Postingan

Menampilkan postingan dengan label Artikel

FEATURES

JALAN PINGGIRAN KOTA di Malaysia | Travel to Malaysia

Gambar
Malaysia, negeri jiran, yang hanya selemparan batu dari negeri kita. Memang mirip sekali dengan kita. Perawakan, budaya bahkan bahasa. Kita sudah merdeka jauh sebelum mereka merdeka. Maka melakukan kunjungan ke negeri seberang, bisa dijadikan referensi. Seperti infrastruturnya. Yakni jalan rayanya. Kami sempat tinggal di Malaysia di kota Putra Jaya tepatnya di desa Pinggiran Putra. Lokasinya antara bandara KLIA dengan kota Kuala Lumpur. Putra Jaya adalah ibukota pemerintahan. Sedangkan Kuala Lumpur ibukota bisnis. Untuk ke Kuala Lumpur kali ini kami mencoba naik kereta api. Untuk ke stasiun terdekat kita naik mobil sekitar 20 menit. Tidak tahu berapa persis km-ya, karena orang Malaysia kalau ditanya selalu dijawab waktu. Misal, oh rumah kami jauhnya sekitar sejam perjalanan. Yang menarik, jalan yang dilewati itu setara jalan tol kalau di Indonesia. Tapi tentu saja karena bukan jalan tol ya kami tak perlu bayar ongkos tol. Dan berarti sepeda motor juga bisa lewat sini. (Namun dalam perj...

SUASANA PERUMAHAN di Malaysia | Travel to Malaysia

Gambar
Kita diminta melakukan perjalanan ke seluruh muka bumi. Janganlah kita merasa puas dengan berdiam di tempat kita tinggal. Perhatikan tempat lain agar kita bersyukur dan bertakwa. "Dialah yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (Al-Mulk: 15) Minimal sekali dalam hidup, kalau bisa, ke tanah suci. Di sana bagi kita, bangsa Indonesia, jadi bisa bersyukur. Di sini tanah kita subur. Ibaratnya menanamkan tongkat pohon saja bisa tumbuh. Sedangkan di sana hanya batu dan pasir. Maka kita baca Al Qur'an, surga diibaratkan seperti tanah subur yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Hal seperti itu banyak kita lihat di Indonesia. Tapi hal itu jadi dambaan orang sana. Tapi yang jelas surga lebih daripada demikian. Atau tak perlu jauh-jauh. Cukup ke negeri jiran. Malaysia. Orangnya serumpun, bahasa dan budayanya nyaris mirip. Maka ibaratnya di ...

Berbahagialah Kalau Ada Yang Mengingatkan

Gambar
Suatu ketika karena ingin cepat, saya mencoba sebuah jalan terobosan. Namun di mulut jalan, saya ragu. Benar tidak jalan ini. Oleh: Mochamad Yusuf* Seseorang yang melihat keraguan saya ini, datang menghampiri. Menanyakan mau ke mana. Dia katakan jalan ini buntu. Hanyalah menuju ke kuburan. Alhamdulillah, saya tak perlu jalan lama untuk sadar ini jalan buntu. Sebaliknya pernah juga seperti itu. Namun orang-orang di mulut jalan hanya diam saja. Tak berusaha memberitahu saya. Maka tentu senang, kalau ada 'sesuatu' yang mengingatkan kita kepada yang benar. Sesuatu itu bisa macam-macam. Bisa orang seperti kisah saya di atas. Bisa informasi yang kita baca. Atau sesuatu yang bisa dibilang kemalangan. Seperti suatu ketika, saya merasa tangan saya sakit. Saya obati dengan berbagai obat yang kita punya. Juga minum herbal. Tapi tak sembuh juga. Akhirnya saya putuskan ke dokter siang hari sehabis ngajar. Dari dokter diberi obat. Ajaib! Tak perlu nunggu lama, sembuh. Sore itu sudah normal l...

Selalu Mengabadikan Untuk Bersyukur

Gambar
Gontor, saya amati, punya tradisi untuk mengabadikan. Di setiap peristiwa pasti ada dokumentasinya. Bahkan di belakangnya selalu ada spanduk yang menjelaskan peristiwa itu. Oleh: Mochamad Yusuf* Seperti tradisi foto bareng kelas, angkatan atau sebuah peristiwa. Kalau dipikir buat apa, apalagi foto angkatan yang banyak orang. Tak terlihat. Maka mudah saja sekarang bagi Gontor untuk mengenang segala peristiwa baik di majalah tahunan, majalah bulanan dan lainnya. Gontor punya majalah tahunan Wardun, yang secara ajaib saya sudah punya sebelum anak saya jadi santrinya. Di Wardun itu ada rubrik menarik yang menampilkan segala sejarah dan kegiatan Gontor. Tradisi ini akhirnya ditiru santri dan alumninya. Mereka selalu mendokumentasikan segala kegiatan. Termasuk kedatangan mereka saat libur dari pondok. Jauh sebelum kenal Gontor pun, saya pun juga sudah punya kebiasaan untuk mengabadikan. Apa pun itu. Untung dulu saya kerja di perusahaan media, sehingga pinjam kamera digital yang masih mahal w...

Kajian Al Qur'an Ust Prof Roem Yang Saya Suka

Gambar
Beliau ini salah satu ustadz favorit saya. Namanya Ustadz Prof Roem Rowi. Spesialisasinya di bidang tafsir Al Qur'an. Maka saya merasa sayang kalau tak bisa hadir di kajiannya. Oleh: Mochamad Yusuf* Padahal beliau tak banyak memberikan kajian. Selain di masjid dekat rumah, yang saya tahu kajiannya di radio Suara Muslim FM Surabaya setiap Senin dan Selasa pagi. Juga kultum Subuh di masjid Al Akbar Surabaya di waktu tertentu. Yang pengajian berdurasi panjang dan bisa bertemu langsung ya di masjid dekat rumah ini. Mungkin karena kajiannya di sini cukup lama, sehingga dipertahankan oleh beliau. Kajian beliau seperti ini di tempat lain, belum saya ketahui. Mungkin ada. Maka saya merasa beruntung saja. Saya kenal kajian beliau mungkin saat SD/SMP. Saat itu sebuah masjid baru beroperasi dekat rumah. Namanya Masjid Ummul Mukminin di Barata Jaya, Surabaya. Setiap Ramadhan ada kajian Tarawih dan bakda Subuh. Salah satu yang mengisi kajiannya adalah beliau. Saya suka kajian beliau, karena per...

Bersaing dengan Mesin dan Komputer

Gambar
Tadi, 12/4/2022, sepulang mengajar mampir ke sebuah SPBU. Saat masuk melihat antrian panjang di sebuah pompa, saya arahkan pandangan ke pompa lain. Ah, ada yang sepi. Oleh: Mochamad Yusuf* Tapi saat mau sampai, agak ragu. Kok sepi? Tak ada petugas. Bahkan ada kendaraan yang mundur padahal sudah di depan pompanya. Ternyata beberapa meter depan pompa, ada seorang petugas menghadap monitor layar sentuh. Oalahh.. Ini pompa khusus swalayan. Mengisi sendiri seperti di film-film Barat itu. Petugas itu bertanya berapa liter yang diisi. Saya jawab sejumlah rupiah. Lalu saya serahkan uang saya. Sambil menyerahkan kembalian, dia berujar, "Nozzle nomor 4, Pak". Saya gerakkan kendaraan menuju nozzle 4. Saya ambil nozzle-nya dan memasukkan ke lubang tangki. Saya tekan tuas maka mengalir deras bensinnya sampai berhenti sendiri sesuai dengan rupiah yang saya bayar. Wow..! Efisien dan efektif. Pompa itu punya 6 nozzle. Tiga di kiri dan 3 kanan. Tapi yang diaktifkan 4. Nozzle nomor 1, 3, 4, 6....

Berbuat Dosa Bukan Karena Setan

Gambar
Saat diturunkan dari Surga oleh Allah ke bumi, Iblis bersumpah akan menyesatkan manusia. Iblis akan habis-habisan mengajak manusia bareng ke neraka. Oleh: Mochamad Yusuf* "(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."" (QS. Al-A'raf 7: Ayat 16-17) Maka banyak manusia tergelincir. Namun meski begitu, manusia tak bisa menolak masuk neraka karena beralasan dibohongi Iblis dan bala tentaranya. Yang dinamakan setan itu. Karena manusia punya kuasa untuk ikut atau tidak. Dengan berdasarkan akal sehat yang dimilikinya. Keputusan tetap di manusia. Bergerak ke kebaikan atau kejahatan. Jadi tanggung jawab tetap di manusia itu sendiri. Maka bila di Ramadhan, setan dibelenggu, maka tak ada alasan lagi karena dibujuk setan. Dari Ab...

7 Tanda Jiwamu Lelah

Gambar
Manusia terdiri dari badan (fisik) dan jiwa (rohani). Fisik akan lelah bia melakukan tindakan fisik seperti bekerja, berolah raga dan beraktivitas. Lha jiwa? Apakah juga bisa lelah. Tentu. Jiwa juga bisa lelah. Karena jiwa juga melakukan aktivitas. Kalau fisik lelah, cirinya badan lemah. Tak bertenaga alias loyo. Kalau jiwa lelah? Ini cirinya: 1. Mudah tersinggung. 2. Menjadi tidak sabaran dan mudah marah. 3. Tidak termotivasi untuk melakukan sesuatu. Padahal itu biasanya disukai. 4. Sering gelisah atau ketakutan akan banyak hal secara berlebihan, khususnya masa depan. 5. Sering rasanya ingin menangis tiba-tiba dan merasakan kesedihan tanpa tahu sebabnya. 6. Mulai terasing dengan sekitar. Merasa sendirian di tengah keramaian. Dan lebih asyik membayangkan kehidupan ideal yang kita ciptakan di dalam pikiran. 7. Tidur mulai tidak merasakan nyenyak dan saat bangun tidak bugar. Maka itu adalah tanda jiwa atau batin tengah kelelahan. Saran terbaik adalah menghentikan sejenak aktivitas yang ...

Manusia Hanya Sedikit Menggunakan Otaknya

Gambar
Tadi malam nonton film 'Lucy'. Meski ini film, saya percaya dengan pernyataan profesor tokoh cerita di film ini. Saat memberikan kuliah terbuka, dia mengatakan bahwa makhluk hidup hanya menggunakan otaknya sekitar 3-5% dari kapasitas otaknya. Lalu ketika manusia hadir, manusia sebagai kasta tertinggi dari rantai makanan, lebih banyak lagi menggunakan otaknya. Tapi hanya 10%. Masih sedikit dari total kapasitas otak. Ada satu makhluk yang paling tinggi menggunakan otaknya, yakni sampai 20%. Makhluk itu adalah... Lumba-lumba. Yang mengherankan bagi profesor itu, dengan hanya menggunakan otaknya kurang dari 10%, manusia bisa menciptakan banyak penemuan. Tentu akan luar biasa kalau bisa lebih dari 10%. Profesor itu menjelaskan hipotesanya kalau menggunakan otaknya 30%, akan bisa ini. 40% ini bisa itu dan seterusnya. Tapi dia bingung, apa yang terjadi kalau penggunaannya 100%. Kalau ini benar, Tuhan pasti punya alasan tentang hal ini. Dan Tuhan berhak menentukan seorang manusia memil...

3 Kunci Agar Dapat Hidup Bahagia

Gambar
Untuk hidup bahagia sebenarnya hanya ada 3 hal yang bisa dilakukan. Ini tips yang diberikan oleh Nabi Muhammad SAW. Tentu tips ini dijamin manjur, karena yang memberikan tips ini sudah pasti mendapat informasi dari pemilik alam semesta ini. Oleh: Mochamad Yusuf* 1. Takut terhadap Allah SWT. Kita hidup tentu ada tujuannya. Tujuannya apa? Tentu jawabannya bisa ditanyakan ke penciptanya. Karena sebagai pencipta dia tahu apa maksud penciptaan manusia. Jawabannya ada di Al Qur'an. Yakni penciptaan manusia untuk menyembah pada sang Pencipta. Karena itu harusnya kita taat pada sang Pencipta. Yakni dengan menjalankan apa yang disuruh, dan menjauhi apa yang dilarang. Kalau kita tidak taat, seharusnya takut pada ancamannya. Dengan memiliki rasa takut padaNya, maka kita akan melakukan apa yang selalu Dia minta. Dan menjauhi apa yang tidak disukaiNya. Dengan selalu bersikap seperti ini, tidak ada kekhawatiran atau kecemasan. Hati akan merasa plong. Hidup lebih bahagia. 2. Berlaku adil Berlak...

Tafakur Untuk Menggapai Kesuksesan Ke Depan

Gambar
Waktu saya ke Dieng saya melihat di tembok pendopo tempat saya makan siang, ada foto Pak Harto duduk bersama dengan PM Australia waktu itu, Whitlam. Mereka sedang mendiskusikan masalah Timor Timur. Pertemuan ini terjadi tahun 1974. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya heran bagaimana presiden Soeharto mengajak tamunya ke tempat yang cukup terpencil untuk membicarakan masalah penting seperti itu. Saya sendiri saja dari Jogja ke Wonosobo sudah terasa capek. Jalan berkelok naik turun. Terus masih berlanjut dengan bis kecil sekitar 1 jam mendaki gunung Dieng. Jalannya sempit, berkelok-kelok dan naik turun yang tajam. Ternyata dari guide, saya dapat informasi kalau tempat ini bukanlah tempat asing bagi presiden Soeharto. Bahkan waktu masih berpangkat letkol, presiden Soeharto bermeditasi di sebuah gua dekat telaga Warna, yang juga saya kunjungi. Konon menurut guide, dia mendapat wangsit dan keris di sana. Katanya, keris ini tampak dia pegang saat berfoto dengan Panglima Sudirman yang terkenal itu. S...

Terminator: Dark Fate - Ingin Kembali ke Masa Lalu

Gambar
Barusan lihat film 'Terminator: Dark Fate'. Cukup bingung dengan timelinenya. Sampai baca-baca analisanya di internet. Saya tidak mengomentari timelinenya. Tapi saya selalu tertarik dengan time traveling. Saking tertariknya saya sampai pernah menonton semua film yang bertema time traveling ini. Ya, manusia suka dengan time traveling. Karena waktu berjalan tidak akan kembali. Keputusan yang diambil dulu atau sekarang, baik benar atau salah, akan mempengaruhi hidupnya nanti. Ini yang kadang ingin diperbaiki. Btw, apa film favorit Anda terkait tema time traveling ini? Kalau Anda ingin melakukan time traveling, ingin ke tahun berapa dan kenapa?

Malas Mengoreksi

Gambar
Beberapa hari terakhir saya harus eksta kerja keras mengoreksi ujian/tugas. Karena hari-hari ini mahasiswa libur dan setelah ini masuk semester genap. Karena itu nilai sudah harus disetor ke kampus untuk melihat hasil belajar semester gasal lalu. Oleh: Mochamad Yusuf* Ternyata meski sudah bekerja keras rasanya koreksi saya tidak bisa sempurna. Tidak ideal menurut saya. Baru saya sadar ternyata mengoreksi juga capek. Apalagi kalau mahasiswa tidak membantu, misal: tulisannya jelek. Aduh harus ekstra kerja keras lagi untuk membaca. Atau tugas yang dikumpulkan di CD/DVD tidak diberi identitas. Ini pasti bikin tambah ekstra waktu dan tenaga. Karena semester ini saya banyak tugas keluar kota, maka mulai tugas, UTS sampai UAS belum sempat saya koreksi. Hanya saya tumpuk. Ternyata makin ditumpuk malah bikin malas untuk mengoreksi. Lha dilihat saja sudah capek, saking banyaknya tumpukan. Hehehe. Sekarang saya jadi sadar terhadap keluhan seorang pemimpin kampus beberapa waktu lalu yang mengataka...

MENGETAHUI & MEMILIH PESANTREN YANG TEPAT Buat Buah Hati Kita | Motivasi & Inspirasi Pendidikan

Gambar
Tahun sudah berganti, bahkan bulan sudah berganti. Tinggal menghitung beberapa waktu lagi, maka ganti tahun ajaran. Bagi yang putra/putrinya di tingkat atas, seperti kelas 6 SD dan 9 SMP, maka saatnya mulai berburu sekolah. Mungkin sudah agak terlambat, karena beberapa sekolah sudah membuka pendaftaran akhir tahun lalu. Namun mungkin gelombang berikutnya masih dapat mengikutinya. Salah satu alternatif pendidikan adalah dengan disekolahkan di Pesantren. Konsep berasrama yang membuat mereka bisa lebih fokus sekolah. Bahkan terbukti di masa pandemi ini, mereka tetap normal belajar. Belum keunggulan lain seperti tak terganggu gadget yang bisa mengakibatkan kecanduan. Namun ada beberapa hal yang harus dilakukan sebelum menyekolahkan di Pesantren. Pertama, harus mengenal jenis-jenis pesantren. Karena banyak ragamnya. Ada pesantren tahfidz, pesantren plus dll. Maka untuk jelasnya bisa melihat video ini: MENGENAL 7 JENIS PESANTREN - Jangan Salah Pilih! https://youtu.be/tJ2G3smHwcs Kedua, adal...

Rezeki Ini Sering Tak Dianggap Rezeki oleh Manusia

Gambar
Suatu saat dulu pernah harus pulang ke rumah dari kantor karena ada sesuatu yang harus diambil. Ya, sekitar pk 10.00-an. Dalam perjalanan pulang pergi rumah - kantor, melihat orang ceria berolahraga. Oleh: Mochamad Yusuf* Seperti dekat rumah ada beberapa Bapak main tenis. Mereka teriak-teriak, tertawa-tawa, dan bersenda gurau. Saya perhatikan mereka dengan seksama. Belum umur pensiun. Umur masih produktif. Atau kalau saya lewat rute Masjid Agung, banyak bapak juga berolahraga. Juga bukan umur yang masuk pensiun. Kok bisa ya mereka? Apa mereka nggak bekerja? Lha mereka kok bisa makan? Apa karena mereka pengusaha? Tak harus datang saat jam kerja? Maka kalau begini kadang saya renungkan ada benarnya, dawuhnya Nabi. Yakni ada sebuah rezeki. Tapi sering dianggap bukan rezeki. Karena kebanyakan orang menganggap rezeki itu hanyalah materi. Uang banyak, rumah banyak, mobil banyak dll. "Dua nikmat, kebanyakan manusia tertipu dengan keduanya, yaitu kesehatan dan waktu luang." (HR. Al-B...

Jangan-jangan Anda Galau Karena Ini..

Gambar
Saya merasa waktu makin lama berjalan makin cepat. Entah pekerjaan atau rencana yang banyak belum selesai yang membuat saya merasa waktu demikian cepat. Oleh: Mochamad Yusuf* Apa yang rasakan terakhir-terakhir ini pas seperti yang disampaikan narasumber di radio Suara Muslim beberapa waktu lalu. Tengara Kastini S Kaspan, narasumber tersebut, waktu demikian cepat karena banyak rencana melakukan kebaikan, tapi waktu terbatas. Ya, persis seperti saya. Misal: meski sudah mengaji pagi dan malam, masih banyak keinginan untuk mempelajari Al Qur'an lebih detil seperti tugas dari Ustadz saya, nyatanya belum optimal. Ingin berbagi pengajian lewat Youtube sebanyak-banyaknya, meski sudah melembur ya masih kurang waktunya. Apalagi terkait pekerjaan, cari duit. Banyak hal yang harus dikerjakan, sampai bingung membuat prioritas antara pekerjaan. Belum kegiatan mengajar, ingin menulis buku lagi sampai membuat channel Youtube lagi. Wow... waktu rasanya saya ingin nambah. Tidak hanya 24 jam. Hehehe....

Ayo Berlomba dalam Karya, Prestasi dan Kebaikan, Anakku..

Gambar
Kemarin, 11/1/2022, putri kami yang di Pondok Gontor Putri 1 telpon. Tentu kami senang dapat telpon darinya. Setelah ngobrol-ngobrol, kami menanyakan apa masih sebagai mudabbiroh? Kami yang tak pernah santri, tak paham itu mudabbiroh. Bayangan kami ya seperti pengurus OSIS. Oleh: Mochamad Yusuf* Dan yang kami pahami mudabbiroh itu baru kelas 5 (setara kelas 2 SMA). Sedang putri kami ada di kelas 4. Tapi di telpon sebelumnya dia bilang jadi mudabbiroh. Kami pikir itu sementara, karena bisa jadi yang kelas 5 berhalangan. Maka kami tanyakan apa masih mudabbiroh. Jawabannya seperti mengingatkan sesuatu yang harus disampaikan ke kami. "Ya, masih," katanya. Di telpon sebelumnya dia bilang sebagai mudabbiroh di bidang olah raga. Padahal selama ini dia aktif di koperasi. Petugas koperasi Pondok. "Bunda, saya dapat penghargaan sebagai peserta terbaik," teriaknya dari sana gembira. Apa? Dia menyebut sebuah singkatan. Dia mengulang lagi. Tapi sepertinya dia tahu, kami tetap ta...

Nanti Saja Kalau Pensiun..

Gambar
Suatu saat kelas 6 SD, saya dipanggil Guru Bahasa Indonesia. Beliau meminta saya mewakili sekolah untuk Lomba Baca Puisi. Sebagai anak orang miskin, Ayah saya hanya seorang sopir Bemo, saya sering tak percaya diri. Maka saya tolak. Oleh: Mochamad Yusuf* "Jangan saya," kata saya. "Yang lain." "Siapa?" Pak Guru memandang. Kita paham, saya yang paling pintar termasuk Bahasa Indonesia. Maka mau tak mau, ya harus saya. Namun Pak Guru tahu kegundahan saya ini. Maka selain diminta berlatih sendiri di rumah, sepulang sekolah kita berlatih. Mulailah saya berlatih, agar minimal jangan mengecewakan saat tampil nanti. Akhirnya hari itu tiba. Lomba Baca Puisi sekelurahan. Maka wakil berbagai sekolah, negeri dan swasta, hadir. Sampailah saya harus tampil. Ternyata saya tampil tak mengecewakan. Bahkan saya juara. Bersama 1 orang lagi, saya berhak mewakili kelurahan menuju sekecamatan. Saat menghadapi Lomba sekecamatan ini, Pak Guru tak melatih saya lagi. Katanya saya sud...

Memaksimalkan Sisa-sisa Waktu

Gambar
Setiap bangun pagi ada sesuatu yang saya sesalkan. Yakni apakah waktu kemarin sudah saya manfaatkan secara optimal. Jangan-jangan waktu kemarin itu berjalan sia-sia. Oleh: Mochamad Yusuf* Bila waktu itu adalah uang maka dengan uang itu saya dapat membeli sesuatu. Jadi merenung, sudah berapa banyak barang yang sudah saya beli? Dan apakah barang-barang itu bernilai tinggi? Jangan-jangan tidak banyak yang saya beli. Itupun dengan nilai yang rendah. Setiap bangun pagi, saya mengingat apa saja yang sudah saya kerjakan kemarin. Hmm.. kegiatan rutin seperti makan, tidur, mengantar anak sekolah, berangkat kerja, kerja, pulang kerja. Ada lagi? Kalau tidak ada, ini yang saya sesalkan. Bila ada tambahan lain, misal menulis sebuah artikel, membaca buku, ikut kajian thollabul ilmi, silaturrahmi, maka saya senang. Ada sesuatu yang lain dan itu bernilai. Karena itu saya berpikir bagaimana mengoptimalkan waktu yang berjalan. Namun ini sulit. Karena semua sudah berjalan sesuai dengan rencana. Misal mak...

Ringan Langkah ke Thollabul Ilmi

Gambar
Kemarin saat membuka Facebook saya lihat status seorang teman yang streaming sebuah pengajian. Live. Saya tahu dia selalu melakukan hal demikian. Oleh: Mochamad Yusuf* Tapi kali ini iseng saya buka link live-nya. Lho kok ada di Buduran, Sidoarjo. Saya tahu rumahnya di Ketintang, Surabaya. Nggak seperti biasanya. Biasanya streaming hanya pengajian di masjid sekitar rumahnya. Saya kirim WA, menanyakan keheranan hal ini. Tak langsung dijawab. Ya, dia kan sedang mengikutinya pengajian. Lama datang jawaban. Dia mengatakan sekarang dia rajin datang ke pengajian meski itu di luar kota. Dia sebutkan kota-kotanya. Saya tahu sudah setahun ini dia pensiun. Waktu yang lebih banyak memungkinkan hal demikian. Dan dia semakin enteng saja meski jauh atau pengajian bakda Subuh. Bisa dibayangkan bangun jam berapa untuk persiapan dan perjalanan seperti ke pengajian bakda Subuh di Buduran itu. Memang kalau Allah sudah menggerakkan langkah kakinya, enteng saja orang berangkat ke pengajian. Meski itu jauh. ...