Postingan

Menampilkan postingan dengan label kesedihan

FEATURES

3 Kunci Agar Dapat Hidup Bahagia

Gambar
Untuk hidup bahagia sebenarnya hanya ada 3 hal yang bisa dilakukan. Ini tips yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Tentu tips ini dijamin manjur, karena yang memberikan tips ini sudah pasti mendapat informasi dari pemilik alam semesta ini. Oleh: Mochamad Yusuf* 1. Takut terhadap Allah SWT. Kita hidup tentu ada tujuannya. Tujuannya apa? Tentu jawabannya bisa ditanyakan ke penciptanya. Karena sebagai pencipta dia tahu apa maksud penciptaan manusia. Jawabannya ada di Al Qur'an. Yakni penciptaan manusia untuk menyembah pada sang Pencipta. Karena itu harusnya kita taat pada sang Pencipta. Yakni dengan menjalankan apa yang disuruh, dan menjauhi apa yang dilarang. Kalau kita tidak taat, seharusnya takut pada ancamannya. Dengan memiliki rasa takut padaNya, maka kita akan melakukan apa yang selalu Dia minta. Dan menjauhi apa yang tidak disukaiNya. Dengan selalu bersikap seperti ini, tidak ada kekhawatiran atau kecemasan. Hati akan merasa plong. Hidup lebih bahagia. 2. Berlaku adil Berlak...

Cara Menghilangkan Rindu Pada Ayah Yang Sudah Meninggal Dunia

Gambar
Ayah punya peran penting dalam keluarga. Yakni menjadi penopang hidup keluarga. Juga sebagai pemimpin dan panutan. Kadang sebagai tanggung jawab menafkahi keluarga, sang Ayah rela berpisah jauh dan lama dari keluarga. Bahkan mengambil resiko kematian pada pekerjaannya. "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum perempuan, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (perempuan), dan karena mereka (ayah) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka.." QS 4:34 Karena itu kadang rasa rindu muncul pada Ayah yang lama tak bersua. Dan bahkan tak mungkin bersua kembali karena sudah meninggal dunia. Ustadz Prof Abdul Somad memberikan tipsnya bagi kita untuk menghilangkan rindu padanya. Inilah ceramah singkat dari ustadz sejuta umat di sini. https://youtu.be/zIVSxNQUGQw Selamat memulai aktivitas di pekan ini. Tetap jaga kesehatan ya!

Ujian Ditinggal Mati Orang Yang Dicintai

Gambar
Mulai Sabtu kemarin sampai beberapa hari ke depan, kita akan menjalani PPKM. Ikhtiar kita supaya tak menulari dan tertulari oleh virus Covid 19. Mencegah jangan sampai ada lonjakan pasien baru yang nantinya tak akan tertangani fasilitas kesehatan. Percaya atau tidak, faktanya memang banyak yang sakit. Bahkan banyak yang meninggal dunia. Mereka itu sudah mulai kita kenal. Teman sekolah, kuliah, kerja, tetangga, jamaah, klien dan lainnya. Sudah bukan lagi orang yang hanya kita tahu karena ketokohannya lewat media massa. Mari berdoa dan beriktiar agar sehat. Sudah kami kirim tips-tips agar sehat baik dari berbagai Ustadz. Seperti menjaga pola makan dari ustadz dr Tjatur Prijambodo. Atau memanfaatkan rahasia pagi oleh ustadz Prof M. Ali Aziz. Dan ustadz-ustadz lain di channel kami. Namun meski begitu tetap saja terhinggap sakit. Kalau begini maka kita diminta bersabar. Bersabar saat kita sakit atau bersabar bila ditinggalkan oleh orang yang kita cintai. - Ceramah Singkat Ustad Dr ABDUL SOM...

Kolang-Kaling [11]: Film Yang Membuat Saya Menangis

Gambar
(ref: imdb.com) Dari sekian cerita manusia yang difilmkan itu, ada beberapa yang membuat saya menangis. Membuat saya menitikkan air mata. Minimal membuat leher saya tercekat dan terharu. Berikut film-film yang membuat saya menangis. Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam hidup pasti akan bertemu dengan banyak kepahitan. Bila mengalami hal seperti ini, kita pasti bertanya, "Apa ya yang dilakukan orang lain bila mengalami kejadian juga seperti ini?"" Kita ingin tahu pengalaman orang lain yang berhasil mengatasi kepahitan ini. Karena itu kalau dapat kita ingin mendapat masukan dan arahan dari pengalamannya. Sayangnya kadang kita tidak menemukan orang yang tepat untuk dimintai pendapat seperti ini. Lalu kita mencarinya di buku. Kita minta bimbingan dari orang yang mau bersusah payah membagikan pengalamannya dengan menuliskannya di buku. Atau cara lain adalah dengan melihat film. Dengan film kita bisa melihat pengalaman orang lain. Dan melihat bagaimana dia mengatasi kepahitan hidup y...

Enerlife [12]: 3 Golongan Manusia Memandang Hidupnya

Gambar
(ref: sxc.hu) Yang kedua adalah yang selalu memandang ke masa depan. Mereka selalu mematok harapan dan target di hari esok. Mereka selalu memiliki impian besar yang ingin diraih. Karenanya mereka bekerja keras untuk meraihnya. Waktu yang ada selalu dipikirkan untuk meraih masa depan itu. Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam hidup ada 3 golongan manusia yang memiliki pandangan berbeda tentang hidupnya. Yang pertama, adalah orang yang selalu melihat masa lalunya. Membanggakan prestasi yang pernah diraih, bersyukur pada keluarga dan keturunannya serta berharap pada kekayaan keluarga dna teman-temannya. Yang kedua adalah yang selalu memandang ke masa depan. Mereka selalu mematok harapan dan target di hari esok. Mereka selalu memiliki impian besar yang ingin diraih. Karenanya mereka bekerja keras untuk meraihnya. Waktu yang ada selalu dipikirkan untuk meraih masa depan itu. Dan terakhir, yang ketiga, adalah melihat masa sekarang. Bagi dia sekaranglah yang harus dipikir. Masa lampau adalah sejarah....

Kubah [7]: Raih Bahagia Dengan Tanpa Iri

Gambar
(ref: sxc.hu) Nabi Musa ragu untuk mendekati orang tua itu. Dia ragu, apakah orang tua ini layak masuk surga. Tapi karena dia orang pertama yang dilihatnya saat mau keluar kota, maka seharusnya orang tua inilah yang akan menjadi tetangganya di surga. Oleh: Mochamad Yusuf * Seseorang pernah bercerita pada saya bahwa dia tidak krasan di tempat kerjanya. Saya tanya ada apa. Jawabnya, banyak yang iri padanya. Dia memang berprestasi sehingga disukai pemilik perusahaan. Saya tanya kenapa hal itu dipusingkan. Bukankah itu bukan masalahmu. Itu justru masalah pada mereka. Jawabnya, mereka sudah mulai menerornya. Bahkan saat kemarin dia tidak bisa mengambil gaji, gaji yang dititipkan perusahaan buat dia telah dibuka. Saya jawab, kalau itu sudah tidak betul. Kamu bisa melaporkan orang yang telah membuka surat itu. Tapi yang lebih baik, kamu lupakan dan abaikan saja mereka. Dan berikutnya kamu ambil gaji sendiri. Nggak usah dititipkan. Lebih lanjut saya jelaskan, bahwa di manapun akan banyak oran...

Enerlife [8]: Beratnya Mendaki Puncak Impian dan Cita-cita

Gambar
Pendakian ke gunung Penanggungan (dok.pribadi) Dalam hidup kita mungkin punya cita-cita dan impian. Untuk mewujudkan itu bagaikan mendaki gunung. Terjal dan menguras tenaga kita. Bahkan mungkin perasaan, pikiran dan air mata. Oleh: Mochamad Yusuf * Beberapa waktu lalu, saya mendaki gunung. Sebuah kegiatan yang sudah tidak begitu mudah bagi saya dalam seusia seperti sekarang ini. Hehehe. Dalam perjalanan mendaki gunung itu, saya harus terpaksa beristirahat sejenak untuk melepas lelah dan menghimpun tenaga. Untung dalam pendakian itu, saya bersama rombongan kecil yang mau menemani saya. Karena saya sudah ketinggalan dalam rombongan besar. Perjalanan yang menempuh sekitar 5 jam benar-benar menguras energi saya. Kadang ada perasaan ingin menyerah saja. Berhenti dan menunggu rombongan kembali turun esoknya. Tapi begitu melihat puncak, saya bersemangat lagi. Tapi pendakian yang gelap di malam hari itu, telah memaksa semua otot khususnya kaki untuk bergerak semaksimal mungkin. Sehingga paha ...

Rahasia Rezeki (107): Penghambat Rezeki dari Rumah

Gambar
(dok.pribadi) Tinggal di rumah seperti ini seakan tinggal di neraka. Tidak krasan. Namun keluar dari rumah, tidak ada tempat yang pas untuk bisa melabuhkan hati dan badan. Bila demikian, rezeki semakin menjauh. Oleh: Mochamad Yusuf * Rumah. Ini adalah tempat yang seharusnya menjadi markas, benteng, kantor atau pusat dari segala sesuatu yang kita kerjakan. Di sinilah kita beristirahat setelah beraktivitas seharian. Di sini juga tempat berkumpul bersama keluarga. Sejauh-jauhnya dan lamanya kita pergi, kita akan mengimpikan dan kembali ke rumah. Karenanya seharusnya rumah menjadi tempat yang paling menyenangkan dan membahagiakan. Orang-orang bilang sebagai 'Home Sweet Home' atau 'Istanaku Negaraku'. Dengan tinggal di rumah seperti itu, maka kita akan bisa optimal beraktivitas di luar. Sehingga dapat menciptakan rezeki dan prestasi. Sebaliknya dengan tinggal di rumah yang tidak menyenangkan dan membahagiakan, akan membuat pikiran terbebani. Keluar rumah tidak akan optimal ...

Enerlife [2]: Galau Di Usia 40

Gambar
(ref: internet) Beberapa hari terakhir Andi, katakanlah begitu, merasa hari-harinya tidak nyaman. Ada sebuah kegundahan dan kekhawatiran yang melandanya. Dia merasa di sebuah persimpangan jalan. Bukan di sebuah pertigaan jalan, tapi mungkin perlimaaan, perenaman, pertujuhan dan mungkin lebih banyak lagi. Oleh: Mochamad Yusuf * Dia lama berhenti persimpangan, tidak tahu harus kemana. Padahal waktu semakin tipis yang tersedia sebelum memutuskan sebuah jalan yang dipilih. Beberapa hari lalu dia menginjak usia 40. Kata orang, kehidupan sebenarnya dimulai dari usia 40. Tapi dia merasa malah bingung menatap masa depannya. Sebagai pegawai swasta, dia tidak memiliki pensiun. Di usia ini, tenaganya sudah berkurang. Otaknya tak secermelang lagi. Padahal dia masih harus bersaing dengan karyawan-karyawan baru dengan tenaga dan otak yang masih segar. Pagi ini dia di kantor tak terlalu bersemangat. Dinyalakannya laptopnya. Setelah laptopnya siap, ada notifikasi Facebook yang mengabarkan sahabat kar...

Rahasia Rejeki (32): Krisis Moneter Yang Justru Jadi Rejeki Berlimpah

Gambar
Saat seperti ini saat susah. Bagi kebanyakan orang adalah saat menangis. Orang-orang berharap situasi ini cepat berlalu. Tapi benarkah semua menangis? Adakah orang yang diuntungkan oleh situasi ini? Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam sejarah, bangsa Indonesia telah mengalami beberapa kali keadaan dimana situasinya sangat memprihatinkan. Sebuah situasi di mana kita mengalami kesedihan, kekurangan, ketakutan, kecemasan dan menderita. Di abad 20 kita mengalami perang dunia II. Saat kita dijajah oleh Jepang adalah salah satu situasi seperti itu. Lalu di tahun 65-an saat ada pemberontakan PKI, ada situasi genting. Dan terakhir adalah krisis moneter di tahun 1997-1998an. Dua peristiwa pertama, saya tak mengalami. Namun situasi krisis moneter, saya mengalami dampaknya langsung. Saat itu saya sudah bekerja di sebuah perusaan selama 2 tahunan. Krisis moneter dimulai saat bank-bank mengalami miss management. Banyak kredit macet. Hal ini terjadi karena bank memberikan kredit tanpa dilakukan penilaian d...

Hikmah Justru Dari Kekalahan Bukan Kemenangan

Gambar
Saya barusan baca buku "Perang Pasifik". Buku karangan PK Ojong ini sudah saya baca kesekian kalinya. Saking seringnya. Saya memang senang dengan sejarah, khususnya Perang Dunia. Ada banyak pelajaran yang bisa dipetik. Diantaranya penyakit kemenangan. Apakah itu? Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu awal penyerbuan Jepang ke Asia, hampir tak ada kendala yang berarti. Jepang dengan mudah mengalahkan Amerika di Filipina, Inggris di Singapura dan Belanda di Indonesia. Begitu mudah. Sehingga direncanakan selesai dalam 6 bulan, 3 bulan saja sudah tercapai. Itu pun diraih dengan sedikit kerugian jiwa dan materi. Kemenangan (mudah ini) tak memberi banyak pengalaman berharga ke depan. Justru kemenangan ini hanya menjadi penyakit yang menjadi faktor kekalahan telak di masa depan. Jepang sudah mengalami penyakit yang dinamakan sebagai 'VD, Victory Disease'. Sebaliknya Amerika dengan kekalahan ini menjadi belajar dan bekerja keras. Contoh sewaktu perang Midway, kapal induk Jepang dan Am...

Saling Melihat Orang Lain Lebih Bahagia

Gambar
"Lihatlah Bu, betapa bahagianya suami istri yang naik motor itu. Meskipun mereka juga kehujanan, tapi mereka bisa cepat di rumah. Tidak seperti kita yang harus lelah berjalan untuk sampai ke rumah". Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu saat seorang teman, anggap saja Budi, berkunjung ke kantor. Dia bermaksud membuat website perusahaannya. Karena perusahaan saya memang mempunyai jasa seperti itu, saya minta datang saja ke kantor. Setelah berbincang bisnis bahkan sempat melongok ruang kerja kita (workshop), kita mulai mengobrol-ngobrol lain. Mulailah kita bercerita masa lalu. Waktu kita sekolah dulu. Lalu dia menanyakan kabar beberapa teman. Saya menceritakan kabar beberapa teman terbaru yang saya ketahui. Ketika saya menyebut kabar seorang teman, anggap saja Agus, dia tertegun. Lalu dia berkomentar, "Enak sekali ya si Agus. Sekarang dia sudah sukses dengan usaha sendiri. Pasti menyenangkan punya waktu yang tak diatur oleh perusahaan." Mulailah dia berkeluh kesah dengan kondi...

Tinggalkan Keserakahan Tinggalkan Beban Hidup

Gambar
Dalam hidup kita seringkali seperti monyet. Karena ketamakan, kita tak mau melepas beban yang menghimpit. Kita membawa permasalahan itu kemana-mana. Tak mau meletakkan dengan mencari solusi tepatnya. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu waktu Zelda, putri saya berumur 3 tahun, meminta saya membawakan permen. Dia kerepotan dengan permen yang sudah dibawa di tangan kanan kirinya. Masing-masing tiap tangan sudah ada sekitar 2-3 permen. Dan dia ingin mengambil lagi permen lain yang di meja. Dia minta saya yang membawanya. Mengetahui hal ini saya berkata padanya, "Zel, kenapa permen yang di tanganmu tak kamu masukkan saja di saku? Terus yang di meja, kamu bawa dengan tanganmu? Kalau perlu semua kamu masukkan ke saku," kata saya memberi solusi. "Nggak mau, aku ingin punya permen banyak," jawabnya. "Lho, bukankah meski di saku itu masih permenmu? Dengan memasukkan ke saku, kamu tak akan kewalahan lagi. Tanganmu bisa ambil yang lain, itu ada kue coklat, "jelas saya. Perla...

Hidup Adalah Pilihan, Pilihlah Secara Bijak!

Gambar
Selalu saja ada pilihan dalam hidup. Selalu saja ada skenario-skenario yang harus kita lakoni. Beratnya pilihan dan belum jelasnya masa depan, kerapkali kita berada dalam kepesimisan dan kebimbangan. Oleh: Mochamad Yusuf * Di sebuah hutan ada 2 telur ayam di sebuah sarang. Dua telur ini milik induk ayam hutan yang bersarang di sebuah dahan pohon. Mereka siap menjadi anak ayam. Telur pertama berkata, "Aku ingin lahir, lalu tumbuh kuat. Aku ingin bermanfaat bagi yang lain dengan suaraku. Aku akan berkokok dengan keras membangunkan mereka di pagi hari agar mereka kembali beraktivitas." Dan kemudian telur ayam itu menetas menjadi ayam jantan yang gagah. Telur kedua bergumam, "Aku takut. Bila aku menetas, aku takut dimakan ular. Jika indukku tak ada, aku harus mencari makan sendiri. Lalu aku kedinginan dan kehujanan, tidak hangat seperti di dalam telur ini. Tidak. Aku lebih baik dan aman berselimut di dalam telur ini." Dan telur ayampun menunggu dalam kesendirian. Tapi ...

Mencari Buah Kebahagiaan

Gambar
Sekarang saya malah ragu, apakah anda berkata benar tentang buah Zelda itu. Benarkah anda makan buah Zelda agar selalu tetap bahagia. Karena sudah saya jelajahi, tak seorangpun tahu buah ajaib itu. Oleh: Mochamad Yusuf * Syahdan di sebuah negeri, tinggal pemuda yatim piatu. Orang tuanya meninggal bersamaan dalam sebuah kerusuhan yang terjadi di negeri itu. Sejak itu dia merasa Tuhan tidak adil padanya. Dia sudah tidak memiliki orang tua, harus menghidupi pamannya yang sakit. Padahal orang tuanya tidak mewariskan apapun padanya. Dia sendiri memiliki penyakit yang tak kunjung sembuh. Karenanya dia menjadi pemurung, suka mengeluh dan pemarah. Sedikit-sedikit dia mengumpat dan berkata kasar. Sehingga lama-kelamaan, tidak banyak orang yang berteman dengannya. Sehingga dia makin marah dengan Tuhan yang tidak adil. Sebaliknya dia memiliki tetangga yang memiliki sifat yang berbeda. Tetangganya ini seorang bapak tua yang memiliki beberapa anak yang berhasil di bidangnya masing-masing. Pak tua i...

Belajar Menikmati Kebahagiaan Hidup

Gambar
Dari situ, dia mulai menyesal. Kenapa dia tak menekuni pekerjaan yang dia sukai dulu? Kenapa harus selalu mencari pekerjaan yang gajinya tinggi? Dan kenapa dia tak mau kalah dengan gaji temannya? Oleh: Mochamad Yusuf * Waktu kuliah, saya punya teman yang sudah bekerja. Jadi sambil kuliah, dia sudah bekerja. Karena bekerja, tentu saja tampilannya beda. Kalau yang lain pakai t-shirt, jeans dan sepatu olah raga, dia sudah berkemeja, celana kain dan bersepatu kulit. Saya sungguh iri melihatnya. Keren sekali. Kelak, setelah saya lulus, dia berganti-ganti pekerjaan. Padahal saya melihat pekerjaan sebelumnya sudah bagus dan mapan. Saya heran. Dari teman lain, saya dengar cerita bahwa dia berganti-ganti pekerjaan, karena tak mau kalah dengan temannya. Begitu, dia tahu temannya gajinya lebih tinggi, dia akan pindah mencari pekerjaan lain. Tak peduli, apakah dia suka di bidang itu atau tidak. Yang penting, gajinya bisa sama atau lebih dari temannya. Terus begitu. Sampai suatu ketika, perusahaan ...

Facebook Bikin Minder?

Gambar
Hari Jumat kemarin saya iseng membaca sebuah majalah (tak terkenal). Ada kolom yang membuat saya terkejut. Tulisan yang menyatakan keminderan sang penulis setelah bergabung dengan Facebook. Betulkah? Oleh: Mochamad Yusuf * Penulis ini menjadi minder setelah melihat teman-temannya dulu sekarang sudah berbeda. Ada yang sudah bepergian ke luar negeri, dari fotonya yang mejeng di tempat wisata terkenal. Ada yang sudah kaya karena berfoto bersebelahan dengan mobil mewahnya. Menjadi terkenal karena berfoto dengan orang-orang terkenal. Perasaan minder ini dia tuliskan di Facebook. Ternyata tidak hanya dia yang memiliki perasaan itu. Banyak juga yang memiliki perasaan seperti itu. Itu terlihat dari komentar dan message yang masuk. Penulis merasa dia dan temannya yang bikin minder itu, sama keadaannya waktu sekolah. Bahkan dia banyak membantu pelajarannya, karena dia bodoh dan malasnya. Apakah Anda juga mengalami perasaan seperti ini? Sebenarnya kita tak tahu bagaimana perasaan atau latar belak...