Pengalaman Terkena Sakit Lumpuh Layu GBS (1): Awalnya Dokter Hanya Menyangka Kecapekan
EnerLife singkatan dari "Energize Your Life" atau "Energy of Our Life". Enerlife berisi tulisan dan video motivasi yang bermaksud mencerahkan pikiran dan hati. Serta motivasi kesuksesan hidup. Harapannya hidup kita menjadi mulia dan bermanfaat bagi semesta. Artikelnya bisa dibaca di blog ini: http://enerlifeid.blogspot.com dan videonya dapat dilihat di sini: https://s.id/enerlifeid.
Oleh: Mochamad Yusuf*
(Update terakhir (17/4/2026): Tulisan seri ini sebenarnya sudah saya posting lama. Sebulan sesudah sakit. Yakni sekitar bulan Oktober 2007. Saya sakit September 2007. Sejak tulisan itu dimuat, banyak dibaca dan dijadikan rujukan bagi orang yang entah teman atau keluarganya sakit mirip dengan gejala sakit GBS ini.
Saya berikan tips-tips saat saya sakit dulu. Juga motivasi dan rasa positif/optimis. Tujuannya agar mereka tidak panik, khawatir, dan sedih berlebihan. Agar mereka cepat sembuh. Sayangnya kebanyakan mereka tak tertolong. Ihik-ihik..
Ini setelah biasanya saya kontak kembali mereka beberapa waktu kemudian untuk menanyakan kabarnya. Sakit ini kritis dan berat. Lebih berat daripada stroke. Karena resikonya nyawa).
Tanya(T): Apa kepanjangan dari GBS?
Jawab(J): Selama saya sakit, saya tidak tahu kepanjangannya. Rasanya susah mengingatnya. Yang saya ingat hanya S-nya: Sindrom. Secara guyon, saya plesetkan GBS dengan KBS sebagai 'Gebun Binatang Surabaya'. Biasanya para pembezuk akan tertawa.
Biar. Sakit nggak usah dipikirkan serius. Toh sudah lumpuh, apa perlunya mereka mengetahui kepanjangannya. Hehehe. (Ssst,... GBS itu kepanjangan dari Guillain Barre Syndrome).
T: Lalu apa GBS itu?
J: Penjelasan pak dokter, GBS itu penyakit autoimun. Kelainan dari antibodi yang menyerang sel saraf tubuh sendiri. Normalnya hal ini tidak akan terjadi. Masak jeruk makan jeruk sih. Hehehe.
Sebenarnya secara spesifik yang dimakan adalah sarung (bungkus) dari saraf tepi. Meski cuma sarung, akibatnya tetap fatal: lumpuh! Karena gerakan dipengaruhi oleh 2 hal: saraf dan otot. Meski otot sehat, kalau saraf sakit ya tetap lumpuh.
T: Kok bisa jeruk makan jeruk begitu?
J: Ya, bisa saja kalau sudah ditakdirkan, Hehehe.
Kata dokter ini gara-gara Flu saya. Ketika saya Flu, antibodi diperintah untuk membunuh virus Flu. Virus Flu dengan sel saraf hampir sama (identik). Entah lagi mabok atau stres, sel saraf dimakan juga oleh antibodi. Ya, seperti perintah pak RT ke satpam: yang tinggi besar, gempal dan gondrong gebuk saja, karena biasanya yang seperti ini identik dengan preman.
Padahal ada yang seperti itu tapi bukan preman. Ya, tetap digebuk meski bukan preman. Meski sudah mengaduh-aduh dan hbilang bukan preman, tetap digebok sampai mampus. Dan normalnya antibodi (dan satpam) bisa mendeteksi itu sebagai kawan atau penjahat.
T: Aduh, berarti Flu berbahaya ya? Padahal sering saya remehkan.
J: Penyakit apa saja seharusnya tidak diremehkan. Termasuk penyakit Panu. Kan malu nanti kalau diajak renang oleh kekasih terlihat panunya.. Hehehe.
Sekali lagi normalnya antibodi bisa mendeteksi mana virus mana tidak. Tapi entah kenapa, kok antibodi tidak bisa mendeteksi. Karena itu kasus kelainan seperti ini jarang. Hanya berbanding 1 kasus banding 100.000 kejadian.
T: Kok bisa sampai begitu?
J: Ya, itulah permasalahannya. Sampai sekarang dunia kedokteran masih mencari jawaban tentang hal ini. Jadi sampai sekarang penyebab (etimologi) GBS belum diketahui pasti. Kenapa tiba-tiba antibodi bisa mabok gitu.. Hehehe.
T: Kalau begitu, saya tidak boleh Flu. Kalau perlu saya akan vaksin Flu.
J: Prinsip itu bagus. Bahkan jangan hanya Flu saja, tapi sakit lainnya. Tapi tidak ada artinya meski sudah divaksin Flu. Karena jenis Flu itu beragam. Dan vaksin Flu hanya untuk Flu tertentu. Lagian kalau memang takdirnya terkena GBS ya akan sakit juga.
T: Lho? Jangan menakuti begitu..
J: Karena Flu hanya triggernya. Ingat, penyebab pastinya sakit ini belum diketahui sampai kini. Karena itu saya anggap penyakit ini sebagai penyakit lotre. Kalau sudah dapat lotre sakit GBS, gimana lagi? Ihik-ihik..
T: Lalu selain Flu, apa saja triggernya?
J: Dari pak dokter saya hanya jawaban itu. Tapi dari para petugas lain dan bahkan dari internet, banyak sumbernya. Bisa dari kekurangan gizi, terlalu ketat diet, diare, selesai (pasca) operasi, barusan imunisasi dan lainnya.
T: Apa GBS itu seperti Flu tulang?
J: Saya bukan dokter, jadi tidak tahu apa itu Flu tulang, Flu hongkong, Flu duduk dan lainnya. Dari yang saya baca di internet, istilah lain dari penyakit ini adalah Lumpuh Layu.
Penyakit ini beda dengan Chikunguya. Penyakit ini didahului panas selama 5 hari. Selama sakit persendian akan sangat sakit kalau digerakkan. Sehingga penderita tidak mau menggerakkan tubuhnya. Jadi orang luar menyangkanya lumpuh. Padahal tidak. GBS ini beda dengan stroke, karena saraf perasanya masih berfungsi.
T: Lalu bagaimana pencegahannya supaya saya tidak sakit GBS?
J: Berdoa! Karena kalau sudah dapat lotre GBS ini, siapapun tidak bisa mengelak. Tua muda, pria wanita, kaya miskin, tinggal di desa atau kota, di negara maju atau negara terbelakang dan lainnya. Bahkan siapapun yang kondisi tubuhnya sefit atau seprima apapun, kalau terkena GBS tetap akan sakit.
T: Waduh, kok begitu ya... Terus kalau begitu mending saya nggak ngapa-ngapain aja, wong kalau kena tetap kena.
J: Jangan nangis gitu.. Hehehe. Tetap positif dan optimis. Tentu saja yang bisa kita lakukan adalah menjaga kesehatan kita. Karena tidak hanya GBSsaja yang bikin kita khawatir, sakit kepala saja sudah bikin kita pusing. Hehehe. (emang lha pusingnya itu ada di kepala masa perut?).
Caranya dengan menjaga makanan yang masuk, berolahraga teratur, hidup teratur, menjaga keseimbangan antara bekerja dan istirahat, jasmani dan rohani dan beribadah. [Bersambung..][TSA, 18/10/2007]
Ini pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan ke saya. Saya kumpulkan. Jadi lebih memudahkan. Masih ada sambungannya..
BalasHapus