Postingan

Menampilkan postingan dengan label manajemen sdm

FEATURES

Kerja 4 As [11]: Hindari Bekerja Dalam Keheningan

Gambar
(ref: sxc.hu) Jadi bila Anda mengalami masalah sulit berkonsentrasi, cobalah bekerja dengan ditemani dengan musik. Syukur-syukur dengan musik klasik. Menurut studi yang dilakukan Hal A. Lingerman, bunyi musik dapat menyentuh bagian otak yang mengatur konsentrasi dan membuatnya lebih cepat bekerja. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya senang bekerja di malam hari. Entah itu 'ngoding' (menulis script programming), membaca, menulis atau riset. Kenapa? Karena kalau bekerja di malam hari, saya bisa bekerja dengan tenang. Bukan, bukan karena itu! Bukan karena di malam hari tidak ada aktivitas, semua pada tidur, sehingga sunyi. Menjadi sunyi lalu tenang. Bukan. Saya senang bekerja di malam hari, karena bisa lebih leluasa. Leluasa memutar musik. Tidak was-was dengan musik yang saya putar tidak satu selera dengan orang lain yang mendengarkan musik saya. Tidak canggung dengan orang lain, karena saya memutar sebuah lagu berulang-ulang kali (seperti lagu 'Canon in D Major-nya Pachelbel' ya...

Kerja 4 As [10]: Ingin Kerja Tapi Belum Punya Pengalaman Kerja?

Gambar
(ref: sxc.hu) Hehehe, saya yang mendengar keluhan mereka, seakan ikutan teka-teki "Duluan mana ayam atau telur?" Kalau saya jawab ayam, rasanya salah. Karena ayam berasal dari telur. Tapi kalau dijawab telur, lha telur kan dari ayam? Bingung kan...? Hehehe. Oleh: Mochamad Yusuf * Banyak mahasiswa saya mengeluh sulitnya mencari kerja. "Mereka selalu mensyaratkan sudah memiliki pengalaman kerja," kata seorang mahasiswa. "Lha kalau tidak diterima kerja, kapan kita bisa punya pengalaman kerja?" kata mahasiswa lain. "Jadi kapan kita bisa bekerja, kalau bekerja butuh pengalaman, sedang kita tidak punya pengalaman. Dan dapat pengalaman kerja kalau sudah dapat kerja kan?" tukas yang lain. "Harusnya mereka memberi kesempatan kita bekerja dulu, tanpa harus menuntut berpengalaman dulu" protes mahasiswa lain. Hehehe, saya yang mendengar keluhan mereka, seakan ikutan teka-teki "Duluan mana ayam atau telur?" Kalau saya jawab ayam, rasanya...

Kerja 4 As [9]: Berolahraga Untuk Bekerja

Gambar
(ref: sxc.hu) Saya iri sekaligus dongkol melihat mereka. Apakah mereka orang yang kaya raya? (orang kaya raya pun kadang juga tidak sempat berolahraga). Saat saya dan mungkin orang lain berjibaku ke kantor agar datang tepat waktu, mereka malah santai menikmati hidup. Apakah mereka orang pensiunan? Tidak kalau melihat perawakannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Setiap pagi saat berangkat ke kantor, saya akan melihat beberapa orang berolahraga. Di perumahan sebelah akan melihat bapak-bapak dan ibu-ibu bermain tenis. Lalu di seputar Masjid Agung akan melihat banyak orang melakukan jogging atau sekedar jalan-jalan. Jamnya sudah dibilang tidak pagi lagi. Normalnya saya akan melewati mereka sekitar pk 07.30-08.00. Namun beberapa kali agak siang, bahkan sampai pk 10.00-an, saya masih melihat banyak yang berolahraga: tenis di perumahan sebelah dan jalan sehat di Masjid Agung. Saya iri sekaligus dongkol melihat mereka. Apakah mereka orang yang kaya raya? (orang kaya raya pun kadang juga tidak sempat ...

Kerja 4 As [8]: Sesuatu Jabatan Ada Konsekuensinya

Gambar
(ref: sxc.hu) Saya maki-maki pada diri. Betapa saya baru tidur pk 00.30, tapi pk 03.00 sudah bangun. Saya bayangkan teman-teman dan anak buah saya yang tidak ikut ke Jakarta, yang masih terlelap. Dan sudah pasti masih meringkuk di bawah selimut. Betapa menyenangkan tidur di malam yang dingin ini. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat saya di rumah Ibu, ada tayangan televisi yang memperlihatkan presiden kita, SBY, sedang memberikan pidato. Tiba-tiba Ibu berkomentar, "Dulu saat awal menjabat presiden, dia tampak gagah. Sekarang kelihatan tua, lelah, keriput, mengantuk dan banyak beban." Saya yang tidak memperhatikan tayangan TV, ikutan berkomentar, "Dan tambah putih rambutnya. Hehehe." Saya tetap tidak mendongakkan kepala dari koran yang sedang saya baca untuk melihat tayangan TV, karena sudah tahu bagaimana bayangan presiden SBY saat ini. "Begitu kok banyak yang ingin menjadi presiden?" kata Ibu menyambung sambil prihatin. Siapa yang nggak kepingin jadi presiden di ...

Kerja 4 As [7]: Pemimpin Harusnya Menginpirasi, Memotivasi dan Mendorong

Gambar
(ref: sxc.hu) Saat saya utarakan ke teman-teman KKN, mereka menyangsikan. Pesimis. Demikian juga saat saya utarakan ke beberapa warga, mereka tidak antusias dengan ide saya. Tapi saya percaya, mereka pada dasarnya bisa melakukannya. Asal ada seseorang yang bisa menginpirasi, memotivasi dan mendorongnya. Harusnya itu adalah pemimpinnya. Oleh: Mochamad Yusuf * Pada 1994 saat kuliah saya ber-KKN (Kuliah Kerja Nyata) di sebuah desa di selatan kota Gresik. Tidak seperti bayangan saya yang menganggap Gresik kota santri, di sana hampir berbalikan. Saat shalat jumat misalnya, saya hanya menyaksikan 2 baris saja. Itu pun anak-anak semua. Saat selesai shalat Jumat, saya keliling desa melihat para orang dewasanya hanya duduk di teras atau bermalasan. Tidak peduli harusnya shalat Jumat. Kebalikannya kalau ada hajatan. Begitu ramai sampai bermalam-malam. Dan acaranya adalah menyewa 'ledek'. Sebuah kesenian tradisional, dimana ada penari perempuan yang akan mau menari bareng (kadang secara...

Kerja 4 As [6]: Membuat Krasan Pegawai Lewat Intangible Income

Gambar
(foto-foto dari: officesnapshots.com) Berapa harga kebanggsaan dan kesempatan ini? Ini memang sesuatu yang tidak bisa dinilai. Bisa berbeda-beda harganya antara satu dengan lain. Pastinya ini menjadi tambahan dari gaji yang kita dapat. Ini biasa dinamakan sebagai 'Intangible Income'. Oleh: Mochamad Yusuf * Setelah lulus kuliah, saya langsung kerja di sebuah TV swasta. Di tahun 1995 itu hanya beberapa TV swasta yang beroperasi. Layaknya masih mahasiswa meski sudah lulus, di waktu-waktu tertentu saya masih 'kongkow-kongkow' dengan teman-teman kuliah dulu. Saat bertemu kita akan bertanya sudah diterima kerja di mana. "Di PT Ini Itu Sana Sini," jawab seorang teman. Ya, sebuah perusahaan yang tidak terkenal. Mendengar itu, kita akan bertanya, "Perusahaan apa itu? Dimana tempatnya? Di bidang apa pekerjaannya?" Dan masih ada beberapa pertanyaan lain. Tapi saat saya ditanya dengan pertanyaan sama, saya jawab, "Di TV Ini Itu." Mendengar itu, mereka...

Kerja 4 As [5]: Praktek Adalah Ide Yang Mahal

Gambar
(ref: mykindofcooking.blogspot.com) Maka pada sebuah jamuan istana yang dihadiri Ratu dan kalangan istana yang sebagian besar iri pada Columbus, dia meminta bicara. Dengan lantang dia meminta yang hadirin mengambil telur rebus yang ada di jamuan. Dia meminta mereka menegakkan telur agar bisa berdiri. Ada hadiah bagi siapa yang bisa melakukannya, kata Columbus. Oleh: Mochamad Yusuf * Setelah Christopher Columbus menemukan benua Amerika, dia kembali ke Spanyol. Atas keberhasilannya ini, dia banyak mendapat hadiah, tanah dan gelar kebangsawanan. Tentu saja ini menimbulkan banyak keirian bagi kalangan istana. "Ya, siapapun bisa kalau ke arah barat pasti menemukan benua baru." "Gitu saja kok dapat penghargaan, padahal hanya menemukan kepulauan." "Tidak ada yang luar biasa dari Columbus dalam perjalanan penemuan benua barunya itu. Itu sesuatu yang mudah." Begitu suara-suara miring yang terdengar di kalangan istana. Mereka menganggap bahwa ide dan keberhasilan ...

Kerja 4 As [4]: Plan You Do, Do Your Plan

Gambar
(re: sxc.hu) Saya tidak melakukan apa-apa hanya melihat ke bawah dan pemandangan di luar lainnya. Tiba-tiba saya lihat jam sudah menunjukkan pk 16.00. Wow, sudah berjalan selama 3 jam tanpa melakukan apa-apa! Oleh: Mochamad Yusuf * Rasanya waktu demikian cepat berlalu. Setiap bangun pagi, ada perasaan menyesal di hati saya. Apakah waktu kemarin sudah saya gunakan sebaik-baiknya? Jangan-jangan saya hanya membuang waktu tanpa kegiatan berarti. Dan tiba-tiba waktu saya di dunia sudah habis. Dan tidak bisa melaporkan dengan baik ke Pemiliknya waktu yang dipinjamkan ke saya. Saya yakin waktu tunduk dengan hukum alam. Dari dulu sampai sekarang waktu berjalan tetap. Tidak bertambah cepat atau terlambat. Namun kadang saya merasakan waktu berjalan tidak semestinya. Dulu kantor saya memiliki 3 kantor. Kantor pusat di Surabaya, dan punya cabang di Jakarta dan Ubud, Bali. Bila saya ditugaskan di Bali, saya merasakan waktu demikian lambat berjalan. Memang susana kantor mendukung. Kantor dan rumah ...

Kerja 4 As [2]: Bahagia Kerja, Bahagia Hidup

Gambar
(ref: sxc.hu) Tapi kalau memang, tidak ada sesuatu yang bisa dicari atau dipaksakan hal positif dalam pekerjaan kita, kenapa tidak 'resigned' saja? Kenapa kita tetap ngotot dan bertahan pada sesuatu yang membuat kita tidak berbahagia? "Hidup terlalu singkat kalau kita bertahan pada sesuatu yang tidak menyenangkan seperti ini," kata Kevin dalam film 'Home Alone'. Oleh: Mochamad Yusuf * Setiap orang ingin hidup bahagia. Siapapun itu. Entah yang tinggal di negeri Barat, Timur Tengah atau Timur Jauh. Baik di hutan, gunung atau pantai. Di desa, gurun pasir atau perkotaan. Karena itu sejak dulu, manusia mencari apa rahasia hidup bahagia. Entah dengan merenung, bertanya atau mendasarkan agama. Yang menarik, banyak orang Barat mencarinya dengan melakukan secara ilmiah. Karena itu mereka melakukan banyak riset. Salah satu hasil risetnya, saya baca kemarin di 'Time' yang dikutip oleh Kompas Online . Peneliti itu adalah Karl Pillemer dari Universitas Cornell. D...

Kerja 4 As [1]: Filosofi Bekerja, Bekerja Untuk Hidup Atau Hidup Untuk Bekerja?

Gambar
(ref: sxc.hu) Kalau sudah begini, alangkah sayang kalau sudah mencurahkan banyak waktunya bekerja tapi tidak mempunyai filosofi bekerja yang baik. Padahal bekerja sudah menjadi bagian dari hidup. Seakan hidup hanya untuk bekerja. Padahal bekerja hanya untuk hidup kan? Oleh: Mochamad Yusuf * Bagi orang yang sudah bekerja, waktunya seakan habis untuk bekerja. Bahkan ada sebagian orang yang harus pindah tempat karena bekerja. Mereka rela tinggal di rumah kost, 'oil rig' di tengah laut, gubuk di tengah hutan, kamp di tengah padang pasir, ke luar negeri dan lainnya. Mereka mau jauh dari orang-orang yang dicintai. Yang tidak harus pindah tempat pun, waktunya juga seakan habis untuk bekerja. Mereka harus berangkat saat pagi dan pulang sudah larut malam. Berjuang melawan kemacetan untuk sampai kantor. Di rumah mereka masih saja memikirkan pekerjaan. Bahkan masih bekerja dengan melakukan 'remote' menggunakan piranti canggih masa kini. Kalau sudah begini, alangkah sayang kalau s...