Postingan

Menampilkan postingan dengan label sukses bekerja

FEATURES

Tafakur Untuk Menggapai Kesuksesan Ke Depan

Gambar
Waktu saya ke Dieng saya melihat di tembok pendopo tempat saya makan siang, ada foto Pak Harto duduk bersama dengan PM Australia waktu itu, Whitlam. Mereka sedang mendiskusikan masalah Timor Timur. Pertemuan ini terjadi tahun 1974. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya heran bagaimana presiden Soeharto mengajak tamunya ke tempat yang cukup terpencil untuk membicarakan masalah penting seperti itu. Saya sendiri saja dari Jogja ke Wonosobo sudah terasa capek. Jalan berkelok naik turun. Terus masih berlanjut dengan bis kecil sekitar 1 jam mendaki gunung Dieng. Jalannya sempit, berkelok-kelok dan naik turun yang tajam. Ternyata dari guide, saya dapat informasi kalau tempat ini bukanlah tempat asing bagi presiden Soeharto. Bahkan waktu masih berpangkat letkol, presiden Soeharto bermeditasi di sebuah gua dekat telaga Warna, yang juga saya kunjungi. Konon menurut guide, dia mendapat wangsit dan keris di sana. Katanya, keris ini tampak dia pegang saat berfoto dengan Panglima Sudirman yang terkenal itu. S...

Kerja 4 As [9]: Berolahraga Untuk Bekerja

Gambar
(ref: sxc.hu) Saya iri sekaligus dongkol melihat mereka. Apakah mereka orang yang kaya raya? (orang kaya raya pun kadang juga tidak sempat berolahraga). Saat saya dan mungkin orang lain berjibaku ke kantor agar datang tepat waktu, mereka malah santai menikmati hidup. Apakah mereka orang pensiunan? Tidak kalau melihat perawakannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Setiap pagi saat berangkat ke kantor, saya akan melihat beberapa orang berolahraga. Di perumahan sebelah akan melihat bapak-bapak dan ibu-ibu bermain tenis. Lalu di seputar Masjid Agung akan melihat banyak orang melakukan jogging atau sekedar jalan-jalan. Jamnya sudah dibilang tidak pagi lagi. Normalnya saya akan melewati mereka sekitar pk 07.30-08.00. Namun beberapa kali agak siang, bahkan sampai pk 10.00-an, saya masih melihat banyak yang berolahraga: tenis di perumahan sebelah dan jalan sehat di Masjid Agung. Saya iri sekaligus dongkol melihat mereka. Apakah mereka orang yang kaya raya? (orang kaya raya pun kadang juga tidak sempat ...

Kerja 4 As [2]: Bahagia Kerja, Bahagia Hidup

Gambar
(ref: sxc.hu) Tapi kalau memang, tidak ada sesuatu yang bisa dicari atau dipaksakan hal positif dalam pekerjaan kita, kenapa tidak 'resigned' saja? Kenapa kita tetap ngotot dan bertahan pada sesuatu yang membuat kita tidak berbahagia? "Hidup terlalu singkat kalau kita bertahan pada sesuatu yang tidak menyenangkan seperti ini," kata Kevin dalam film 'Home Alone'. Oleh: Mochamad Yusuf * Setiap orang ingin hidup bahagia. Siapapun itu. Entah yang tinggal di negeri Barat, Timur Tengah atau Timur Jauh. Baik di hutan, gunung atau pantai. Di desa, gurun pasir atau perkotaan. Karena itu sejak dulu, manusia mencari apa rahasia hidup bahagia. Entah dengan merenung, bertanya atau mendasarkan agama. Yang menarik, banyak orang Barat mencarinya dengan melakukan secara ilmiah. Karena itu mereka melakukan banyak riset. Salah satu hasil risetnya, saya baca kemarin di 'Time' yang dikutip oleh Kompas Online . Peneliti itu adalah Karl Pillemer dari Universitas Cornell. D...

Kerja 4 As [1]: Filosofi Bekerja, Bekerja Untuk Hidup Atau Hidup Untuk Bekerja?

Gambar
(ref: sxc.hu) Kalau sudah begini, alangkah sayang kalau sudah mencurahkan banyak waktunya bekerja tapi tidak mempunyai filosofi bekerja yang baik. Padahal bekerja sudah menjadi bagian dari hidup. Seakan hidup hanya untuk bekerja. Padahal bekerja hanya untuk hidup kan? Oleh: Mochamad Yusuf * Bagi orang yang sudah bekerja, waktunya seakan habis untuk bekerja. Bahkan ada sebagian orang yang harus pindah tempat karena bekerja. Mereka rela tinggal di rumah kost, 'oil rig' di tengah laut, gubuk di tengah hutan, kamp di tengah padang pasir, ke luar negeri dan lainnya. Mereka mau jauh dari orang-orang yang dicintai. Yang tidak harus pindah tempat pun, waktunya juga seakan habis untuk bekerja. Mereka harus berangkat saat pagi dan pulang sudah larut malam. Berjuang melawan kemacetan untuk sampai kantor. Di rumah mereka masih saja memikirkan pekerjaan. Bahkan masih bekerja dengan melakukan 'remote' menggunakan piranti canggih masa kini. Kalau sudah begini, alangkah sayang kalau s...

Rahasia Rejeki (73): Rejeki Berhobi dan Bekerja

Gambar
”Ya, enak karena dia bekerja sesuai hobinya. Dia suka bermain gitar. Dan dia melakukannya itu dibayar, ditonton dan diapresiasi oleh orang lain. Jarang ada orang yang bekerja sesuai dengan hobinya.” Oleh: Mochamad Yusuf * Saat jam istirahat kita makan bersama di ruang makan di kantor. Kita bersama-sama duduk mengelilingi meja sambil menonton TV. Dan penguasa TV adalah office boy kita yang menyukai dangdut. Jadinya yang ditonton selalu program ‘Stasiun Dangdut’ di channel JTV. Program ini selalu menampilkan 3 penyanyi dangdut yang beragam. Setiap hari selalu baru. Jadi tak pernah sama setiap harinya. Itu pun masih ada 1 bintang tamu yang biasanya penyanyi ibukota. Suatu ketika penyanyinya cukup belia. Dia masih duduk di bangku sekolah. Meski pakaiannya agak seronok, maklum dangdut, wajah belianya menunjukkan dia menikmati apa yang dilakukan. Sambil bergoyang dia beraksi berduet dengan gitaris. Sang gitaris juga cukup muda berambut gondrong memainkan gitarnya dengan nikmat. Seperti penya...