seorang teman, anggap saja Budi, berkunjung ke kantor. Dia bermaksud membuat website perusahaannya. Karena perusahaan saya memang mempunyai jasa seperti itu, saya minta datang saja ke kantor. Setelah berbincang bisnis bahkan sempat melongok ruang kerja kita (workshop), kita mulai mengobrol-ngobrol lain. Mulailah kita bercerita masa lalu. Waktu kita sekolah dulu. Lalu dia menanyakan kabar beberapa teman. Saya menceritakan kabar beberapa teman terbaru yang saya ketahui. Ketika saya menyebut kabar seorang teman, anggap saja Agus, dia tertegun. Lalu dia berkomentar, "Enak sekali ya si Agus. Sekarang dia sudah sukses dengan usaha sendiri. Pasti menyenangkan punya waktu yang tak diatur oleh perusahaan." Mulailah dia berkeluh kesah dengan kondi...

Tinggalkan Keserakahan Tinggalkan Beban Hidup

Gambar
Dalam hidup kita seringkali seperti monyet. Karena ketamakan, kita tak mau melepas beban yang menghimpit. Kita membawa permasalahan itu kemana-mana. Tak mau meletakkan dengan mencari solusi tepatnya. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu waktu Zelda, putri saya berumur 3 tahun, meminta saya membawakan permen. Dia kerepotan dengan permen yang sudah dibawa di tangan kanan kirinya. Masing-masing tiap tangan sudah ada sekitar 2-3 permen. Dan dia ingin mengambil lagi permen lain yang di meja. Dia minta saya yang membawanya. Mengetahui hal ini saya berkata padanya, "Zel, kenapa permen yang di tanganmu tak kamu masukkan saja di saku? Terus yang di meja, kamu bawa dengan tanganmu? Kalau perlu semua kamu masukkan ke saku," kata saya memberi solusi. "Nggak mau, aku ingin punya permen banyak," jawabnya. "Lho, bukankah meski di saku itu masih permenmu? Dengan memasukkan ke saku, kamu tak akan kewalahan lagi. Tanganmu bisa ambil yang lain, itu ada kue coklat, "jelas saya. Perla...

Belajar Menikmati Kebahagiaan Hidup

Gambar
Dari situ, dia mulai menyesal. Kenapa dia tak menekuni pekerjaan yang dia sukai dulu? Kenapa harus selalu mencari pekerjaan yang gajinya tinggi? Dan kenapa dia tak mau kalah dengan gaji temannya? Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu kuliah, saya punya teman yang sudah bekerja. Jadi sambil kuliah, dia sudah bekerja. Karena bekerja, tentu saja tampilannya beda. Kalau yang lain pakai t-shirt, jeans dan sepatu olah raga, dia sudah berkemeja, celana kain dan bersepatu kulit. Saya sungguh iri melihatnya. Keren sekali. Kelak, setelah saya lulus, dia berganti-ganti pekerjaan. Padahal saya melihat pekerjaan sebelumnya sudah bagus dan mapan. Saya heran. Dari teman lain, saya dengar cerita bahwa dia berganti-ganti pekerjaan, karena tak mau kalah dengan temannya. Begitu, dia tahu temannya gajinya lebih tinggi, dia akan pindah mencari pekerjaan lain. Tak peduli, apakah dia suka di bidang itu atau tidak. Yang penting, gajinya bisa sama atau lebih dari temannya. Terus begitu. Sampai suatu ketika, perusahaan ...