Postingan

Menampilkan postingan dengan label putus asa

FEATURES

Berbahagialah Kalau Ada Yang Mengingatkan

Gambar
Suatu ketika karena ingin cepat, saya mencoba sebuah jalan terobosan. Namun di mulut jalan, saya ragu. Benar tidak jalan ini. Oleh: Mochamad Yusuf* Seseorang yang melihat keraguan saya ini, datang menghampiri. Menanyakan mau ke mana. Dia katakan jalan ini buntu. Hanyalah menuju ke kuburan. Alhamdulillah, saya tak perlu jalan lama untuk sadar ini jalan buntu. Sebaliknya pernah juga seperti itu. Namun orang-orang di mulut jalan hanya diam saja. Tak berusaha memberitahu saya. Maka tentu senang, kalau ada 'sesuatu' yang mengingatkan kita kepada yang benar. Sesuatu itu bisa macam-macam. Bisa orang seperti kisah saya di atas. Bisa informasi yang kita baca. Atau sesuatu yang bisa dibilang kemalangan. Seperti suatu ketika, saya merasa tangan saya sakit. Saya obati dengan berbagai obat yang kita punya. Juga minum herbal. Tapi tak sembuh juga. Akhirnya saya putuskan ke dokter siang hari sehabis ngajar. Dari dokter diberi obat. Ajaib! Tak perlu nunggu lama, sembuh. Sore itu sudah normal l...

Berbuat Dosa Bukan Karena Setan

Gambar
Saat diturunkan dari Surga oleh Allah ke bumi, Iblis bersumpah akan menyesatkan manusia. Iblis akan habis-habisan mengajak manusia bareng ke neraka. Oleh: Mochamad Yusuf* "(Iblis) menjawab, "Karena Engkau telah menghukum aku tersesat, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian pasti aku akan mendatangi mereka dari depan, dari belakang, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur."" (QS. Al-A'raf 7: Ayat 16-17) Maka banyak manusia tergelincir. Namun meski begitu, manusia tak bisa menolak masuk neraka karena beralasan dibohongi Iblis dan bala tentaranya. Yang dinamakan setan itu. Karena manusia punya kuasa untuk ikut atau tidak. Dengan berdasarkan akal sehat yang dimilikinya. Keputusan tetap di manusia. Bergerak ke kebaikan atau kejahatan. Jadi tanggung jawab tetap di manusia itu sendiri. Maka bila di Ramadhan, setan dibelenggu, maka tak ada alasan lagi karena dibujuk setan. Dari Ab...

Janganlah mengeluh!

Gambar
Suatu saat Nabi Isa berjalan-jalan di padang pasir. Tiba-tiba turun hujan deras. Dia berlarian ke sana-kemari mencari tempat berteduh, namun tidak menemukan. Sampai kemudian dia melihat seseorang melakukan shalat. Ternyata lokasinya aman. Maka Nabi Isa berkata, "Mari kita berdoa kepada Tuhan sehingga hujannya menjadi reda" "Mengapa saya harus memperhatikan hujan yang turun ini?" katanya. "Sedangkan aku sudah berdoa hampir selama 30 tahun untuk tobatku, tapi juga tidak dikabulkan. Aku berdoa kalau taubatku dikabulkan, maka Dia akan mengirim seorang Nabi ke aku." "Tobatmu sudah diterima. Aku seorang Nabi. Apa sebenarnya kesalahanmu sehingga kamu minta bertobat?" "Pada sebuah musim panas, aku keluar dari rumah. Dan aku berkata, "Aduh, alangkah panasnya cuaca," sambil menggerutu. Ternyata mengeluh cuaca saja saja tidak boleh ya? Apalagi mengeluh kecilnya rezeki. Ayo semangat! Ayo berburu rezeki dengan halal. Mari!

DO Karena Tidak Punya Uang Atau Tidak Punya Teman?

Gambar
Beberapa waktu lalu bertemu dengan teman kuliah. Dia tidak seprodi ataupun sefakultas dengan saya. Namun akrab dan berteman sejak awal kuliah, yakni saat Penataran P4. Ternyata dia hampir DO (Drop Out), karena saat mengerjakan skripsi tidak memiliki uang. Maka dia meminjam uang pada teman kuliahnya. Mendengar ceritanya ini saya mengingat beberapa teman yang juga DO karena tidak punya uang. Tapi saya ingat, lebih banyak teman yang DO karena tidak bisa menyelesaikan skripsinya. Mereka mampu secara keuangan, tapi tidak bisa menyelesaikan skripsi sampai batas waktu yang telah ditentukan. Jadi sebenarnya hambatan terbesar menyelesaikan kuliah bukan tidak punya biaya. Tapi kemampuan menyelesaikan skripsi. Kalau ditelaah lebih lanjut, kenapa tidak sampai menyelesaikan? Apa yang susah dengan menulis skripsi? Lalu saya teringat seorang teman yang juga hampir DO karena skripsinya tidak kelar-kelar. Atau lebih tepatnya tidak mau menyelesaikannya. Saya tahu teman ini tidak mau terbuka atau katakan...

Enerlife [8]: Beratnya Mendaki Puncak Impian dan Cita-cita

Gambar
Pendakian ke gunung Penanggungan (dok.pribadi) Dalam hidup kita mungkin punya cita-cita dan impian. Untuk mewujudkan itu bagaikan mendaki gunung. Terjal dan menguras tenaga kita. Bahkan mungkin perasaan, pikiran dan air mata. Oleh: Mochamad Yusuf * Beberapa waktu lalu, saya mendaki gunung. Sebuah kegiatan yang sudah tidak begitu mudah bagi saya dalam seusia seperti sekarang ini. Hehehe. Dalam perjalanan mendaki gunung itu, saya harus terpaksa beristirahat sejenak untuk melepas lelah dan menghimpun tenaga. Untung dalam pendakian itu, saya bersama rombongan kecil yang mau menemani saya. Karena saya sudah ketinggalan dalam rombongan besar. Perjalanan yang menempuh sekitar 5 jam benar-benar menguras energi saya. Kadang ada perasaan ingin menyerah saja. Berhenti dan menunggu rombongan kembali turun esoknya. Tapi begitu melihat puncak, saya bersemangat lagi. Tapi pendakian yang gelap di malam hari itu, telah memaksa semua otot khususnya kaki untuk bergerak semaksimal mungkin. Sehingga paha ...