(ref: sxc.hu) Dahulu kala saat manusia dan hewan bisa berkomunikasi, tinggallah seorang petani yang jujur. Teramat jujur malah. Orang sekarang menamakan sebagai naif. Dia berprinsip bahwa kebaikan selalu dibalas dengan kebaikan. Entah itu langsung atau tidak langsung, sekarang atau nanti, cepat atau lambat. Oleh: Mochamad Yusuf * Pada suatu hari dia pergi ke hutan mencari kayu bakar. Saat sedang asyik mencari ranting yang bisa dibawa pulang, dia mendengar suara. "Tolong, tolong." Petani mencari suara ke sana ke mari. Tapi tidak terlihat seorang/seekor makhluk hidup sekalipun. Dia tetap meneruskan pekerjaan. Namun suara itu muncul. Bahkan lebih keras. Sekarang dia lebih menajamkan penglihatannya. Tetap tidak ada. "Apa suara hantu?" pikir pak Tani. "Tidak mungkin," katanya. Tiba-tiba dia melihat ke bawah, terlihat seekor ular tertindih batu. Pantas tidak terlihat. Ternyata posisinya di bawah. "Tolonglah aku," kata sang ular. "Tidak," kat...