Postingan

Menampilkan postingan dengan label obrolan di bawah rindangnya cemara

FEATURES

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (15): Sisi Positif Mengantar Anak ke Sekolah

Gambar
Zidan dan bundanya saat di sekolah TK Mutiara. Ini saat pencarian dan pendaftaran sekolah TK buat Zidan. (dok.pribadi) Awalnya ada perasaan segan mengantarkan mereka. Karena saya hitung ada waktu 30 menit terbuang, pergi pulang ke sekolahnya anak-anak. Waktu selama ini sebelum waktu berangkat kerja sangatlah berharga. Oleh: Mochamad Yusuf * Bulan puasa ini bisa dikatakan istimewa. Hehehe. Ini tidak ada kaitannya dengan ibadah puasa dan pernik-perniknya. Jadi istimewa karena saya harus mengantar sekolah anak-anak setiap hari. Lho apa istimewanya mengantar anak sekolah? Ini dimulai dari beberapa hari sebelum bulan puasa. Sewaktu pulang sekolah, sepeda motor penjemput anak-anak mengalami kecelakaan. Mereka ditubruk dari belakang. Zidan yang duduk di belakang, siku kaki tangannya luka. Sepertinya banyak darah yang keluar. Lalu Zelda yang duduk di tengah-tengah hanya lecet-lecet. Sedangkan mbaknya (pembantu rumah tangga) yang mengantar jemput sekolah tidak luka sedikitpun. Akibat kejadian ...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (13): Puasa, Internet dan Industri Kreatif

Gambar
(ref: imdb.com) Industri kreatif adalah industri kompetitif yang dimiliki oleh bangsa Indonesia. Industri ini tak mudah dipindahkan atau dijiplak. Dan bulan Ramadhan menciptakan suasana yang kondusif lebih kreatif. Oleh: Mochamad Yusuf * Bulan Ramadhan tinggal beberapa hari lagi. Saya membuka resolusi yang saya buat sebelum bulan Ramadhan . Melihat apa saja yang sudah saya lakukan selama Ramadhan ini. Apakah saya sudah mewujudkannya? Ya untuk pertama kali dalam hidup, saya membuat resolusi Ramadhan. Baru selama lebih dari 40 tahun, saya membuat janji untuk bulan puasa. Saya membuat sebuah resolusi. Resolusi adalah janji yang harus dilakukan atau target apa yang tercapai dalam kurun waktu ke depan. Biasanya resolusi ini dibuat untuk tahun Masehi. Ya, di akhir bulan Desember atau di awal Januari. Tapi kali ini saya membuatnya untuk Ramadhan. Ada 2 resolusi untuk Ramadhan. Yang pertama adalah menyelesaikan membaca terjemahan Al Quran sampai tuntas. Sebenarnya saya sudah melakukannya seb...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (11): Miskin Tapi Bermartabat

Gambar
Beberapa waktu lalu diberitakan banyak orang mengaku miskin agar bisa masuk sekolah yang diinginkan dari jalur orang miskin. Ternyata setelah diverifikasi mereka kaya. Mereka tak malu mengaku miskin. Oleh: Mochamad Yusuf * Meski ada kejadian yang mengenaskan seperti di Pasuruan beberapa tahun lalu, saya yakin pembagian zakat langsung masih akan terjadi sekarang ini. Saat seperti itu, seseorang yang berzakat/shadaqah akan membagikan langsung kepada para penerima zakatnya. Yang menerima zakat akan berbaris untuk antri mendapat zakat. Namun karena banyaknya penerima, mereka jadi tak sabar antri. Sehingga yang sering terjadi, mereka akan berdesak-desakan berebut mendapat zakat duluan. Akibatnya yang lemah tenaganya seperti orang tua dan anak-anak, akan kalah dalam 'aksi perebutan zakat' ini. Bila tidak ada antisipasi yang baik dari penyelenggara, aksi ini bisa memakan korban. Bahkan korban nyawa. Mengapa hal demikian terjadi? Entah, dorongan apa yang membuat mereka sampai rela berd...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (10): Ujian Ramadhan

Gambar
(ref: sxc.hu) Awalnya saya ingin tetap ada sesuatu yang berguna/manfaatnya di artikel ini. Tapi saya pikir, nanti dikira saya menyamakan diri dengan contoh yang diberikan. Akhirnya saya putuskan, tidak saya tulis. Oleh: Mochamad Yusuf * Ini mungkin artikel curhat. Hehehe. Awalnya saya ingin tetap ada sesuatu yang berguna atau manfaatnya di artikel ini. Tapi saya pikir, nanti dikira saya menyamakan diri dengan contoh yang saya berikan. Akhirnya saya putuskan, tidak saya tulis saja. Rencana awal tulisan ini ingin saya awali dengan kisah-kisah Nabi dan sahabat-sahabatNya yang justru banyak mendapat ujian di bulan Ramadhan. Mereka selain berpuasa, ujian kesabaran untuk lapar dan haus, harus ikut perang, menggali parit dan lain-lain. Kadang juga diuji dengan kekuarangan makanan. Tapi mereka ikhlas saja dengan berbagai ujian itu. Lalu setelah menulis berbagai kisah itu, saya tulis ujian yang pernah saya alami saat memasuki bulan Ramadhan. Seperti sakit GBS yang pernah saya alami. Dan mungki...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (9): Peristiwa-Peristiwa Besar yang Saya Alami di Ramadhan

Gambar
(ref: sxc.hu) Peristiwa besar di Ramadhan ini adalah sebuah ujian yang sungguh sangat berat. Saya diberi sakit yang tingkatannya kata beberapa orang sedikit di atas kematian. Begitu berat sehingga kita terpukul. Oleh: Mochamad Yusuf * Sudah puluhan Ramadhan, alhamdulillah, sudah saya lalui. Bulan yang dikatakan bulan penuh berkah ini bagi saya banyak memiliki makna. Tak hanya sekedar saatnya berpuasa setiap hari selama sebulan. Tapi banyak peristiwa besar dan penting yang hadir di bulan Ramadhan yang mulia ini. Waktu kecil dulu saat bulan puasa tiba, rumah saya harus menjadi 'mushalla dadakan'. Entah apa yang menjadi motif Bapak menjadikan rumah kita menjadi mushalla untuk shalat tarawih. Dari kamar tamu, garasi, kamar tengah sampai kamar tidur semua jadi mushalla. Yang tidak dipakai hanya kamar tidur anak-anak, dapur dan kamar mandi, tentu saja. Jadi keseluruhan rumah menjadi mushalla. Mungkin niat Bapak dulu menjadikan rumah karena tak ada masjid/mushalla yang dekat dengan p...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (8): Memberi Nama Untuk Benda Mati

Gambar
Karin Black, sedan Toyota Corona Absolute 2.0 saya. (dok.pribadi) Mungkin benar riset sapi di Inggris itu. Suatu waktu saya sekeluarga melakukan perjalanan dari Kediri ke Malang lewat Batu. Jalannya berliku dan naik turun di lereng gunung. Kanan kiri hutan/jurang. Oleh: Mochamad Yusuf * Hari Minggu kemarin saya menonton film 'Toy Story'. Kali ini seri ketiga. Sepertinya ini seri penutup dari sequel Toy Story. Tapi entahlah... kalau nanti pertimbangan komersial harus memunculkan kembali lanjutan dari film ini. Film dengan dukungan Steve Jobs saat nganggur dari Apple ini memang box office. Banyak penggemarnya dan selalu ditunggu kehadirannya. Film 'Toy Story' ini bercerita tentang kehidupan, eh apa ya yang tepat, para mainannya si Andy. Andy adalah seorang anak kecil berumur sekitar 7 tahunan. Ya, dia seorang manusia, eh tentu saja, yang memiliki banyak mainan. Di antaranya si Woody, mainan koboi yang ada tarikannya di punggungnya. Kalau ditarik akan keluar suara rekaman...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (6): Buku Yang Selalu Tak Bosan Dibaca dan Dibaca Lagi

Gambar
Buku saya bukan persis seperti ini, meski juga 2 jilid. Yang ini edisi revisi dengan cover baru. Dari sekian buku yang saya miliki, ada 1 buku yang saya suka. Entah sudah berapa kali saya membacanya. Kalau ada kesempatan selalu saya baca kembali, seperti di bulan Ramadhan ini. Tapi ini bukan Al Qur'an lho. Oleh: Mochamad Yusuf * Entah sejak kapan saya suka membaca. Tapi yang jelas saya baru bisa membaca di kelas 2 SD. Hehehe. Saya ingat sewaktu kelas 2 distrap karena tak bisa membaca. Strap ini adalah hukuman berdiri di depan kelas sampai dipersilahkan duduk kembali oleh guru. Saya malu dan hampir menangis dihukum seperti ini. Untuk menutupi malu ini sampai wajah saya tutupi dengan buku, seperti petugas upacara yang membacakan Pembukaan UUD 45. Sejak itu mungkin saya terpacu belajar membaca lebih keras. Saya sadar memang agak terbelakang dalam membaca. Apalagi saya pindahan dari sekolah yang tak dipacu belajar membaca. Saat masuk SD saya masuk ke sebuah sekolah dekat rumah lama ...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (4): Menakar Derajat Seseorang

Gambar
Bagaimana sebenarnya kita mengukur derajat orang lain? Kalau mengacu pada kitab suci, maka cara mengukurnya cukup mudah. Yakni dengan melihat kadar ketakwaannya. Tapi kita kan bukan Tuhan? Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam perjalanan dinas ke Lombok, saya mendapat sebuah pelajaran. Dalam perjalanan di ketinggian sekitar 800 meter di atas pulau Bali, saya melihat sebuah peristiwa unik. Saat itu saya dari Surabaya menuju Mataram. Waktunya seperti sekarang ini, beberapa waktu sebelum lebaran. Tapi saya lupa apakah sudah masuk bulan puasa atau tidak. Sepertinya belum. Jadi mungkin sebulan lebih sebelum lebaran. Waktu menunggu sebelum boarding belum ada sebuah 'masalah'. Masalah muncul setelah masuk pesawat. Ternyata sebagian besar penumpang adalah TKI. Mereka terlihat dari perawakan yang sepertinya bukan orang kaya. Kebanyakan hanya memakai pakaian asal. Seperti kaos lusuh, atau kalau memakai kemeja tak menggunakan kaos dalam. Entah bagaimana perjalanan mereka sebelum sampai Surabaya. A...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (3): Ukuran Lain Kesuksesan

Gambar
Anehnya dia malah menolak tangan saya. Dia berkata, ”Bukan. Saya bukan orang sukses. Kalau misalkan saya dianggap sukses, maka ucapkan sukses itu pada orang tuaku.” Saya tertegun dengan kriterianya ini. Oleh: Mochamad Yusuf * Banyak orang berharap ingin sukses. Orang tua berdoa agar anaknya sukses. Para guru mendoakan murid-muridnya juga sukses. Karenanya buku-buku tentang sukses laris. Seminar-seminar tentang sukses selalu ramai. Tetapi sebenarnya apa sukses itu? Kalau ditanya pada sebagian besar orang, maka jawaban tentang sukses hampir seragam. Sukses itu kaya. Sehingga bisa memiliki rumah besar dan bagus di perumahan elit. Atau memiliki mobil baru dan bagus. Gadget yang dibawa, ponsel atau tablet, bermerk dan berharga mahal. Di hari libur bisa jalan-jalan ke mall sambil makan di restoran siap saji. Atau bila liburannya panjang, berlibur ke tempat wisata seperti Bali. Bahkan bisa juga ke luar negeri. Jawaban lain sukses itu memiliki kedudukan dan kekuasaan. Bila dia pegawai negeri m...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (2): Perlukah Disekolahkan di Sekolah Islam Terpadu?

Gambar
Menunggu teman lain untuk shalat Dhuha jamaah Sekolah ini sering dinamakan sebagai Sekolah Islam Terpadu (SIT). Lalu apa sebenarnya keunggulan SIT? Kira-kira apa kelemahan bersekolah di SIT? Perlukah kita memasukkan anak kita ke sekolah ini? Oleh: Mochamad Yusuf * Beberapa kali saya menulis yang menyinggung sekolah anak saya. Beberapa menanggapi dengan mengirim email, message Facebook dan SMS menanyakan di mana tempat sekolah tersebut. Memang sepertinya menyenangkan bersekolah di tempat tersebut. Tapi yang lebih menyenangkan lagi adalah bagi orang tuanya . Karena sekolah itu perpaduan pelajaran umum dan agama. Sekolah ini sering dinamakan sebagai Sekolah Islam Terpadu (SIT). Jadi kalau itu sekolah dasar maka sering disingkat menjadi SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu). Biasanya jam sekolah lebih panjang. Sehingga kerap dinamakan sebagai 'full day school'. Karena masa belajarnya seharian maka melewati jam makan siang, sehingga sekolah biasanya juga menyediakan makan siang. Karena...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (1): Obrolan Yang Menggema

Gambar
Namun saya ingin obrolan itu lebih ada faedah atau manfaatnya. Dan supaya obrolan itu tak hilang ditelan waktu, saya ingin menuliskan obrolan itu. Sehingga obrolan itu bisa bergema menembus waktu. Oleh: Mochamad Yusuf * Sejak SD sampai kuliah, saya menempuhnya di sekolah negeri. Semuanya favorit. Artinya sekolah yang saya ikuti menjadi dambaan para siswa. Atau lebih tepatnya orang tua. Karena kadang yang lebih ingin menempuh di sekolah tersebut adalah orang tuanya. Hehehe. Namun hanya SD saja yang bukan favorit. Mungkin pilihan SD itu karena dekat dari rumah saja. Sekitar 100 meter. Begitu dekatnya bunyi bel sekolah sampai terdengar dari rumah. Enaknya kalau istirahat selalu pulang ke rumah untuk makan dan minum gratis. Jadi tak pernah bawa uang saku. Ya, karena tak favorit maka kondisi sekolahnya tak bagus. Dinding sekolah hanya papan yang ditumpuk-tumpuk. Karena ada ukuran yang tak pas, jadi ada beberapa lubang yang tak tertutupi papan. Lubang ini biasanya digunakan mengintip siswa k...