Postingan

Menampilkan postingan dengan label akhirat

FEATURES

7 Tanda Jiwamu Lelah

Gambar
Manusia terdiri dari badan (fisik) dan jiwa (rohani). Fisik akan lelah bia melakukan tindakan fisik seperti bekerja, berolah raga dan beraktivitas. Lha jiwa? Apakah juga bisa lelah. Tentu. Jiwa juga bisa lelah. Karena jiwa juga melakukan aktivitas. Kalau fisik lelah, cirinya badan lemah. Tak bertenaga alias loyo. Kalau jiwa lelah? Ini cirinya: 1. Mudah tersinggung. 2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah. 3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu. Padahal itu biasanya disukai. 4. Sering gelisah atau ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan. 5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tahu sebabnya. 6. Mulai terasing dengan sekitar. Merasa sendirian di tengah keramaian. Dan lebih asyik membayangkan kehidupan ideal yang kita ciptakan di dalam pikiran. 7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar. Maka itu adalah tanda jiwa atau batin tengah kelelahan. Saran terbaik adalah menghentikan sejenak aktivitas yang ...

Jangan-jangan Anda Galau Karena Ini..

Gambar
Saya merasa waktu makin lama berjalan makin cepat. Entah pekerjaan atau rencana yang banyak belum selesai yang membuat saya merasa waktu demikian cepat. Oleh: Mochamad Yusuf* Apa yang rasakan terakhir-terakhir ini pas seperti yang disampaikan narasumber di radio Suara Muslim beberapa waktu lalu. Tengara Kastini S Kaspan, narasumber tersebut, waktu demikian cepat karena banyak rencana melakukan kebaikan, tapi waktu terbatas. Ya, persis seperti saya. Misal: meski sudah mengaji pagi dan malam, masih banyak keinginan untuk mempelajari Al Qur'an lebih detil seperti tugas dari Ustadz saya, nyatanya belum optimal. Ingin berbagi pengajian lewat Youtube sebanyak-banyaknya, meski sudah melembur ya masih kurang waktunya. Apalagi terkait pekerjaan, cari duit. Banyak hal yang harus dikerjakan, sampai bingung membuat prioritas antara pekerjaan. Belum kegiatan mengajar, ingin menulis buku lagi sampai membuat channel Youtube lagi. Wow... waktu rasanya saya ingin nambah. Tidak hanya 24 jam. Hehehe....

Ayo Berlomba dalam Karya, Prestasi dan Kebaikan, Anakku..

Gambar
Kemarin, 11/1/2022, putri kami yang di Pondok Gontor Putri 1 telpon. Tentu kami senang dapat telpon darinya. Setelah ngobrol-ngobrol, kami menanyakan apa masih sebagai mudabbiroh? Kami yang tak pernah santri, tak paham itu mudabbiroh. Bayangan kami ya seperti pengurus OSIS. Oleh: Mochamad Yusuf* Dan yang kami pahami mudabbiroh itu baru kelas 5 (setara kelas 2 SMA). Sedang putri kami ada di kelas 4. Tapi di telpon sebelumnya dia bilang jadi mudabbiroh. Kami pikir itu sementara, karena bisa jadi yang kelas 5 berhalangan. Maka kami tanyakan apa masih mudabbiroh. Jawabannya seperti mengingatkan sesuatu yang harus disampaikan ke kami. "Ya, masih," katanya. Di telpon sebelumnya dia bilang sebagai mudabbiroh di bidang olah raga. Padahal selama ini dia aktif di koperasi. Petugas koperasi Pondok. "Bunda, saya dapat penghargaan sebagai peserta terbaik," teriaknya dari sana gembira. Apa? Dia menyebut sebuah singkatan. Dia mengulang lagi. Tapi sepertinya dia tahu, kami tetap ta...

Nanti Saja Kalau Pensiun..

Gambar
Suatu saat kelas 6 SD, saya dipanggil Guru Bahasa Indonesia. Beliau meminta saya mewakili sekolah untuk Lomba Baca Puisi. Sebagai anak orang miskin, Ayah saya hanya seorang sopir Bemo, saya sering tak percaya diri. Maka saya tolak. Oleh: Mochamad Yusuf* "Jangan saya," kata saya. "Yang lain." "Siapa?" Pak Guru memandang. Kita paham, saya yang paling pintar termasuk Bahasa Indonesia. Maka mau tak mau, ya harus saya. Namun Pak Guru tahu kegundahan saya ini. Maka selain diminta berlatih sendiri di rumah, sepulang sekolah kita berlatih. Mulailah saya berlatih, agar minimal jangan mengecewakan saat tampil nanti. Akhirnya hari itu tiba. Lomba Baca Puisi sekelurahan. Maka wakil berbagai sekolah, negeri dan swasta, hadir. Sampailah saya harus tampil. Ternyata saya tampil tak mengecewakan. Bahkan saya juara. Bersama 1 orang lagi, saya berhak mewakili kelurahan menuju sekecamatan. Saat menghadapi Lomba sekecamatan ini, Pak Guru tak melatih saya lagi. Katanya saya sud...

Ringan Langkah ke Thollabul Ilmi

Gambar
Kemarin saat membuka Facebook saya lihat status seorang teman yang streaming sebuah pengajian. Live. Saya tahu dia selalu melakukan hal demikian. Oleh: Mochamad Yusuf* Tapi kali ini iseng saya buka link live-nya. Lho kok ada di Buduran, Sidoarjo. Saya tahu rumahnya di Ketintang, Surabaya. Nggak seperti biasanya. Biasanya streaming hanya pengajian di masjid sekitar rumahnya. Saya kirim WA, menanyakan keheranan hal ini. Tak langsung dijawab. Ya, dia kan sedang mengikutinya pengajian. Lama datang jawaban. Dia mengatakan sekarang dia rajin datang ke pengajian meski itu di luar kota. Dia sebutkan kota-kotanya. Saya tahu sudah setahun ini dia pensiun. Waktu yang lebih banyak memungkinkan hal demikian. Dan dia semakin enteng saja meski jauh atau pengajian bakda Subuh. Bisa dibayangkan bangun jam berapa untuk persiapan dan perjalanan seperti ke pengajian bakda Subuh di Buduran itu. Memang kalau Allah sudah menggerakkan langkah kakinya, enteng saja orang berangkat ke pengajian. Meski itu jauh. ...

Buka Terop Mendzolimi Orang, Apalagi Garasi di Jalan?

Gambar
Kemarin mendengarkan radio Suara Muslim. Saat acara Fiqih yang diasuh oleh Ustadz Agung Cahyadi dikatakan kalau buka terop di jalan, meski depan rumah kita sendiri, itu berarti mendzolimi orang. Karena orang menjadi repot. Apalagi kalau setelah ditutup, jalan alternatifnya susah dan macet karena tidak layak, seperti sempit dan berlubang. Saat pengendara susah berkendara karena ini, bisa jadi mereka mengutuk yang buka terop. Inginnya yang punya hajat dapat restu, diam-diam malah mendapat laknat dari orang-orang. Ihik-ihik. Lalu apa solusinya? Kata Ustadz Agung Cahyadi ada 2. Pertama, menempatkan orang di jalan untuk memohon maaf pada pengendara satu per satu. Kedua, memberi ganti rugi pada pengendara yang dirugikan, misal diberi uang. Solusi yang saya pikir sama beratnya. Ihik-ihik. Mungkin boleh menutup jalan kalau itu jalan kampung dan jalan alternatifnya tidak susah. Jalan kampung yang bukan jalan umum. Jalan umum dimana banyak orang lewat sana. Sedang jalan kampung, hanya orang kamp...

Berdoalah Selalu Meski Itu Terlihat Remeh

Gambar
Sore ini saya baru paham yang diucapkan 'pak ogah' relawan pengatur lalu lintas tadi pagi. Yakni saat saya dapat foto truk yang kecelakaan ini. Oleh: Mochamad Yusuf* Tadi pagi saat berangkat ke kampus, saat menyeberang ke jalan raya, saya dengar 'pak ogah' bilang ke pengendara lain, bahwa ada truk kecelakaan. Kecelakaannya di Geluran jalur menuju Surabaya dari arah Mojokerto. Peti kemasnya jatuh menutup jalan. Maka tadi saya rasakan keanehan, yakni sampai pertigaan dekat markas Brimob di dekat pabrik Ispatindo, sepi. Biasanya belum sampai ke sini sudah macet panjang. Ini mungkin imbas truk, yang mengakibatkan pengendara dari arah Mojokerto tertahan. Maka berdoa itu memang penting. Seperti doa semoga lancar sampai tujuan. Saya lancar, bahkan datang lebih awal di kampus. Meski biasanya hari Senin macetnya luar biasa. Karena tadi pagi tak ada kemacetan. Sedang pengendara dari Mojokerto mungkin sebaliknya. Mari kita biasakan berdoa apa saja. Meski kelihatan remeh. Tak perlu...

CCTV Dunia vs CCTV Akhirat

Gambar
Sebuah mobil mewah, Toyota Prado, mengarah masuk ke sebuah mini market. Di depan sudah berderet sepeda motor terparkir. Mobil itu perlahan bergerak mencari parkir. Lalu berhenti setelah menabrak sebuah sepeda motor. Oleh: Mochamad Yusuf* Dua wanita keluar dari mobil itu, masuk ke mini market. Lalu turun seorang pria. Sang sopir. Sambil jalan menuju mini market, melihat depan mobilnya. Sangat mepet dengan sebuah sepeda motor. Saat sopir belum masuk mini market, seorang pemuda ceking keluar dari mini market. Lalu terjadi percakapan antara sang sopir dan pemuda tersebut. Entah bagaimana percakapan mereka. Apa si ceking minta mobilnya mundur, agar sepeda motornya keluar. Atau yang lain. Tak jelas. Karena CCTV tak merekam suara. Yang terang setelah itu si sopir menjendul kepala pemuda itu sampai pecinya lepas. Bahkan memukul, menempeleng, menendang si ceking. Pemuda hanya menangkis saja. Tak mampu melawan sang sopir yang besar dan gagah itu. Video itu saya lihat di sebuah akun Instagram. Vi...

Bercerita Apa Yang Sudah Dilakukan dan Dicapai

Gambar
Seandainya Anda diundang sekolah Anda untuk bercerita di depan siswa-siswa sekarang. Lalu diminta bercerita tentang apa Anda sudah lakukan dan capai, apakah Anda bersedia dan bangga melakukannya? Di depan adik-adik kelas Anda? Pertanyaan ini timbul di benak saya saat saya menyaksikan film "Any Questions for Ben" Ahad kemarin. Ben karena dianggap menonjol karirnya oleh sekolah, maka diundang bicara di depan siswa-siswa sekolah (adik kelasnya) tentang masalah karir dan kesuksesan. Namun seteleh bercerita, tidak ada yang tertarik dan mau bertanya kepada Ben. Sebaliknya beberapa teman yang juga diundang banyak diberi pertanyaan siswa. Hal ini menimbulkan renungan dalam dirinya. Apakah pekerjaan yang dianggap sukses (gaji tinggi, bisa pacaran dengan para model, liburan kemana-mana, dll) menimbulkan apresiasi/penghargaan, penghormatan dari orang lain? Sebenarnya kita nantinya juga akan melakukan hal ini. Suka atau tidak suka. Yakni saat di hari pembalasan. Kita diundang ke depan u...