Postingan

Menampilkan postingan dengan label misteri rejeki

FEATURES

Rahasia Rezeki (110): Dapatkah Rezeki Datang Sendiri Hanya Dengan Berdoa?

Gambar
(ref. sxc.hu)Akhirnya mereka sepakat untuk menjalankan rencananya masing-masing. Nelayan pertama akan pergi ke pantai terdekat untuk membeli bekal. Sedangkan nelayan kedua akan berdoa agar Tuhan mengirim bekal kepadanya. Oleh: Mochamad Yusuf* Pada suatu hari ada 2 nelayan yang sepakat pergi mencari ikan bersama-sama. Mereka berharap dengan mencari ikan dengan saling bekerja sama bisa mendapat ikan lebih banyak. Ini karena terakhir-terakhir para nelayan sering pulang melaut dengan tangan hampa. Maka dengan perahu-perahu masing, mereka berangkat ke laut. Karena mencari ikan bukanlah dilakukan di waktu yang singkat, maka mereka membawa cukup bekal. Namun memang sepertinya ikan-ikan pada sembunyi atau melakukan migrasi entah ke mana. Sehingga setelah beberapa hari mereka berdua tetap tidak mendapat ikan. Padahal bekalnya sudah hampir habis. Nelayan pertama mengusulkan untuk pulang saja, karena bekal hampir habis. Atau setidaknya pergi ke pantai terdekat untuk membeli bekal. Tapi nelayan k...

Rahasia Rezeki (109): Rahasia 7 Eksekutif Super Kaya Dunia

Gambar
(ref: sxc.hu) Apa yang dilakukan Jack Dorsey, CEO Square dan Twitter saat bangun pagi? Kenapa si urakan, Richard Branson, CEO Virgin mau bangun pagi? Kenapa Tim Cook, CEO Apple, kok rajin bangun pagi dan lebih awal sampai kantor? Oleh: Mochamad Yusuf * Sebuah artikel di Tempo online sungguh menarik perhatian saya. Judulnya "7 Eksekutif Super Tajir Yang Gemar Bangun Pagi", http://www.tempo.co/read/news/2013/01/11/072453777. Dari artikel ini saya ketahui bahwa orang tenar dan paling kaya di negeri Barat itu punya kebiasaan bangun pagi. Para eksekutif yang memimpin perusahaan besar dunia itu bangun lebih dini daripada yang lain. Saat orang-orang di sana masih berselimut, mereka sudah bangun dan beraktivitas. Kebanyakan mereka melakukan meditasi, berolah raga, membaca dan mengecek emailnya. Setelah itu baru mereka bersiap dan berangkat kerja. Bahkan mereka datang di kantor lebih dini daripada pegawainya. Apa yang mendorong mereka melakukan seperti ini? Apa yang dilakukan Jack D...

Rahasia Rezeki (108): Banyak Dosa Pun Rezekinya Banyak

Gambar
(ref: wikipedia.org) Sampai akhirnya rakyat Mesir berteriak marah, "Raja Firaun, kalau Anda tidak dapat membuat sungai Nil berair lagi, kita akan mencari Tuhan lain. Dan meminta Tuhan baru kita membuat sungai Nil berair kembali." Oleh: Mochamad Yusuf * Dahulu kala saat raja Firaun berkuasa, sungai Nil yang mengairi pertanian negeri Mesir mengalami kekeringan. Sungai Nil yang panjang itu hampir tidak ada airnya. Kering kerontang. Rakyat Mesir khususnya para petani mengalami kerugian besar. Karena lahan pertaniannya tidak menghasilkan tanaman apapun. Ancaman kelaparan mengintai rakyat Mesir. Akhirnya tidak tahan dengan penderitaan itu, rakyat Mesir memberanikan diri menghadap raja Firaun. Tujuannya meminta pertolongan Firaun untuk dapat membuat sungai Nil berair lagi. "Tuanku," kata rakyat, "Buatlah sungai Nil mengalir dengan air kembali." "Apa?" hardik Firaun, "Aku benci kalian," katanya sambil berlalu pergi. Rakyat mendengar perkataan ...

Rahasia Rezeki (108): Rezeki Tubuh Berjalan Normal

Gambar
(ref: sxc.hu) Dia mengalami cegukan terus menerus. Cegukan ini biasanya kita alami setelah makan. Sehingga obatnya cukup diminumi sebanyak-banyaknya. Tapi saya yakin dia sudah cukup banyak minum, namun cegukannya tak hilang. Oleh: Mochamad Yusuf * Hari-hari ini saya terganggu dengan tangan kanan saya yang tidak dapat bekerja normal. Dua bulan lalu karena pembantu rumah tangga tidak ada, terpaksa setiap pagi saya harus mengepel rumah. Mungkin karena tidak biasa, lengan kanan saya terasa pegal. Awalnya hanya di bagian kecil saja. Saya hiraukan saja. Bayangan saya kalau saya beristirahat cukup, nanti akan sembuh sendiri. Ternyata menjalar ke bagian lain. Jadinya lengan kanan tidak bisa melakukan gerakan back-hand. Itu lho gerakan seperti memukul bola tenis dari arah kiri tubuh, tapi dipukul dengan tangan kanan. Saya mencoba dengan mengoles obat-obat penghilang sakit seperti counterpain. Bahkan obat resep dokter yang fungsinya sama seperti Counterpain. Informasi obat ini saya dapat dari s...

Rahasia Rezeki (107): Penghambat Rezeki dari Rumah

Gambar
(dok.pribadi) Tinggal di rumah seperti ini seakan tinggal di neraka. Tidak krasan. Namun keluar dari rumah, tidak ada tempat yang pas untuk bisa melabuhkan hati dan badan. Bila demikian, rezeki semakin menjauh. Oleh: Mochamad Yusuf * Rumah. Ini adalah tempat yang seharusnya menjadi markas, benteng, kantor atau pusat dari segala sesuatu yang kita kerjakan. Di sinilah kita beristirahat setelah beraktivitas seharian. Di sini juga tempat berkumpul bersama keluarga. Sejauh-jauhnya dan lamanya kita pergi, kita akan mengimpikan dan kembali ke rumah. Karenanya seharusnya rumah menjadi tempat yang paling menyenangkan dan membahagiakan. Orang-orang bilang sebagai 'Home Sweet Home' atau 'Istanaku Negaraku'. Dengan tinggal di rumah seperti itu, maka kita akan bisa optimal beraktivitas di luar. Sehingga dapat menciptakan rezeki dan prestasi. Sebaliknya dengan tinggal di rumah yang tidak menyenangkan dan membahagiakan, akan membuat pikiran terbebani. Keluar rumah tidak akan optimal ...

Rahasia Rezeki (106): Mintalah Rezeki PadaKu, Pasti Tak Berikan

Gambar
Satu-satunya yang pernah saya tahu kebiasaan ini dijalankankan adalah di tempat pendidikan. Itu pun rasanya hanya di tingkat sekolah menengah atas ke bawah. Perguruan tinggi juga saya tak pernah tahu. Oleh: Mochamad Yusuf * Ada sebuah kantor yang memiliki kebiasaan yang bagi saya unik. Unik karena saya jarang melihatnya di kantor lain. Rasanya kok aneh sebuah kantor memiliki SOP seperti ini. Apalagi ini sebuah perusahaan swasta. Kalau di perusahaan BUMN atau instansi pemerintah mungkin. Meski saya tak pernah melihatnya. Satu-satunya yang pernah saya tahu kebiasaan ini dijalankankan adalah di tempat pendidikan. Itu pun rasanya hanya di tingkat sekolah menengah tingkat atas ke bawah (SMP dan SD). Perguruan tinggi juga saya tak pernah menemukannya. Apakah kebiasaan itu? Karyawan perusahaan itu setelah datang kantor akan berkumpul dulu. Mereka tidak langsung bekerja. Mereka akan berdoa yang dipimpin oleh salah satu karyawan. Pimpinan doa ini digilir. Jadi tak hanya tetap dilakukan oleh ses...

Rahasia Rezeki (105): Rajin Bersalam Bersiap Menuai Rezeki

Gambar
Karin Black, sedan Toyota Corona Absolute 2.0 saya. (dok.pribadi) Yang saya perhatikan, dia kalau bertemu seseorang memulai dulu dengan bersalam. Dia berusaha untuk memulai menyapa terlebih dahulu. Setelah itu akan berjabat tangan. Jabatannya sangat keras. Mantap. Oleh: Mochamad Yusuf * Sampailah kita di rumah setelah jalan-jalan bersama ke kota di hari Minggu itu. Memang sekali sebulan kita ke mall bersama keluarga. Tujuannya biasanya ke toko buku. Tentu juga mampir makan. Tapi makan tak wajib. Yang wajib adalah ke toko buku. Saya memang membiasakan anak-anak dekat dengan buku sejak kecil. Setiba di rumah, anak-anak meluncur masuk ke rumah bersama bundanya. Biasanya saya yang terakhir masuk ke rumah, karena saya harus memastikan kondisi kendaraan. Dan kadang saya lanjutkan dengan bersih-bersih mobil. Tapi saya lihat sepertinya bunda kesulitan membuka pintu rumah. Pintu gerbang sih sudah berhasil dibuka. Anak-anak mulai memanggil saya minta bantuan membuka pintu. Aneh, rasanya. Karena...

Rahasia Rezeki (104): Musibah Adalah Rezeki

Gambar
Merenungkan kejadian ini, saya merasakan bagaimana saya harus melewati musibah dulu sebelum dapat rezeki. Saya harus ditest kesabaran dan perjuangan dulu sebelum mendapat rezeki. Lho kok rezeki? Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam artikel saya sebelumnya, nomor 103 - Beryukurlah Dapat Musibah Karena Itu Rezeki, saya mengatakan bahwa musibah adalah jalan memberi rezeki kepada orang lain. Di sini kita seakan menjadi kran air. Kita menjadi tempat saluran untuk memberi air ke yang lain. Karena kita sebagai saluran, air itu pasti ngendon dan lewat ke kita. Jadi sedikit banyak, maka rezeki itu pasti mampir dulu ke tempat kita. Kita bersyukur dengan musibah ini, karena rezeki itu mau mampir ke tempat kita. Kalau tak ada musibah, rezeki itu tak dimampirkan ke kita. Padahal meski hanya dimampirkan, cepat atau lama rezeki itu tetap di tangan kita, bukan? Dalam cerita itu saya cerita bagaimana kacamata saya rusak. Lalu dengan jalan memutar, kacamata itu membuat rezeki sebuah toko optik dekat rumah. Dan ...

Rahasia Rezeki (103): Beryukurlah Dapat Musibah, Karena Itu Rezeki

Gambar
Tiba-tiba saya mengagumi mekanisme yang diatur oleh Tuhan. Apalagi ada sebuah rahasia rezeki di sini. Kejadiann ini merupakan rentetan kejadian yang saya alami sejak tadi pagi. Rentetan musibah! Oleh: Mochamad Yusuf * Setiap kali kita berharap dalam doa untuk dijauhkan dari segala musibah. Musibah hanya membuat kesengsaraan, kesedihan, kejengkelan, kerugian dan berkurangnya harta. Namun bagaimana bila kita mendapat musibah? Apakah itu berarti Tuhan tidak mendengar doa kita? Apakah Tuhan ingin mengazab kita karena kita telah melakukan kesalahan? Seminggu yang lalu saya berangkat ke kantor dengan tergesa-gesa. Iya, terburu-buru karena berangkat dari rumah lebih dari jadwal waktu yang diharuskan. Kalau tak cepat-cepat, bisa terlambat. Resikonya potong gaji. Eh, sudah tahu berangkatnya terlambat, ternyata lalu lintas padat. Macet. Saya mulai putus asa. Namun kegigihan untuk selalu berusaha memaksa saya mengendarai motor di bahu jalan. Dengan lewat bahu jalan, relatif tak terlalu macet mesk...

Rahasia Rezeki (102): Tak Semua Orang Pintar Cari Rezeki

Gambar
Tak patah arang, dia mencoba bisnis lain. Kali ini dicoba lebih sungguh-sungguh, namun hasilnya tetap sama. Bangkrut! Dicoba lagi bisnis lain, dan lain, tetapi hasilnya sama. Hanya kerugian. Oleh: Mochamad Yusuf * Ini sebuah cerita yang dituturkan seorang teman. Kisah yang dekat dengannya. Karena pelakunya adalah kedua orang tuanya. Kisah ini diawali saat huru-hara politik di tahun 1965-an saat ada pemberontakan G30S/PKI. Tak disangka kekacauan politik ini telah menghentikan rezeki kedua orang tua teman saya ini. Mereka adalah guru sebuah sekolah Tionghoa. Zaman dulu masih ada sekolah-sekolah khusus seperti sekolah Tionghoa ini. Akibat pemberontakan ini pemerintah menututp sekolah-sekolah Tionghoa di seluruh negeri termasuk sekolah tempat di mana kedua orang tua itu bekerja. Mereka jadi pengangguran. Sebuah tambahan kesulitan layaknya peribahasa sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dampak kekisruhan politik itu telah menurunkan kesejahteraan, keamanan dan meningkatkan kemiskinan dan ketid...

Rahasia Rezeki (101): Jujur Penjaga Rezeki Kita

Gambar
Kalau sudah begini, kita tak mungkin mengeluh (complain) ke pedagang untuk meminta pertanggungjawaban. Kalaupun kita tetap ‘complain’, kadang hasilnya tetap mengecewakan. Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman memiliki kebiasaan unik dalam berbelanja khususnya kalau membeli dengan model tawar menawar. Ya, model ini kerap kita temui di pasar-pasar tradisional. Kalau pasar-pasar modern seperti AlfaMart atau IndoMart, konsepnya harga sudah dilabel. Kalau setuju dengan harga ini, tinggal dibayar. Kalau tak setuju, ya cari barang lain atau cari toko lain! Sedang di pasar tradisional, kita akan menanyakan dulu harganya. Karena harganya tak dilabeli. Biasanya harganya dinaikkan dari harga pasar. Harga lebih tinggi ini digunakan jarak dengan harga sebenarnya. Atau harga yang disepakati. Karena biasanya pembeli melakukan penawaran yang lebih murah daripada harga yang diberikan pedagang. Setelah melakukan tawar menawar, akhirnya tercapai harga kesepakatan. Bila tak setuju dengan harga terakhir yan...

Rahasia Rezeki (100): Misteri Perolehan Pekerjaan

Gambar
Sepulang dari rumah teman ini, saya merenung bagaimana seseorang berliku-liku mendapat rezekinya. Yakni pekerjaan. Dan juga jodoh. (Dia dapat jodoh dari teman dosen saat mengajar di PTS dulu). Oleh: Mochamad Yusuf * Saya mungkin termasuk generasi yang beruntung. Atau unik ya? Secara resmi di sekolah saya tak pernah diajarkan komputer. Ya, saya memang mengenal komputer mungkin di bangku SMP. Tapi itu lebih hanya bermain game di PC seorang teman. Lebih daripada itu tak pernah mengenal komputer lebih jauh dari hanya sekedar game. Baru semester akhir sebelum lulus kuliah belajar secara resmi tentang komputer, yakni DOS, word star dan DBASE. Tapi tetap tak berpengaruh dalam studi, karena skripsi tetap saya ketik manual dengan mesin tik. Jadi generasi saya belum hidup dalam zaman komputer di masa sekolahnya. Saya sendiri baru ‘touch’ dengan komputer saat mulai bekerja. Saat itu mulai mengenal Windows 3.11. Saat bekerja inilah saya mulai belajar komputer secara sungguh-sungguh dan mulai mengg...

Rahasia Rejeki (99): Bersedekah Bagi Keluarga Yang Kemalangan

Gambar
Namun setelah diberikan, dia bingung bagaimana dengan angsurannya. Kebingungan dan keresahan bila sewaktu-waktu ditelpon ditagih leasing mengganggu ketenangannya. Dia tak fokus dengan pekerjaannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Setiap orang berharap selalu mendapat keberuntungan dan dijauhi dari segala kemalangan. Mereka selalu berharap dipenuhi dengan segala kemudahan, kesenangan, materi yang cukup, keluarga yang membanggakan dan kehidupan yang membahagiakan. Kalaupun belum tercapai, mereka berharap akhir dari hidup mereka adalah kebahagiaan. Seperti akhir dari setiap cerita, ‘happily ever after’. Akhirnya berbahagia selama-lamanya. Tapi tentu saja ini tak mungkin. Karena Tuhan sudah menggariskan bahwa manusia selalu diliputi dengan kesusahan demi kesusahan. Selalu ada kesedihan, demikian juga selalu ada kegembiraan. Karena itu bukan masalah kesusahan itu, namun bagaimana kita menghadapinya. Bagaimana kita berikhtiar untuk selalu mencari solusi pemecahan terhadap permasalahan itu. Ikhtiar it...

Rahasia Rezeki (98): Bersabar Mencari Rezeki (2)

Gambar
Dalam perjalanan ke Solo lancar. Namun dari Solo ke Jogja, ada pawai sehingga jalan bis merambat. Saya khawatir tiba di Jogja sudah larut malam. Dan lebih saya khawatirkan saya belum booking hotel. Oleh: Mochamad Yusuf * Ini cerita lain tentang bersabar mencari rezeki. Memang bersabar mengais rezeki itu tak jelas kapan berakhirnya. Kalau puasa, kita tahu kapan bersabarnya, karena kita sudah tahu saat berbukanya. Sehingga kita tahu berapa lama lagi harus bersabar, sebelum akhirnya kita bisa menggasak makanan favorit yang sudah disiapkan. Tapi rezeki? Ini seperti kisah seorang tukang becak di ujung gang dekat rumah lama. Pak Bambang, katakanlah begitu, seorang tukang becak yang suka mangkal di ujung gang. Lokasinya memang strategis, karena di sini banyak orang turun dari bemo dan lalu ke rumah. Biasanya yang malas untuk jalan atau rumahnya agak jauh, menggunakan becak. Karenanya di ujung gang ini biasanya mangkal 2-3 becak. Suatu waktu terasa sepi penumpang di pangkalan ujung gang itu. A...

Rahasia Rezeki (97): Bersabar Mencari Rezeki (1)

Gambar
Bapak sedih. Hari ini harus pulang dengan tangan hampa. Tak ada uang untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Saat sedih dan bingung harus ngomong bagaimana ke Ibu, tiba-tiba ada seseorang datang. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika Bapak pulang ke rumah dengan wajah berbinar-binar. Ibu yang tak biasa melihat wajah Bapak seperti ini saat pulang bekerja, menduga pasti dapat rezeki nomplok. Tentu rezeki nomplok bagi sopir Angguna, jenis angkutan umum di Surabaya, ya tak sebesar dibayangkan orang. Benar. Ternyata Bapak barusan dapat order carteran. Ada seorang pedagang luar Jawa yang datang ke Surabaya dan sedang melakukan pembelian grosir untuk modal dagangannya di sana (kulakan). Di Surabaya ini dia melakukan perjalanan ke pasar-pasar grosir seperti pasar Turi dan mengirimkannya ke pelabuhan rakyat di pelabuhan Kali Mas. Maka Bapak selama 2 hari ini tak bingung mencari penumpang. Cukup mengantar pedagang ini ke tempat-tempat yang diinginkan. Dan yang menggembirakan, upahnya sudah jelas dan b...

Rahasia Rezeki (96): Berpagi-Pagi Mencari Rezeki

Gambar
Aneh. Sekarang saya sadar, begitu banyak kios/toko yang menjual pulsa. Saking banyaknya, antara penjual satu dengan lainnya hanya berselisih 10 meteran. Tapi pagi ini tak ada yang buka sama sekali. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu pagi saat bangun tidur ada sebuah SMS penting yang harus dibalas. Saat saya kirim SMS untuk menjawab SMS itu, baru sadar pulsa saya habis, karena gagal terus dikirim. Bingung beli dimana pulsa sepagi ini, saya tinggal dulu shalat Subuh. Setelah shalat Subuh dengan sepeda motor saya mencari pulsa. Saya lihat jam menunjukkan pk 05.00. Pertama saya hampiri kios pulsa depan perumahan. Tutup. Lalu bergerak ke perumahan sebelah. Saya tahu di sana ada 3 kios pulsa. Ternyata semuanya tutup. Saya bergerak ke kampung dekat perumahan tersebut. Seingat saya ada 4 kios pulsa. Ternyata juga sama tutup. Mau tidak mau saya harus ke perumahan agak jauh, tapi perumahan ini cukup besar dan elit. Di sini banyak toko. Saya tahu di sini banyak juga kios pulsa. Ternyata sama saja. Akhi...