Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

FEATURES

Simpang Lima Gumul, the Real Paris of Java

Gambar
Monument of Simpang Lima Gumul, l’Arc de Triomphe de Java After his big victory in Austerlitz, Napoleon Bonaparte wanted to make a monument to honor his loyal army. He then asked the architect Jean Chalgrin to build a victory arch. After Chalgrin passed away, Jean-Nicolas Huyot finished his work. And later in modern day, L’Arc de Triomphe de Étoile has become a must-visited building in Paris. This monument stands at the Chaillot Hill right at the middle of the five-way intersection. About 16 kilometers away from the Arc de Triomphe, I met his “twin” in Indonesia. The building is also located at the five-way intersection, which lead us to Pare, Kediri (the city), Plosoklaten, Wates (Pesantren), and Menang. It’s called Simpang Lima Gumul , in Ngasem Subdistrict, just half an hour land trip from Kampung Inggris in Pare . Do you plan to hold a gig or event in Kediri area? Simpang Lima Gumul might be the right answer. Local government of Kediri alone used to organize some exhibitions of ar...

Kubah (16): Silaturahim Menyelamatkan Saya dari Drop Out Kuliah

Gambar
Zidan bersama kakek dan neneknya saat berkunjung ke rumah (ref: dok. pribadi) Keputusan ini bagaikan geledek di siang hari bolong. Meski saya tahu kondisi keluarga terakhir-terakhir, tapi tetap saja membuat saya kaget. Berita ini membuat saya seperti di ujung dunia. Gelap. Buntu. langit seakan runtuh. Oleh: Mochamad Yusuf* Suatu ketika saat saya menginjak di tahun pertama kuliah, orang tua memanggil saya. Mereka ingin berbicara dan membahas sebuah hal yang serius. Ini bisa saya rasakan, karena beberapa hari sebelumnya tampak mereka secara sembunyi-sembunyi membahas sesuatu yang serius. Lalu saya duduk bertiga dengan Bapak dan Ibu. Awalnya mereka berat memulai percakapan ini. Akhirnya saya tahu maksud perbincangan itu. Ayah dan Ibu sudah tidak sanggup membiayai kuliah saya. Jadi saya tidak akan dimarahi kalau saya tidak kuliah. Kalau tetap meneruskan kuliah, monggo saja. Tapi jangan berharap ada kucuran dana dari Bapak dan Ibu. Keputusan ini bagaikan geledek di siang hari bolong. Mesk...

Kubah (15): Silaturahim Menghindarkan Kunjungan Malaikat Maut

Gambar
Pulang kampung sekali setahun sudah jadi tradisi. Meski justru di waktu-waktu itu transportasi sulit. Sehingga asal keangkut sudah senang. Meski untuk itu nyawa taruhannya. (ref: dok.pribadi) Akhirnya habislah 40 hari itu. Dia lega karena orang terdekat dan dikenalnya sudah didatangi dan berkesempatan meminta maaf. Dia ikhlas dan bersiap menerima tamu malaikat Izrail. Dia bersiap menerima kematiannya. Oleh: Mochamad Yusuf* Saat lebaran lalu orang-orang berbondong-bondong melakukan perjalanan. Tidak peduli jauh, macet, capek bahkan kerapkali harus bertaruh nyawa, mereka ikhlas saja melakukannya. Tujuannya untuk melakukan silaturahim. Yakni bertemu dengan orang tua, kakek nenek, saudara, kerabat, teman, tetangga lama dan lainnya. Silaturahim ini bagi kebanyakan orang dikenal sebagai silaturahmi. Artinya hampir sama. Tapi secara arti kata per kata lebih baik menggunakan kata silaturahim. Memang tradisi ini cukup unik. Dan konon hanya dilakukan di negeri Indonesia. Lalu mengapa harus ber...

Pernik Ramadhan 2013 (16): Berharap Doa dari Orang Alim

Gambar
(ref: sxc.hu) "Aku merasa tidak pernah berdosa. Tapi saya pernah melakukan sesuatu yang tidak tahu apakah itu berdosa apa tidak. Kalau memang itu dianggap berdosa, aku akan meninggalkan tempat ini," kata si buta satu. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika daerah Israel dilanda kekeringan yang sangat. Sudah beberapa minggu bahkan beberapa bulan daerah ini tidak dilanda hujan. Persediaan makan semakin menipis, sedangkan pertanian gagal panen. Bila tidak ada hujan lagi, maka dipastikan akan ada bencana kelaparan. Akhirnya rakyat Israel menghadap nabi Musa. Mereka minta nabi Musa berdoa kepada Allah agar diturunkan hujan. Nabi Musa bersedia, namun dia tidak mau hanya sendirian. Dia ingin seluruh rakyat Israel ikut juga berdoa. Mereka setuju. Pergilah mereka menuju sebuah bukit. Saat mulai mendaki, sepertinya nabi Musa teringat sesuatu. Dia berhenti. Lalu membalikkan badan menghadap rakyat Israel. Mulailah berseru, "Yang tidak pernah berdosa boleh mengikuti saya. Sedangkan yan...

Pernik Ramadhan 2013 (15): Jangan Gampang Menilai Niat Seseorang

Gambar
Melihat duel yang sengit ini banyak sahabat yang mengelilingi untuk mengawasi pertempuran ini. Akhirnya suatu ketika pedang si kafir terlempar keluar dan dia jatuh terduduk. Sekarang dia tidak bersenjata. Dia pasti dengan mudah dikalahkan. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika ada berita di TV tentang pembagian zakat yang diberikan oleh seorang kaya di sebuah daerah. Tampak yang ingin mendapat zakat harus antri dan berdesak-desakan. Sebagian ada yang tidak kuat sehingga pingsan. Banyak anak-anak terpisah dengan orang tuanya. Mereka menangis mencari Ibu atau Bapaknya. Ramai, semrawut dan membuat sengsara yang menerima zakat. Seorang teman yang melihat berita ini menyalahkan yang membagi zakat. "Ngapain sih dibagi-bagi langsung seperti itu? Kan enak diserahkan ke amil zakat atau lembaga ambil zakat yang sekarang banyak berdiri? Kalau begini kan kasihan yang menerima zakatnya," katanya dengan nada tinggi. "Kadang yang salah bukan pemberi zakat lho," kata saya. "Mere...