Postingan

Menampilkan postingan dengan label renungan

FEATURES

Berbahagialah Kalau Ada Yang Mengingatkan

Gambar
Suatu ketika karena ingin cepat, saya mencoba sebuah jalan terobosan. Namun di mulut jalan, saya ragu. Benar tidak jalan ini. Oleh: Mochamad Yusuf* Seseorang yang melihat keraguan saya ini, datang menghampiri. Menanyakan mau ke mana. Dia katakan jalan ini buntu. Hanyalah menuju ke kuburan. Alhamdulillah, saya tak perlu jalan lama untuk sadar ini jalan buntu. Sebaliknya pernah juga seperti itu. Namun orang-orang di mulut jalan hanya diam saja. Tak berusaha memberitahu saya. Maka tentu senang, kalau ada 'sesuatu' yang mengingatkan kita kepada yang benar. Sesuatu itu bisa macam-macam. Bisa orang seperti kisah saya di atas. Bisa informasi yang kita baca. Atau sesuatu yang bisa dibilang kemalangan. Seperti suatu ketika, saya merasa tangan saya sakit. Saya obati dengan berbagai obat yang kita punya. Juga minum herbal. Tapi tak sembuh juga. Akhirnya saya putuskan ke dokter siang hari sehabis ngajar. Dari dokter diberi obat. Ajaib! Tak perlu nunggu lama, sembuh. Sore itu sudah normal l...

Bersaing dengan Mesin dan Komputer

Gambar
Tadi, 12/4/2022, sepulang mengajar mampir ke sebuah SPBU. Saat masuk melihat antrian panjang di sebuah pompa, saya arahkan pandangan ke pompa lain. Ah, ada yang sepi. Oleh: Mochamad Yusuf* Tapi saat mau sampai, agak ragu. Kok sepi? Tak ada petugas. Bahkan ada kendaraan yang mundur padahal sudah di depan pompanya. Ternyata beberapa meter depan pompa, ada seorang petugas menghadap monitor layar sentuh. Oalahh.. Ini pompa khusus swalayan. Mengisi sendiri seperti di film-film Barat itu. Petugas itu bertanya berapa liter yang diisi. Saya jawab sejumlah rupiah. Lalu saya serahkan uang saya. Sambil menyerahkan kembalian, dia berujar, "Nozzle nomor 4, Pak". Saya gerakkan kendaraan menuju nozzle 4. Saya ambil nozzle-nya dan memasukkan ke lubang tangki. Saya tekan tuas maka mengalir deras bensinnya sampai berhenti sendiri sesuai dengan rupiah yang saya bayar. Wow..! Efisien dan efektif. Pompa itu punya 6 nozzle. Tiga di kiri dan 3 kanan. Tapi yang diaktifkan 4. Nozzle nomor 1, 3, 4, 6....

Berbuat Dosa Bukan Karena Setan

Gambar
Saat diturunkan dari Surga oleh Allah ke bumi, Iblis bersumpah akan menyesatkan manusia. Iblis akan habis-habisan mengajak manusia bareng ke neraka. Oleh: Mochamad Yusuf* "(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."" (QS. Al-A'raf 7: Ayat 16-17) Maka banyak manusia tergelincir. Namun meski begitu, manusia tak bisa menolak masuk neraka karena beralasan dibohongi Iblis dan bala tentaranya. Yang dinamakan setan itu. Karena manusia punya kuasa untuk ikut atau tidak. Dengan berdasarkan akal sehat yang dimilikinya. Keputusan tetap di manusia. Bergerak ke kebaikan atau kejahatan. Jadi tanggung jawab tetap di manusia itu sendiri. Maka bila di Ramadhan, setan dibelenggu, maka tak ada alasan lagi karena dibujuk setan. Dari Ab...

7 Tanda Jiwamu Lelah

Gambar
Manusia terdiri dari badan (fisik) dan jiwa (rohani). Fisik akan lelah bia melakukan tindakan fisik seperti bekerja, berolah raga dan beraktivitas. Lha jiwa? Apakah juga bisa lelah. Tentu. Jiwa juga bisa lelah. Karena jiwa juga melakukan aktivitas. Kalau fisik lelah, cirinya badan lemah. Tak bertenaga alias loyo. Kalau jiwa lelah? Ini cirinya: 1. Mudah tersinggung. 2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah. 3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu. Padahal itu biasanya disukai. 4. Sering gelisah atau ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan. 5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tahu sebabnya. 6. Mulai terasing dengan sekitar. Merasa sendirian di tengah keramaian. Dan lebih asyik membayangkan kehidupan ideal yang kita ciptakan di dalam pikiran. 7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar. Maka itu adalah tanda jiwa atau batin tengah kelelahan. Saran terbaik adalah menghentikan sejenak aktivitas yang ...

Kenangan Shalat di Sebuah Tempat

Gambar
Shalat adalah sebuah kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap muslim. Tentu saja kecuali muslimah yang sedang haid. Sebagian besar waktu shalat dilakukan di rumah, tempat kerja atau masjid dekat rumah/tempat kerja. Oleh: Mochamad Yusuf* Di waktu-waktu tertentu mereka bisa saja melakukan shalat di sebuah tempat 'baru' misal saat melakukan perjalanan. Dan saat melakukan shalat di tempat 'baru' kadang ada kenangan tersendiri. Ayah saya seorang sopir bemo. Dulu waktu SD, saya dan teman-teman kampung diajak Bapak shalat Jumat di berbagai masjid di Surabaya. Tidak pernah tetap. Jadi setiap Jumatan kita lakukan di sebuah masjid 'baru'. Tentu saja kita semua senang dengan ajakan Bapak. Makanya sepulang sekolah kita segera bersiap Jumatan. Mendekati waktu Jumat, Bapak datang dari bekerja. Setelah Bapak bersiap, kita semua berangkat bareng. Bapak di depan dan kita semua di belakang. Sebelum berangkat kita bertanya-tanya, masjid mana kali ini kita akan datangi. Kita perna...

Bagaimana Hidup Mereka?

Gambar
Beberapa waktu lalu saya liburan. Dan liburan tersebut bukan di waktu libur. Jadi harusnya yang lain pada bekerja. Saat dalam perjalanan melihat orang lain yang harusnya bekerja, tapi mereka sepertinya bersantai. Atau memang gaya hidup mereka seperti itu, misal: bertani. Tadi saat berangkat ke kantor, melihat rombongan pria dewasa beriring-iringan. Tapi nggak bareng. Satu per satu. Entah kemana. Mereka pakai kopyah haji, berjenggot, bergamis yang cingkrang. Bahkan ada sepasang pria yang memanggul depan belakang entah apa itu. Kalau seperti itu, kadang timbul pertanyaan sama seperti saat liburan bukan di hari libur. Kok mereka seperti tidak bekerja ya? Padahal kita sepertinya dikejar-kejar dengan pekerjaan. Waktu kita seakan habis untuk bekerja (termasuk perjalanannya). Tapi mereka kok bisa demikian? Jadi kenapa bisa begitu? Bagaimana dengan hidup mereka? Bagaimana menurut Anda?

Jangan-jangan Anda Galau Karena Ini..

Gambar
Saya merasa waktu makin lama berjalan makin cepat. Entah pekerjaan atau rencana yang banyak belum selesai yang membuat saya merasa waktu demikian cepat. Oleh: Mochamad Yusuf* Apa yang rasakan terakhir-terakhir ini pas seperti yang disampaikan narasumber di radio Suara Muslim beberapa waktu lalu. Tengara Kastini S Kaspan, narasumber tersebut, waktu demikian cepat karena banyak rencana melakukan kebaikan, tapi waktu terbatas. Ya, persis seperti saya. Misal: meski sudah mengaji pagi dan malam, masih banyak keinginan untuk mempelajari Al Qur'an lebih detil seperti tugas dari Ustadz saya, nyatanya belum optimal. Ingin berbagi pengajian lewat Youtube sebanyak-banyaknya, meski sudah melembur ya masih kurang waktunya. Apalagi terkait pekerjaan, cari duit. Banyak hal yang harus dikerjakan, sampai bingung membuat prioritas antara pekerjaan. Belum kegiatan mengajar, ingin menulis buku lagi sampai membuat channel Youtube lagi. Wow... waktu rasanya saya ingin nambah. Tidak hanya 24 jam. Hehehe....

Ayo Berlomba dalam Karya, Prestasi dan Kebaikan, Anakku..

Gambar
Kemarin, 11/1/2022, putri kami yang di Pondok Gontor Putri 1 telpon. Tentu kami senang dapat telpon darinya. Setelah ngobrol-ngobrol, kami menanyakan apa masih sebagai mudabbiroh? Kami yang tak pernah santri, tak paham itu mudabbiroh. Bayangan kami ya seperti pengurus OSIS. Oleh: Mochamad Yusuf* Dan yang kami pahami mudabbiroh itu baru kelas 5 (setara kelas 2 SMA). Sedang putri kami ada di kelas 4. Tapi di telpon sebelumnya dia bilang jadi mudabbiroh. Kami pikir itu sementara, karena bisa jadi yang kelas 5 berhalangan. Maka kami tanyakan apa masih mudabbiroh. Jawabannya seperti mengingatkan sesuatu yang harus disampaikan ke kami. "Ya, masih," katanya. Di telpon sebelumnya dia bilang sebagai mudabbiroh di bidang olah raga. Padahal selama ini dia aktif di koperasi. Petugas koperasi Pondok. "Bunda, saya dapat penghargaan sebagai peserta terbaik," teriaknya dari sana gembira. Apa? Dia menyebut sebuah singkatan. Dia mengulang lagi. Tapi sepertinya dia tahu, kami tetap ta...

Nanti Saja Kalau Pensiun..

Gambar
Suatu saat kelas 6 SD, saya dipanggil Guru Bahasa Indonesia. Beliau meminta saya mewakili sekolah untuk Lomba Baca Puisi. Sebagai anak orang miskin, Ayah saya hanya seorang sopir Bemo, saya sering tak percaya diri. Maka saya tolak. Oleh: Mochamad Yusuf* "Jangan saya," kata saya. "Yang lain." "Siapa?" Pak Guru memandang. Kita paham, saya yang paling pintar termasuk Bahasa Indonesia. Maka mau tak mau, ya harus saya. Namun Pak Guru tahu kegundahan saya ini. Maka selain diminta berlatih sendiri di rumah, sepulang sekolah kita berlatih. Mulailah saya berlatih, agar minimal jangan mengecewakan saat tampil nanti. Akhirnya hari itu tiba. Lomba Baca Puisi sekelurahan. Maka wakil berbagai sekolah, negeri dan swasta, hadir. Sampailah saya harus tampil. Ternyata saya tampil tak mengecewakan. Bahkan saya juara. Bersama 1 orang lagi, saya berhak mewakili kelurahan menuju sekecamatan. Saat menghadapi Lomba sekecamatan ini, Pak Guru tak melatih saya lagi. Katanya saya sud...

Memaksimalkan Sisa-sisa Waktu

Gambar
Setiap bangun pagi ada sesuatu yang saya sesalkan. Yakni apakah waktu kemarin sudah saya manfaatkan secara optimal. Jangan-jangan waktu kemarin itu berjalan sia-sia. Oleh: Mochamad Yusuf* Bila waktu itu adalah uang maka dengan uang itu saya dapat membeli sesuatu. Jadi merenung, sudah berapa banyak barang yang sudah saya beli? Dan apakah barang-barang itu bernilai tinggi? Jangan-jangan tidak banyak yang saya beli. Itupun dengan nilai yang rendah. Setiap bangun pagi, saya mengingat apa saja yang sudah saya kerjakan kemarin. Hmm.. kegiatan rutin seperti makan, tidur, mengantar anak sekolah, berangkat kerja, kerja, pulang kerja. Ada lagi? Kalau tidak ada, ini yang saya sesalkan. Bila ada tambahan lain, misal menulis sebuah artikel, membaca buku, ikut kajian thollabul ilmi, silaturrahmi, maka saya senang. Ada sesuatu yang lain dan itu bernilai. Karena itu saya berpikir bagaimana mengoptimalkan waktu yang berjalan. Namun ini sulit. Karena semua sudah berjalan sesuai dengan rencana. Misal mak...

Ringan Langkah ke Thollabul Ilmi

Gambar
Kemarin saat membuka Facebook saya lihat status seorang teman yang streaming sebuah pengajian. Live. Saya tahu dia selalu melakukan hal demikian. Oleh: Mochamad Yusuf* Tapi kali ini iseng saya buka link live-nya. Lho kok ada di Buduran, Sidoarjo. Saya tahu rumahnya di Ketintang, Surabaya. Nggak seperti biasanya. Biasanya streaming hanya pengajian di masjid sekitar rumahnya. Saya kirim WA, menanyakan keheranan hal ini. Tak langsung dijawab. Ya, dia kan sedang mengikutinya pengajian. Lama datang jawaban. Dia mengatakan sekarang dia rajin datang ke pengajian meski itu di luar kota. Dia sebutkan kota-kotanya. Saya tahu sudah setahun ini dia pensiun. Waktu yang lebih banyak memungkinkan hal demikian. Dan dia semakin enteng saja meski jauh atau pengajian bakda Subuh. Bisa dibayangkan bangun jam berapa untuk persiapan dan perjalanan seperti ke pengajian bakda Subuh di Buduran itu. Memang kalau Allah sudah menggerakkan langkah kakinya, enteng saja orang berangkat ke pengajian. Meski itu jauh. ...

Buka Terop Mendzolimi Orang, Apalagi Garasi di Jalan?

Gambar
Kemarin mendengarkan radio Suara Muslim. Saat acara Fiqih yang diasuh oleh Ustadz Agung Cahyadi dikatakan kalau buka terop di jalan, meski depan rumah kita sendiri, itu berarti mendzolimi orang. Karena orang menjadi repot. Apalagi kalau setelah ditutup, jalan alternatifnya susah dan macet karena tidak layak, seperti sempit dan berlubang. Saat pengendara susah berkendara karena ini, bisa jadi mereka mengutuk yang buka terop. Inginnya yang punya hajat dapat restu, diam-diam malah mendapat laknat dari orang-orang. Ihik-ihik. Lalu apa solusinya? Kata Ustadz Agung Cahyadi ada 2. Pertama, menempatkan orang di jalan untuk memohon maaf pada pengendara satu per satu. Kedua, memberi ganti rugi pada pengendara yang dirugikan, misal diberi uang. Solusi yang saya pikir sama beratnya. Ihik-ihik. Mungkin boleh menutup jalan kalau itu jalan kampung dan jalan alternatifnya tidak susah. Jalan kampung yang bukan jalan umum. Jalan umum dimana banyak orang lewat sana. Sedang jalan kampung, hanya orang kamp...

Menanam Pisang Mas dan Cavendish

Gambar
Hari ini, 11/1/2022, saya beranikan menanam pisang di kebun belakang rumah. Pisang itu saya beli lewat online beberapa waktu lalu. Ada 3 jenis yang saya beli lewat online tersebut. Yakni Pisang Cavendish, Pisang Mas dan Pisang Barlin. Ini melengkapi Pisang Kepok yang sudah saya miliki sebelumnya. Karena di belakang rumah saya juga pelihara Ayam, saya takut bibit yang saya beli habis dimakan mereka. Maka saya tanam dulu di Polybag dan saya letakkan di taman depan rumah. Sekarang Pisang Mas dan Pisang Cavendish-nya cukup besar, maka perlu ditanam di tanah. Maka saya perbaiki kandang Ayam, agar Ayam tak gampang keluar makan bibit. Yang sudah jadi korban keganasan mereka, 6 bibit Ketela Pohon. Ludes. Dan akhirnya Ketela Pohon ini mati. Semoga 2 Pisang yang saya tanam ini jadi tumbuh subur, berbuah dan beranak pinak. Aamiiin.

Berdoalah Selalu Meski Itu Terlihat Remeh

Gambar
Sore ini saya baru paham yang diucapkan 'pak ogah' relawan pengatur lalu lintas tadi pagi. Yakni saat saya dapat foto truk yang kecelakaan ini. Oleh: Mochamad Yusuf* Tadi pagi saat berangkat ke kampus, saat menyeberang ke jalan raya, saya dengar 'pak ogah' bilang ke pengendara lain, bahwa ada truk kecelakaan. Kecelakaannya di Geluran jalur menuju Surabaya dari arah Mojokerto. Peti kemasnya jatuh menutup jalan. Maka tadi saya rasakan keanehan, yakni sampai pertigaan dekat markas Brimob di dekat pabrik Ispatindo, sepi. Biasanya belum sampai ke sini sudah macet panjang. Ini mungkin imbas truk, yang mengakibatkan pengendara dari arah Mojokerto tertahan. Maka berdoa itu memang penting. Seperti doa semoga lancar sampai tujuan. Saya lancar, bahkan datang lebih awal di kampus. Meski biasanya hari Senin macetnya luar biasa. Karena tadi pagi tak ada kemacetan. Sedang pengendara dari Mojokerto mungkin sebaliknya. Mari kita biasakan berdoa apa saja. Meski kelihatan remeh. Tak perlu...

CCTV Dunia vs CCTV Akhirat

Gambar
Sebuah mobil mewah, Toyota Prado, mengarah masuk ke sebuah mini market. Di depan sudah berderet sepeda motor terparkir. Mobil itu perlahan bergerak mencari parkir. Lalu berhenti setelah menabrak sebuah sepeda motor. Oleh: Mochamad Yusuf* Dua wanita keluar dari mobil itu, masuk ke mini market. Lalu turun seorang pria. Sang sopir. Sambil jalan menuju mini market, melihat depan mobilnya. Sangat mepet dengan sebuah sepeda motor. Saat sopir belum masuk mini market, seorang pemuda ceking keluar dari mini market. Lalu terjadi percakapan antara sang sopir dan pemuda tersebut. Entah bagaimana percakapan mereka. Apa si ceking minta mobilnya mundur, agar sepeda motornya keluar. Atau yang lain. Tak jelas. Karena CCTV tak merekam suara. Yang terang setelah itu si sopir menjendul kepala pemuda itu sampai pecinya lepas. Bahkan memukul, menempeleng, menendang si ceking. Pemuda hanya menangkis saja. Tak mampu melawan sang sopir yang besar dan gagah itu. Video itu saya lihat di sebuah akun Instagram. Vi...

Enaknya Kantor Dekat Pasar

Gambar
Tadi pagi saat mengantar Zidan sekolah, saya kaget melihat jam tangan. Lho kok masih jam segini? Saya lihat jarumnya mutar, tapi kok jamnya tidak akurat. Ini pasti waktunya ganti baterai arloji. Saya ingat-ingat kapan ganti baterai arloji. Saya sudah lupa kapan terakhir menggantinya (dengan mengupdate status Facebook ini nanti tinggal search saja kapan terakhir ganti baterai, hehehe) Maka setelah meeting dan ada kesempatan, maka tadi pergi ke pasar Pucang. Ini pasar cukup besar di Surabaya. Cukup jalan kaki dari kantor, karena cukup dekat. Sekitar 200 meter. Sekalian juga olahraga. Hehehe. Tiba di kios jam, pilih-pilih baterai disesuaikan dengan budget dan pasang. Beres. Paling cuma memakan 10 menit. Enaknya tinggal dekat pasar begini. Biasanya kalau sumpek atau stuck di kantor, saya jalan kaki ke pasar. Beli jajan atau camilan. Fresh lagi. Hehehe. Alhamdulillah.

Tips Menjadi Kaya dengan Cepat & Mudah

Gambar
Disclaimer: Cara-cara dalam tips ini bisa saja berdampak pada badan dan pikiran. Konsekuensi dan dampaknya mohon Anda tanggung sendiri. Oleh: Mochamad Yusuf * Setiap orang pasti ingin kaya. Apalagi umat Islam. Karena ada beberapa ibadah membutuhkan dana. Seperti sedekah, membangun masjid, apalagi melakukan haji sebagai ibadah wajib. Juga ibadah umroh. Namun belum semua orang berkesempatan menjadi kaya. Maka di dunia, manusia berbagai cara untuk mengumpulkan harta. Bisa mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk mencarinya. Dari pagi sampai petang bekerja membanting tulang. Bahkan ada yang menghalalkan segala cara. Tapi meski begitu, kadang masih belum kaya. Ada beberapa tips yang sebenarnya bisa dilakukan untuk mengumpulkan harta dengan cepat. Bahkan mudah. Dan pastinya halal. Pertama, bangun sebelum Subuh. Ambil air wudhu dan sholat 2 rakaat sebelum melakukan sholat Subuh. Sholat sunnah ini nilainya sama dengan nilai seluruh apa yang ada di bumi dan langit. Padahal sekaya-kaya orang di ...

Janganlah mengeluh!

Gambar
Suatu saat Nabi Isa berjalan-jalan di padang pasir. Tiba-tiba turun hujan deras. Dia berlarian ke sana-kemari mencari tempat berteduh, namun tidak menemukan. Sampai kemudian dia melihat seseorang melakukan shalat. Ternyata lokasinya aman. Maka Nabi Isa berkata, "Mari kita berdoa kepada Tuhan sehingga hujannya menjadi reda" "Mengapa saya harus memperhatikan hujan yang turun ini?" katanya. "Sedangkan aku sudah berdoa hampir selama 30 tahun untuk tobatku, tapi juga tidak dikabulkan. Aku berdoa kalau taubatku dikabulkan, maka Dia akan mengirim seorang Nabi ke aku." "Tobatmu sudah diterima. Aku seorang Nabi. Apa sebenarnya kesalahanmu sehingga kamu minta bertobat?" "Pada sebuah musim panas, aku keluar dari rumah. Dan aku berkata, "Aduh, alangkah panasnya cuaca," sambil menggerutu. Ternyata mengeluh cuaca saja saja tidak boleh ya? Apalagi mengeluh kecilnya rezeki. Ayo semangat! Ayo berburu rezeki dengan halal. Mari!

Tak Sekedar Ingin, Tapi..

Gambar
Setiap manusia pasti punya keinginan. Apa pun itu. Ada yang sudah mencapainya. Ada yang tidak. Tapi sudah berusaha mencapainya. Oleh: Mochamad Yusuf* Ada seorang pemuda di Banyuwangi berkeinginan jadi tentara atau polisi. Semua rekrutmen diikutinya. Baik AD, AL, AU atau polisi. Tak terhitung berapa kali kegagalannya. Dia berhenti mencoba saat tak memenuhi syarat yakni umur. Setelah itu dia jadi kernet mobil pick up pengirim buah ke Bali. Dari kernet lalu sopir, beli mobil pick up lama akhirnya dia jadi pengusaha. Memiliki beberapa armada termasuk truk sampai karyawan. Dia mungkin bersyukur bahwa keinginannya jadi tentara polisi sudah diupayakan secara maksimal. Meski takdirnya menjadikan pengusaha buah. Tapi dia sudah mewujudkan keinginan itu. Yang terjadi banyak orang berkeinginan tapi tak ada sesuatupun usaha untuk mewujudkan. Orang barat bilang, 1000 mil perjalanan ditempuh dengan dimulai 1 langkah. Maka berkeinginanlah sesuatu yang baik. Dan mulailah mewujudkannya semampu mungkin. ...

Tidak Berarti Yang Miskin Tidak Bersedekah - Malah Sebaliknya

Gambar
Setiap hari saya ke kantor melewati sebuah perempatan jalan kampung. Meski jalan kampung, tapi cukup padat. Karena merupakan jalan tembus ke jalan raya. Juga adanya mobil-mobil angkutan umum yang dibelokkan polisi ke jalan kampung ini dari jalan raya. Mungkin supaya bisa mengurangi kepadatan jalan raya. Di perempatan itu karena ramai dari segala penjuru, sering 'stuck'. Terkunci. Macet. Memang kadang ada polisi. Tapi sering tidak ada. Untung sekitar 3-4 bulan ini ada sukarelawan (polisi cepek/pak ogah) yang mau mengaturnya. Setiap berhasil melewati perempatan itu, maka pengguna jalan khususnya mobil akan memberikan sedikit terima kasih (uang receh) ke 'pak ogah' itu. Tapi sering saya melihat fenomena menarik. Mobil-mobil pribadi yang mewah malah jarang memberi. Tapi setiap mobil angkutan umum, bahkan sepeda motor, malah memberi. Seperti pagi tadi. Saya persis di belakang bemo, dan di depannya Honda All New CRV putih yang baru. Keren mobilnya. Saat CRV telah melewati per...