Dari ide ini lalu menjadi mimpi bagi Ibu. Saya tak tahu, apa yang sudah dilakukan oleh Ibu, namun Alhamdulillah ada saja rejeki mengalir buat kita. Bahkan lalu terkumpulnya lebih cepat. Oleh: Mochamad Yusuf * Dinginnya malam di dini hari itu sepertinya tak sanggup membuat kita di mobil berdiam dan ngantuk. Tapi justru kehangatan yang timbul karena kegembiraan menyambut kepulangan Ibu. Semuanya bergerak dan berteriak-teriak. Seolah-olah melampiaskan kangen ditinggal Ibu selama 45 hari. Ya, Ibu baru saja pulang dari Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Dalam perjalanan pulang dari asrama haji Sukolilo ke rumah itu, Ibu berulang kali mengucap syukur. “Rasanya seperti mimpi,” kata Ibu, “Tak pernah terpikir saya bisa melakukan naik haji.” Saya diam. Tentu saja sebagai istri dari sopir bemo, Ibu tak mungkin bermimpi menunaikan ibadah kelima itu. Namun mimpi itu mulai saya munculkan ketika saya dan adik-adik sudah mentas. Yakni saat sudah berumah tangga sendiri. Saya mengusulkan kepada adik-a...