Postingan

Menampilkan postingan dengan label rahasia kaya

FEATURES

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (3): Ukuran Lain Kesuksesan

Gambar
Anehnya dia malah menolak tangan saya. Dia berkata, ”Bukan. Saya bukan orang sukses. Kalau misalkan saya dianggap sukses, maka ucapkan sukses itu pada orang tuaku.” Saya tertegun dengan kriterianya ini. Oleh: Mochamad Yusuf * Banyak orang berharap ingin sukses. Orang tua berdoa agar anaknya sukses. Para guru mendoakan murid-muridnya juga sukses. Karenanya buku-buku tentang sukses laris. Seminar-seminar tentang sukses selalu ramai. Tetapi sebenarnya apa sukses itu? Kalau ditanya pada sebagian besar orang, maka jawaban tentang sukses hampir seragam. Sukses itu kaya. Sehingga bisa memiliki rumah besar dan bagus di perumahan elit. Atau memiliki mobil baru dan bagus. Gadget yang dibawa, ponsel atau tablet, bermerk dan berharga mahal. Di hari libur bisa jalan-jalan ke mall sambil makan di restoran siap saji. Atau bila liburannya panjang, berlibur ke tempat wisata seperti Bali. Bahkan bisa juga ke luar negeri. Jawaban lain sukses itu memiliki kedudukan dan kekuasaan. Bila dia pegawai negeri m...

Rahasia Rejeki (63): Tak Ada Anak Bukan Tak Banyak Rejeki

Gambar
Kalau banyak anak dijadikan motivasi untuk bekerja keras mungkin itu bisa benar. Tapi bagaimana dengan justru tidak memiliki anak? Apakah dengan demikian sedikit rejeki atau banyak rejeki? Oleh: Mochamad Yusuf * Kata orang, jodoh, anak dan rejeki ada yang menggariskan. Meski sudah pacaran lama bisa jadi tak kunjung naik ke pelaminan. Atau ada yang sudah lama menikah, namun tak kunjung diberi anak. Atau seorang tukang becak nunggu lama di sebuah perempatan tak kunjung dapat penumpang. Ketika ditinggal eh malah ada yang mencari. Tapi adakah hubungan antara anak dan rejeki? Orang-orang dulu sebelum program KB digalakkan, mempunyai kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Namun sejak program KB itu bergulir, kepercayaan itu mulai berkurang. Meski masih saja ada yang percaya, sehingga tetap memiliki banyak anak. Sebenarnya memang kurang logis, banyak anak banyak rejeki. Karena semakin banyak anak justru pengeluaran bertambah. Sehingga rejeki apapun yang masuk, terasa kurang. Atau jadinya peme...