Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2012

FEATURES

Rahasia Rejeki (64): Mimpi Jadi Penarik Rejeki

Gambar
Dari ide ini lalu menjadi mimpi bagi Ibu. Saya tak tahu, apa yang sudah dilakukan oleh Ibu, namun Alhamdulillah ada saja rejeki mengalir buat kita. Bahkan lalu terkumpulnya lebih cepat. Oleh: Mochamad Yusuf * Dinginnya malam di dini hari itu sepertinya tak sanggup membuat kita di mobil berdiam dan ngantuk. Tapi justru kehangatan yang timbul karena kegembiraan menyambut kepulangan Ibu. Semuanya bergerak dan berteriak-teriak. Seolah-olah melampiaskan kangen ditinggal Ibu selama 45 hari. Ya, Ibu baru saja pulang dari Mekkah untuk menunaikan ibadah haji. Dalam perjalanan pulang dari asrama haji Sukolilo ke rumah itu, Ibu berulang kali mengucap syukur. “Rasanya seperti mimpi,” kata Ibu, “Tak pernah terpikir saya bisa melakukan naik haji.” Saya diam. Tentu saja sebagai istri dari sopir bemo, Ibu tak mungkin bermimpi menunaikan ibadah kelima itu. Namun mimpi itu mulai saya munculkan ketika saya dan adik-adik sudah mentas. Yakni saat sudah berumah tangga sendiri. Saya mengusulkan kepada adik-a...

Rahasia Rejeki (63): Tak Ada Anak Bukan Tak Banyak Rejeki

Gambar
Kalau banyak anak dijadikan motivasi untuk bekerja keras mungkin itu bisa benar. Tapi bagaimana dengan justru tidak memiliki anak? Apakah dengan demikian sedikit rejeki atau banyak rejeki? Oleh: Mochamad Yusuf * Kata orang, jodoh, anak dan rejeki ada yang menggariskan. Meski sudah pacaran lama bisa jadi tak kunjung naik ke pelaminan. Atau ada yang sudah lama menikah, namun tak kunjung diberi anak. Atau seorang tukang becak nunggu lama di sebuah perempatan tak kunjung dapat penumpang. Ketika ditinggal eh malah ada yang mencari. Tapi adakah hubungan antara anak dan rejeki? Orang-orang dulu sebelum program KB digalakkan, mempunyai kepercayaan banyak anak banyak rejeki. Namun sejak program KB itu bergulir, kepercayaan itu mulai berkurang. Meski masih saja ada yang percaya, sehingga tetap memiliki banyak anak. Sebenarnya memang kurang logis, banyak anak banyak rejeki. Karena semakin banyak anak justru pengeluaran bertambah. Sehingga rejeki apapun yang masuk, terasa kurang. Atau jadinya peme...

Rahasia Rejeki (62): Rejeki Kenduri

Gambar
Tapi saya tak tertarik dengan politik uang ini. Saya hanya tertarik dengan rahasia rejeki yang terlewat ini. Dengan selisih hanya beberapa menit, dia tak kebagian rejeki. Oleh: Mochamad Yusuf * Hari itu kita sekeluarga keluar rumah. Betul, hari itu hari Minggu. Hari yang selalu kita harap, karena di hari itu kita bisa full bertemu dan bercengkerama dengan anak-anak. Maklum karena kita, saya dan istri, mulai hari Senin – Sabtu bekerja seharian. Sehingga memang hanya hari Minggu yang bisa digunakan untuk bersama-sama melakukan kegiatan. Tiba di rumah, sepulang dari jalan-jalan di luar, kita disambut dengan gerutuan mbaknya anak-anak. Ya, ini panggilan dari anak-anak buat pembantu saya. Hari itu dia memang ada di rumah. Biasanya kita ajak keluar juga. Tapi tadi ketika diajak, dia menolak karena mau ke salon. Ya, sudah. Ternyata dia barusan kelewatan dapat rejeki. Ceritanya ada calon Kepala Desa yang bagi-bagi angpau ke perumahan saya. Ya perumahan saya masih dipimpin oleh Kepala Desa, seh...