Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

FEATURES

Bersobat Kental Dengan Al Qur'an

Gambar
Dalam sebuah kesempatan pengajian sang ustadz bertanya ke hadirin. Apakah mereka pernah menyelesaikan membaca terjemahan Al Qur'an? Meski pertanyaan ini diulang-ulang, tak ada satu pun yang mengaku. Entah karena sungkan dianggap riya atau memang tak ada yang melakukan, tak seorang pun yang menjawab pertanyaan Ustadz tersebut. Oleh: Mochamad Yusuf* Dalam kesempatan lain ada Ustadz lain juga menanyakan hal ini. Kali ini ditanyakan pada audience yang lebih khusus. Yakni mereka dulu yang sekolahnya aktif di kegiatan ekstra kerohanian Islam. Dulu namanya SKI (Sie Kerohanian Islam). Kini mungkin namanya Rohis. Ternyata responnya sama. Tak seorang pun yang pernah. Padahal pertanyaan ini lebih dilakukan secara personal. Ini tentu mengagetkan ya. Bagaimana Al Qur'an adalah pedoman umat Islam, tapi tak pernah dibaca terjemahannya. Bukan mereka tak pernah membaca Al Qur'an. Mereka membaca, bahkan mereka mengkhatamkan berkali-kali. Tapi yang dibaca adalah bacaan Arabnya. Harusnya merek...

Hanya Khatam 1 Kali

Gambar
Ternyata meleset rencana menyelesaikan (mengkhatamkan) Al Qur'an beserta terjemahannya sebanyak 2 kali di bulan Ramadhan ini. Malam ini, malam ke-27, ternyata baru khatam sekali. Mungkin yang bikin terlambat karena harus baca terjemahannya. Apalagi saat membaca sebuah ayat, terus mengexplore ayat-ayat sebelumnya yang sudah dibaca. Tambah lama. Tapi jadi asyik. Karena seakan bisa membentuk kepingan puzzle petunjuk yang berserakan di Qur'an untuk keperluan kita tertentu. Ada godaan untuk khatam hanya dengan membaca Al Qur'an tanpa terjemahannya. Karena bisa lebih cepat. Tapi tanpa membaca terjemahan, maka fungsi Al Qur'an sebagai petunjuk, pemberi kabar peringatan, obat dll tak dirasakan. Memang harusnya bisa lanjut lagi dengan membaca tafsir. Sementara belum bisa, karena belum punya. Apapun meski sekali khatam disyukuri dengan makan martabak. Inginnya tahu campur. Tapi sudah habis. Dan martabak Holland pun juga sudah habis. Tak apa. Tetap disyukuri dengan apa yang ada. H...

7 Manusia Yang Selamat dari Masuk Neraka | Ceramah Bagus Ustadz AHMAD JUFRI UBAID

Gambar
Saat pengadilan akhir tiba, semua manusia berpikir akan nasibnya. Diberi kenikmatan di surga atau disiksa di neraka. Berharap ada yang memberi pertolongan (syafaat).