Postingan

Menampilkan postingan dengan label wisuda

FEATURES

Wisuda Yang Jadi Momen Bersyukur Keluarga Kami

Gambar
Saat buka Facebook banyak teman yang men-share wisuda anaknya. Karena pandemi kegiatan wisuda lewat daring. Sang anak hanya diwisuda di rumah. Tampak selain teman saya, yang juga orang tua sang ananda, juga saudara dan anggota keluarga lain. Seperti kakek, nenek, paman, bibi dan lainnya. Oleh: Mochamad Yusuf* Momen yang membahagiakan. Karena perjuangan bertahun-tahun akhirnya dapat diselesaikan juga. Sebuah perjuangan yang mungkin dilalui dengan peluh dan air mata. Dan juga momen yang penting. Karena anak sudah dianggap dewasa. Sebab setelah wisuda ini mereka sudah mandiri dengan mulai bekerja. Bahkan bisa jadi pergi jauh dari rumah dan berkeluarga. Wisuda daring tak mengurangi kebahagiaan mereka. Tentu saja kalau bisa memilih, mereka ingin diwisuda bersama teman-teman di kampus tercinta. Disaksikan para dosen dan anggota keluarga. Selamat buat mereka dan saya ikut berbahagia. Semoga menjadi ilmu bermanfaat. Kalau melihat wisuda ini, saya teringat wisuda saya. Khususnya saat wisuda S1 ...

Master of Facebook (10): Perbedaan Saat Wisuda S1 dan S2

Gambar
Saat wisuda S1 dulu, saya masuk ruangan dengan tenang. Tak ada pikiran. Bahkan saya tak berpikir tentang adik yang tak bisa masuk. Kalau saat wisuda S2 ini, saya masuk gedung dengan beberapa pikiran. Oleh: Mochamad Yusuf * Bila saat kuliah, anak sering menjadi perhatian, maka saat wisuda demikian juga. Seperti yang dikatakan wakil wisudawan saat malam pelepasan alumni, bahwa saat dia mau kuliah sering harus berhenti sebentar karena tiba-tiba anak-anak menangis. Menangis karena mau ikut atau tak boleh pergi. Tentu saja perhatian ini mempengaruhi kegiatan kuliah. Lha kalau wisuda? Dulu saat wisuda S1, saya masuk ke ruangan dengan tenang. Tak ada pikiran. Bahkan saya tak berpikir bagaimana kabar 2 adik dan teman saya yang tak kebagian undangan masuk. Memang mereka tak saya belikan undangan. Karena jatah 2 undangan dipakai oleh Bapak dan Ibu. Pikiran saya, di luar ruangan pasti banyak orang yang tak bisa masuk juga sehingga banyak hal yang bisa dilakukan. Entah ini benar atau tidak. Kalau ...

Master of Facebook (9): Tangisan Saat Wisuda

Gambar
Namun saya malah tak menemukan peristiwa ini saat wisuda S1 dulu. Padahal wisudawan S2 yang menangis tak hanya Bapak itu, tapi saya juga melihat pada seorang Ibu. Dia menunduk terus menahan tangis. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat wisuda, terdengar isak tangis dari deretan bangku wisudawan. Istri dan Zidan, anak saya, yang duduk di deretan bangku undangan mencari-cari siapa gerangan yang menangis itu. Ternyata seorang Bapak menundukkan kepalanya, terus terisak-isak selama acara wisuda. Bapak ini kemungkinan adalah guru, karena dia menempuh magister pendidikan. Dan kebanyakan memang sudah tua. Saya jarang menemukan mahasiswa pasca pendidikan yang muda. Muda artinya umurnya di bawah 30 tahun, dan untuk tua sebaliknya. Mungkin kebetulan, saya tak bertemu. Agak aneh juga peristiwa ini. Mengapa Bapak itu menangis? Apakah dia begitu bersyukur karena akhirnya dia mencapai gelar master? Atau tak ada keluarga yang mendampinginya? Atau orang tua atau seseorang yang telah mendukung dan mendorongnya pe...