Postingan

Menampilkan postingan dengan label cerita kampung inggris

FEATURES

Tentang Kopi Darat dari Warga Non Darat

Gambar
Saya senang saudari Ningrat Sanres memiliki inisiatif jumpa darat untuk grup Pare di Facebook. Dengan begini bisa menjalin silaturahim dan menambah dulur. Dulu sebelum ada Facebook ada grup di Yahoogroups yang bernama Pareku. Mailing list ini sampai sekarang masih ada, tidak didelete. Tapi sudah mati. Tidak aktif lagi. Pendirinya Fajar dan Ainur, orang Pare yang migrasi ke Ibukota. Saat milis masih aktif, ramai sekali. Lalu suatu saat lebaran, kita kopi darat. Tempatnya di rumah Sony, adiknya Dwijo, pemilik toko Bata di Pare. Selain itu pernah di rumah saya, buka bersama. Saya terharu karena banyak datang dari luar kota hanya untuk jumpa darat ini. Namun sejak ada Facebook, grup itu kekurangan darah. Lama-lama mati. Untung ada grup Pare baru di Facebook. Dan ternyata dari hari ke hari semakin banyak anggotanya. Sekarang sudah belasan ribu. Kalau sekarang ngumpul, entah.. Bagaimana ramainya nanti (apa perlu ijin kepolisian? hehehe). Senang bisa bertemu kalian, dulur Pareku... Hehehe.

Antara Pare, Kampung Inggris - Batu, Malang

Gambar
(ref: audaxeastjava.com) Pare adalah daerah di kaki gunung. Sekitar 15 km ke arah selatan sudah menanjak. Mulai di sinilah, jalan-jalan mulai naik turun, berbelok-belok, sejuk, kanan-kiri tebing atau sungai dengan pemandangan yang indah. Contoh: perjalanan ke Malang lewat Pare. Pare memang sering menjadi jalur pintas dari arah barat (Solo, Jogja, Madiun) ke Malang. Normalnya ke arah Surabaya/Sidoarjo terus lewat Sidoarjo, Porong, Pandaan dan ke Malang. Namun ini terlalu jauh. Lewat Pare bisa lebih singkat. Namun kelemahannya jalan sempit, berbelok-belok, naik turun dan gelap kalau malam (karena melewati hutan). Namun bagi beberapa orang ini lebih mengasyikkan, karena melihat pemandangan yang indah. Lereng gunung, sungai, sawah, bukit dan danau. Kalau mau atau capek bisa beristirahat di pinggir jalan sambil menikmati makanan sungguh sedap. Untuk ke Malang, dari Pare naik ke Kandangan, terus Kasembon, Ngantang, Selorejo, Pujon, Batu dan akhirnya Malang. Berikut adalah sebagian kecil fot...

Tentang Kampung Inggris Pare Kediri(5): Legen Nira Kelapa (Wisata Kuliner Pare)

Gambar
(ref: zukeri.fotopages.com) Di jalan Kandangan, depan sebuah warung soto daging, ada penjual legen kelapa. Yang jual seorang Ibu. Mulai buka sekitar pukul 10.00 sampai habis. Beda dengan legen, legen nira kelapa ini rasanya manis saja. Tanpa kecut dan tanpa rasa karbonasi. Bahkan kalau kita sentuh minumannnya, terasa lengket. Istilah jawanya, pliket. Oleh: Mochamad Yusuf * Legen, sebagian orang sudah mengenalnya. Sebuah minuman khas dari daerah Tuban dan Gresik. Rasanya seperti campuran dari rasa kecut, manis dan ada karbonasi seperti coca cola. Jadi bisa bersendawa seperti habis minum Coca-Cola. Bahkan minuman legen yang asli, tanpa campuran, dan sudah disimpan lama bisa mengandung alkohol. Sehingga bisa memabukkan juga. Legen ini berasal dari pohon Siwalan. Pohon Siwalan ini banyak tumbuh di pesisir utara Jawa Timur seperti Gresik, Lamongan dan Tuban. Bentuk pohon Siawalan ini seperti kelapa, namun dengan daun yang agak melebar. Seperti daun buah Salak. Cara mendapatkan legen yakni ...

Belajar di Kampung Inggris Pare

Gambar
Sekitar sebulan yang lalu saya mengikuti kelas kursus Bahasa Inggris di Global English, Pare, Kediri. Pare atau yang lebih popular disebut Kampung Inggris menjadi semacam pusat kursus Bahasa Inggris dan menyedot banyak perhatian tak hanya dari warga Kediri, tapi sampai seluruh Indonesia. Buktinya, classmate saya ada yang berasal dari Padang, Palembang sampai Makassar. Oleh: Nenden San | @Nden* Keputusan untuk pergi ke Pare dan belajar di sana pun bisa dibilang mendadak, karena setelah resign dari pekerjaan saya, rencana itu tidak masuk ke dalam agenda saya selama masa transisi sebelum kembali ke Cianjur. Meskipun ada rencana kursus Bahasa Inggris, tapi tidak sampai ke Pare. Ide itu malah muncul dari roommate saya, Iyem. Sejak iyem berujar tentang itu, tanpa tedeng aling-aling saya langsung cari informasi dan mendaftar via online. Alhasil saya ikut program periode tanggal 10 di Februari. Tanpa teman, akhirnya saya berangkat sendiri ke Kediri, berbekal pengalaman saya pernah backpacking ...