Postingan

Menampilkan postingan dengan label bandung

FEATURES

Tak Percaya Ini Bukan Mimpi

Gambar
Sejak Kamis, 20 Desember 2018, saya berada di Bandung bersama keluarga. Sejak lama saya merencanakan agar Zidan bisa menggunakan liburannya yang 2 minggu itu dengan baik. Karena Zidan kelas 3 SMA, maka saya ingin mengajak melihat beberapa perguruan tinggi di Bandung. Salah satunya ITB yang dulu saya idamkan. Siapa tahu juga Zidan nanti mengidamkannya. Namun saya berencana, di sela-sela melihat perguruan tinggi itu, saya mencoba mengikuti pengajian yang banyak di Bandung. Khususnya dengan ustadz Aam Amirudin dan Teuku Hanan Attaki yang jadi idola saya. Hampir saya tidak percaya, Ustadz Aam ada jadwal. Maka saya datangi di TSM (Trans Studio Bandung). Ternyata belum ditakdirkan. Ust Aam berhalangan. Saat sudah pasrah tidak bisa bertemu karena mau pulang, ternyata tadi pagi ada jadwal Ust Aam. Ternyata Allah merencanakan lebih baik. Di masjid lebih kecil ini, bisa lebih enak ngobrol dengan Ust Aam, berfoto dan minta tanda tangan pada Al Qur'an yang diterjemahkannya. Dan bisa duduk pali...

Bandung Kini (4): Menjamurnya Wisata Kuliner di Bandung

Gambar
Batagor yang dijual pedagang kaki lima dekat Pasar Baru Bandung. Lumayan enak rasanya. Harganya tentu saja bersahabat bagi kantong. Hehehe, (dok. pribadi) Tapi, sebagai arek Suroboyo, saya merasa harga makanan di Bandung terasa mahal bila dibandingkan di Surabaya. Bahkan dibandingkan dengan restoran dengan kelas yang sama. Mungkin makan di rumah makan seperti ini tidak sekedar makan, tapi juga bersantai. Atau menikmati liburan. Oleh: Mochamad Yusuf * Yang terkesan saat liburan akhir tahun 2013 kemarin di Bandung adalah begitu banyaknya tempat makan di sana. Luar biasa. Rasanya semua restoran yang beroperasi di Indonesia, membuka cabang di sana. Dan saya lihat semua restoran tersebut penuh. Ini terlihat di parkirannya yang penuh dengan mobil. Kebanyakan restoran tersebut berada di lokasi kota Bandung 'lama'. Ini istilah saya di tempat yang sudah ada sejak jaman dulu. Mungkin sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda. Cirinya lokasinya di dekat pusat kota, samping jalannya ada tr...

Bandung Kini (3): Tak Mungkin Lagi Berkeliling Naik Sepeda

Gambar
Zelda dan bundanya makan Batagor di dekat Pasar Baru Bandung Tapi berbeda dengan liburan akhir tahun 2013 lalu saat saya ke Bandung. Karena berangkat bareng keluarga, saya tidak mau berpetualangan sendiri. Alias jalan-jalan sendiri. Maka saya, istri dan Zelda (anak saya yang terakhir) naik sepeda motor. Tujuan utamanya adalah ke pasar Baru. Oleh: Mochamad Yusuf * Pada 1999 saya ke Bandung. Saya tinggal di sebuah perumahan. Tepatnya di jalan Batik Pekalongan. Ini adalah rumah yang dikontrak alumni SMAN 5 Surabaya yang kuliah di ITB. Saya minta ijin tinggal di sini pada salah satu penghuninya yang merupakan teman akrab. Saya memang harus ke Bandung, tapi tidak ada kerabat yang tinggal di Bandung. Maka menginap di rumah kontrakan teman-teman ITB adalah solusinya. Jelas saya tidak berpikir untuk tinggal di hotel. Tidak mampu meski kelas melati sekalipun. Hehehe. Tujuan saya ke Bandung itu adalah melepaskan dahaga saya tentang kerinduan berkuliah di ITB. Sejak kecil saya bercita-cita kulia...

Bandung Kini (2): Kereta Ekonomi Yang Favorit

Gambar
Rangkaian kereta ekonomi Pasundan Surabaya - Bandung PP yang kita naiki. (ref: dok. pribadi) Dulu kalau naik kereta ekonomi rasanya sumpek. Sangat menderita. Karena berdesak-desakan. Dulu sepertinya konsep manajemen kereta api adalah bila ada penumpang ingin naik ya dilayani meski tidak ada tempat duduk. Manajemen kereta api tidak peduli bagaimana penumpang ini nantinya di atas kereta. Oleh: Mochamad Yusuf * Liburan ke Bandung kemarin kita berangkat naik kereta Pasundan. Ini kereta ekonomi. Sebenarnya awalnya ada beberapa alternatif transportasi yang mau kita pakai. Seperti naik pesawat terbang. Tapi pengalaman saya dan istri naik pesawat terbang dari Surabaya ke Bandung atau sebaliknya, tarifnya mahal dan jadwalnya banyak tidak tepat. Dulu untuk 'mengakali' tarif lebih murah, kita pakai rute Surabaya - Jakarta, terus ke Bandung naik darat atau sebaliknya. Lalu alternatif berikutnya naik kereta eksekutif atau bisnis. Untuk itu, saya mencoba mencari informasi jadwal dan tarif k...

Bandung Kini (1): Impian Tinggal di Kota Bandung

Gambar
(ref: dok. pribadi) Saya tidak terima dengan hasil ini. Saya belajar lebih keras lagi mempersiapkan UMPTN tahun depannya. Lalu berkunjung ke kerabat minta doa restu. Lebih rajin datang ke masjid untuk berdoa. Akhirnya datang kesempatan kedua. Tapi saya tetap gagal diterima di ITB. Oleh: Mochamad Yusuf * Akhir tahun kemarin saya beserta istri, Zidan dan Zelda (anak-anak saya) berlibur ke Bandung. Kita di sana selama seminggu. Satu hari di antaranya kita gunakan ke Jakarta. Sebenarnya saya dan istri sudah sering ke Bandung. Juga Jakarta. Namun kebanyakan dalam rangka dinas. Jadi waktunya hanya sebentar. Paling sehari dua hari. Itu pun datang ke lokasi dinas, selesai langsung pulang. Praktis tidak ke mana-mana. Paling hanya jalan-jalan seputar hotel atau tempat dinas. Jadi ini pertama kali bagi saya dan istri, sejak menikah, liburan di Bandung. Dan pertama kali bagi Zidan dan Zelda di Bandung. Termasuk pertama kali bagi Zelda di Jakarta. Sedangkan Zidan pernah sekali ke Jakarta. Tentu pe...