Postingan

Menampilkan postingan dengan label Motivasi & Inspirasi

FEATURES

Berbahagialah Kalau Ada Yang Mengingatkan

Gambar
Suatu ketika karena ingin cepat, saya mencoba sebuah jalan terobosan. Namun di mulut jalan, saya ragu. Benar tidak jalan ini. Oleh: Mochamad Yusuf* Seseorang yang melihat keraguan saya ini, datang menghampiri. Menanyakan mau ke mana. Dia katakan jalan ini buntu. Hanyalah menuju ke kuburan. Alhamdulillah, saya tak perlu jalan lama untuk sadar ini jalan buntu. Sebaliknya pernah juga seperti itu. Namun orang-orang di mulut jalan hanya diam saja. Tak berusaha memberitahu saya. Maka tentu senang, kalau ada 'sesuatu' yang mengingatkan kita kepada yang benar. Sesuatu itu bisa macam-macam. Bisa orang seperti kisah saya di atas. Bisa informasi yang kita baca. Atau sesuatu yang bisa dibilang kemalangan. Seperti suatu ketika, saya merasa tangan saya sakit. Saya obati dengan berbagai obat yang kita punya. Juga minum herbal. Tapi tak sembuh juga. Akhirnya saya putuskan ke dokter siang hari sehabis ngajar. Dari dokter diberi obat. Ajaib! Tak perlu nunggu lama, sembuh. Sore itu sudah normal l...

Bersaing dengan Mesin dan Komputer

Gambar
Tadi, 12/4/2022, sepulang mengajar mampir ke sebuah SPBU. Saat masuk melihat antrian panjang di sebuah pompa, saya arahkan pandangan ke pompa lain. Ah, ada yang sepi. Oleh: Mochamad Yusuf* Tapi saat mau sampai, agak ragu. Kok sepi? Tak ada petugas. Bahkan ada kendaraan yang mundur padahal sudah di depan pompanya. Ternyata beberapa meter depan pompa, ada seorang petugas menghadap monitor layar sentuh. Oalahh.. Ini pompa khusus swalayan. Mengisi sendiri seperti di film-film Barat itu. Petugas itu bertanya berapa liter yang diisi. Saya jawab sejumlah rupiah. Lalu saya serahkan uang saya. Sambil menyerahkan kembalian, dia berujar, "Nozzle nomor 4, Pak". Saya gerakkan kendaraan menuju nozzle 4. Saya ambil nozzle-nya dan memasukkan ke lubang tangki. Saya tekan tuas maka mengalir deras bensinnya sampai berhenti sendiri sesuai dengan rupiah yang saya bayar. Wow..! Efisien dan efektif. Pompa itu punya 6 nozzle. Tiga di kiri dan 3 kanan. Tapi yang diaktifkan 4. Nozzle nomor 1, 3, 4, 6....

Berbuat Dosa Bukan Karena Setan

Gambar
Saat diturunkan dari Surga oleh Allah ke bumi, Iblis bersumpah akan menyesatkan manusia. Iblis akan habis-habisan mengajak manusia bareng ke neraka. Oleh: Mochamad Yusuf* "(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."" (QS. Al-A'raf 7: Ayat 16-17) Maka banyak manusia tergelincir. Namun meski begitu, manusia tak bisa menolak masuk neraka karena beralasan dibohongi Iblis dan bala tentaranya. Yang dinamakan setan itu. Karena manusia punya kuasa untuk ikut atau tidak. Dengan berdasarkan akal sehat yang dimilikinya. Keputusan tetap di manusia. Bergerak ke kebaikan atau kejahatan. Jadi tanggung jawab tetap di manusia itu sendiri. Maka bila di Ramadhan, setan dibelenggu, maka tak ada alasan lagi karena dibujuk setan. Dari Ab...

3 Kunci Agar Dapat Hidup Bahagia

Gambar
Untuk hidup bahagia sebenarnya hanya ada 3 hal yang bisa dilakukan. Ini tips yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Tentu tips ini dijamin manjur, karena yang memberikan tips ini sudah pasti mendapat informasi dari pemilik alam semesta ini. Oleh: Mochamad Yusuf* 1. Takut terhadap Allah SWT. Kita hidup tentu ada tujuannya. Tujuannya apa? Tentu jawabannya bisa ditanyakan ke penciptanya. Karena sebagai pencipta dia tahu apa maksud penciptaan manusia. Jawabannya ada di Al Qur'an. Yakni penciptaan manusia untuk menyembah pada sang Pencipta. Karena itu harusnya kita taat pada sang Pencipta. Yakni dengan menjalankan apa yang disuruh, dan menjauhi apa yang dilarang. Kalau kita tidak taat, seharusnya takut pada ancamannya. Dengan memiliki rasa takut padaNya, maka kita akan melakukan apa yang selalu Dia minta. Dan menjauhi apa yang tidak disukaiNya. Dengan selalu bersikap seperti ini, tidak ada kekhawatiran atau kecemasan. Hati akan merasa plong. Hidup lebih bahagia. 2. Berlaku adil Berlak...

Tafakur Untuk Menggapai Kesuksesan Ke Depan

Gambar
Waktu saya ke Dieng saya melihat di tembok pendopo tempat saya makan siang, ada foto Pak Harto duduk bersama dengan PM Australia waktu itu, Whitlam. Mereka sedang mendiskusikan masalah Timor Timur. Pertemuan ini terjadi tahun 1974. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya heran bagaimana presiden Soeharto mengajak tamunya ke tempat yang cukup terpencil untuk membicarakan masalah penting seperti itu. Saya sendiri saja dari Jogja ke Wonosobo sudah terasa capek. Jalan berkelok naik turun. Terus masih berlanjut dengan bis kecil sekitar 1 jam mendaki gunung Dieng. Jalannya sempit, berkelok-kelok dan naik turun yang tajam. Ternyata dari guide, saya dapat informasi kalau tempat ini bukanlah tempat asing bagi presiden Soeharto. Bahkan waktu masih berpangkat letkol, presiden Soeharto bermeditasi di sebuah gua dekat telaga Warna, yang juga saya kunjungi. Konon menurut guide, dia mendapat wangsit dan keris di sana. Katanya, keris ini tampak dia pegang saat berfoto dengan Panglima Sudirman yang terkenal itu. S...

Rezeki Ini Sering Tak Dianggap Rezeki oleh Manusia

Gambar
Suatu saat dulu pernah harus pulang ke rumah dari kantor karena ada sesuatu yang harus diambil. Ya, sekitar pk 10.00-an. Dalam perjalanan pulang pergi rumah - kantor, melihat orang ceria berolahraga. Oleh: Mochamad Yusuf* Seperti dekat rumah ada beberapa Bapak main tenis. Mereka teriak-teriak, tertawa-tawa, dan bersenda gurau. Saya perhatikan mereka dengan seksama. Belum umur pensiun. Umur masih produktif. Atau kalau saya lewat rute Masjid Agung, banyak bapak juga berolahraga. Juga bukan umur yang masuk pensiun. Kok bisa ya mereka? Apa mereka nggak bekerja? Lha mereka kok bisa makan? Apa karena mereka pengusaha? Tak harus datang saat jam kerja? Maka kalau begini kadang saya renungkan ada benarnya, dawuhnya Nabi. Yakni ada sebuah rezeki. Tapi sering dianggap bukan rezeki. Karena kebanyakan orang menganggap rezeki itu hanyalah materi. Uang banyak, rumah banyak, mobil banyak dll. "Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Al-B...

Memaksimalkan Sisa-sisa Waktu

Gambar
Setiap bangun pagi ada sesuatu yang saya sesalkan. Yakni apakah waktu kemarin sudah saya manfaatkan secara optimal. Jangan-jangan waktu kemarin itu berjalan sia-sia. Oleh: Mochamad Yusuf* Bila waktu itu adalah uang maka dengan uang itu saya dapat membeli sesuatu. Jadi merenung, sudah berapa banyak barang yang sudah saya beli? Dan apakah barang-barang itu bernilai tinggi? Jangan-jangan tidak banyak yang saya beli. Itupun dengan nilai yang rendah. Setiap bangun pagi, saya mengingat apa saja yang sudah saya kerjakan kemarin. Hmm.. kegiatan rutin seperti makan, tidur, mengantar anak sekolah, berangkat kerja, kerja, pulang kerja. Ada lagi? Kalau tidak ada, ini yang saya sesalkan. Bila ada tambahan lain, misal menulis sebuah artikel, membaca buku, ikut kajian thollabul ilmi, silaturrahmi, maka saya senang. Ada sesuatu yang lain dan itu bernilai. Karena itu saya berpikir bagaimana mengoptimalkan waktu yang berjalan. Namun ini sulit. Karena semua sudah berjalan sesuai dengan rencana. Misal mak...

Ada Sesuatu Yang Akan Mengkhawatirkan Bagi Bangsa Ini

Gambar
Berita ini luput dari media massa, meski di sebuah koran daerah Surabaya diangkat menjadi headline. Sebelumnya saya tidak pernah mengetahui hal ini. Oleh: Mochamad Yusuf * Dan saya belum juga pernah membaca masalah ini dibahas solusinya. Dan setelah itu juga tidak ada kelanjutan beritanya. Sesuatu yang memprihatinkan. Sesuatu yang menyedihkan. Sekaligus mengkhawatirkan. Entah ini ' Blessing in Disguise '. Beberapa waktu lalu, pemerintah Arab Saudi mempulangkan para TKI/TKW yang overstay. Yakni yang masa izinnya habis. Bersamaan dengan itu dikirim pula ribuan balita (sekitar 5.000) orang ke Indonesia. Mereka tidak diketahui ayah ibunya. Yatim piatu. Yang jelas mereka anaknya para TKI/TKW. Mereka bisa karena 3 hal. Pertama, ibunya TKW yang bersuami TK asing seperti Banglasdesh dan memilki anak yang tidak sah. Setelah lahir secara hukum ikut kewarganegaraan Indonesia. Setelah lahir, anaknya diberikan ke pemerintah Arab Saudi karena berbagai hal. Kedua, sama dengan di atas tapi, a...

Tips Menjadi Kaya dengan Cepat & Mudah

Gambar
Disclaimer: Cara-cara dalam tips ini bisa saja berdampak pada badan dan pikiran. Konsekuensi dan dampaknya mohon Anda tanggung sendiri. Oleh: Mochamad Yusuf * Setiap orang pasti ingin kaya. Apalagi umat Islam. Karena ada beberapa ibadah membutuhkan dana. Seperti sedekah, membangun masjid, apalagi melakukan haji sebagai ibadah wajib. Juga ibadah umroh. Namun belum semua orang berkesempatan menjadi kaya. Maka di dunia, manusia berbagai cara untuk mengumpulkan harta. Bisa mengerahkan seluruh sumber dayanya untuk mencarinya. Dari pagi sampai petang bekerja membanting tulang. Bahkan ada yang menghalalkan segala cara. Tapi meski begitu, kadang masih belum kaya. Ada beberapa tips yang sebenarnya bisa dilakukan untuk mengumpulkan harta dengan cepat. Bahkan mudah. Dan pastinya halal. Pertama, bangun sebelum Subuh. Ambil air wudhu dan sholat 2 rakaat sebelum melakukan sholat Subuh. Sholat sunnah ini nilainya sama dengan nilai seluruh apa yang ada di bumi dan langit. Padahal sekaya-kaya orang di ...

Janganlah mengeluh!

Gambar
Suatu saat Nabi Isa berjalan-jalan di padang pasir. Tiba-tiba turun hujan deras. Dia berlarian ke sana-kemari mencari tempat berteduh, namun tidak menemukan. Sampai kemudian dia melihat seseorang melakukan shalat. Ternyata lokasinya aman. Maka Nabi Isa berkata, "Mari kita berdoa kepada Tuhan sehingga hujannya menjadi reda" "Mengapa saya harus memperhatikan hujan yang turun ini?" katanya. "Sedangkan aku sudah berdoa hampir selama 30 tahun untuk tobatku, tapi juga tidak dikabulkan. Aku berdoa kalau taubatku dikabulkan, maka Dia akan mengirim seorang Nabi ke aku." "Tobatmu sudah diterima. Aku seorang Nabi. Apa sebenarnya kesalahanmu sehingga kamu minta bertobat?" "Pada sebuah musim panas, aku keluar dari rumah. Dan aku berkata, "Aduh, alangkah panasnya cuaca," sambil menggerutu. Ternyata mengeluh cuaca saja saja tidak boleh ya? Apalagi mengeluh kecilnya rezeki. Ayo semangat! Ayo berburu rezeki dengan halal. Mari!

Tak Sekedar Ingin, Tapi..

Gambar
Setiap manusia pasti punya keinginan. Apa pun itu. Ada yang sudah mencapainya. Ada yang tidak. Tapi sudah berusaha mencapainya. Oleh: Mochamad Yusuf* Ada seorang pemuda di Banyuwangi berkeinginan jadi tentara atau polisi. Semua rekrutmen diikutinya. Baik AD, AL, AU atau polisi. Tak terhitung berapa kali kegagalannya. Dia berhenti mencoba saat tak memenuhi syarat yakni umur. Setelah itu dia jadi kernet mobil pick up pengirim buah ke Bali. Dari kernet lalu sopir, beli mobil pick up lama akhirnya dia jadi pengusaha. Memiliki beberapa armada termasuk truk sampai karyawan. Dia mungkin bersyukur bahwa keinginannya jadi tentara polisi sudah diupayakan secara maksimal. Meski takdirnya menjadikan pengusaha buah. Tapi dia sudah mewujudkan keinginan itu. Yang terjadi banyak orang berkeinginan tapi tak ada sesuatupun usaha untuk mewujudkan. Orang barat bilang, 1000 mil perjalanan ditempuh dengan dimulai 1 langkah. Maka berkeinginanlah sesuatu yang baik. Dan mulailah mewujudkannya semampu mungkin. ...

Buat Apa Belajar Calculus Ya?

Gambar
Kadang saya merenung, dulu kita belajar susah-susah khususnya Matematika dan IPA itu buat apa ya dalam hidup kita? Tentu itu berguna bila memang kita bekerja sebagai ilmuwan, peneliti atau dosen di bidang itu. Tapi berapa banyak yang menjadi seperti itu. Kebanyakan tidak. Padahal belajar itu juga susah dan makan waktu serta energi kita. Dan mempengaruhi nilai-nilai kita, sehingga berupaya keras untuk memahaminya (yang hanya nyantol sampai ulangan/ujian saja, setelah itu hiang). Kita belajar Calculus, Sinus, Cosinus, Tangen, Tabel Kimia, Rumus Fisika & Matematika, Hukum Fisika dan lainnya. Kenapa tidak belajar ilmu yang diperlukan untuk hidup? Seperti bagaimana bisa jujur, tangguh, selalu berusaha terbaik, disiplin dan lainnya. Juga belajar membaca lafaz Al Qur'an dengan baik (mengaji), menghafal Al Qur'an dan hadits, membaca buku-buku pedoman beragama seperti Riadhus Shalihin, Bulughul Maram, Tafsir Ibnu Katsir dan lainnya. Ilmu ini tidak hanya berguna di dunia, tapi juga m...

Waktu Tersia-sia

Gambar
Sabtu lalu menjenguk seorang teman SMP yang sakit. Tapi kemarin mendapat kabar bahwa dia telah meninggal dunia. Jadi hanya berselang 6 hari. Cukup terkejut. Karena ada indikasi harapan dia untuk sembuh. Tapi takdir mengatakan lain. Kalau begini biasanya saya jadi melankolis atau sentimentil. Jadi sedih dan merenung. Apa yang terjadi dengan hidup saya. Lha, kok kebetulan kemarin itu saya dapat kiriman kata-katanya Steve Jobs, CEO Apple. Entah benar atau tidak dari Steve Jobs. Saya belum mengeceknya. Atau ada teman yang mau mengkonfirmasi? Yang jelas setelah itu, saya dapat banyak kiriman dengan tulisan sama. Berikut kata-kata Steve Jobs itu: Dalam dunia bisnis, aku adalah simbol dari kesuksesan. Seakan-akan harta dan diriku tidak terpisahkan, karena selain kerja, hobiku tidak banyak. Saat ini aku berbaring di rumah sakit, merenungi jalan kehidupanku. Kekayaan, nama, kedudukan semuanya itu tidak ada artinya lagi. Malam yang hening, cahaya dan suara mesin di sekitar ranjangku, bagaikan na...

Berdoalah untuk Segala Hal

Gambar
Suatu ketika saat S1 ada kuliah tamu yang pembicaranya dari TV swasta. Tentu saja teman-teman bersemangat datang. Apalagi di tahun 93-an kerja di dunia TV terasa glamour. Oleh: Mochamad Yusuf* Yang berbicara adalah tim humasnya. Mereka cantik, berpenampilan menarik dan smart. Sejak awal kita kesengsem saat dijelaskan latar belakang pendidikannya dari luar negeri. Dan makin terpana saat mendengarkan uraian. Juga saat menjawab pertanyaan. Dalam hati saya berdoa semoga bisa bergabung menjadi tim mereka kelak. Lalu di sebuah mata kuliah lain ada kegiatan kunjungan ke perusahaan media massa. Salah satu kunjungannya ya ke stasiun TV tersebut. Berkeliling melihat kantornya, kita kesengsem dengan suasananya, kecanggihan, para SDMnya yang terlihat smart apalagi ada tenaga kerja asingnya. Saat berkeliling dengan rombongan bertemu dengan bekas atasan saat saya jadi wartawan pelajar di SMA. Ternyata beliau kerja di sini. Kami ngobrol sejenak, meski saya harus ketinggalan dari rombongan. Dalam hati...

Paksakan Diri Berbuat Baik

Gambar
Berbuat baik itu memang berat. Meski sudah berat dilakukan belum tentu hasilnya sesuai dengan yang kita harapkan. Oleh: Mochamad Yusuf* Seperti saat kita mau tes PTN favorit. Meski sudah belajar keras, belum tentu kita diterima. Tidak apa. Karena Allah tidak menilai berdasar berhasil tidaknya. Tapi Allah telah menilai berdasar apa yang sudah kita lakukan. Tidak hanya masalah belajar, berbuat baik yang lain juga demikian. Seperti berdakwah. Menyampaikan amar ma'ruf nahi mungkar. Alih-alih berterima kasih atas nasehat yang kita berikan, bisa jadi yang ada malah caci maki buat kita. Tentu Allah sudah menilai kegiatan yang kita lakukan. Bukan pada berhasil tidaknya dakwah kita. Maka sebenarnya hidup di dunia ini tak mungkin sulit. Mudah saja. Berbuat baiklah. Dan itu Allah sudah membalasNya. Entah di dunia atau akhirat. Hasil baik yang kita harapkan adalah bonus buat kita. Bagaimana menurut Anda? ~~~ *Mochamad Yusuf dapat ditemui di http://www.enerlife.id

Kenapa Harus Galau, Nih Resepnya...

Gambar
Kemarin sesuai shalat Subuh di masjid, kita menyimak bareng Al Qur'an. Kala itu kita simak surat Al Baqarah ayat 62. Ternyata di sini resepnya agar kita tidak mudah bersedih hati dan takut. Dunia memang penuh ketidak pastian, sehingga menimbulkan ketakutan, kekhawatiran dan kesedihan. Misal: apakah saya masih bisa makan besok? Bagaimana sekolah anakku kelak? Apakah mereka bisa sekolah sesuai yang dicitakan? Bagaimana pekerjaan mereka? Dan sebagainya. "Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati." QS Baqarah: 62 Tadi malam saya sempat mendiskusikannya dengan tetangga yang cukup dalam agamanya saat takziyah ke tetangga yang meninggal. Sambil menunggu mayat diberangkatkan untuk dimakamkan, kita berdiskus...

DO Karena Tidak Punya Uang Atau Tidak Punya Teman?

Gambar
Beberapa waktu lalu bertemu dengan teman kuliah. Dia tidak seprodi ataupun sefakultas dengan saya. Namun akrab dan berteman sejak awal kuliah, yakni saat Penataran P4. Ternyata dia hampir DO (Drop Out), karena saat mengerjakan skripsi tidak memiliki uang. Maka dia meminjam uang pada teman kuliahnya. Mendengar ceritanya ini saya mengingat beberapa teman yang juga DO karena tidak punya uang. Tapi saya ingat, lebih banyak teman yang DO karena tidak bisa menyelesaikan skripsinya. Mereka mampu secara keuangan, tapi tidak bisa menyelesaikan skripsi sampai batas waktu yang telah ditentukan. Jadi sebenarnya hambatan terbesar menyelesaikan kuliah bukan tidak punya biaya. Tapi kemampuan menyelesaikan skripsi. Kalau ditelaah lebih lanjut, kenapa tidak sampai menyelesaikan? Apa yang susah dengan menulis skripsi? Lalu saya teringat seorang teman yang juga hampir DO karena skripsinya tidak kelar-kelar. Atau lebih tepatnya tidak mau menyelesaikannya. Saya tahu teman ini tidak mau terbuka atau katakan...

Bercerita Apa Yang Sudah Dilakukan dan Dicapai

Gambar
Seandainya Anda diundang sekolah Anda untuk bercerita di depan siswa-siswa sekarang. Lalu diminta bercerita tentang apa Anda sudah lakukan dan capai, apakah Anda bersedia dan bangga melakukannya? Di depan adik-adik kelas Anda? Pertanyaan ini timbul di benak saya saat saya menyaksikan film "Any Questions for Ben" Ahad kemarin. Ben karena dianggap menonjol karirnya oleh sekolah, maka diundang bicara di depan siswa-siswa sekolah (adik kelasnya) tentang masalah karir dan kesuksesan. Namun seteleh bercerita, tidak ada yang tertarik dan mau bertanya kepada Ben. Sebaliknya beberapa teman yang juga diundang banyak diberi pertanyaan siswa. Hal ini menimbulkan renungan dalam dirinya. Apakah pekerjaan yang dianggap sukses (gaji tinggi, bisa pacaran dengan para model, liburan kemana-mana, dll) menimbulkan apresiasi/penghargaan, penghormatan dari orang lain? Sebenarnya kita nantinya juga akan melakukan hal ini. Suka atau tidak suka. Yakni saat di hari pembalasan. Kita diundang ke depan u...

[Renungan Jumat] Takut Saat Dihisab

Gambar
Seringkali Abu Bakar saat memegang beberapa helai rumput berkata, "Alangkah enaknya kamu. Kamu hidup dan setelah ini dimakan unta. Kamu tidak perlu dihisab nanti." Atau lain kali berkata, "Seandainya Ibuku tidak melahirkan aku." Atau Umar yang iri pada burung-burung yang berkicau, "Alangkah indah hari-harimu. Bisa bernyanyi-nyanyi dan tidak perlu nanti dihisab." Mereka berkata seperti ini karena takut pada hari pengadilan kelak. Mereka takut tidak bisa mempertanggungjawabkan perbuatannya di dunia, sehingga tergelincir ke neraka. Karena takut masuk neraka, mereka berharap supaya tidak pernah ada sebagai manusia. Tidak pernah dilahirkan. Atau lebih baik jadi rumput yang dimakan binatang ternak saja. Aneh, memang. Mereka berdua dijamin masuk surga. Bahkan Abu Bakar menjadi manusia pertama setelah Rasul dan Nabi masuk surga dan menjadi tetangganya Rasulullah di surga. Tapi mereka kerapkali menangis kalau mengingat adanya hari pembalasan kelak. Sedangkan kita y...

Enerlife [20]: Lakukan Semaksimal Mungkin Sesuai Kemampuan Kita

Gambar
Lakukan yang terbaik. Lakukan secara maksimal. Lalu kita tunggu hasilnya. Insya Allah hasilnya tidak akan membohongi proses sebelumnya. Oleh: Mochamad Yusuf* Kalau tak sesuai dengan harapan kita pun, kita takkan kecewa. Karena itu sudah maksimal sesuai kemampuan kita. Mau bagaimana lagi. Tapi entah kalau tak maksimal, mungkin akan jadi penyesalan. Ambil contoh kita ikut tes prodi favorit di PTN yang jadi cita-cita kita sejak kecil. Kita lakukan persiapan dengan belajar keras. Kalau pun tak lolos, ini bikin kita tak kecewa. Karena bisa jadi kalau dipaksakan masuk, kita bisa putus di tengah jalan. Ambil contoh lain misalnya bekerja. Kita ditarget perusahaan. Meski sudah maksimal, tetap di bawah target. Ya, kita tak masalah kalau tak di perusahaan itu. Karena ya kemampuan kita masih di bawah standar yang diharapkan perusahaan. Dalam beribadah juga demikian. Kita juga diminta untuk beribadah semaksimal mungkin. Tentu sesuai dengan kemampuan kita. Abu Hurairah RA berkata, "Aku mendenga...