Postingan

Menampilkan postingan dengan label virus corona

FEATURES

Mereka yang Tak Bersedih

Gambar
Kadang saya bertanya-tanya kenapa bisa seseorang bisa tak sedih dan tak takut di dunia ini? Apakah mereka sering lihat Srimulat? Stand up comedy? Oleh: Mochamad Yusuf* Di Al Qur'an banyak pernyataan yang menyatakan seseorang itu takkan bersedih. Seperti ayat ini. بَلٰى مَنْ اَسْلَمَ وَجْهَهٗ لِلّٰهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ فَلَهٗۤ اَجْرُهٗ عِنْدَ رَبِّهٖ ۖ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ "Tidak! Barang siapa menyerahkan diri sepenuhnya kepada Allah dan dia berbuat baik, dia mendapat pahala di sisi Tuhannya dan tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 112) Kadang saya bertanya-tanya kenapa bisa seseorang bisa tak sedih dan tak takut di dunia ini? Apakah mereka sering lihat Srimulat? Stand up comedy? Bukankah di dunia tempatnya kesusahan? Bahkan Allah sendiri yang mengatakan manusia diciptakan dalam kesusahan. لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِ نْسَا نَ فِيْ كَبَدٍ  "Sungguh, Kami telah menciptakan manusia berada dalam susah...

Ngeri! Bagaimana 80% Kebal dari Covid 19?

Gambar
Antara percaya dan tidak, 21 Juni lalu pecah rekor kasus baru harian di Indonesia sejak pandemi pecah. Pada Senin lalu itu terjadi 14.536 kasus baru. Sehingga total kasus Corona di Indonesia sejak Maret 2020 menjadi 2.004.445 kasus. Dan total kematian mencapai 54.956 orang. Maka perlu kita buka kembali kajian tentang Covid-19. Mari kita simak ceramah-ceramah singkat dari dr TJATUR PRIJAMBODO M.Kes, direktur RS Aisyiyah Siti Fatimah Tulangan, Sidoarjo sekaligus Ketua Gugus Tugas Covid-19 di sini. Uraiannya berdasar tinjauan medis dan non medis. Sesuatu yang jarang kita dengar. - Sambiloto Itu Baik Bagi Kesehatan, Asal.. https://youtu.be/rzd3ltKMv6Y - Inilah Orang Yang Dibebaskan Allah Dari Segala Sakit https://youtu.be/OGbCCEFfGEk - Sakit Corona Itu Bisa Sembuh Sendiri! https://youtu.be/0YuOItLrAQs - Ingin Selalu Sehat? Ikuti Tipsnya Rasulullah! https://youtu.be/OGbCCEFfGEk - Hoax! Orang Tua Gampang Kena Covid-19 https://youtu.be/w8bVo7xzTdU - Kenapa Allah Ciptakan Virus Corona? h...

Cara Menghilangkan Rindu Pada Ayah Yang Sudah Meninggal Dunia

Gambar
Ayah punya peran penting dalam keluarga. Yakni menjadi penopang hidup keluarga. Juga sebagai pemimpin dan panutan. Kadang sebagai tanggung jawab menafkahi keluarga, sang Ayah rela berpisah jauh dan lama dari keluarga. Bahkan mengambil resiko kematian pada pekerjaannya. "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (ayah) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.." QS 4:34 Karena itu kadang rasa rindu muncul pada Ayah yang lama tak bersua. Dan bahkan tak mungkin bersua kembali karena sudah meninggal dunia. Ustadz Prof Abdul Somad memberikan tipsnya bagi kita untuk menghilangkan rindu padanya. Inilah ceramah singkat dari ustadz sejuta umat di sini. https://youtu.be/zIVSxNQUGQw Selamat memulai aktivitas di pekan ini. Tetap jaga kesehatan ya!

Sekolah Daring Bikin Siswa Depresi - Apa Solusinya?

[video width="426" height="426" mp4="https://enerlife.id/wp-content/uploads/2021/07/sekolah-daring-bikin-depresi.mp4"][/video] Laporan terbaru Koran Tempo menyebut semakin lamanya sekolah daring menyebabkan siswa semakin depresi. Laporan lain juga melaporkan meningkatnya pernikahan usia dini (anak). Oleh: Mochamad Yusuf* Beberapa orang tua mensiasati dengan memberi lingkungan baru bagi anandanya. Yakni menciptakan suasana yang menyenangkan. Atau mengajak mereka ke desa atau tempat wisata. Ya, pandemi menggila kembali di Indonesia. Rencana sekolah luring terbatas yang dimulai tahun ajaran baru nanti, bisa jadi ditunda. Padahal daring ada dampak lain seperti kecanduan HP dan akses internet terlarang. Sekolah berasrama mungkin bisa jadi solusi sementara. Karena sekolah berasrama sudah bisa melakukan lockdown mandiri. Isolasi dari pihak luar. Sehingga para siswa belajar dan beraktivitas normal. Ini 19 keuntungan sekolah berasrama salah satunya seperti di pondo...

Ujian Ditinggal Mati Orang Yang Dicintai

Gambar
Mulai Sabtu kemarin sampai beberapa hari ke depan, kita akan menjalani PPKM. Ikhtiar kita supaya tak menulari dan tertulari oleh virus Covid 19. Mencegah jangan sampai ada lonjakan pasien baru yang nantinya tak akan tertangani fasilitas kesehatan. Percaya atau tidak, faktanya memang banyak yang sakit. Bahkan banyak yang meninggal dunia. Mereka itu sudah mulai kita kenal. Teman sekolah, kuliah, kerja, tetangga, jamaah, klien dan lainnya. Sudah bukan lagi orang yang hanya kita tahu karena ketokohannya lewat media massa. Mari berdoa dan beriktiar agar sehat. Sudah kami kirim tips-tips agar sehat baik dari berbagai Ustadz. Seperti menjaga pola makan dari ustadz dr Tjatur Prijambodo. Atau memanfaatkan rahasia pagi oleh ustadz Prof M. Ali Aziz. Dan ustadz-ustadz lain di channel kami. Namun meski begitu tetap saja terhinggap sakit. Kalau begini maka kita diminta bersabar. Bersabar saat kita sakit atau bersabar bila ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. - Ceramah Singkat Ustad Dr ABDUL SOM...

Bangun Pagi Bikin Sehat & Bahagia

Gambar
Hari ini mulai berlaku PPKM darurat. Karena kondisi semakin memprihatinkan. Semakin banyak orang yang kita kenal yang sakit. Berita duka silih berganti di grup-grup sosial media kita. Yang kita lakukan hanya bersabar. Karena semua itu juga kehendak Allah. Virus juga makhluk Allah. Namun Prof Ali Aziz, dosen UINSA dan penulis buku-buku best seller, menemukan bahwa ada rahasia di pagi hari. Beliau memberi konsep sebagai 'Bangun Pagi Terbang Tinggi'. Allah memberi kesempatan di pagi hari agar dimanfaatkan demi kebaikan kita. Bila kita melakukannya, maka Insya Allah kita mendapat kebaikan selama hari itu. Seperti sehat. Yang sakit pun bisa cepat pulih. Bahkan tak hanya sehat, kita juga bisa bahagia. Prof Ali Aziz menyingkat 4 hal yang dilakukan di pagi hari itu semua sebagai 'Sama Duri'. Yakni shalat Tahajjud, pergi ke masjid, shalat Dhuha dan riang. Kok riang juga masuk? Bagaimana penjelasannya? Mari simak ceramah singkatnya (sekitar durasi 4 menitan) di sini: - Lakukan Ha...

Sekolah Lagi atau Tetap di Rumah?

Gambar
Saat ini ramai diperdebatkan di masyarakat. Apakah saatnya kembali belajar di sekolah atau tetap belajar di rumah. Ini khususnya terjadi pada kota yang sudah mulai membuka sekolah secara terbatas seperti Surabaya. Oleh: Mochamad Yusuf * Seperti diberitakan, pemerintah kota Surabaya berencana membuka beberapa sekolah SMP untuk tahap uji coba dimulainya belajar tatap muka. Untuk sekolah negeri, kemungkinan mereka patuh. Untuk sekolah swasta, ada yang menolak. Sebenarnya riskan, kalau sekolah dengan sistem bertemu di sekolah terus pulang kembali ke rumah. Karena saat di luar sekolah, ada kemungkinan terkena penularan Covid-19. Namun kalau terus dilanjutkan belajar di rumah, tidak cukup efektif untuk banyak menyerap ilmu. Kondisi keluarga, fasilitas dan lainnya susah untuk full Daring. Dan memang tidak mungkin sama hasilnya belajar dengan bimbingan langsung dan belajar sendiri. Maka yang terbaik seperti sekarang ini. Libur. Isolasi diri di rumah. Mereka diminta belajar sendiri di rumah. Gu...

Sekali Mengajar Untuk Seluruh Indonesia

Gambar
Saya punya keinginan untuk berbagi ilmu yang saya miliki kepada seluruh masyarakat Indonesia. Dari Sabang sampai Merauke. Sebenarnya sudah terjadi. Meski belum banyak kota. Minimal beberapa kota di pulau besar sudah saya lakukan. Tapi sejak adanya pandemi Corona, saya sudah mewujudkannya. Yakni saat mengajar kelas Google Gapura Digital (GD). Sebenarnya ini tidak disengaja. Karena awalnya memang kelas offline untuk kota Surabaya. Karena pandemi maka dijadikan online. Dan yang ikut ternyata dari seluruh Indonesia. Gara-gara pelatihan ini, saya jadi kenal beberapa kota/kabupaten yang sebelumnya tidak tahu. Seperti ada peserta dari Simeulue. Ternyata setelah saya googling ini sebuah kabupaten yang berada di satu pulau di propinsi Aceh. Hari ini, 4 Mei 2020, saya jadi fasilitator untuk Pelatihan Daring Digital Entrepreneurship yang diadakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) bekerja sama dengan Google Gapura Digital. Targetnya memang seluruh Indonesia. Maka jelas pesertanya da...

Krisis Ke-2 Yang Lebih Hebat

Gambar
Semakin banyak orang yang saya kenal yang terdampak Covid-19. Bukan sebagai penderita yang positif. Tapi sebagai korban yang terdampak ekonominya. Ada teman yang menghubungi saya untuk berhutang sekedar untuk kebutuhan keluarga yang tidak seberapa. Ada teman yang berniat menjual rumahnya karena sudah tidak tahu harus berbuat apa. Ada teman yang dipercepat pensiunnya dan bisnisnya tak jalan karena ada krisis ekonomi ini. Belum lagi cerita orang-orang yang tidak saya kenal. Seperti teman wali santri Gontor yang sudah 3 bulan dirumahkan. Dia menulis di grup Gontor untuk cari pekerjaan. Dan masih banyak lagi yang lain.. Begitu beratnya cobaan bagi teman-teman itu, sampai ada yang minta saran ke saya wirid apa yang harus banyak dibaca. Karena wirid yang sudah dilakukan sepertinya tidak mempan. Krisis ini hampir sama dengan krisis yang dulu pernah kita alami. Krisis Moneter 1997-1998. Banyak yang terdampak. Bahkan saya lihat masih ada yang belum recovery sampai sekarang. Padahal krisis monet...

Mengajar Daring untuk Google Gapura Digital

Gambar
Kali ini saya mengajar daring untuk kelas Google Gapura Digital (GD). Hampir sama aplikasi yang saya pakai dengan mahasiswa saya di Universitas Dinamika (Surabaya) kemarin. Bersyukur kekhawatiran saya tidak terjadi tadi. Saat sebelum mengajar mahasiswa kemarin, saya tenang karena saya yakin mereka familiar dengan IT. Pasti lancar. Tapi peserta GD beragam. Ada angkatan milenial tapi banyak juga kaum emak dan bapak yang gaptek. Tapi Alhamdulillah tadi lancar. Ada untungnya kelas daring ini, karena bisa menjangkau peserta yang jauh. Tadi banyak peserta dari luar kota. Juga mereka tidak meninggalkan aktivitas mereka, seperti berdagang, bekerja dll. Juga dosennya bisa mengajar dari mana saja (saya ngajar di restoran di atap hotel di mana depan saya ada orang renang, hehehe). Tentu ada kekurangannya juga. Mungkin epidemi Corona ada hikmahnya. Salah satunya ke depan akan semakin banyak kelas daring karena sudah familiar. Bagaimana pendapat Anda?

Kuliah Online Perdana Saat Epidemi Corona

Gambar
Hari ini sebenarnya kuliah perdana semester genap. Namun sore kemarin pihak kampus memutuskan mahasiswa belajar daring (online). Meski begitu karena saya belum tahu situasi dan prosedur yang tepat, saya tetap ke kampus. Setelah paham saya mulai mengajar daring perdana gara-gara epidemi Covic 19 ini. Alhamdulillah meski perdana, kuliah berjalan lancar. Bahkan yang absen sedikit. Yang bikin senang, ternyata mahasiswa happy. Mungkin karena bisa disambi ya? Tadi ada yang magang di sebuah perusahaan, sehingga tidak mau bersuara. Tadi ada sambil goreng sosis sampai gosong. Ada yang sambil makan pesanan Gofood. Apa seperti ini yang dimaksud Kampus Merdeka itu? Mahasiswa tetap dapat ilmu sambil merdeka beraktivitas yang lain. Hehehe. Bagaimana pendapat Anda?

Corona Mulai Berdampak Pada Kita

Gambar
Kemarin saat ke kampus, di depan pintu masuk dihentikan satpam. Aneh. Tidak biasanya. Ternyata saya ditembak dengan termometer. Saya tersenyum. Dampak Corona sudah mulai saya rasakan. Sorenya mengikuti pengarahan dari Google Indonesia. Pihak Google Surabaya sudah mengingatkan saya untuk jangan melewatkan pengarahan ini. Aneh. Tidak biasa acara ini. Ternyata Google Indonesia meniadakan kelas Gapura Digital. Wow. Gantinya jadi kelas online. Dampak Corona mulai saya rasakan. Pagi ini saya baca sudah 3 Perguruan Tinggi yang meniadakan kelas. Mereka mengganti kelas dengan online. Wow. Dampak Corona mulai dirasakan Indonesia. Dan pagi ini saya terkapar di kamar. Sejak Maghrib kemarin badan saya ngreges. Badan rasanya capek semua. Sudah agak mendingan pagi ini daripada kemarin. Jadinya kegiatan hari ini banyak saya cancel. Istirahat total. Sehat memang segala-galanya. Tanpa sehat yang lain tidak berarti. Mohon doanya agar saya kembali sehat. Kembali ke beraktivitas seperti biasanya. Aamiiin.