Postingan

Menampilkan postingan dengan label tragedi pembagian zakat

FEATURES

Pernik Ramadhan 2013 (15): Jangan Gampang Menilai Niat Seseorang

Gambar
Melihat duel yang sengit ini banyak sahabat yang mengelilingi untuk mengawasi pertempuran ini. Akhirnya suatu ketika pedang si kafir terlempar keluar dan dia jatuh terduduk. Sekarang dia tidak bersenjata. Dia pasti dengan mudah dikalahkan. Oleh: Mochamad Yusuf * Suatu ketika ada berita di TV tentang pembagian zakat yang diberikan oleh seorang kaya di sebuah daerah. Tampak yang ingin mendapat zakat harus antri dan berdesak-desakan. Sebagian ada yang tidak kuat sehingga pingsan. Banyak anak-anak terpisah dengan orang tuanya. Mereka menangis mencari Ibu atau Bapaknya. Ramai, semrawut dan membuat sengsara yang menerima zakat. Seorang teman yang melihat berita ini menyalahkan yang membagi zakat. "Ngapain sih dibagi-bagi langsung seperti itu? Kan enak diserahkan ke amil zakat atau lembaga ambil zakat yang sekarang banyak berdiri? Kalau begini kan kasihan yang menerima zakatnya," katanya dengan nada tinggi. "Kadang yang salah bukan pemberi zakat lho," kata saya. "Mere...

Obrolan di Bawah Rindangnya Cemara (11): Miskin Tapi Bermartabat

Gambar
Beberapa waktu lalu diberitakan banyak orang mengaku miskin agar bisa masuk sekolah yang diinginkan dari jalur orang miskin. Ternyata setelah diverifikasi mereka kaya. Mereka tak malu mengaku miskin. Oleh: Mochamad Yusuf * Meski ada kejadian yang mengenaskan seperti di Pasuruan beberapa tahun lalu, saya yakin pembagian zakat langsung masih akan terjadi sekarang ini. Saat seperti itu, seseorang yang berzakat/shadaqah akan membagikan langsung kepada para penerima zakatnya. Yang menerima zakat akan berbaris untuk antri mendapat zakat. Namun karena banyaknya penerima, mereka jadi tak sabar antri. Sehingga yang sering terjadi, mereka akan berdesak-desakan berebut mendapat zakat duluan. Akibatnya yang lemah tenaganya seperti orang tua dan anak-anak, akan kalah dalam 'aksi perebutan zakat' ini. Bila tidak ada antisipasi yang baik dari penyelenggara, aksi ini bisa memakan korban. Bahkan korban nyawa. Mengapa hal demikian terjadi? Entah, dorongan apa yang membuat mereka sampai rela berd...