Akhirnya saya sampai tujuan. Tepat waktu bahkan bisa dikatakan lebih awal dari jadwal semestinya. Saya geleng-geleng saja. Bagaimana ini bisa terjadi? Oleh: Mochamad Yusuf * Sebuah telpon masuk ke sebuah radio. "Halo! Assalammuailakum," sebuah suara menyahut dari seberang sana. "Wallaikumsalam, siapa ini?" penyiarnya menjawab. Sebuah nama disebut dari ujung telpon. "Saya melaporkan dari bundaran Waru ke kota, lancar. Saya tak tahu mengapa kok bisa lancar. Biasanya jam-jam segini padat merambat. Mungkin rejeki saya. Hahaha." kata suara di seberang sana melaporkan keadaan lalu lintas. "Masak Pak? Wah, kalau begitu memang itu rejeki Bapak," penyiarnya menimpali sambil ikut tertawa. Saya yang mendengarkan radio sambil lalu juga ikut tersenyum mendengarkan percakapan ini. Tiba-tiba saya tertarik dengan percakapan ini. Rejeki. Benarkah itu rejeki? Dalam film-film spionase sering untuk melancarkan sebuah misi, ada anggota tim yang bertugas ‘menghack’ ja...