Postingan

Menampilkan postingan dengan label berdoa untuk rezeki banyak

FEATURES

Rezeki Ini Sering Tak Dianggap Rezeki oleh Manusia

Gambar
Suatu saat dulu pernah harus pulang ke rumah dari kantor karena ada sesuatu yang harus diambil. Ya, sekitar pk 10.00-an. Dalam perjalanan pulang pergi rumah - kantor, melihat orang ceria berolahraga. Oleh: Mochamad Yusuf* Seperti dekat rumah ada beberapa Bapak main tenis. Mereka teriak-teriak, tertawa-tawa, dan bersenda gurau. Saya perhatikan mereka dengan seksama. Belum umur pensiun. Umur masih produktif. Atau kalau saya lewat rute Masjid Agung, banyak bapak juga berolahraga. Juga bukan umur yang masuk pensiun. Kok bisa ya mereka? Apa mereka nggak bekerja? Lha mereka kok bisa makan? Apa karena mereka pengusaha? Tak harus datang saat jam kerja? Maka kalau begini kadang saya renungkan ada benarnya, dawuhnya Nabi. Yakni ada sebuah rezeki. Tapi sering dianggap bukan rezeki. Karena kebanyakan orang menganggap rezeki itu hanyalah materi. Uang banyak, rumah banyak, mobil banyak dll. "Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Al-B...

Rezeki atau Ujian Dari Arah Tak Disangka?

Gambar
Beberapa waktu lalu saya dapat WA yang mengatakan dapat voucher belanja mini market. Awalnya saya abaikan karena takut penipuan. Tapi kok linknya valid. Oleh: Mochamad Yusuf* Ya, voucher itu dari sebuah bank BUMN. Dan websitenya yang direferensi memang website resmi dari bank tersebut. Berarti ini memang bukan penipuan. Sebenarnya masa kedaluwarsa voucher masih lama. Yakni sampai Februari 2022. Tapi daripada kelupaan atau takut kehapus kode vouchernya, saya pakai sekarang. Dan ternyata memang dapat dibelanjakan, meski cukup lama prosesnya di mini market itu. Karena petugasnya sepertinya barusan tahu program itu. Sehingga manager tokonya sampai bilang, "Ini buat belajar kita semua, Pak" sambil terus otak-atik komputernya. Karena kelamaan, saya nunggu sambil duduk-duduk di depan mini market itu. Hehehe. Untung pembelinya tidak banyak. Sepi. Karena jalan depan mini market-nya ditutup karena sedang dicor jalannya. Hal seperti ini seringkali terjadi pada saya. Beberapa waktu lalu,...

Pernik Kehidupan [1]: Antara Tuhan & Berhala

Gambar
Alkisah ada seorang kakek penyembah patung. Ia menyembah patung tanpa pamrih. Tapi di usia ke-70 ia punya kebutuhan penting. Doa pun diajukan. Sayang, patung itu hanya diam. Kakek kecewa. Lalu ia minta pada Tuhan. Dan ajaib! Doa itu dikabulkan. Bukan urusan si kakek bila timbul masalah kemudian. Sebab Tuhan-lah, bukan si kakek, yang diprotes oleh para malaikat. "Mengapa ya, Tuhan, Kau kabulkan doa si kakek? Apakah Kau lupa kalau ia penyembah patung? Bukankah ia kafir yang nyata?" protes malaikat. Tuhan tersenyum. "Betul," jawabnya, "Tapi kalau bukan Aku, siapa yang akan mengabulkan doanya? Kalau Aku pun diam, lalu apa bedanya Aku dengan patung yang biasa disembahnya?" ~~~ Serial 'Pernik Kehidupan' adalah kisah hidup berupa-rupa. Kitalah yang memilih apakah menjadi sedih, putus asa, gembira, semangat, bahagia dan lain-lain. Setiap Senin saya akan kirim cerita yang hasilnya Anda pilih itu. Jadi ditunggu saja setiap Senin pagi.

Rahasia Rezeki (110): Dapatkah Rezeki Datang Sendiri Hanya Dengan Berdoa?

Gambar
(ref. sxc.hu)Akhirnya mereka sepakat untuk menjalankan rencananya masing-masing. Nelayan pertama akan pergi ke pantai terdekat untuk membeli bekal. Sedangkan nelayan kedua akan berdoa agar Tuhan mengirim bekal kepadanya. Oleh: Mochamad Yusuf* Pada suatu hari ada 2 nelayan yang sepakat pergi mencari ikan bersama-sama. Mereka berharap dengan mencari ikan dengan saling bekerja sama bisa mendapat ikan lebih banyak. Ini karena terakhir-terakhir para nelayan sering pulang melaut dengan tangan hampa. Maka dengan perahu-perahu masing, mereka berangkat ke laut. Karena mencari ikan bukanlah dilakukan di waktu yang singkat, maka mereka membawa cukup bekal. Namun memang sepertinya ikan-ikan pada sembunyi atau melakukan migrasi entah ke mana. Sehingga setelah beberapa hari mereka berdua tetap tidak mendapat ikan. Padahal bekalnya sudah hampir habis. Nelayan pertama mengusulkan untuk pulang saja, karena bekal hampir habis. Atau setidaknya pergi ke pantai terdekat untuk membeli bekal. Tapi nelayan k...