Postingan

Menampilkan postingan dengan label perenungan

FEATURES

Habibie Dan 2 Wanita Yang Mempengaruhinya

Gambar
(ref: wikipedia.org) Kata Habibie dalam bukunya "Habibie dan Ainun", "Setiap pria yang sukses di belakangnya ada 2 wanita hebat. Wanita itu adalah ibunya dan istrinya." Dalam kasus Habibie, ibunya yang mendorong Habibie untuk belajar ke Jerman. Meski sebagai janda dengan banyak anak, ibunya tidak ragu membiayai sekolah Habibie di luar negeri dengan biaya sendiri. Meski Habibie kuliah di Jerman dengan biaya sendiri, dia mau saja dipanggil presiden Soeharto untuk membangun tanah air tercinta. Padahal saat itu dia sudah menduduki sebagai direktur MBB. Orang Asia pertama dan satu-satunya sampai saat ini yang mencapai kedudukan setinggi itu. Sedangkan istrinya, bersedia untuk diajak ke Jerman meski saat bertemu kembali sampai menikah tidak sampai 3 bulan. Di negeri rantau itu, istrinya tidak pulang sampai 6 tahun lamanya. Di negeri asing, dia mengorbankan karir dan ilmunya sebagai dokter untuk mendukung suaminya. Bahkan nanti kelak meski sudah bisa kerja sebagai dokter ...

Kebetulan atau Tak Kebetulan?

Gambar
(ref: sxc.hu) Banyak kehidupan kita dipengaruhi dengan berbagai peristiwa-peristiwa kebetulan. Betulkah itu 'hanya kebetulan'? Jangan-jangan itu memang sudah diatur buat kita, meski kita merasa itu sekedar kebetulan. Dalam buku 'Habibie dan Ainun", Habibie sempat bimbang ketika disuruh pulang oleh presiden Soeharto untuk membangun negeri melalui dirut Pertamina, Ibnu Sutowo. Namun saat didiskusikan dengan istrinya, Ainun, Habibie mantap pulang ke Indonesia. Habibie pantas ragu dengan perintah Soeharto ini, karena dia selama itu di Jerman dibiayai oleh ibunya yang janda dengan anak banyak (7 orang). Dan kedudukannya sudah direktur MBB, gabungan 3 perusahaan aviasi Jerman terkemuka. Juga dia berpikir banyak penolakan dan iri atas kedudukan yang diterima langsung saat kembali ke Indonesia. Dan memang seperti itulah. Banyak penolakan, termasuk banyak yang menanyakan kemampuan dan prestasi yang diraih Habibie. Jawaban Habibie sederhana. Dia tidak meminta jabatan itu. Yang ...

TickTick - Membuat Istiqamah Mengaji

Gambar
Ketika perusahaan/seseorang menciptakan sesuatu pasti ada tujuannya. Misal: Toyota membuat Avanza sebagai kendaraan/alat transportasi. Maka bagi penggunanya harus paham dulu mobil tersebut dengan membaca manualnya sebelum dipakai. Misal: dipakai nengangkut berton-ton barang, Avanza itu pasti rusak. Karena penciptanya sudah tahu kapasitas angkutnya. Oleh: Mochamad Yusuf* Demikian juga manusia. Yang menciptakan manusia sudah tahu tujuan diciptakannya manusia itu untuk apa. "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." QS 51:56. Maka harusnya manusia rajin membaca manual yang dibuat oleh penciptanya. Agar tahu mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Membaca manual itu adalah mengaji Al Qur'an. Selain itu banyak manfaat membaca Al Qur'an. Tentang hal ini sudah banyak yang membahas. Yang menjadi permasalahan adalah kita tidak rutin membaca Al Qur'an ini. Seringkali saat tertentu kita rajin membacanya, misal: saat Ramadhan. Namun...

Nikmatnya Surga Dunia, Andakah Itu?

Gambar
(ref: sxc.hu) Surga baru bisa dirasakan nanti setelah hari pembalasan. Namun seorang teman mengatakan di dunia ini kita bisa merasakan surga dunia. Apakah itu? Katanya namanya surga dunia itu adalah apa yang kita senang mengerjakan seperti hobi, tapi tetap dibayar. Misal: kita senang memancing. Begitu senangnya sampai ikhlas saja mengeluarkan banyak uang untuk melakukan hobi memancing tersebut. Lha, ini kita sudah memancing tapi masih dibayari orang. Lho, mana ada seperti itu? Entahlah... Tapi saya kadang melihat seorang penyanyi begitu menikmati saat menyanyi di panggung. Enjoy... Tapi dia menyanyi dapat bayaran. Atau suka bermain gitar, dan dengan bermain gitarnya ini dia dapat penghasilan. Yang lain saya tahu, ada seorang teman suka menulis. Akhirnya dia memutuskan mengundurkan diri dari pekerjaannya dan bekerja sebagai penulis penuh. Sekarang dia bisa mencurahkan waktu sepenuhnya hanya untuk menulis. Memang tidak banyak seperti itu... Dan juga kadang apa yang diperoleh dari hobiny...

Kenikmatan Terbesar di Dunia

Gambar
(ref: sxc.hu) Apa yang menjadi kenikmatan terbesar di dunia? Entahlah... bagi orang lain. Kalau saya, salah satunya adalah bisa mengatur waktu sendiri. Bukan waktu yang mengatur kita. Kita benar-benar bisa menikmati hidup dengan tenang. Tidak disibukkan dengan dunia, bahkan sampai dilupakan karena dunia. Misal: kenikmatan bisa bangun sebelum adzan Subuh berkumandang, terus ke masjid untuk shalat jamaah. Lalu dilanjutkan dengan mengaji sampai matahari terbit lalu shalat 2 rakaat. Berikutnya bisa berolah raga. Namun kebanyakan justru setelah shalat Subuh jamaah (masih bagus masih jamaah), tidak sampai dzikir lama sudah keluar masjid. Terburu-buru bersiap ke ke rumah untuk mempersiapkan pergi ke kantor. Berangkat ke kantor pagi-pagi. Ini bukan kenikmatan dunia. Atau kenikmatan lain bisa saya lihat saat berangkat ke kantor melihat sekeliling masjid Al Akbar, banyak orang berolah raga. Lha, kita sibuk bekerja mereka masih berolah raga. Atau saya pernah kembali ke rumah pukul 11 siang, lewa...

Istiqomah Itu Berat

Gambar
Setiap hari saya punya jadwal rutin yang harus saya lakukan. Salah satunya adalah mengaji ayat-ayat Al Qur'an yang sama temanya. ODOT, One Day One Theme. Tidak banyak sebenarnya. Mungkin sekitar 5 ayat-an. Bisa kurang atau lebih. Namun saat waktu terbatas sering ODOT kalah prioritas dibanding kegiatan rutin saya yang lain. Misal mengaji 1 halaman setiap hari. Ini saya ikut beberapa program seperti ini. Juga mengaji 10 halaman (1/2 juz) per hari. Dulu sempat juga ikut program 2 halaman (1 lembar) per hari. Semuanya harus dibaca terjemahannya juga. Ternyata berat juga untuk selalu disiplin. Seperti ODOT itu. Terakhir saya sampai ketinggalan selama 4 bulan. Meski terlambat, saya tidak mau menyerah atau melakukan pemutihan. Saya cicil setiap harinya lebih banyak. Alhamdulillah, hari ini sudah sesuai jadwal lagi. Hehehe. Istiqamah memang berat. Karena itu Allah cinta pada ibadah ini. Rutin dilakukan setiap hari. Karena supaya mudah dilakukan, tidak perlu banyak/besar/berat. "Maka t...

Sadar Pentingnya Berkelompok Dalam Beribadah

Gambar
Beberapa waktu terakhir saya mengikuti gerakan ODOJ (One Day One Juz). Gerakan dilakukan kelompok yang saya ikuti. Satu kelompok ditarget menyelesaikan 1 juz seharinya. Lalu 1 juz ini dibagi dalam kelompok, anggap saja 1 orang 1 lembar (2 halaman). Karena berkelompok kita saling mengingatkan dan memotivasi untuk terus membaca sesuai jatahnya. Di hari-hari normal, membaca Al Qur'an 2 halaman sehari (24 jam) bukanlah sesuatu yang berat. Namun kadang-kadang ada hari yang membuat kita sibuk. Seperti kemarin saya harus rapat kerja. Untuk lebih fokus kita sampai dikarantina di tempat tertentu. Kita bekerja non stop sampai malam. Tengah malam ketika sudah selesai, badan saya sudah terasa lelah. Saya tahu kalau di hari biasa sebelum mengikuti gerakan ODOJ, saya pasti melewatkan hari itu tanpa membaca Al Qur'an. Alasannya masuk akal: capek! Dan itu bisa diterima. Tapi saat mengikuti gerapan ODOJ, ada perasaan terus untuk menyelesaikan jatahnya hari ini. Maka dengan semangat dari teman-t...

Sedekah Bikin Datangnya Rezeki?

Gambar
Seringkali kita mendengar dari ceramah atau posting di WA, bahwa dengan bersedekah akan mendatangkan rezeki. Karena mengikuti seruan ini, lalu orang bersedekah besar-besaran. Dalam sebuah ceramah dekat rumah, yang diberikan ustadz terkenal dengan seruan bersedekah, para jamaah bersedekah gila-gilaan menurut ukuran normal. Kalau langsung menyumbang kalung, arloji yang dipakai masih lumrah. Di pengajian itu ada yang langsung menyumbangkan mobilnya bahkan rumah. Oleh: Mochamad Yusuf * Namun banyak pertanyaan yang lalu datang, meski sudah bersedekah tapi kok nggak dapat rezeki? Sama saja. Tidak ada perubahan. Sama seperti tidak bersedekah. Kalau terjadi hal seperti ini, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Pertama , balasan dari Allah mungkin tidak segera. Bisa lama, sangat lama atau malah dijawab saat di alam akhirat. Namun karena kita berharap keajaiban, maka kita ingin segera dibalas sedekah kita. Jadi saat balasan tidak diterima, kita merasa sedekah kita tidak berguna. Kedua , bis...

TickTick - Membuat Istiqamah Mengaji

Gambar
Ketika perusahaan/seseorang menciptakan sesuatu pasti ada tujuannya. Misal: Toyota membuat Avanza sebagai kendaraan/alat transportasi. Maka bagi penggunanya harus paham dulu mobil tersebut dengan membaca manualnya sebelum dipakai. Misal: dipakai nengangkut berton-ton barang, Avanza itu pasti rusak. Karena penciptanya sudah tahu kapasitas angkutnya. Oleh: Mochamad Yusuf* Demikian juga manusia. Yang menciptakan manusia sudah tahu tujuan diciptakannya manusia itu untuk apa. "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." QS 51:56. Maka harusnya manusia rajin membaca manual yang dibuat oleh penciptanya. Agar tahu mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Membaca manual itu adalah mengaji Al Qur'an. Selain itu banyak manfaat membaca Al Qur'an. Tentang hal ini sudah banyak yang membahas. Yang menjadi permasalahan adalah kita tidak rutin membaca Al Qur'an ini. Seringkali saat tertentu kita rajin membacanya, misal: saat Ramadhan. Namun...

Mengaji Kitab Kuning

Gambar
Salah satu Ustadz favorit saya adalah Ust Khoiruddin. Dia juga pengasuh acara di radio Suara Muslim Surabaya. Saya mengikuti kajian beliau di masjid Raudlatul Jannah Sidoarjo. Maka saat beliau menawarkan Al Qur'an buatannya, langsung saja saya pesan. Apalagi Al Qur'an ini menjadi pegangan saat kita mengaji di sana. Namun saat sudah di tangan dan saya mulai baca.. Astaga. Ini kitab kuning. Al Qur'an dengan terjemahan bahasa Jawa tapi tulisan tetap Arab. Arab pegon. Wow.. Ya sudah di pelajari pelan-pelan. Lha saya tidak pernah mondok. Kalau nggak begini tidak merasakan jadi santri di pondok. Nanti kalau Zelda datang liburan, biar dia jadi Ustadz saya. Ngajari kitab kuning. Hehehe. Alhamdulillah.

Naik Tingkat

Gambar
Status yang saya posting tentang resolusi Ramadhan banyak mendapat respon. Banyak di antaranya kemudian bersemangat lagi membuka Al Qur'an. Alhamdulillah. Karena memang itu tujuannya. Yakni memotivasi. Hehehe. Tapi banyak juga yang sudah mengkhatamkan. Bahkan beberapa kali. Postingan saya itu semakin mengokohkannya. Alhamdulillah. Hehehe. Namun kebanyakan hanya sekedar menyelesaikan baca Arabnya saja. Bahkan ada yang berkali-kali khatam dalam hidupnya, tapi tak pernah mengkhatamkan terjemahannya sekalipun. Untuk mereka harusnya sudah meningkatkan statusnya. Kalau dulu misal sudah lulus TK, sekarang sudah harus lulus SD. Tidak cukup puas dengan mendapat pahala membaca hurufnya. Tapi berusaha mendapatkan petunjuk dengan membaca terjemahannya. Al Qur'an akan jadi petunjuk bila paham isinya. Saat Ramadhan seperti ini kesempatan melakukannya. Selain banyak balasan melakukan kebaikan di bulan suci ini, siapa tahu kesempatan membaca Al Qur’an itu hanya ada di bulan ini. Karena setelah...

Perlunya Menguasai Manajemen Waktu

Gambar
Waktu itu penting. Sangat penting. Waktu itu seperti modal yang diberikan pada tiap manusia. Dan hasilnya baru terlihat saat nanti di akhirat. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya ingat cerita adik saya yang guru SD. Dalam salah satu pelajaran dia mau mengajarkan tentang nilai uang. Maka para murid diajak ke pasar. Mereka masing-masing diberi uang yang sama. Lalu disuruh belanja. Terserah. Apa saja. Lalu pada waktu yang sudah ditentukan, mereka berkumpul. Ada yang banyak barang. Ada yang sedikit. Bahkan cuma 1. Ada yang langsung bisa dimanfaatkan, ada yang harus diolah dulu. Demikian juga waktu. Waktu seperti uang yang diberikan ke para siswa itu. Nilainya sama. Semua orang diberi waktu 24 jam. Sama. Tapi meskipun modalnya sama, hasilnya bisa berbeda-beda. Ada yang banyak karyanya, seperti KH Buya Hamka. Dia seorang ulama, guru, pengurus MUI, masih menulis tafsir, buku bahkan novel. Kok bisa ya? Maka disini pentingnya kita menguasai manajemen waktu. Salah satunya adalah menguasai prioritas. Man...

Kubah (17): Sedekah Tanpa Pandang Bulu

Gambar
Paginya desanya gempar. Ternyata orang-orang tahu dia bersedekah cukup besar. Tapi ternyata wanita itu adalah pelacur. Orang-orang desa heran kenapa harus sedekah pada pelacur? Bukannya masih banyak yang bisa disedekahi. Oleh: Mochamad Yusuf* Suatu ketika saat makan bersama dengan seorang teman, tiba-tiba saya menyadari adanya seorang gadis di dekat pintu warung tersebut. Dia berdiri sambil memegang sebuah kardus kecil. Diatasnya ada lubang kecil seperti lubang di celengan atau kotak amal. Dan di depannya tertempel sebuah kertas yang mengajak infaq pada mereka. Sebuah lembaga yatim piatu yang jauh di sana. Sebuah kota di luar propinsi. Saya yang tidak tega melihatnya berdiri terus-menerus seperti itu, menghampiri dan memasukkan uang pada lubang celengan itu. Dia mengangguk dan mengucapkan terima kasih. Saat saya kembali ke tempat duduk semula, teman saya menyemprot, "Ngapain Suf kamu infaq ke situ. Tahu nggak mereka itu mafia. Saya baca beritanya di koran." Ya, saya juga memb...

Kubah (16): Silaturahim Menyelamatkan Saya dari Drop Out Kuliah

Gambar
Zidan bersama kakek dan neneknya saat berkunjung ke rumah (ref: dok. pribadi) Keputusan ini bagaikan geledek di siang hari bolong. Meski saya tahu kondisi keluarga terakhir-terakhir, tapi tetap saja membuat saya kaget. Berita ini membuat saya seperti di ujung dunia. Gelap. Buntu. langit seakan runtuh. Oleh: Mochamad Yusuf* Suatu ketika saat saya menginjak di tahun pertama kuliah, orang tua memanggil saya. Mereka ingin berbicara dan membahas sebuah hal yang serius. Ini bisa saya rasakan, karena beberapa hari sebelumnya tampak mereka secara sembunyi-sembunyi membahas sesuatu yang serius. Lalu saya duduk bertiga dengan Bapak dan Ibu. Awalnya mereka berat memulai percakapan ini. Akhirnya saya tahu maksud perbincangan itu. Ayah dan Ibu sudah tidak sanggup membiayai kuliah saya. Jadi saya tidak akan dimarahi kalau saya tidak kuliah. Kalau tetap meneruskan kuliah, monggo saja. Tapi jangan berharap ada kucuran dana dari Bapak dan Ibu. Keputusan ini bagaikan geledek di siang hari bolong. Mesk...

Kubah (15): Silaturahim Menghindarkan Kunjungan Malaikat Maut

Gambar
Pulang kampung sekali setahun sudah jadi tradisi. Meski justru di waktu-waktu itu transportasi sulit. Sehingga asal keangkut sudah senang. Meski untuk itu nyawa taruhannya. (ref: dok.pribadi) Akhirnya habislah 40 hari itu. Dia lega karena orang terdekat dan dikenalnya sudah didatangi dan berkesempatan meminta maaf. Dia ikhlas dan bersiap menerima tamu malaikat Izrail. Dia bersiap menerima kematiannya. Oleh: Mochamad Yusuf* Saat lebaran lalu orang-orang berbondong-bondong melakukan perjalanan. Tidak peduli jauh, macet, capek bahkan kerapkali harus bertaruh nyawa, mereka ikhlas saja melakukannya. Tujuannya untuk melakukan silaturahim. Yakni bertemu dengan orang tua, kakek nenek, saudara, kerabat, teman, tetangga lama dan lainnya. Silaturahim ini bagi kebanyakan orang dikenal sebagai silaturahmi. Artinya hampir sama. Tapi secara arti kata per kata lebih baik menggunakan kata silaturahim. Memang tradisi ini cukup unik. Dan konon hanya dilakukan di negeri Indonesia. Lalu mengapa harus ber...

Pernik Ramadhan 2013 (16): Berharap Doa dari Orang Alim

Gambar
(ref: sxc.hu) "Aku merasa tidak pernah berdosa. Tapi saya pernah melakukan sesuatu yang tidak tahu apakah itu berdosa apa tidak. Kalau memang itu dianggap berdosa, aku akan meninggalkan tempat ini," kata si buta satu. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika daerah Israel dilanda kekeringan yang sangat. Sudah beberapa minggu bahkan beberapa bulan daerah ini tidak dilanda hujan. Persediaan makan semakin menipis, sedangkan pertanian gagal panen. Bila tidak ada hujan lagi, maka dipastikan akan ada bencana kelaparan. Akhirnya rakyat Israel menghadap nabi Musa. Mereka minta nabi Musa berdoa kepada Allah agar diturunkan hujan. Nabi Musa bersedia, namun dia tidak mau hanya sendirian. Dia ingin seluruh rakyat Israel ikut juga berdoa. Mereka setuju. Pergilah mereka menuju sebuah bukit. Saat mulai mendaki, sepertinya nabi Musa teringat sesuatu. Dia berhenti. Lalu membalikkan badan menghadap rakyat Israel. Mulailah berseru, "Yang tidak pernah berdosa boleh mengikuti saya. Sedangkan yan...

Pernik Ramadhan 2013 (15): Jangan Gampang Menilai Niat Seseorang

Gambar
Melihat duel yang sengit ini banyak sahabat yang mengelilingi untuk mengawasi pertempuran ini. Akhirnya suatu ketika pedang si kafir terlempar keluar dan dia jatuh terduduk. Sekarang dia tidak bersenjata. Dia pasti dengan mudah dikalahkan. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika ada berita di TV tentang pembagian zakat yang diberikan oleh seorang kaya di sebuah daerah. Tampak yang ingin mendapat zakat harus antri dan berdesak-desakan. Sebagian ada yang tidak kuat sehingga pingsan. Banyak anak-anak terpisah dengan orang tuanya. Mereka menangis mencari Ibu atau Bapaknya. Ramai, semrawut dan membuat sengsara yang menerima zakat. Seorang teman yang melihat berita ini menyalahkan yang membagi zakat. "Ngapain sih dibagi-bagi langsung seperti itu? Kan enak diserahkan ke amil zakat atau lembaga ambil zakat yang sekarang banyak berdiri? Kalau begini kan kasihan yang menerima zakatnya," katanya dengan nada tinggi. "Kadang yang salah bukan pemberi zakat lho," kata saya. "Mere...

Pernik Ramadhan 2013 (14): Review Jujur Andromax C (2): Ponsel Bagus Dengan Harga Murah

Gambar
(ref: smartfren.com/ina/andromax-c) Alasan saya beli ponsel ini karena adanya fitur ini: dual mode. Ada CDMA, yakni hanya Smartfren dan GSM. Kalau tidak dual mode, saya tidak akan meliriknya. Karena pengalaman saya cakupan Smartfren tidak cukup luas. Kalau dibawa mudik, bisa-bisa hanya buat main game saja. Juga di rumah saya cakupan Smartfren hanya 2000 1x. Masih lemot. Oleh: Mochamad Yusuf * Setelah menggunakan beberapa hari, saya bisa sedikit menuliskan review. Ya, sedikit review karena harusnya lebih lama supaya lebih jujur mereviewnya. Hehehe. PERAWAKAN FISIK Warna yang ada hanya hitam. Saat saya tanyakan warna putih, CS Smartfren menjawab bahwa semua Andromax C warnanya putih. Impresi yang saya rasakan pertama melihat adalah keren. Meski tidak kelihatan mahal atau premium. Yang jelas tidak murahan. Bentuknya membulat dengan list chrom di tepi. Dan yang saya suka belakangnya kesat seperti karet. Jadi tidak licin kalau dipegang. Di atas ada port 3,5 inci speaker. Di sisi kanan, ka...

Pernik Ramadhan 2013 (13): Review Jujur Andromax C (1): Susahnya Mendapatkan Ponsel Ini

Gambar
(ref: smartfren.com/ina/andromax-c) Akhirnya hari Minggu kemarin, 28 Juli, saya berangkat ke Plaza Marina. Plaza Marina ini pusat penjualan kedua terbesar di Surabaya setelah WTC. Saya pilih plaza Marina karena dekat rumah. Akhirnya setelah sampai di sana, langsung memburu Andromax C ini. Dari stan ke stan, dari lantai ke lantai saya tanyakan. Namun tidak ada ponsel ini. Hanya 1 stan yang menjual. Tapi harganya Rp 750.000. Oleh: Mochamad Yusuf * Hehehe, judulnya bombastis. Betul, karena saya review ponsel saya sendiri. Biasanya reviewer yang ada di majalah/tabloid menggunakan ponsel pinjaman, sehingga hasilnya agak netral. Takut kalau mereview jujur berarti kadang harus negatif, takut tidak dipinjami ponsel lagi. Hehehe. Apalagi reviewer bukan menggunakan ponsel yang direview sebagai ponsel uatamanya. Saya yakin dia memiliki ponsel sendiri. Ponsel yang direview hanya dites saja. Padahal perlakuan tes bisa berbeda perlakukan sebenarnya. Maka review ini saya usahakan jujur. Wong ponsel ...

Pernik Ramadhan 2013 (12): Tidak Sabar Memburu Rezeki

Gambar
(ref: sxc.hu) Sayang sekali. Kalau memang ada masalah dengan pekerjaan, dia bisa bicara dengan kita. Mungkin kita bisa mencarikan solusi bersama. Kalau dia mau sabar sedikit, mungkin ada tambahan rezeki buat dia. Tapi bagaimana lagi. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika istri minta pendapat saya untuk menaikkan gaji orang yang membantu pekerjaan di rumah. Saya tanya kenapa? Istri menjawab karena pekerjaannya bagus. Ya, saya patut bertanya demikian karena masa kerjanya belum lama. Belum genap setahun. Persisnya sekitar 9-10 bulan. Saya iyakan usulan istri. Saya setuju pendapatnya karena memang pekerjaannya bagus. Rencananya kita katakan kenaikan gaji padanya secepatnya, karena kita tidak pernah ketemu. Jam kerjanya pada jam-jam tertentu di rumah. Dia datang saat semua sudah berangkat ke sekolah atau kantor, tepatnya sesaat sebelum kedatangan anak-anak dari sekolah. Dan pulang sebelum Maghrib. Jadi tidak pernah ketemu saban harinya. Namun hari itu saat kita tiba di rumah, rumah tampak ge...