Postingan

Menampilkan postingan dengan label sukses

FEATURES

Tafakur Untuk Menggapai Kesuksesan Ke Depan

Gambar
Waktu saya ke Dieng saya melihat di tembok pendopo tempat saya makan siang, ada foto Pak Harto duduk bersama dengan PM Australia waktu itu, Whitlam. Mereka sedang mendiskusikan masalah Timor Timur. Pertemuan ini terjadi tahun 1974. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya heran bagaimana presiden Soeharto mengajak tamunya ke tempat yang cukup terpencil untuk membicarakan masalah penting seperti itu. Saya sendiri saja dari Jogja ke Wonosobo sudah terasa capek. Jalan berkelok naik turun. Terus masih berlanjut dengan bis kecil sekitar 1 jam mendaki gunung Dieng. Jalannya sempit, berkelok-kelok dan naik turun yang tajam. Ternyata dari guide, saya dapat informasi kalau tempat ini bukanlah tempat asing bagi presiden Soeharto. Bahkan waktu masih berpangkat letkol, presiden Soeharto bermeditasi di sebuah gua dekat telaga Warna, yang juga saya kunjungi. Konon menurut guide, dia mendapat wangsit dan keris di sana. Katanya, keris ini tampak dia pegang saat berfoto dengan Panglima Sudirman yang terkenal itu. S...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (4): Menakar Derajat Seseorang

Gambar
Bagaimana sebenarnya kita mengukur derajat orang lain? Kalau mengacu pada kitab suci, maka cara mengukurnya cukup mudah. Yakni dengan melihat kadar ketakwaannya. Tapi kita kan bukan Tuhan? Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam perjalanan dinas ke Lombok, saya mendapat sebuah pelajaran. Dalam perjalanan di ketinggian sekitar 800 meter di atas pulau Bali, saya melihat sebuah peristiwa unik. Saat itu saya dari Surabaya menuju Mataram. Waktunya seperti sekarang ini, beberapa waktu sebelum lebaran. Tapi saya lupa apakah sudah masuk bulan puasa atau tidak. Sepertinya belum. Jadi mungkin sebulan lebih sebelum lebaran. Waktu menunggu sebelum boarding belum ada sebuah 'masalah'. Masalah muncul setelah masuk pesawat. Ternyata sebagian besar penumpang adalah TKI. Mereka terlihat dari perawakan yang sepertinya bukan orang kaya. Kebanyakan hanya memakai pakaian asal. Seperti kaos lusuh, atau kalau memakai kemeja tak menggunakan kaos dalam. Entah bagaimana perjalanan mereka sebelum sampai Surabaya. A...

Rahasia Rejeki (70): Rahasia Nasib Teman Lama Kita

Gambar
Mungkin dalam perjalanan hidupnya banyak menemui simpangan yang harus memilih jalur hidup. Sebagian bisa memilih dengan benar, dan sebagian karena sesuatu hal salah memilih. Oleh: Mochamad Yusuf * Apa yang menarik dari Facebook? Banyak. Tapi ada satu hal yang membuat saya tergelitik. Yakni: rahasia nasib! Bahwa tak selalu seperti ini pastinya akan ini. Atau yang itu bisa jadi dulunya ini. Apa itu? Saya mungkin termasuk generasi yang beruntung. Dibesarkan tidak oleh internet, dan dewasa dalam internet. Mulai dari SD sampai lulus kuliah tidak mengetahui internet. Bahkan belajar komputer saat mau lulus sarjana. Itu pun hanya DOS, Word Star dan DBASE. Dengan demikian saya hanya memiliki pemahaman dan cara pikir tradisional. Tapi sekarang harus mulai membiasakan bergaya online. Dulu setelah kita bertemu seseorang dan tak bertemu lagi, akan kehilangan kabar tentangnya. Kita tak akan mengetahui bagaimana keadaaanya sebelum bertemu lagi atau mendapat kabar, tepatnya gosip, dari teman lain. Sek...

Rahasia Rejeki (44): Hanya Bersalam Rejeki Lancar

Gambar
Setelah pintunya terbuka, sebelum melangkah masuk dia berucap salam, “Assalammualaikum.” Saya heran melihat dia melakukan ini, bukankah sudah jelas rumahnya kosong. Mengapa harus mengucap salam? Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika saya berniat silaturahmi ke teman kuliah. Hal itu sudah saya utarakan pada teman tersebut sebelumnya. Rencananya setelah selesai kuliah, kita langsung menuju ke rumah teman tersebut. Ya, saya mempunyai keinginan untuk lebih menjalin silaturahmi dengan teman-teman. Yakni dengan cara diantaranya berkunjung ke rumah. Di sana bila sudah minum airnya, berarti sudah sampai ke sana. Setelah selesai kuliah, kita berangkat ke rumahnya. Karena tadi berangkatnya ke kampus bawa kendaraan masing-masing, maka perginya ke rumah teman beriring-iringan. Sesampai di sana, rumahnya terlihat gelap. Hanya lampu di jalan dan halaman depan saja yang menyala. Sepertinya tidak ada orang. Teman membuka sendiri pintu gerbang dan memasukkan mobilnya ke garasi. Saat teman melakukan hal i...

Rahasia Rejeki (40): Rahasia Rejeki Yang Terlupakan

Gambar
Saya tercenung dengan hal ini. Sebuah rahasia rejeki yang mudah. Namun terlalu sederhananya sering kita mengabaikannya. Malah sering kali kita menolaknya. Jangan sampai kita seperti Malin Kundang. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu waktu saya berkunjung ke seorang teman yang baru saya kenal. Dia seorang pengusaha percetakan. Namun juga memiliki beberapa bisnis kecil-kecilan, seperti warung bakso, dan kedai-kedai franchise di depan toko serba ada modern yang sekarang ramai bertebaran. Saya lihat ada 2 mobil yang bertengger di garasinya. Satu mini MPV baru yang banyak dipakai banyak orang. Lalu ada sedan yang agak lama. Rumahnya bagus bertingkat. Melihat perabot di dalamnya, saya tebak memang dia sudah sukses. Dia dulu sebenarnya bukan pengusaha. Karyawan juga, ikut orang. Sejak lulus kuliah, dia bekerja berganti-ganti perusahaan. Tapi dari itu semua ada kesamaan: dia menjadi sales. Bahkan di beberapa perusahaan dia bekerja sebagai sales canvasser. Sales yang membawa mobil mengangkut produk. B...

Hoki Di Balik Sukses (1): Kisah Lintang dan Teman Kecil Saya

Gambar
Mereka memiliki modal untuk sukses: gigih, kerja keras dan pintar. Seperti si Lintang bersekolah menempuh jarak 80 km. Tapi kenapa tak sukses? Buku-buku motivasi mungkin bingung menjelaskan hal ini. Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu masih kecil saya punya tetangga. Lebih tepatnya teman, karena belum menikah. Tapi jarak usianya cukup jauh dari saya. Ketika saya masih SD, dia mungkin sudah SMA. (Tapi saya tak ingat, apakah dia sekolah SMA atau tidak.) Tapi yang jelas, meski jarak usia kita jauh, saya cukup akrab dengannya. Dia sebenarnya cukup cerdas. Dia memiliki keinginan untuk maju dan pintar. Sayang, sepertinya orang tuanya tak mendukung. Orang tuanya tak mau menyekolahkan tinggi. Bahkan dia dalam usia masih muda, mungkin SMP, sudah harus membantu orang tuanya bekerja. Orang tuanya membuka bengkel sepeda, termasuk menjual aksesoris dan suku cadang sepeda. Meski begitu, karena adanya keinginan maju dan cerdas dia suka membaca. Apa saja dibacanya. Karena dia tak kaya, dia hanya bisa membeli...