Postingan

Menampilkan postingan dengan label yang miskin makin miskin

FEATURES

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (11): Miskin Tapi Bermartabat

Gambar
Beberapa waktu lalu diberitakan banyak orang mengaku miskin agar bisa masuk sekolah yang diinginkan dari jalur orang miskin. Ternyata setelah diverifikasi mereka kaya. Mereka tak malu mengaku miskin. Oleh: Mochamad Yusuf * Meski ada kejadian yang mengenaskan seperti di Pasuruan beberapa tahun lalu, saya yakin pembagian zakat langsung masih akan terjadi sekarang ini. Saat seperti itu, seseorang yang berzakat/shadaqah akan membagikan langsung kepada para penerima zakatnya. Yang menerima zakat akan berbaris untuk antri mendapat zakat. Namun karena banyaknya penerima, mereka jadi tak sabar antri. Sehingga yang sering terjadi, mereka akan berdesak-desakan berebut mendapat zakat duluan. Akibatnya yang lemah tenaganya seperti orang tua dan anak-anak, akan kalah dalam 'aksi perebutan zakat' ini. Bila tidak ada antisipasi yang baik dari penyelenggara, aksi ini bisa memakan korban. Bahkan korban nyawa. Mengapa hal demikian terjadi? Entah, dorongan apa yang membuat mereka sampai rela berd...

Rahasia Rejeki (54): Mathius Effect

Gambar
Mathius Effect adalah efek berantai yang semakin lama semakin besar. Bila dia kaya semakin kaya. Bila dia miskin maka makin miskin. Kata Rhoma Irama, "Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin." Oleh: Mochamad Yusuf * "Sudah miskin, terus mengalami kesusahan," begitu kata seorang kerabat. Saat itu kita membicarakan seorang anak tetangga yg salah satu matanya tak bisa melihat. Anaknya cantik, tapi melihat kondisinya seperti itu iba juga. Pernyataan itu keluar, ketika saya tanyakan apakah sudah dibawa ke dokter untuk disembuhkan. "Ibunya jadi TKI. Sudah lama tak tahu kabarnya. Bapaknya jadi kernet. Sekali kerja bisa beberapa hari. Dia ikut neneknya yang hanya buruh petani. Setahu saya, tak pernah diperiksa secara intensif. Pernah sekali dibawa ke RS. Tapi biayanya yang tinggi, menyurutkan mereka untuk melangkah ke pemeriksaan lebih lanjut. Ya, selama ini dibawa ke mantri atau tukang pijat untuk diurut-urut," kata kerabat. Tiba-tiba dia berkata, "Ke...