Postingan

Menampilkan postingan dengan label wisata kuliner pare

FEATURES

Unique Culinary I Found in Pare

Gambar
Pare, Kediri is not strange for me, because my wife was born and live at this town. Eventhough I was born and live in Surabaya, this city like my hometown for me. If I visit this lovable town, then I found these unique food and beverage. (ref: putroeintan.blogspot.com) Nasi Puyuh (Rice with Fried Quail) Do you know nasi ayam (cooked rice with fried or grilled chicken)? It’s too common in Indonesia. Nasi bebek (duck)? You can find such cuisine everywhere. Nasi burung dara (pigeon)? It is a bit difficult to get, yet can still be found in some food stalls or restaurants. How about nasi puyuh? This is so rare. Usually, people like quail’s eggs. You know, the egg that is only a bit bigger than a marble. On its shell, there are some small black spots. To my knowledge, only in Pare, we can meet nasi puyuh. Want to try? Easy, just go to a small stall in Pelem Village, right at the roadside of Kediri-Jombang/Malang highway, exactly in front of the mosque. But please note that their carte du j...

Tentang Kampung Inggris Pare Kediri(5): Legen Nira Kelapa (Wisata Kuliner Pare)

Gambar
(ref: zukeri.fotopages.com) Di jalan Kandangan, depan sebuah warung soto daging, ada penjual legen kelapa. Yang jual seorang Ibu. Mulai buka sekitar pukul 10.00 sampai habis. Beda dengan legen, legen nira kelapa ini rasanya manis saja. Tanpa kecut dan tanpa rasa karbonasi. Bahkan kalau kita sentuh minumannnya, terasa lengket. Istilah jawanya, pliket. Oleh: Mochamad Yusuf * Legen, sebagian orang sudah mengenalnya. Sebuah minuman khas dari daerah Tuban dan Gresik. Rasanya seperti campuran dari rasa kecut, manis dan ada karbonasi seperti coca cola. Jadi bisa bersendawa seperti habis minum Coca-Cola. Bahkan minuman legen yang asli, tanpa campuran, dan sudah disimpan lama bisa mengandung alkohol. Sehingga bisa memabukkan juga. Legen ini berasal dari pohon Siwalan. Pohon Siwalan ini banyak tumbuh di pesisir utara Jawa Timur seperti Gresik, Lamongan dan Tuban. Bentuk pohon Siawalan ini seperti kelapa, namun dengan daun yang agak melebar. Seperti daun buah Salak. Cara mendapatkan legen yakni ...

Tentang Kampung Inggris Pare Kediri(4): Nasi Burung Puyuh (Wisata Kuliner di Pare)

Gambar
(ref: putroeintan.blogspot.com) Tapi kalau nasi puyuh? Nasi puyuh? Ya, sama dengan nasi ayam. Nasi dengan lauk ayam dimakan pakai sambal dan lalapan. Namun lauknya bukan ayam, bukan bebek, bukan burung dara tapi burung puyuh. Ya, burung puyuh. Burung yang menghasilkan telur-telur kecil dengan bintik-bintik hitam di kulit telurnya. Oleh: Mochamad Yusuf * Nasi ayam? Ya, itu biasa. Apalagi nasi ayam goreng. Dimana-mana bisa kita temukan. Tidak hanya di mall-mall, restoran, tapi sekarang dengan mudah kita temukan di kampung-kampung. Dari harga mahal sekelas McD, KFC sampai murah meriah seperti Quick Chicken, Tobby Chicken dan lainnya yang seperti bagaikan jamur tumbuh di musim penghujan. Nasi bebek? Ini juga jamak, meski tidak sebanyak nasi ayam. Tapi dengan mudah kita akan temukan nasi bebek. Bahkan jaringan Bebek Purnama sudah memenuhi jalan-jalan di Surabaya dan Sidoarjo (padahal cabang Purnama ini tidak berhubungan dengan aslinya Purnama yang depan bioskop Purnama di Keputran). Nasi b...