Postingan

Menampilkan postingan dengan label kritik film

FEATURES

Manusia Hanya Sedikit Menggunakan Otaknya

Gambar
Tadi malam nonton film 'Lucy'. Meski ini film, saya percaya dengan pernyataan profesor tokoh cerita di film ini. Saat memberikan kuliah terbuka, dia mengatakan bahwa makhluk hidup hanya menggunakan otaknya sekitar 3-5% dari kapasitas otaknya. Lalu ketika manusia hadir, manusia sebagai kasta tertinggi dari rantai makanan, lebih banyak lagi menggunakan otaknya. Tapi hanya 10%. Masih sedikit dari total kapasitas otak. Ada satu makhluk yang paling tinggi menggunakan otaknya, yakni sampai 20%. Makhluk itu adalah... Lumba-lumba. Yang mengherankan bagi profesor itu, dengan hanya menggunakan otaknya kurang dari 10%, manusia bisa menciptakan banyak penemuan. Tentu akan luar biasa kalau bisa lebih dari 10%. Profesor itu menjelaskan hipotesanya kalau menggunakan otaknya 30%, akan bisa ini. 40% ini bisa itu dan seterusnya. Tapi dia bingung, apa yang terjadi kalau penggunaannya 100%. Kalau ini benar, Tuhan pasti punya alasan tentang hal ini. Dan Tuhan berhak menentukan seorang manusia memil...

Terminator: Dark Fate - Ingin Kembali ke Masa Lalu

Gambar
Barusan lihat film 'Terminator: Dark Fate'. Cukup bingung dengan timelinenya. Sampai baca-baca analisanya di internet. Saya tidak mengomentari timelinenya. Tapi saya selalu tertarik dengan time traveling. Saking tertariknya saya sampai pernah menonton semua film yang bertema time traveling ini. Ya, manusia suka dengan time traveling. Karena waktu berjalan tidak akan kembali. Keputusan yang diambil dulu atau sekarang, baik benar atau salah, akan mempengaruhi hidupnya nanti. Ini yang kadang ingin diperbaiki. Btw, apa film favorit Anda terkait tema time traveling ini? Kalau Anda ingin melakukan time traveling, ingin ke tahun berapa dan kenapa?

Perlukah Kita Kembali Masa Lalu Untuk Memperbaikinya?

Gambar
Dalam perjalanan hidup, seorang manusia akan mengalami takdirnya. Bisa menyenangkan atau tidak. Namun bila diinginkan, pasti ingin takdir yang menyenangkan. Oleh: Mochamad Yusuf* Maka bila seseorang mendapatkan takdir yang tak menyenangkan, bila memungkinkan dia bersedia untuk mengubah apa yang dilakukan dulu. Karena bisa jadi karena kesalahannya di masa lalu mengakibatkan takdir tak menyenangkan sekarang. Ini seperti yang dilakukan Ivan di film 'The Butterfly Effect'. Namun setiap perubahan yang dilakukan selain membawa takdir menyenangkan, ternyata juga membawa takdir tak menyenangkan di lain hal. Memang benar apa yang kita lakukan sekarang berakibat di masa mendatang. Apa yang kita alami sekarang buah dari apa yang kita lakukan dahulu. Maka sebenarnya yang harus kita lakukan adalah berbuat sebaik-baiknya. Sesuai dengan tuntunan agama. Masalah hasil kita serahkan pada Yang Kuasa. Menyenangkan atau tidak itu yang terbaik dari kita. Kalau kita sudah lakukan terbaik menurut agam...

Hidup adalah Perjalanan Tidak Terduga

Gambar
Tadi malam melihat film 'The Hobbit: An Unexpected Journey'. Saat melihat film ini rasanya melihat kehidupan kita. Pernahkah Anda menyadari saat malam-malam yang hening, bagaimana Anda bisa bekerja di kantor Anda saat ini? Tinggal di sebuah daerah yang jauh dari kampung halaman? Apakah Anda pernah merencanakannya bekerja dan tinggal di sana? Oleh: Mochamad Yusuf* Itu mungkin karena sebuah keputusan. Entah ikutan teman, melamar sebuah pekerjaan atau bertemu seseorang. Dan akhirnya Anda mungkin bekerja di sebuah tempat yang tidak pernah Anda bayangkan. Bahkan tinggal di tempat yang juga belum Anda bayangkan dulu. Sebuah tempat yang jaraknya mungkin cukup jauh dari rumah Ibu,kampung kelahiran Anda. Yang bisa saja itu adalah tempat akhir Anda kelak. Beberapa waktu lalu diberitakan ada seorang anak bertemu kembali dengan ibunya setelah berpisah selama 35 tahun. Dia berpisah saat masih kanak-kanak. Dan menariknya anak ini, sekarang ya sudah tua, ditemukan di pulau terpencil di kepula...

Film Seakan Vlog

Gambar
Ada yang aneh saat menyaksikan film '1917'. Tidak ada cut yang berganti-ganti angle/sudut pandang kamera. Saya teringat film 'Cloverfield'. Tapi film Cloverfield itu jelas menggambarkan seorang yang amatir yang sedang merekam. Maka kadang diperlihatkan goyang, out of focus dan lainnya. Maka di film 1917 ini kita tidak menyaksikan detail sesuatu dengan cepat. Misal saat komandan menunjukkan peta, kita tidak diperlihatkan petanya secara jelas. Lama-lama saya merasa film 1917 ini seperti Vlog yang saya buat. Misal saat saya membuat Vlog keliling memutari kampus Gontor Putri 1 (cari videonya di channel saya, Enerlife Solusi Indonesia). Maka bisa jadi Vlog nanti dapat masuk ke bioskop. Hehehe..

Lemantun | Sebuah Renungan Bagi Anak dan Orang Tua

Gambar
Hidup itu pilihan. Dan pilihannya kadang sulit. Seperti saat kecil kita bersama dengan ibu dan bapak (keluarga). Saat mulai dewasa, biasanya mulai kuliah, sudah meninggalkan keluarga. Oleh: Mochamad Yusuf * Setelah lulus kadang tidak kembali ke keluarga. Malah jauh ke kota besar untuk cari penghidupan. Bahkan ketemu pasangan akhirnya menetap di sana. Jadinya bertemu keluarga jarang-jarang. Kadang hanya sekali setahun saat lebaran. Di lain pihak, ibu dan bapak semakin menua. Fisik berkurang. Dan tidak bekerja. Malah sakit-sakitan. Tentu butuh yang merawat. Seperti kita saat masih kecil juga perlu dirawat keluarga. Kini gantian mereka yang butuh kita. Seperti dulu saat kecil kita butuh mereka. Tapi kita tidak ada di samping mereka. Saya pernah ke rumah teman di desa. Hanya Bapaknya. Ibunya sudah meninggal. Rumah yang besar itu, 8 bersaudara, tidak ada satu pun yang tinggal di rumah itu. Padahal ya ampun rumahnya besar sekali. Dapurnya saja jadi rumah tersendiri. Setara tipe 45. Ruang mak...

Annapolis - Referensi Orang Tua yang Anaknya Sekolah di Asrama seperti Pondok

Gambar
Tadi malam nonton film Annapolis. Ini gara-gara saya tidak bisa tidur. Hehehe. Kebetulan saya ingin nonton film ini, tapi belum ada waktu. Saya tertarik menonton ini karena penasaran dengan kehidupan taruna akademi militer negara superpower. Oleh: Mochamad Yusuf* Annapolis ini sebenarnya nama kota. Tapi di kota ini ada US Naval Academy, Akademi Angkatan Laut ya negara Amerika Serikat. Ya seperti Surabaya yang juga ada AAL-nya. Namun karena Naval Academy sangat populer, maka bila mendengar nama Annapolis asosianya adalah AAL. Ya, seperti mendengar nama West Point lalu teringat US Military Academy. (Ingin juga lihat film taruna West Point kalau ada). Melihat film ini seperti tidak jauh berbeda dengan keadaan negara kita. Mungkin terasa lebih di sana. Seperti persaingan masuk. Dikatakan di film itu setiap tahun yang daftar ada 50.000 orang. Tapi yang diterima hanya 1.200. Saya tidak tahu di sini, tapi sepertinya tidak sebanyak di sana, karena ini khusus AAL saja. Kesamaan lainnya orang se...

Bisakah Kita Mengelak Takdir?

Gambar
Di film 'Final Destination' seorang remaja gelisah di pesawat saat mau take off. Akhirnya dia memutuskan turun dari pesawat dan diikuti beberapa teman sengaja atau tidak sengaja. Ternyata saat pesawat saat take off meledak di udara. Tidak ada yang selamat. Berarti remaja tadi dan teman-temannya yang tidak jadi berangkat tidak jadi mati. Namun satu persatu teman-temannya mati dengan cara berbeda. Film ini seakan menegaskan kalau sudah ditakdirkan, maka tidak bisa dielakkan. Ditakdirkan mati, meski tidak mati kecelakaan pesawat terbang, tapi mati karena hal lain. Lalu kalau tidak bisa mengelak takdir, kenapa harus repot-repot usaha? Hehehe, jadi kembali ke perdebatan yang tidak pernah usai sejak dulu. Paham takdir vs usaha. Tapi yang jelas filmnya recommended deh.. Hehehe.

Outbreak - Film Epidemi Hampir Seperti Dokumenter

Gambar
Film Outbreak ini mungkin film terbaik tentang virus. Pertama, dibintangi banyak artis papan atas. Diantaranya penggondol Oscar, seperti Dustin Hoffman, Kevin Spacey, Morgan Freeman. Ada Rene Ruso, Donald Sutherland dan lainnya. Maka aktingnya memang akting jempolan. Kedua, kisahnya memang realistis. Maka di sini kita akan memahami bagaimana sebenarnya sebuah virus bekerja. Apa yang dilakukan pemerintah menanggulanginya. Termasuk bagaimana alasan sebuah daerah dilockdown. Ceritanya agak mirip dengan Contagia. Yakni seperti flu. Maka bila ingin tahu kenapa harus pakai masker, social distance, APD dll maka di sini kita akan bisa belajar. Tentu belajar yang menyenangkan. Hehehe. Bedanya di sini sumber virusnya dari kera. Tentu saja penonton, termasuk saya, suka happy ending. Film ini juga. Bahkan pasangan suami istri yang sudah cerai menjadi rujuk kembali. Tentu saja dibumbui intrik-intrik termasuk tokoh antagonis sebagai film hiburan. Film ini saya rekomendasi untuk ditonton bila ingin m...

Contagion - Film Peramal

Gambar
Setelah capek seharian mengoreksi tugas mahasiswa, petang tadi menonton film tentang virus. Contagion. Film ini ditayangkan 9 tahun lalu. Yang nonton dan yang buat mungkin dulu menganggapnya sebagai hiburan. Tapi kini seakan seperti dokumentasi. Persis. Mirip dengan yang terjadi sekarang. Bahkan sampai penyebabnya. Kelelawar, dan di film itu ada tambahan, babi. Juga sumbernya dari Cina. Cara penularannya sama. Juga penanggulangannya. Saya tertarik di film itu ada seperti detektif kesehatan yang menyelidiki siapa menulari siapa. Dirunut dan berusaha dicari yang paling awal tertular (sang detektif akhirnya juga tertular dan meninggal. Yang saya suka film itu happy ending. Meski digambarkan masyarakat jadi chaos. Penjarahan, kota sepi, pembelian banyak di supermarket dll. Juga di film itu perlunya pemimpin kuat dan organisasi yang bagus. Bagaimana pendapat Anda?

World War Z - Film Epidemi Virus Yang Menghibur

Gambar
Tidak seperti Contagion yang pernah saya review singkat, World War Z (WWZ) memang film hiburan. Temanya sama. Epidemi virus. Bila Contagion kisahnya realistis bahkan seperti dokumenter, maka WWZ karena menghibur jadi agak berlebihan. Bila seorang kena virus ini maka menjadi zombie. Dia akan mencari mangsa yang sehat lalu digigit. Beberapa detik kemudian yang didigit sudah terjangkit dan menjadi zombie. Mencari mangsa lain dan seterusnya. Maka tak heran tidak lama sebuah desa, kota bahkan negara terjangkit virus ini. Jadi seperti kiamat. Rusak dunia. Tapi tetap ada kesamaan dengan Contagion, karena di sini ternyata negara-negara saling bekerjasama dengan PBB/WHO dan negara lain. Mereka berupaya bahu-membahu memberantas virus. Jadi saya mulai sedikit paham, bagaimana cara virus bekerja dan bagaimana cara pemerintah/dunia mencegahnya. Anda sudah menontonnya? Ada Brad Pitt lho.. Hehehe.

Underwater: Film Tentang Rahasia Kedalaman Laut

Gambar
Ini bukan film tentang film virus. Saya sudah kehabisan film virus yang harus ditonton. Hehehe. Jadi ini selingan. Setelah ini mungkin mencari lagi film tentang virus. Film ini tentang misteri di kedalaman laut. Kehidupan di bawah kedalaman 10 km dari permukaan. Dalam sekali. Laut memang misteri. Banyak kehidupan yang belum disibak di sini. Maka imajinasi manusia bisa beragam. Seperti ada kerajaan dalam kisah Dewa Yupiter atau Poseidon. Atau Nyi Roro Kidul di Indonesia. Hehehe. Sebenarnya banyak film tentang laut ini. Yang paling saya suka garapan James Cameron sutradara sukses yang melahirkan franchise Alien dan Terminator: The Abyss. Jadi lebih menarik di film ini karena ada si cantik Kristen Stewart yang terkenal dari franchise, Twilight Saga. Komentar saya tentang film ini? Hmm...

The Captain - Sesuatu itu Ada Konsekuensinya

Gambar
Banyak orang yang kecilnya bercita-cita menjadi pilot. Terbang tinggi. Melihat dibawah yang mengecil. Bisa jalan-jalan. Mengunjungi kota yang jauh. Dikelilingi pramugari cantik. Dan lainnya. Mungkin ada baiknya melihat film ini, The Captain. Film ini diangkat dari kisah nyata. Insiden lepasnya kaca kokpit pesawat Sichuan Airlines. Tidak hanya kisahnya nyata, tapi juga menggambarkan secara detil apa yang dilakukan pilot dan airflight crew lain. Apa yang kita rasakan saat nyaman terbang, perlu persiapan dan hasil kerja sama berbagai pihak. Ada crew pesawat, ground, ATC, bandara dan lainnya. Dan itu semua hasil latihan yang ketat dan terus-menerus. Melihatnya sepertinya capek dan melelahkan. Dan resiko maut sewaktu-waktu. Maka di sini terlihat begitu lolos ujian yang menyabung nyawa, mereka jadi bersyukur. Sekalipun atheis. Maka bagi yang cita-cita pilot, pramugari, ATC, keselamatan penerbangan dan lainnya ada baiknya melihat film ini. Atau kalau sudah ketuaan bercita-cita demikian, hanya...

Train to Busan - Film Virus yang Keren

Gambar
Film ini tidak seperti Contagion. Tapi lebih mirip World War Z. Film dengan unsur hiburan. Virusnya juga mirip. Bila terinfeksi maka dengan cepat menjadi zombie. Dan mencari manusia sehat untuk ditulari dengan digigit. Tapi bila dibandingkan keduanya, Train to Busan lebih bagus. Tidak hanya unsur tegang, yang sewaktu-waktu ada serangan zombie, tapi jalinan thriller yang tidak bisa diduga cerita selanjutnya. Juga dramatis yang membuat saya meneteskan air mata (opo tumon film horor kok bikin nangis?) Dan unsur kebaikan yang diajarkan. Seperti ayah harus memberikan perhatian pada anak, pengorbanan dll. Saya rekomendasikan film ini. Maka saya jadi tidak sabar menunggu sequelnya yang katanya siap dirilis dalam waktu dekat ini. Semoga!

Ode to My Father: Perjuangan Anak Menjadi Bapak!

Gambar
Film apa yang membuat Anda menangis? Kalau saya, ada beberapa film. Ada film barat, non barat bahkan animasi. Namun tadi malam saya tonton film Korea ternyata juga membuat saya menangis. Minimal menitikkan air mata dan leher tercekat. Ihik-ihik. Entah kenapa kalau saya melihat perjuangan orang tua, khususnya Bapak, saya menangis. Mungkin karena saya teringat perjuangan hidup Bapak saya. Film barat yang seperti itu, favorit saya, adalah 'Big Fish' yang juga membuat saya menangis. Film 'Big Fish' menggambarkan perjuangan Bapak menghidupi keluarganya, tapi tidak diterima oleh anaknya. Kalau film Korea ini sebenarnya bukan pada perjuangan seorang Bapak. Tapi seorang anak kecil yang berjanji pada Bapaknya untuk menjadi pengganti beliau selama tidak ada. Dan memang menghilang karena Korea tercabik jadi 2 karena perang. Entah raib kemana Bapaknya. Dia yang belum siap jadi Bapak harus bertanggung jawab selayaknya kepala keluarga. Sebuah perjuangan berat karena selain perang, ju...

Exit: Cocok Bagi Pecinta Alam

Gambar
Sampai nonton lama film ini, saya merasa kok aneh. Katanya ini Top 10 film paling laris di Korea. Tapi kok biasa saja? Sampai segmen asap dilepaskan, lha ini baru menarik. Jadi saya mengerti kenapa film ini jadi disukai orang Korea. Meski mereka bukan pecinta alam atau rock climber. Film ini memang menceritakan seorang rock climber. Tapi bukan mengisahkan saat aksinya merambati tebing gunung. Tapi kemampuannya digunakan merambati gedung-gedung tingi untuk menyelamatkan banyak orang. Keren! Maka di sinilah saya lihat orisinalitas film Korea ini. Karena banyak film yang mengisahkan tentang aksi rock climber. 'Vertical Limit' salah satu favorit saya di genre ini. Tapi aksi seperti ini jarang ada di film Barat. Yang menarik tetap ada unsur drama khas Korea. Tapi tidak sampai bikin nangis. Entah kalau Anda. Hehehe. Maka bagi Anda seorang pecinta alam, pendaki gunung atau rock climber, maka film ini cocok untuk Anda! Tapi meski bukan pun, film ini tetap menarik untuk ditonton. Sangat...

Juror 8: Film Pengadilan Korea Keren!

Gambar
Film paling terkesan bagi saya adalah '12 Angry Men'. Awalnya heran bagaimana film ini dapat rating tertinggi di imdb.com. Padahal ini film lama. Hitam putih. Dan kisahnya cuma seputar dalam sebuah ruangan. Ruang juri! Namun setelah menyaksikannya, saya jatuh cinta. Maka saya menonton film ini lebih dari sekali. Saya tidak tahu sudah berapa kali menontonnya. Selain alasan film ini memang bagus, juga karena saya ilmuwan Komunikasi sangat menikmati bagaimana proses komunikasi berjalan dan berpengaruh. The Power of Communications! Hehehe. Maka saya berharap ada remake. Ternyata yang me-remake dari negeri seberang. Korea Selatan. Ceritanya mirip. Namun kisahnya tidak hanya seputar ruangan juri, tapi pengadilan dan lainnya. Dan tentu saja ada bumbu khas Koreanya. Apa itu? Sesuatu yang tidak saya sukai. Adegan drama yang penuh air mata (dan ternyata saya juga meneteskan air mata, ihik-ihik). Tapi saya tetap lebih suka '12 Angry Men'. Lebih kuat aura komunikasinya di sana. Dan...

Along with the Gods: Gambaran Akhirat Menurut Orang Korea

Gambar
Setiap manusia di dunia pasti penasaran bagaimana setelah seseorang meninggal dunia. Sebagai seorang muslim, tentu saja saya tahu nanti seperti apa. Karena sudah 'dibocorkan' lewat Al Qur'an dan Al Hadits. Karena itu saya penasaran dengan film ini. Pertama, penasaran kenapa film ini termasuk film laris di Korea. Ada apa dengan film ini? Kedua, tentu saja ingin tahu bagaimana penggambaran kehidupan setelah kematian nanti menurut orang Korea. Setelah melihatnya, saya merasa pantas kalau orang Korea suka film ini. Penggambaran 'padang maksyar', berbagai neraka, pengadilan dengan jaksa malaikat digambarkan begitu keren! Menakutkan tetap masih menghibur.. Hehehe. Maka saya rekomendasikan ditonton di bulan Ramadhan ini. Biar tambah khusyuk ibadahnya. Wong neraka menurut khayalan manusia sudah mengerikan begitu, apalagi neraka beneran. Padahal neraka beneran tidak terbayang oleh pikiran manusia.. Oh ya, ini film ini sequel terdiri dari 2 film. Maka sambungannya juga harus ...

Film Tentang Persahabatan Tak Lekang Waktu

Gambar
Ada beberapa film yang menjadi favorit saya. Salah satunya film 'Up' . Film yang membuat saya meneteskan air mata, film kartun kok bisa membuat orang nangis hehehe, mengisahkan tentang persahabatan 2 manusia sejak kecil. Keduanya, yang nanti setelah dewasa menikah, memiliki kesamaan minat dan impian. Dan meski salah satunya meninggal dunia, yang satu tetap mewujudkan impian itu. Yang membuat saya terharu kesetiaan pada masing-masing pihak dan impian yang diwujudkan. Tidak banyak manusia seperti ini. Berbicara tentang film yang mengisahkan persahabatan sejak kecil dan tetap berlanjut sampai dewasa, ada 2 film lain yang berkesan bagi saya. Pertama, 'Ode to My Father' film Korea ini juga membuat saya menitikkan air mata. Mengisahkan seorang anak harus berjanji pada Bapaknya untuk menghidupi ibu dan adik-adiknya. Bapaknya terpisah saat perang saudara di Korea dulu. Saat bagaimana dia harus bertanggung jawab pada keluarganya, sang anak bertemu dengan anak lain yang senasib....

Film-Film Yang Menginspirasi

Gambar
Sejarah film memang belum lama. Ya, sekitar seabad lalu. Tepatnya di awal abad 20. Namun film sudah begitu banyak mempengaruhi budaya manusia. Dan juga begitu banyak yang menginspirasi insan manusia. Oleh: Mochamad Yusuf * Sejak saat itu mungkin sudah ribuan bahkan jutaan judul film yang keluar. Dari film berbudget besar sampai kecil, dari studio besar di negara maju sampai sekelompok remaja di sebuah negara kecil. Anda sudah menontonnya, entah di bioskop atau di rumah melalui VCD/DVD player. Beberapa diantaranya sudah menjadi koleksi anda. Dan di saat ada kesempatan, anda mungkin menontonnya ulang. Dan lagi dan lagi. Anda menontonnya karena film tersebut menjadi favorit anda. Anda tak bosan meski sudah menontonnya beberapa kali. Dan mungkin masih bertambah lagi nanti. Anda menyukainya, karena film itu telah menginspirasi anda. Entah itu untuk lebih sukses, untuk lebih tangguh menghadapi hidup, curhat di kala sedih dan lainnya. Anda memiliki film seperti itu kan? Saya juga. Saya memili...