Setelah berpenghasilan, saya masih menyempatkan beberapa kali ke sana, meski sudah bukan di jalan Gubeng Pojok lagi, karena sudah digusur. Rasanya masih nikmat, namun tak senikmat waktu kecil dulu. Oleh: Mochamad Yusuf * Dulu di depan sekolah SMA ada penjual bakso. Yang saya suka dari bakso ini adalah gorengannya. Sangat khas. Tidak seperti tepung tipis pembungkus isi yang digoreng. Bukan seperti pangsit goreng. Tapi seperti lentonya lontong balap. Cuma bahannya tepung yang berisi sayur. Bentuknya bulat. Sayang sebagai anak keluarga miskin, tidak setiap saya bawa uang saku. Bila ada uang, biasanya setelah saya dapat honorarium menulis di koran maka saya sempatkan untuk beli bakso. Tidak banyak. Bila 1 porsi biasanya 250 perak, saya biasanya beli cuma 150 perak. Supaya terjangkau dengan harga ini, maka bakso saya tidak ada pentol. Namun saya merasakan nikmatnya bakso ini. Sayangnya saya tidak bisa menikmati setiap hari, karena tidak punya uang saku itu. Setelah memiliki uang sendiri wak...