Agus (nama samaran, 35 tahun) bingung tujuh keliling. Istrinya sakit dan sudah pasti butuh biaya. Belum lagi anaknya mau lulus SD dan tentunya butuh biaya kalau masuk SMP. Sebenarnya semua hal ini dapat diantisipasi sebelumnya. Misal: untuk istrinya yang sakit bila ikut BPJS, tentu masalah biaya tidak jadi pikiran. Lalu untuk anaknya bila sudah punya tabungan, tidak akan pusing seperti ini. Masalahnya kembali ke uang. Untuk BPJS ada iuran yang harus dibayar. Meski ambil BPJS yang kelas 3 sekalipun dia tidak mampu membayarnya. Jadi apalagi harus menabung. Gajinya sebagai pegawai sudah habis untuk keperluan sehari-hari. Tidak tersisa untuk keperluan lain. Budi, teman kantornya, yang mengetahui permasalahan Agus, menyarankan untuk mencari penghasilan tambahan. “Lho mana bisa?” kata Agus. “Waktuku sudah habis untuk bekerja. Waktu mana lagi untuk bekerja di perusahaan lain?” “Tidak. Kamu tidak perlu mencari pekerjaan lain. Tidak mungkin. Tudak ada waktu lagi,” jawab Budi. ”Tapi kamu bisa me...