Postingan

Menampilkan postingan dengan label membaca dengan baik al quran

FEATURES

TickTick - Membuat Istiqamah Mengaji

Gambar
Ketika perusahaan/seseorang menciptakan sesuatu pasti ada tujuannya. Misal: Toyota membuat Avanza sebagai kendaraan/alat transportasi. Maka bagi penggunanya harus paham dulu mobil tersebut dengan membaca manualnya sebelum dipakai. Misal: dipakai nengangkut berton-ton barang, Avanza itu pasti rusak. Karena penciptanya sudah tahu kapasitas angkutnya. Oleh: Mochamad Yusuf* Demikian juga manusia. Yang menciptakan manusia sudah tahu tujuan diciptakannya manusia itu untuk apa. "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." QS 51:56. Maka harusnya manusia rajin membaca manual yang dibuat oleh penciptanya. Agar tahu mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Membaca manual itu adalah mengaji Al Qur'an. Selain itu banyak manfaat membaca Al Qur'an. Tentang hal ini sudah banyak yang membahas. Yang menjadi permasalahan adalah kita tidak rutin membaca Al Qur'an ini. Seringkali saat tertentu kita rajin membacanya, misal: saat Ramadhan. Namun...

Istiqomah Itu Berat

Gambar
Setiap hari saya punya jadwal rutin yang harus saya lakukan. Salah satunya adalah mengaji ayat-ayat Al Qur'an yang sama temanya. ODOT, One Day One Theme. Tidak banyak sebenarnya. Mungkin sekitar 5 ayat-an. Bisa kurang atau lebih. Namun saat waktu terbatas sering ODOT kalah prioritas dibanding kegiatan rutin saya yang lain. Misal mengaji 1 halaman setiap hari. Ini saya ikut beberapa program seperti ini. Juga mengaji 10 halaman (1/2 juz) per hari. Dulu sempat juga ikut program 2 halaman (1 lembar) per hari. Semuanya harus dibaca terjemahannya juga. Ternyata berat juga untuk selalu disiplin. Seperti ODOT itu. Terakhir saya sampai ketinggalan selama 4 bulan. Meski terlambat, saya tidak mau menyerah atau melakukan pemutihan. Saya cicil setiap harinya lebih banyak. Alhamdulillah, hari ini sudah sesuai jadwal lagi. Hehehe. Istiqamah memang berat. Karena itu Allah cinta pada ibadah ini. Rutin dilakukan setiap hari. Karena supaya mudah dilakukan, tidak perlu banyak/besar/berat. "Maka t...

4 Tahapan yang Benar Terkait MEMPELAJARI AL QU'RAN | Ceramah Bagus Ustadz Assoc Prof MENACHEM ALI

Gambar
Saat seperti ini kita perlu pegangan yang kuat. Begitu banyak cobaan yang dialami. Tak hanya harta, raga bahkan jiwa. Sebagian akan menggoncang kuat keimanan kita. Bahkan timbul pertanyaan, "Kapan pertolongan itu tiba?" Sesungguhnya pertolongan itu sudah dekat. "..Mereka ditimpa kemelaratan, penderitaan dan diguncang (dengan berbagai cobaan), sehingga Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya berkata, "Kapankah datang pertolongan Allah?" Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat." QS 2:214 Salah satu bentuk pertolongan yang diberikan Allah adalah menurunkan Al Qur'an. Al Qur'anlah sebagai pemberi kabar gembira, pelipur lara, obat, yang menenangkan hati dan sebagainya. Sayangnya terkait Al Qur'an ini kita cukup puas dengan pahala yang dibaca per huruf. Yakni membaca tulisan Arabnya saja. Padahal itu baru tahap dasar. Masih ada 3 tahap lain yang harusnya kita naik kelas. Masak sudah puas dengan duduk di bangku TK saja? Tiga tahapan i...

Bersobat Kental Dengan Al Qur'an

Gambar
Dalam sebuah kesempatan pengajian sang ustadz bertanya ke hadirin. Apakah mereka pernah menyelesaikan membaca terjemahan Al Qur'an? Meski pertanyaan ini diulang-ulang, tak ada satu pun yang mengaku. Entah karena sungkan dianggap riya atau memang tak ada yang melakukan, tak seorang pun yang menjawab pertanyaan Ustadz tersebut. Oleh: Mochamad Yusuf* Dalam kesempatan lain ada Ustadz lain juga menanyakan hal ini. Kali ini ditanyakan pada audience yang lebih khusus. Yakni mereka dulu yang sekolahnya aktif di kegiatan ekstra kerohanian Islam. Dulu namanya SKI (Sie Kerohanian Islam). Kini mungkin namanya Rohis. Ternyata responnya sama. Tak seorang pun yang pernah. Padahal pertanyaan ini lebih dilakukan secara personal. Ini tentu mengagetkan ya. Bagaimana Al Qur'an adalah pedoman umat Islam, tapi tak pernah dibaca terjemahannya. Bukan mereka tak pernah membaca Al Qur'an. Mereka membaca, bahkan mereka mengkhatamkan berkali-kali. Tapi yang dibaca adalah bacaan Arabnya. Harusnya merek...

Hanya Khatam 1 Kali

Gambar
Ternyata meleset rencana menyelesaikan (mengkhatamkan) Al Qur'an beserta terjemahannya sebanyak 2 kali di bulan Ramadhan ini. Malam ini, malam ke-27, ternyata baru khatam sekali. Mungkin yang bikin terlambat karena harus baca terjemahannya. Apalagi saat membaca sebuah ayat, terus mengexplore ayat-ayat sebelumnya yang sudah dibaca. Tambah lama. Tapi jadi asyik. Karena seakan bisa membentuk kepingan puzzle petunjuk yang berserakan di Qur'an untuk keperluan kita tertentu. Ada godaan untuk khatam hanya dengan membaca Al Qur'an tanpa terjemahannya. Karena bisa lebih cepat. Tapi tanpa membaca terjemahan, maka fungsi Al Qur'an sebagai petunjuk, pemberi kabar peringatan, obat dll tak dirasakan. Memang harusnya bisa lanjut lagi dengan membaca tafsir. Sementara belum bisa, karena belum punya. Apapun meski sekali khatam disyukuri dengan makan martabak. Inginnya tahu campur. Tapi sudah habis. Dan martabak Holland pun juga sudah habis. Tak apa. Tetap disyukuri dengan apa yang ada. H...

Sadar Pentingnya Berkelompok Dalam Beribadah

Gambar
Beberapa waktu terakhir saya mengikuti gerakan ODOJ (One Day One Juz). Gerakan dilakukan kelompok yang saya ikuti. Satu kelompok ditarget menyelesaikan 1 juz seharinya. Lalu 1 juz ini dibagi dalam kelompok, anggap saja 1 orang 1 lembar (2 halaman). Karena berkelompok kita saling mengingatkan dan memotivasi untuk terus membaca sesuai jatahnya. Di hari-hari normal, membaca Al Qur'an 2 halaman sehari (24 jam) bukanlah sesuatu yang berat. Namun kadang-kadang ada hari yang membuat kita sibuk. Seperti kemarin saya harus rapat kerja. Untuk lebih fokus kita sampai dikarantina di tempat tertentu. Kita bekerja non stop sampai malam. Tengah malam ketika sudah selesai, badan saya sudah terasa lelah. Saya tahu kalau di hari biasa sebelum mengikuti gerakan ODOJ, saya pasti melewatkan hari itu tanpa membaca Al Qur'an. Alasannya masuk akal: capek! Dan itu bisa diterima. Tapi saat mengikuti gerapan ODOJ, ada perasaan terus untuk menyelesaikan jatahnya hari ini. Maka dengan semangat dari teman-t...

TickTick - Membuat Istiqamah Mengaji

Gambar
Ketika perusahaan/seseorang menciptakan sesuatu pasti ada tujuannya. Misal: Toyota membuat Avanza sebagai kendaraan/alat transportasi. Maka bagi penggunanya harus paham dulu mobil tersebut dengan membaca manualnya sebelum dipakai. Misal: dipakai nengangkut berton-ton barang, Avanza itu pasti rusak. Karena penciptanya sudah tahu kapasitas angkutnya. Oleh: Mochamad Yusuf* Demikian juga manusia. Yang menciptakan manusia sudah tahu tujuan diciptakannya manusia itu untuk apa. "Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku." QS 51:56. Maka harusnya manusia rajin membaca manual yang dibuat oleh penciptanya. Agar tahu mana yang boleh atau tidak boleh dilakukan. Membaca manual itu adalah mengaji Al Qur'an. Selain itu banyak manfaat membaca Al Qur'an. Tentang hal ini sudah banyak yang membahas. Yang menjadi permasalahan adalah kita tidak rutin membaca Al Qur'an ini. Seringkali saat tertentu kita rajin membacanya, misal: saat Ramadhan. Namun...

Mengaji Kitab Kuning

Gambar
Salah satu Ustadz favorit saya adalah Ust Khoiruddin. Dia juga pengasuh acara di radio Suara Muslim Surabaya. Saya mengikuti kajian beliau di masjid Raudlatul Jannah Sidoarjo. Maka saat beliau menawarkan Al Qur'an buatannya, langsung saja saya pesan. Apalagi Al Qur'an ini menjadi pegangan saat kita mengaji di sana. Namun saat sudah di tangan dan saya mulai baca.. Astaga. Ini kitab kuning. Al Qur'an dengan terjemahan bahasa Jawa tapi tulisan tetap Arab. Arab pegon. Wow.. Ya sudah di pelajari pelan-pelan. Lha saya tidak pernah mondok. Kalau nggak begini tidak merasakan jadi santri di pondok. Nanti kalau Zelda datang liburan, biar dia jadi Ustadz saya. Ngajari kitab kuning. Hehehe. Alhamdulillah.

Naik Tingkat

Gambar
Status yang saya posting tentang resolusi Ramadhan banyak mendapat respon. Banyak di antaranya kemudian bersemangat lagi membuka Al Qur'an. Alhamdulillah. Karena memang itu tujuannya. Yakni memotivasi. Hehehe. Tapi banyak juga yang sudah mengkhatamkan. Bahkan beberapa kali. Postingan saya itu semakin mengokohkannya. Alhamdulillah. Hehehe. Namun kebanyakan hanya sekedar menyelesaikan baca Arabnya saja. Bahkan ada yang berkali-kali khatam dalam hidupnya, tapi tak pernah mengkhatamkan terjemahannya sekalipun. Untuk mereka harusnya sudah meningkatkan statusnya. Kalau dulu misal sudah lulus TK, sekarang sudah harus lulus SD. Tidak cukup puas dengan mendapat pahala membaca hurufnya. Tapi berusaha mendapatkan petunjuk dengan membaca terjemahannya. Al Qur'an akan jadi petunjuk bila paham isinya. Saat Ramadhan seperti ini kesempatan melakukannya. Selain banyak balasan melakukan kebaikan di bulan suci ini, siapa tahu kesempatan membaca Al Qur’an itu hanya ada di bulan ini. Karena setelah...

Perlunya Menguasai Manajemen Waktu

Gambar
Waktu itu penting. Sangat penting. Waktu itu seperti modal yang diberikan pada tiap manusia. Dan hasilnya baru terlihat saat nanti di akhirat. Oleh: Mochamad Yusuf * Saya ingat cerita adik saya yang guru SD. Dalam salah satu pelajaran dia mau mengajarkan tentang nilai uang. Maka para murid diajak ke pasar. Mereka masing-masing diberi uang yang sama. Lalu disuruh belanja. Terserah. Apa saja. Lalu pada waktu yang sudah ditentukan, mereka berkumpul. Ada yang banyak barang. Ada yang sedikit. Bahkan cuma 1. Ada yang langsung bisa dimanfaatkan, ada yang harus diolah dulu. Demikian juga waktu. Waktu seperti uang yang diberikan ke para siswa itu. Nilainya sama. Semua orang diberi waktu 24 jam. Sama. Tapi meskipun modalnya sama, hasilnya bisa berbeda-beda. Ada yang banyak karyanya, seperti KH Buya Hamka. Dia seorang ulama, guru, pengurus MUI, masih menulis tafsir, buku bahkan novel. Kok bisa ya? Maka disini pentingnya kita menguasai manajemen waktu. Salah satunya adalah menguasai prioritas. Man...

Resolusi Ramadhan 1433H/2012 M

Gambar
Sesuatu niatan yang mungkin terlalu tinggi. ‘Kelancipin’ kata orang Surabaya. Tapi saya pikir, daripada tidak ada niatan dan tidak melakukan apa-apa, lebih baik berniat dan berusaha mewujudkannya. Oleh: Mochamad Yusuf * Tak terasa waktu berjalan sangat cepat. Ya, waktu sebenarnya berjalan sama saja seperti saat saya dulu masih TK, SD, SMP, SMA dan kuliah dulu. Tak berubah. Namun rasanya demikian cepat. Rasanya baru kemarin saya bersilaturahmi ke teman-teman lama saat lebaran, teman-teman SD dan SMP, tapi sekarang sudah Ramadhan dan nantinya lebaran lagi. Padahal kunjungan itu tak saya 'follow up' lagi. Padahal kita berjanji untuk bertemu lagi. Entah apa yang menyebabkan beratnya menyambung silaturahmi di luar lebaran. Mungkin karena terbatasnya waktu, atau kesungkanan melakukan kunjungan di luar lebaran. Takut dianggap memiliki agenda terselubung. Hehehe. Apapun itu, Ramadhan sekarang sudah tiba. Itu berarti Ramadhan yang kesekian kali dalam hidup saya. Karena itu, saya ingin m...