Berfoto dengan latar belakang gunung Welirang dan Arjuno. Karena dengan tipisnya sol sepatu ini, nyaris tidak ada guratannya, maka sepatu tidak bisa menapak dengan mantap. Ditambah jalan yang licin habis hujan, maka saya harus jatuh bangun mencapai puncak. Jatuh bangun dalam arti sebenarnya. Hehehe. Oleh: Mochamad Yusuf * Kegiatan pendakian dimulai pukul 21.30. Terlambat dari jadwal. Karena mobil yang mengantarkan juga terlambat. Sehingga baru berangkat dari Sidoarjo seusai Maghrib. Ditambah kemacetan, tibanya di pos pemberangkatan juga terlambat. Tapi saya pikir tidak ada bedanya terlambat beberapa jam. Toh juga sudah malam. Selisih waktu karena keterlambatan ini, juga sama-sama gelap. Hehehe. Lho, kok pendakian saat gelap seperti ini? Saya sebenarnya sering juga melakukan perjalanan di hutan dan gunung di malam hari dulu. Bahkan tanpa harus menggunakan senter. Tapi bukan sampai pendakian gunung sebenarnya. Ada beberapa alasan melakukan pendakian malam. Pertama, dengan melakukan di s...