Bagaimana sebenarnya kita mengukur derajat orang lain? Kalau mengacu pada kitab suci, maka cara mengukurnya cukup mudah. Yakni dengan melihat kadar ketakwaannya. Tapi kita kan bukan Tuhan? Oleh: Mochamad Yusuf * Dalam perjalanan dinas ke Lombok, saya mendapat sebuah pelajaran. Dalam perjalanan di ketinggian sekitar 800 meter di atas pulau Bali, saya melihat sebuah peristiwa unik. Saat itu saya dari Surabaya menuju Mataram. Waktunya seperti sekarang ini, beberapa waktu sebelum lebaran. Tapi saya lupa apakah sudah masuk bulan puasa atau tidak. Sepertinya belum. Jadi mungkin sebulan lebih sebelum lebaran. Waktu menunggu sebelum boarding belum ada sebuah 'masalah'. Masalah muncul setelah masuk pesawat. Ternyata sebagian besar penumpang adalah TKI. Mereka terlihat dari perawakan yang sepertinya bukan orang kaya. Kebanyakan hanya memakai pakaian asal. Seperti kaos lusuh, atau kalau memakai kemeja tak menggunakan kaos dalam. Entah bagaimana perjalanan mereka sebelum sampai Surabaya. A...