Postingan

Menampilkan postingan dengan label enaknya tinggal di Indonesia

FEATURES

Film 'Changeling' Seakan Membawa Amerika Dulu ke Indonesia Sekarang

Gambar
Film 'Changeling' sebenarnya adalah sebuah kisah sederhana. Bercerita tentang seorang ibu tunggal (mama single parent itu diperankan si cantik nan seksi, Angelina Jolie) yang berputra tunggal. Suatu ketika dia disuruh nglembur padahal sebenarnya libur, dia tinggalkan anaknya di rumah. Ini jadi pertemuan terakhir. Karena kemudian anaknya hilang. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat dia melaporkan ke polisi, polisinya mempersulit. Dikatakan tidak ada personil yang bisa datang. Atau menunggu 1 x 24 jam dulu sebelum polisi bergerak. Intinya polisi membuat sulit. Seperti mengikuti pepatah, kalau bisa dibuat sulit mengapa harus dipermudah. Ternyata ini karena kondisi dunia polisi di sana yang buruk. Korupsi, kolusi, mafia dan permainan kasus. Bahkan polisi memainkan permainan kasar. Bayangkan sampai ada anak yang disuruh mengaku sebagai anak yang hilang. Mana mungkin Ibu tidak mengenali anaknya? Eh, Ibunya malah disalahkan polisinya. Karena setelah 6 bulan, bisa jadi anaknya berubah dan kondi...

Mengukur Kesuksesan Pameran Buku

Gambar
Dalam kurun sebulan terakhir, Surabaya diguyur 2 pameran buku besar. Penyelenggaranya 2 grup besar media Indonesia, bertempat di markasnya masing-masing. Mana yang lebih sukses & memuaskan pengunjung? Oleh: Mochamad Yusuf * Dua minggu lalu, saya bersama keluarga datang ke pameran yang diadakan oleh Gramedia. Tepatnya oleh Dyandra yang masih satu grup dengan KKG (Kelompok Kompas Gramedia). Bertempat di Gramedia Expo di pusat kota Surabaya. Dan Kamis kemarin saya dan Zidan, anak laki saya, datang ke Gebyar Buku Murah di DBL Arena di kompleks kantor Jawa Pos Ahmad Yani. Jalan raya utama ke luar kota menuju Sidoarjo. Entah kebetulan atau insting, saya telah mengambil keputusan tepat. Di pameran Jawa Pos ini saya hanya ajak Zidan dan tak membawa Karin, si cantik Corona Absolute saya. Padahal sebelumnya di Gramedia kita full tim, tambah Zelda, anak perempuan saya dan mamanya. Meski Zidan merengek minta pergi sama Karin, saya abaikan. Pameran buku di Gramedia Expo Dan keputusan saya tepat...

Gampang Berdusta

Gambar
Tadi pagi mendengar sekelebatan talkshow di sebuah televisi swasta. Yakni tentang penyiksaan di sebuah panti asuhan. Yang bertanggung jawab adalah seorang petinggi agama. Semua anak asuh mengaku disiksa, tapi pengasuhnya yang juga pemuka tempat ibadah menolaknya. Oleh: Mochamad Yusuf * Saat dikonfirmasi dengan pengacara korban, sang pengacara jengkel karena pengasuh tersebut selalu membawa nama Tuhan. "Di sana ada 16 orang mengaku disiksa, sedang di sana (di TV) mengaku tidak ada. Janganlah membawa Tuhan. Coba lihat hati nurani. Jangan sampai Tuhan harus disalib kembali..," katanya berapi-api. Wajah pemuka agama hanya menunduk terus. Lalu di kesempatan lain ada wakil rakyat yang bersaksi tidak terima suap. Padahal jelas stafnya mengambil. Mana mungkin seorang staf berani melakukan kalau tanpa disuruh. Dia ngotot tidak terima, bahkan masih berani marah-marahin jaksanya dan menakuti bisa berdosa. Aduh... saya sendiri tidak tahu mana yang benar, meski bukti-bukti dan saksi-saksi...

Rahasia Rejeki (84): Karunia untuk Indonesiaku Tercinta

Gambar
Pro dan kontra ini juga ramai di internet. Perang kata dan makian saling bertebaran. Melihat situasi seperti ini, seorang teman yang ada di luar negeri, secara guyon akan pindah warga negara saja. Oleh: Mochamad Yusuf * Hari-hari terakhir bangsa Indonesia disibukkan dengan isu kenaikan harga BBM. Pemerintah ingin mengurangi subsidi untuk BBM bahkan menghentikan. Karenanya harganya harus dinaikkan, disesuaikan dengan harga pasar dunia yang sudah mahal. Namun rakyat Indonesia tak hanya berpikir nominal kenaikannya, tapi dampak berantainya. Karena ketika harga BBM naik, semua harga juga merangsek naik termasuk sembako. Ini yang ditakutkan rakyat Indonesia. Terjadi pro-kontra. Yang pro, berpikir subsidi lebih baik untuk pembangunan infrastruktur daripada dibakar habis jadi asap. Dan yang kontra, berdalih rakyat tambah susah. Maka yang terjadi adalah demo rencana kenaikan BBM ini. Ya, ada beberapa demo yang damai. Namun ada juga yang rusuh. Saat demo seperti itu, yang kontra akan memblejeti...

Rahasia Rejeki (84): Karunia untuk Indonesiaku Tercinta

Gambar
Pro dan kontra ini juga ramai di internet. Perang kata dan makian saling bertebaran. Melihat situasi seperti ini, seorang teman yang ada di luar negeri, secara guyon akan pindah warga negara saja. Oleh: Mochamad Yusuf * Hari-hari terakhir bangsa Indonesia disibukkan dengan isu kenaikan harga BBM. Pemerintah ingin mengurangi subsidi untuk BBM bahkan menghentikan. Karenanya harganya harus dinaikkan, disesuaikan dengan harga pasar dunia yang sudah mahal. Namun rakyat Indonesia tak hanya berpikir nominal kenaikannya, tapi dampak berantainya. Karena ketika harga BBM naik, semua harga juga merangsek naik termasuk sembako. Ini yang ditakutkan rakyat Indonesia. Terjadi pro-kontra. Yang pro, berpikir subsidi lebih baik untuk pembangunan infrastruktur daripada dibakar habis jadi asap. Dan yang kontra, berdalih rakyat tambah susah. Maka yang terjadi adalah demo rencana kenaikan BBM ini. Ya, ada beberapa demo yang damai. Namun ada juga yang rusuh. Saat demo seperti itu, yang kontra akan memblejeti...