Postingan

Menampilkan postingan dengan label hutang

FEATURES

Tips Mengelola Gaji Lewat Transfer

Gambar
Dulu gaji diberikan langsung oleh perusahaan kepada karyawan. Di awal atau akhir bulan para karyawan akan dipanggil satu per satu dan diberi gaji secara langsung (tunai/cash). Tentu saja hari itu saatnya bergembira, seperti hari raya kecil, bagi karyawan saat menerima amplop berisi uang gajian mereka. Tapi sekarang pola itu berganti, meski beberapa perusahaan masih menggunakan pola di atas. Sekarang perusahaan memberikan gaji lewat transfer bank. Alasannya lebih aman dan lebih efisien. Atau alasan lain, bisa lebih disiplin. Maksudnya kalau perusahaan itu gajiannya tiap tanggal 1, maka gaji selalu ditransfer pada tanggal 1. Apapun yang terjadi, meski masuk libur atau hari raya. Pola baru ini meminta karyawan memberi nomor rekening mereka di bank tertentu. Kalau tidak punya, mereka diminta membukanya. Lalu gaji mereka akan ditranfer oleh perusahaan ke rekening mereka masing-masing. Sudah tidak ada amplopan lagi. Setelah itu mereka bisa mengambilnya habis atau diambil sedikit-sedikit. Lha...

Kolang-Kaling [8]: Hutang Adalah Musuh Silaturahmi

Gambar
Hutang. Siapa yang tak kenal istilah ini? Tapi hutang adalah momok dan musuh bagi silaturahmi. Seringkali hutang ini menjadi pemutus kongsi, perkawanan, kekerabatan bahkan menjadi permusuhan! Oleh: Mochamad Yusuf * Seorang teman mengeluh. Saudaranya bila ada pertemuan keluarga seringkali tidak hadir. Paling dia terlihat saat mengantarkan istrinya. Duduk sebentar, lalu menghilang. Muncul lagi saat menjemput istrinya. Dia ‘takut’ dengan seorang saudara lainnya. Kalau saudara yang ‘ditakutkan’ ini ada, sudah pasti dia tidak berani muncul di rumah pertemuan itu. Kalau mengantar, istrinya akan diturunkan jauh dari rumah. Dan sebaliknya, akan dijemput jauh dari rumah pertemuan. Usut punya usut, ternyata saudara yang ‘takut’ pertemuan ini, memiliki hutang pada saudara yang ‘ditakutinya’. Mungkin karena masih belum sanggup membayar, dia jadi malu bertatap muka pada saudara yang telah meminjaminya. Jadinya dia menghindar pertemuan keluarga yang kemungkinan besar didatangi saudara yang ‘ditakuti...

Rahasia Rejeki (14): Rejeki Tak Bisa Dikejar Dengan Membabi-Buta

Gambar
Ternyata harta saya meski dikurangi, tak berkurang. Sedangkan dia mengambil harta dariku, malah hartanya terus berkurang. Harta bisa mendatangkan kebahagiaan tapi bisa juga mendatangkan malapetaka. Oleh: Mochamad Yusuf * Perawakannya masih muda. Usianya belum 40. Bahkan saya menebak sekitar 35-an. Namun rambutnya sudah dipenuhi dengan uban. Tapi secara selintas tak begitu dikenali banyak ubannya, karena potongan rambutnya yang sering gundul. Orang-orang terkecoh usianya mungkin perawakan badannya: perut tambun. Jadi makin kelihatan karena tinggi badannya yang pendek. Tapi raut wajahnya tak ada rasa stress atau tegang apapun. Tenang. Tak seperti wajah businessman lainnya. Ya, dia memang pengusaha. Meski masih muda, jangan anggap dia sebagai pengusaha kemarin sore. Dia mulai berbisnis sejak lulus SMA. Sebenarnya dia terpaksa melakukan hal ini, karena dia sudah menikah di kelas 1 SMA. Bila teman-temannya yang lain selulus SMA mencari perguruan tinggi untuk kuliah, dia malah bekerja. Awaln...

Rahasia Rejeki (14): Rejeki Tak Bisa Dikejar Dengan Membabi-Buta

Gambar
Ternyata harta saya meski dikurangi, tak berkurang. Sedangkan dia mengambil harta dariku, malah hartanya terus berkurang. Harta bisa mendatangkan kebahagiaan tapi bisa juga mendatangkan malapetaka. Oleh: Mochamad Yusuf * Perawakannya masih muda. Usianya belum 40. Bahkan saya menebak sekitar 35-an. Namun rambutnya sudah dipenuhi dengan uban. Tapi secara selintas tak begitu dikenali banyak ubannya, karena potongan rambutnya yang sering gundul. Orang-orang terkecoh usianya mungkin perawakan badannya: perut tambun. Jadi makin kelihatan karena tinggi badannya yang pendek. Tapi raut wajahnya tak ada rasa stress atau tegang apapun. Tenang. Tak seperti wajah businessman lainnya. Ya, dia memang pengusaha. Meski masih muda, jangan anggap dia sebagai pengusaha kemarin sore. Dia mulai berbisnis sejak lulus SMA. Sebenarnya dia terpaksa melakukan hal ini, karena dia sudah menikah di kelas 1 SMA. Bila teman-temannya yang lain selulus SMA mencari perguruan tinggi untuk kuliah, dia malah bekerja. Awaln...